
Syahrial memandangi gadget di tangannya. Beberapa panggilan tak terjawab dan satu pesan WA dari Diana. Setelah 3 hari tanpa kabar berita, tiba-tiba Diana kembali menghubunginya.
Kemarin Dia ngeblokir aku, tumben sekarang justru minta aku jemput..Aneh!!!, batin Syahrial heran.
Walaupun masih ada amarah karena Diana memblokir nomornya, tapi Syahrial tidak berniat untuk mengabaikan gadis itu.
Syahrial tidak menyadari bahwa yang memblokir dirinya bukan Diana, tetapi Guntur.
Karena dilanda cemburu dan tidak mau hubungannya dengan Diana terusik, maka tanpa sepengetahuan Diana, Guntur memblokir nomor Syahrial di Hp Diana.
"Iya, nanti aku jemput kalau nggak ada kuliah hari ini," akhirnya Syahrial membalas pesan WA Diana. "By the way, kenapa nomorku kamu blokir kemaren An?" satu pertanyaan Syahrial yang membuatnya penasaran sejak beberapa hari terakhir.
Lama Syahrial menatap layar Hpnya. Belum ada tanda-tanda balasan pesan WAnya dari Diana. Karena penasaran dan ingin segera tau apa alasan Diana memblokir nomor Hpnya, akhirnya Syahrial memutuskan untuk menelepon Diana.
Tuutt...Tuuut...Tuuut, ...
"Halo, Assalaamualaikum Mas" terdengar suara Diana menjawab telepon Syahrial.
"Waalaikumsalaam. An, kamu sudah sampai mana ?" tanya Syahrial berbasa-basi.
"Oh..Aku sudah hampir masuk stasiun bis Mas. Mas jadi jemput aku kan ?" tanya Diana
"Iya..In syaa Allah aku jemput. Euum...An, kamu udah baca WA-ku barusan?"
"WA yang mana Mas?"
"Soal Kamu yang memblokir nomor Hpku,"
"Ouuh..soal itu Mas. Sudah ... Aku sama sekali nggak ngblokir nomor Mas,"
"Lalu Siapa?"
"Apa mungkin dia ya Mas yang sudah memblokor nomor Mas?"
"Dia Siapa!?" tanya Syahrial walaupun dirinya sudah tepat menebak siapa yang sudah memblokir nomornya.
"Mas Gun....," tebak Diana.
"Mungkin juga... Aku juga berfikir begitu," Syahrial membenarkan ucapan Diana. "Apa alasan dia memblokir nomorku?. Apa.... karena dia cemburu dan tidak mau kalau aku mengganggu kemesraan kalian?" lanjut Syahrial penasaran dengan sedikit ejekan dalam ucapannya.
"Entahlah Mas. Tadi aku periksa pesan WA dari Mas, tapi tak ada satupun pesan untuk aku," Diana menjawab tanpa menggubris tudingan Syahrial.
"Berarti Mas Gunturmu yang menghapus pesan-pesan dan teleponku untukmu An," ucap Syahrial memastikan pendapatnya.
__ADS_1
Diana terdiam.
"Ya udah kalau begitu. Yang penting aku tau kalau bukan kamu yang ngeblokir nomor hpku," ujar Syahrial akhirnya. "Aku ke stasiun sekarang, jemput kamu,"
"Iya Mas...Wassalaamualaikum,"
"Wa'alaikumsalaam," ucap Syahrial menutup pembicaraan mereka dan langsung tancap gas menuju terminal bis antar kota untuk menjemput Diana.
Walaupun masih ada satu mata kuliah lagi yang harus diikutinya setelah makan siang nanti, namun Syahrial akhirnya memilih menjemput Diana terlebih dahulu.
\=\=\=\=\=\=
Sementara itu Diana yang masih berada diatas bis, menghela nafas lega setelah menerima telepon Syahrial.
Setidaknya satu masalahku teratasi..ups, bukan satu, tapi dua masalah. Masalah siapa yang memblokir nomor Mas Syahrial dan siapa yang bisa jemput aku di terminal bis nanti, batin Diana lega.
Beberapa menit lagi, bis yang ditumpangi Diana tiba di stasiun. Bergegas Diana membenahi barang bawaannya, kemudian dengan buru-buru memperbaiki dandanannya yang sempat kacau akibat dirinya ketiduran di bis tadi.
Makan waktu beberapa menit bagi Diana untuk menunggu sebelum Syahrial tiba di terminal bis. Setelah turun dari bis, Diana memutuskan untuk menunggu Syahrial di salah satu rumah makan Padang lamgganannya.
Sambil menunggu kedatangan Syahrial, Diana memesan satu porsi nasi Padang lengkap dengan lauk rendang dan segelas teh hangat untuknya. Perutnya terasa lapar.
Dengan lahap Diana menikmati makanan yang dipesannya itu sambil sesekali memandang kearah pintu masuk rumah makan.
Diana melambaikan tangannya kearah Syahrial, memberi isyarat agar Syahrial mendekatinya.
"Aku habisin makananku dulu ya Mas," ucap Diana begitu Syahrial tiba ditempatnya duduk.
Syahrial mengangguk, kemudian duduk disamping Diana. Matanya menatap Diana dengan pandangan aneh, seakan sedang menyelidiki Diana.
Diana yang merasa diperhatikan Syahrial, merasa risih dan memutuskan untuk segera menyelesaikan makan siangnya.
"Ada apa Mas, kenapa mandangin aku seperti itu. Ada yang aneh!?" tanya Diana heran.
Syahrial hanya menggeleng, kemudian "Kamu sudah selesai kan?" tanya Syahrial tanpa menjawab pertanyaan Diana.
Diana mengangguk dan berdiri hendak membayar makanannya, namun ditahan Syahrial. "Aku yang bayar," ucap Syahrial sambil menarik tangan Diana.
Diselipkannya jari-jemarinya diantara jemari Diana. Kebiasaan Syahrial setiap kali berjalan dengan gadis itu.
Setelah membayar makanan yang dipesan Diana, Syahrial dan Diana kemudian menuju tempat parkiran motor. Kemudian keduanya melaju menuju asrama kampus. Selama di perjalanan, keduanya hanya diam saja.
Diana tidak memeluk pinggang Syahrial seperti biasanya. Menyadari hal itu, Syahrial kemudian menarik tangan Diana dan melingkarkan tangan gadis itu dipinggangnya.
__ADS_1
Diana membiarkannya. Perjalanan mereka menuju asrama kampus tanpa suara. Mereka larut dalam pikiran masing-masing.
\=\=\=\=\=\=\=
Dikota S, Guntur masih menunggui Kiara yang mulai pulih kesehatannya. Pembahasan dirinya dan Riana istrinya soal kasus "salah sebut nama" terlupakan karena kondisi Kiara yang sedang sakit.
Namun bagi Riana, masalah tersebut belum selesai. Riana masih penasaran dengan sosok Diana yang diakui suaminya sebagai saudara angkatnya.
"Ri' Kamu harus cari tau soal DIana. Ibu curiga, Suamimu bohong soal Diana. Ibu rasa ada yang disembunyikan Suamimu!" saran Ibu Riana ketika mereka duduk berdua dikamar Bapak.
"Iya Bu...Riana pasti akan berusaha mendapatkan informasi tentang perempuan itu!" sahut Riana sedikit emosi.
"Kamu cari tau nomor Hp perempuan itu saat Suamimu lengah. Ingat...kamu harus berhati-hati melakukannya Riana,"
"Baik Bu...,"
Sementara itu, Guntur yang memilih menemani Kiara di kamarnya. Tiba-tiba Guntur teringat Diana.
"Diana sudah sampai belum ya?" tanya Guntur pada dirinya sendiri. Diambilnya gadget miliknya yang diletakkan didalam saku jaketnya.
"Sayang..kamu sudah sampai belum di asrama," ketik Guntur di pesan Wa-nya kepada Diana.
Disaat yang bersaamaan, Kiara menggeliat dan membuka matanya sejenak. Guntur segera mendekati putri semata wayangnya.
"Ayaaaah..," suara Kiara memanggil Ayahnya.
"Kenapa sayang?" tanya Guntur sembari mengelus kepala Kiara.
"Haus Ayah...," ucap Kiara menunjuk air putih diatas meja.
"Kiara mau minum air putih?" tanya Guntur lagi disambut anggukan Kiara.
Bergegas Guntur mengambil air mineral diatas meja dan meminumkannya ke Kiara. Tanpa disadari Guntur, gadgetnya diletakkan diatas tempat tidur dan bukan didalam saku jaketnya.
Disaat yang sama, Riana terlihat masuk ke kamar dengan membawa susu untuk Kiara yang baru dibuatnya di dapur. Matanya mengarah ke gadget Guntur yang tergeletak diatas tempat tidur,
Perlahan Riana mendekati tempat tidur dan dengan hati-hati menutup gadget suaminya dengan bantal.
"A', biar aku yang urus Kiara. Aa' makan dulu. Ibu, Mbak Tiwi dan Suaminya menunggu Aa' di ruang makan," ujar Riana kepada suaminya sambil mengambil alih memberi minum Kiara.
"Baiklah..aku makan dulu," sahut Guntur sambil keluar kamar menuju ruang makan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1