TENTARAKU SUAMIKU

TENTARAKU SUAMIKU
Episode 131. Siasat Riana dan Tante Deni


__ADS_3

"Ini ****** siapa A'..!!?" tanya Riana marah sambil memegang dan mengangkat sebuah c.....a dalam berwarna merah dengan ujung kukunya ke wajah Guntur.


Guntur kaget setengah mati, namun masih berusaha menyembunyikan keterkejutannya dengan memandang serius kearah benda yang ditunjuk Riana kearahnya.


Mati aku..kenapa aku bisa ceroboh tidak menyimpan semua barang milik Diana. Kok bisa ada yang lolos dari penglihatanku ..batin Guntur gusar, menyesali keteledorannya.


"Bukannya itu ****** punyamu Ri'?" tanya Guntur kepada Riana yang terlihat emosi.


"A'..aku nggak punya ****** seperti ini. Jangan coba mengelak . Ayo ngaku..siapa pemilik ****** ini A' perempuan mana lagi yang Aa' bawa kerumah kita saat aku nggak ada dirumah!?" tanya Riana sambil memandang Guntur dengan tatapan curiga.


"Aku...??" Guntur menunjuk wajahnya sendiri dengan telunjuknya. "Aku membawa perempuan lain di rumah kita saat kamu nggak ada!?"


"Iya A'..jangan pura-pura pilon..!" seru Riana marah.


"Ya mana mungkinlah Ri'. Aku nggak segila itu juga sampai nekat bawa perempuan lain dirumah kita. Kamu pikir ibu-ibu di kompleks ini akan membiarkan perempuan lain bebas masuk keluar batalion?" tanya Guntur.


"Lantas...ini ****** siapaaa Aa'?!" tanya Riana lagi kali ini sambil melempar ****** berwarna merah ditangannya kewajah Guntur.


Laki-laki itu berkelit. Wajah Riana memerah menahan amarahnya.


"Aku nggak tau itu ****** siapa..sumpah, aku bener-bener nggak tau," ucap Guntur kembali berusaha meyakinkan Riana.


"Awaas kamu A'. Kalau sampai aku tau siapa pemilik ****** itu, habiiis kamuuu.."!! Ancam Riana sambil mengarahkan telunjuknya ke wajah Guntur.


Guntur mengernyitkan dahinya mencoba mengingat kembali siapa pemilik ****** merah yang ditunjuk Riana tadi.


Namun laki-laki itu sama sekali tidak ingat kalau Diana punya ****** merah seperti itu.


"Terserah kamu Ri'. Yang pasti aku nggak tau siapa pemilik ****** itu apalagi sampai memasukkan perempuan lain di rumah kita. Itu tidak mungkin aku lakukan Ri, Terserah kamu mau percaya atau tidak," Guntur menjawab ancaman Riana sambil berlalu meninggalkan Riana yang masih berdiri dengan marah.


#


#


Sebelumnya....


Riana kehabisan akal mencari cara bagaimana agar Guntur mengakui perbuatannya memasukkan perempuan lain dirumah mereka.


"Gini aja Ri. Tante punya cara yang mungkin akan berhasil membuat Suamimu ngaku," ujar tante Deni sambil menjentikkan jarinya.


"Apa itu tan?" tanya Riana penasaran.


"Sini, tante bisikin...," jawab tante Deni sambil menarik tangan Riana dan membisikkan sesuatu di telinganya.

__ADS_1


Riana mengangguk-anggukkan kepalanya tanda setuju dan mengerti maksud tante Deni.


"Nah..sekarang pulanglah Riana. Lakukan apa yang tante bilang tadi. Mudah-mudahan Suamimu percaya dan mau ngaku," ucap tante Deni berharap.


Dan hasilnya...


Ternyata Guntur mati-matian mengelak dan tidak mau mengakui kalau dirinya telah membawa perempuan lain di rumah itu.


#


#


"Taktik kita ternyata nggak berhasil membuat Aa' ngaku tan," keluh Riana saat Guntur telah pergi dan tante Deni masuk ke rumah menemui Riana.


"Yah..satu taktik nggak berhasil Ri. Tapi kita masih punya cara yang lain," sahut tante Deni meyakinkan Riana.


"Entahlah tan. Riana jadi nggak yakin bakal berhasil membuat Aa' buka mulut tan. Sebab Riana tau betul sifat Aa'. Kalau belum kepergok langsung sama kita, nggak bakal ngaku dia," ujar Riana pasrah.


"Yaaa..kamu jangan nyerah gitu aja dong Ri'!!"seru tante Deni menyemangati Riana.


"Haaahh..sudahlah tante..Riana pusiing mikirin masalah ini. Mungkin sebaiknya Riana cari tau sendiri dan berusaha mergokin Aa' secara langsung. Biar Aa' nggak bisa ngelak lagi," ucap Diana menyerah.


Tante Deni mengangkat bahunya. "Terserah kamu Ri'. Tante cuman berharap kamu tidak dipermainkan Suamimu lagi. Tante hanya kasihan sama kamu dan ingin membantu kamu Ri'!"


"Iya tan..Riana tau itu dan Riana makasih banget tante udah banyak bantu Riana. Do'ain aja tan semoga Riana bisa melalui semua ini," ujar Riana pasrah.


#


#


Guntur mencoba mengingat kembali isi tas Diana. Seingat Guntur, Diana tidak menyukai jenis ****** yang ditunjuk Riana tadi. Tidak mungkin ****** itu adalah milik Diana.


Lalu milik siapa ?


Guntur memijit kepalanya. Apa mungkin ini taktik Riana untuk memancing pengakuanku ?


Guntur tersenyum dan menepuk jidatnya sendiri.


"Nggak salah lagi. Pasti Riana berusaha untuk membuat aku buka mulut dengan cara menunjukkan ****** orang lain seakan itu ****** milik Diana. Untung aku hapal bener barang-barang pribadi milik Diana. Kalau nggak, bisa kepancing akunya. Hmmm..pintar juga Riana," puji Guntur sambil tertawa kecil.


Menyebut nama Diana, Guntur jadi teringat istrinya keduanya itu.


Beberapa bulan lagi Diana akan menyelesaikan pendidikannya. Itu berarti Guntur dan Diana akan berpisah entah untuk berapa lama.

__ADS_1


Guntur mulai gelisah. Diraihnya ponsel miliknya dan mulai mencari nomor Diana.


Saat akan menghubungi Diana, Guntur ragu untuk bertanya tentang kelangsungan hubungan mereka. Namun demi memastikan hal itu Guntur akhirnya menelepon Diana.


"An..kamu udah nyampe asrama?" tanya Guntur membuka pembicaraan mereka.


"Iya Mas. Sepi banget. Masih libur panjang soalnya," jawab Diana pelan.


"Kalau tau begitu, mending kamu di Bo dulu. Setidaknya kita masih bisa bertemu setiap hari,"


"Nggak Mas. Aku nggak mau ambil resiko kepergok Riana," jawab Diana ngeri.


"Iya sich. Kamu bener. Tapi kasian kamu An sendirian di asrama.


"Nggak apa-apa Mas. Hitung-hitung istirahat total setelah tiap hari Mas "kerjain" saat di rumah Mas," gurau Diana membuat Guntur tertawa.


"Kamu tau nggak An, tadi Riana maksa Mas untuk ngaku kalau Mas bawa perempuan lain di rumah asrama,"


"Masa sich Mas?" tanya Diana tak mengerti. "Caranya?".


"Riana nuduh Mas dengan nunjukin ****** warna merah terang ke muka Mas. Katanya itu ****** kamu,"


"Terus..?" tanya Diana penasaran. Ingin tau kelanjutan cerita Guntur.


"Yaa..Mas sanggahlah. Kan Mas tau bener kamu nggak suka ****** warna merah. Apalagi kayak yang Riana tunjukin ke Mas,"


Terdengar tawa Diana diseberang sana. Guntur ikut tersenyum. Namun dibalik senyum Guntur ada sesuatu yang mengganjal dan ingin ditanyakan Guntur.


"An..boleh nggak Mas bertanya sesuatu?"


"Silahkan Mas. Apa yang ingin Mas tanyakan?"


"Mas hanya ingin tau kelanjutan hubungan pernikahan kita saat kamu lulus nanti,"


"Seharusnya itu pertanyaan aku ke Mas. Bukan sebaliknya," ucap Diana tertawa.


Guntur terdiam.


Terus terang laki-laki itu merasa nyaman selama ini berada didekat Diana. Sebagai seorang suami, walaupun hanya Suami siri, Guntur sangat ingin mempertahankan hubungan pernikahannya dengan Diana. Tapi Guntur sadar, dirinya harus berani memilih diantara kedua perempuan itu, Riana atau Diana.


"Mas takut kehilangan kamu An," tiba-tiba Guntur bersuara.


Terbayang dibenak Guntur saat berpisah dengan Diana dulu karena Diana harus meneruskan pendidikannya dan Guntur yang tak bisa berbuat apa-apa untuk mencegah kepergian Diana.

__ADS_1


Selama beberapa Minggu Guntur harus dirawat di Rumah Sakit akibat penyakit Malaria yang tiba-tiba menggerogoti tubuhnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2