TENTARAKU SUAMIKU

TENTARAKU SUAMIKU
Episode 49. Janjian Berdua


__ADS_3

Potongan terakhir buah melon dicaplok Syahrial dari piring Sri. Gadis itu melotot. "Iih..main caplok aja. Ambil sana sendiri,"


Syahrial tertawa senang melihat Sri memelototi dirinya. "Tolong ambilin donk jeng cantik.!" Syahrial meminta sambil mengerling kearah Diana.


"Ya dech..iyaaaa..dassar tukang perintah," jawab Sri paham. "Bentar ya An..," pamit Sri sambil berlalu menuju meja prasmana.


Sesaat suasana hening menyelimuti Syahrial dan Diana. Keduanya kembali menikmati sisa sarapan mereka sampai ketika....


"An....! "


"Mas..!


Syahrial dan Diana kompak bersuara. Keduanya tertawa geli.


"Mas duluan dech..," Diana ngalah.


"Nggak akh..kamu duluan. Ladies first...Ada apa ?" tanya Syahrial sambil memandangi wajah manis yang tersipu malu didepannya.


"Emm..aku mau ngomong serius sama mas..boleh ?" tanya Diana sembari menatap Syahrial. Yang ditatap malah balik menatap dengan tersenyum nakal.


"Apa sich yang nggak boleh buat kamu honey..?" jawab Syahrial sedikit menggoda. Ada rona merah menjalari wajah cantik Diana. Ah..ada apa ini ?, tanya Diana dalam hati.

__ADS_1


Tiba-tiba Sri sudah berdiri dibelakang Diana. "Ini melonnya mas...". Sri meletakkan potongam buah melon dipiring kecil ke atas meja. " Dek, mbak ke kamar dulu ya, mau ngambil tas. Mbak langsung ke kelas. Ntar kamu bareng mas Riil aja," ujar Sri sambil berlalu.


"Iih..mbak Sri, main pergi begitu aja..!" Diana memandangi Sri yang berjalan cepat menuju lantai 3.


"Aku juga An, ada yang mau aku omongin ke kamu," Syahrial tak memperdulikan protes Diana. Disentuhnya tangan Diana. Sontak gadis itu menoleh.


"Eh..iya mas.." gagap Diana menjawab Syahrial.


"Ntar pulang kuliah aku tunggu kamu di kantin kampus. Kita ngobrol diluar aja," Syahrial membuat janji dan diiyakan Diana.


"Ya udah..ayo, kita ke kelas," ajak Syahrial sambil berdiri diikuti Diana. Ditariknya tangan Diana membuat beberapa pasang mata sontak menoleh kearah mereka. Tapi Syahrial tidak perduli dan Diana tertunduk malu.


Setelah melalui beberapa koridor dan ruang-ruang kampus, akhirnya Diana dan Syahrial tiba didepan pintu kelas Diana.


\=\=\=\=\=\=\=


Sore harinya usai jam kuliah, Diana buru-buru melangkah menuju kantin kampus yang terletak tak jauh dari ruang belajarnya. Namun gadis itu sejenak menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah kelas Syahrial. Masih terdengar suara dosen dari kelas Syahrial.


Masih ada dosen di kelas mas Riil, berarti dia belum selesai kuliah. Sebaiknya aku ke kamarku dulu, mandi, sholat Ashar baru aku temui mas Riil di kantin batin Diana.


Gadis itu melanjutkan langkahnya menuju asrama. Beberapa kawan Diana mengajak gadis itu untuk mampir ke kantin, sekedar ngopi dan menikmati pisang goreng krispynya mbak kantin. Tapi Diana menolak halus dan meneruskan langkahnya menuju lantai 3 asrama.

__ADS_1


Gedung asrama terlihat lenggang, Hanya ada beberapa mahasiswa yang terlihat nongkrong di depan ruang tv. Diana masuk ke kamar, mengganti baju seragamnya dengan piyama mandi dan segera membersihkan dirinya di kamar mandi. Wangi aroma jeruk yang keluar dari sabun mandi yang dipakai Diana membuat gadis itu merasa lebih rileks.


Semoga apa yang akan aku bicarakan dengan mas Riil sebentar disetujui mas Riil. Hanya ini cara yang bisa aku pakai untuk membuat mas Guntur berhenti mengejar-ngejar aku, batin Diana pasti.


Setelah selesai mandi, sholat Ashar dan mengganti pakaiannya dengan setelan baju yang lebih simple, Diana bergegas menuju kantin kampus. Terlihat beberapa teman mas Riil tengah menuju asrama. Berarti mas Riil sudah menungguku di kampus tebak Diana.


Segera Diana mempercepat langkahnya. Syahrial orang yang tidak suka menunggu dan Diana tau itu. Sesampainya di kantin sekolah, Diana mencari sosok Syahrial di tempat biasanya mereka duduk. Benar juga. Syahrial sedang ngopi bareng beberapa kawan seangkatannya.


Begitu melihat kehadiran Diana, Syahrial kemudian berpamitan dan mendekati Diana.


"Sudah siap ..?" tanya Syahrial melihat Diana sudah terlihat rapi dan...cantik.


"Iya mas, ..mas nggak ganti baju dulu ?" tanya Diana melihat Syahrial masih dibalut seragam kuliahnya.


"Kamu tunggu disini. mas ke kamar dulu, ganti baju. ga lama kog...oke ?"


Diana mengangguk mengiyakan.


"Kamu pesen aja minuman atau makanan kecil sambil nunggu mas balik," Syahrial menarik salah satu kursi dihadapannya dan mempersilahkan Diana untuk duduk. Diana manut.


Setelah meminta mbak kantin untuk melayani Diana, Syahrialpun berlalu menuju asrama.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=


__ADS_2