TENTARAKU SUAMIKU

TENTARAKU SUAMIKU
Episode 98. Menemui Titik Terang.


__ADS_3

"Gimana tan, apa yang mereka bicarakan?" tanya Riana kepada seorang perempuan yang tergopoh-gopph mendekatinya. "ceritakan kepadaku tan," desak Riana tak sabar.


"Kamu benar Ri' setelah kalian pergi, Mertuamu memanggil suamimu,. Mereka ngobrol banyaaak sekali tentang kamu... Rini dan...," ucapan perempuan itu menggantung.


"Diana..?" serobot Riana meneruskan ucapan perempuan yang dipanggil Tante oleh Riana. Perempuan itu menganggukkan kepalanya.


Riana terdiam. Raut wajahnya menunjukkan rasa tidak suka. Mengapa mereka masih saja membicarakan mantan Istri Aa' si Rini. Dan Diana..apa yang mereka bicarakan tentang perempuan pelakor itu? Batin Riana gusar.


"Apa yang mereka bicarakan tentang Diana tan!?" tanya Riana penasaran.


"Aku nggak terlalu jelas sich Ri' waktu mereka ngebahas Diana. Soalnya tiba-tiba saja mereka memelankan suara mereka. Tadinya aku berusaha lebih dekat agar bisa mendengar apa yang mereka bicarakan, tapi karena takut ketahuan lagi nguping akhirnya aku urungkan niatku untuk berdiri lebih dekat dengan Suami dan Mertuamu,"


Wajah Riana seketika diliputi rasa kecewa.


"Tapi aku sempat mendengar Ibu Mertuamu menyebut "menikahi Diana!" seru tante Deni, namun nada suaranya terdengar kurang yakin.


"Ap..Apaa..menikahi Diana..!!?" tanya Riana dengan wajah hampir menangis. Riana kaget setengah mati. Walaupun Tante Deni kurang yakin dengan apa yang didengarnya, tapi Riana yakin, apa yang dibilang Tante Deni adalah benar.


Apa mungkin Aa' berencana menikahi pelakor itu. Mengapa Suamiku tega melakukan ini kepadaku? Batin Riana perih. Air matanya mengalir. Tiba-tiba terbayang sosok Rina, mantan Istri pertama Guntur. Apa ini yang dirasakan Rini saat tau Aa' telah menikahi aku ?


"Mungkin aku salah dengar. Tapi saran aku sich Ri', kamu selidiki dulu kebenarannya," Tante Deni memberi saran kepada Riana.


"Lantas aku harus mulai darimana tan?" tanya Riana bingung.


"Mulai dari Suamimu mungkin..atau kalau kamu punya nomor Diana, coba kamu klarifikasi ke dia Ri'. Mudah-mudahan kamu menemukan jawabannya,"


"Ouuuuh..iya tan, bener..aku punya nomor si pelakor itu," ujar Riana. Secepatnya Riana memeriksa ponselnya..Nah...ketemu... Pekik Riana senang.


"Nah..kamu hubungi dia. Tapi ingat Ri' tahan emosimu. Jangan sampai perempuan itu curiga kalau kamu sedang menyelidikinya,"


Riana mengangguk.


Windi, Anggi dan Kiara masih asyik menikmati bakso pesanan mereka. Sedikitpun tidak memperdulikan pembicaraan Riana dan Tante Deni yang duduk di meja sebelah.


Riana mengaduk-aduk bakso pesanannya tanpa berniat menikmatinya. Moodnya tiba-tiba menghilang entah kemana. Riana tak sabar menunggu malam agar dirinya bebas menyelidiki Diana.


Namun sebelumnya aku harus bisa melihat isi ponsel Aa'. Mudah-mudahan aku nemuin petunjuk yang bisa membuat Aa' dan pelakor itu tidak bisa mengelak lagi dan mengakui hubungan mereka, batin Riana menyusun beberapa rencana yang akan dilakukannya nanti untuk menjebak Suaminya dan Diana.

__ADS_1


Jam sudah menunjukkan pukul 16.30 WIb. Riana bergegas mendekati Anggi, Windi dan Kiara. "Udah selsai makan baksonya?" tanya Riana. Dilihatnya isi mangkuk Windi dan Anggi sudah ludes. Sementara milik Kiara yang hanya dipesenin pentolan bakso ukuran kecil masih tersisa beberapa butir lagi.


Windi dan Anggi mengangguk. "Punya Kiara dibungkus aja. Ntar makannya di rumah aja ya sayaaang.. Anggi, tolong bilangin si Abang, bakso Kiara dibungkus aja,"


Anggi mengangguk dan membawa mangkok milik Kiara ke abang bakso untuk dibungkus sisa pentolan baksonya. Setelah membayar pesanan mereka, Riana kemudian mengajak Windi, Anggi dan Kiara untuk pulang. Sementara Tante Deni masih menunggu pesanan baksonya.


Sepanjang perjalanan pulang, Riana tak banyak bicara dan hanya menjawab seadanya saja ketika Kiara menanyakan sesuatu kepada bundanya.


Anggi dan Windi saling berpandangan. Tadi saat ke warung bakso, Riana terlihat biasa-biasa saja. Tapi saat ini, wajah Riana terlihat muram namun dalam sorot matanya jelas terlihat kalau ada sesuatu yang membuatnya marah besar.


Windi dan Anggi memilih diam saja selama dalam perjalanan pulang. Selang beberapa menit kemudian merekapun tiba di rumah.


"Kiaraaaa..gimana baksonya..enaaak hmmm. Uwa' nggak dibeliin yaaa"? seloroh Mak begitu melihat Kiara. Diambilnya Kiara dari gendongan Riana. Riana diam saja saat menyerahkan Kiara ke tangan Mak.


"Aku ke kamar dulu Mak," pamit Riana pelan.


Mak mengangguk mengiyakan. Namun sudut matanya menangkap ada sesuatu yang tidak biasa diwajah Riana.


"Oh iya Ri..Suamimu sudah ke depan. Katanya ada tugas piket malam ini," ucap Mak sedikit bersuara keras. Riana menoleh dan mengangguk kemudian melanjutkan langkahnya masuk ke kamar.


Langit-langit kamar Riana seolah layar berukuran raksasa yang menampilkan cerita Guntur suaminya, dirinya, Rini mantan istri Guntur dan Diana, selingkuhan Guntur.


Riana menghela napas panjang. Dirinya percaya dengan yang namanya takdir dan karma. Tapi tak pernah menyangka sama sekali kalau kedua kata itu kini telah dan akan dialaminya.


Tiba-tiba..tuut...tuut..tuut. Suara ponsel Guntur. Rupanya saat ke depan tadi, Guntur lupa membawa ponselnya.


Dengan hati-hati dan berdebar karena penasaran, Riana mengangkat ponsel suaminya.


"Halo..."


'Halo..Ri'?"


"Iya..ini aku. Riana..,"


"Haaah..Syukurlah. Ri, tolong kamu suruh Anggi dan Windi nganterin ponsel Aa' ke sini ya. Aa' nunggu di piket depan!!," seru Guntur lega.


"Iya A'. Windi dan Anggi lagi diluar, main dengan Kiara. Nanti aku kasi tau mereka,"

__ADS_1


"Terima kasih ya Ri' aku tutup dulu teleponnya,"


Riana mematikan ponsel Guntur.


Tiba-tiba Riana teringat rencananya untuk menyelidiki ponsel Guntur.


Kesempatan..mumpung Aa' gak di rumah. Mending buru-buru aku periksa isi ponsel Aa sebelum aku suruh Anggi dan Windi untuk nganterin ponsel ini ke Aa'. Batin Riana sembari membuka beberapa aplikasi dan pesan WA di ponsel Guntur.


Bergegas Riana mengunci pintu kamarnya, takut ada yang tiba-tiba masuk dan mencurigainya. Kemudian Riana kembali melanjutkan aksinya memeriksa isi ponsel Guntur.


Namun Riana harus menelan rasa kecewanya karena tak satupun foto maupun pesan yang berhubungan dengan Diana dan suaminya ditemui Riana didalam ponsel Guntur.


Kemungkinan Aa' sudah menghapus semua foto dan pesannya ke Diana gara-gara pertengkaran kami beberapa hari ini. Aa' mulai lebih berhati-hati. Kalau begini caranya, bagaimana aku bisa mendapatkan informasi mengenai rencana mereka dibelakangku ? Batin Riana risau.


Tapi aku masih memiliki nomor ponsel pelakor itu. Sebentar malam akan kutelepon dia. Aku harus tau cerita yang sebenarnya. Yaa Allah, jika apa yang didengar Tante Deni itu benar, apa yang harus aku lakukan !?" keluh Riana bimbang.


Tiba-tiba sebuah ide muncul dikepala Riana. Aku kirimin aja pesan WA ke Diana seolah itu pesan dari Guntur..yaaa..yaaa..kenapa nggak kepikiran dari tadi yaa!? Tiba-tiba sebuah ide muncul di kepala Riana.


Secepatnya Riana membuka aplikasi WhatsApp kemudian mencari satu nomor yang dicurigainya adalah milik Diana. Kemudian Riana mulai menyusun kalimat menjebak di kepalanya.


"Assalaamualaikum sayang. Gimana dengan rencana kita bulan depan. Kamu nggak lupa kan An?" tulis Riana


Dengan hati berdebar, Riana menunggu balasan WA-nya...dan..ting..suara pesan masuk dari Diana. Secepat kilat Riana membuka balasan pesan WAnya.


"Wa'alaikumsalaam..rencana yang mana Mas?"


"Masa kamu lupa sayang. Rencana pernikahan kita dong," tulis Riana dengan tangan gemetar. Perasaannya campur aduk ketika menulis kata-kata itu.


"Ooh..itu..bukannya aku udah bilang Mas kalau aku akan dilamar Syahrial. Sudahlah Mas, hentikan omong kosong ini. Aku nggak mungkin menikah denganmu!!" bunyi pesan WA Diana.


Rasa yang tiba-tiba muncul di hati Riana campur aduk, antara kecewa, marah, sedih dan lega. Kecewa karena ternyata apa yang didengar oleh Tante Deni benar adanya, marah karena suaminya yang sangat dicintainya jelas-jelas telah menyelingkuhinya, sedih karena suaminya telah membohonginya mentah-mentah dengan mengatakan kalau Diana adalah saudara angkatnya dan lega karena ternyata Diana menolak menikahi Guntur.


"Riii...Kiara mau dimandiin nggak?" tanya Mak tiba-tiba dari luar pintu kamar Riana. Riana terkejut dan buru-buru meletakkan ponselnya diatas meja.


Aku harus secepatnya menghapus pesan WA-ku barusan bersama si pelakor itu. Jangan sampai Aa' dan Mak tau, batin Riana sambil mengambil kembali ponsel Guntur dan menghapus semua pesan WA-nya dengan Diana.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2