TENTARAKU SUAMIKU

TENTARAKU SUAMIKU
Episode 123. Hampir Saja..


__ADS_3

"Om, Ayahnya Kiara di kantor nggak?" tanya Riana ketika Deni, tetangga Riana pulang ke rumahnya.


"Oh, Pak Gun, tadi saya lihat ada Bu. Motornya juga masih diparkir di depan kantor," jawab Deni membuat Riana lega.


"Syukurlah kalau begitu," jawab Riana. "Terima kasih infonya Om,"


Riana kemudian masuk ke rumahnya dan tidur menemani Kiara yang masih terlelap.


Saat Guntur keluar tadi, Riana sempat tak percaya kalau suaminya itu akan kerja lembur di kantornya. Sebab baru beberapa jam yang lalu, Guntur bertemu seseorang yang diyakini Riana adalah si Pelakor Diana.


"Syukurlah ternyata Aa' benar ke kantor. Kalau aku percaya banget om Deni nggak bakal bohong," guman Riana.


Tapiii, jangan-jangan cuman motornya aja yang ada di kantor, orangnya nggak. Tiba-tiba Riana bangun dari tidurnya begitu menyadari ada yang janggal.


Riana curiga, ini cara suaminya mengelabui dirinya. Padahal aslinya Aa' sedang menemui Pelakor itu. Bisa saja motor ditaruh di depan kantor seolah Aa sedang lembur, padahal Aa sudah bertemu perempuan laknat itu. batin Riana geram.


Segera Riana mengambil ponselnya dan menelepon ibu Deni.


"Tante, tolong tanyain ke om Deni, tadi Ayahnya Kiara ke pos depan juga nggak ?" tanya Riana penasaran.


"Ooh, iya dek. Tunggu bentar ya, tante tanyain,"


"Iya Tan, terima kasih sebelumnya,"


Tak lama kemudian. "Iya Ri'. Kata Om tadi Pak Gun juga ke Pos depan, kumpul-kumpul dan nyanyi-nyanyi.


"Oh, iya Tan..makasih..maaf jadi mengganggu istirahat Tante dan Om Deni," ucap Riana merasa nggak enak.


"Nggak papa Ri' tante ngerti,"


"Malam Tan,"


"Malam," jawab tante Deni sambil menutup teleponnya.


Kini Riana benar-benar lega. Ternyata suaminya tidak menemui selingkuhannya itu.


*


*


Sementara itu, saat membeli cemilan untuk Diana, Guntur teringat janjinya membeli Martabak untuk teman-temannya. Sekalian aja aku beliin martabak untuk Diana dan teman-teman yang pada ngumpul di pos depan.

__ADS_1


Setelah semua beres, Guntur kembali ke penginapan untuk menyerahkan belanjaannya kepada Diana.


"Makasih sayang..kamu baik dech. Tapi itu..martabak kok ada tiga Mas?" tanya Diana sambil melihat isi tas Guntur yang satunya lagi.


"Ini untuk teman-teman di pos jaga sayang. Alibi..alibiii biar Riana nggak curiga," jawab Guntur sambil mengangkat kedua alisnya, menggoda Diana.


"Oooh..gitu tooh. Pinter juga yaaa Suamiku nyari-nyari alasaan...ha..ha..ha," olok Diana sambil tertawa melihat Guntur yang sedang memelototi dirinya.


"Ya harus pinter dong kalau mau ketemu Bini muda kesayangan Mas," goda Guntur tak mau kalah.


"Mas pulang dulu ya. Keburu dingin martabaknya..nggak enak," pamit Guntur kemudian mencium kening istrinya.


"Iya Mas, hati-hati di jalan," jawab Diana sambil mencium punggung tangan suaminya.


Merekapun berpisah..


Guntur memacu motornya dengan cepat menuju Batalion. Begitu sampai di pos, suasana tiba-tiba riuh menyambut kedatangan Guntur yang membawa 2 kotak martabak ukuran jumbo dan beberapa bungkus rokok untuk teman-temannya.


"Wahh..makasih bro. Ini baru oke. Kopi, ditemenin martabak dan rokok. Mantaaap..!!" seru salah seorang teman seletting Guntur disambuh riuh tawa yang lain.


"Ya..ya..ya..gue kan tau bener selera lu pada," jawab Guntur. Merekapun tertawa bersama.


Tiba-tiba dari kejauhan seorang perempuan dengan mengendarai sepeda motor mendekati pos tempat Guntur dan kawan-kawannya nongkrong.


"Malam Om. Tadi Tante nitip pesan ke saya untuk disampein ke Om, nyuruh minta uang ke Om untuk beli susu Kiara katanya,"


"Ooh..ya udah, ntar Om beliin. Gita pulang aja," suruh Guntur.


Gita mengangguk dan membelokkan motornya kemudian melaju perlahan menuju rumah Guntur.


"Bro, Gue pamit ya. Bini minta dikelonin jadi mesti cepet pulang nich," pamit Guntur disambut tawa semua yang ada ditempat itu.


"Ya..ya..ya..urus dulu bini lu Tur. Kali aja ntar nongol kuping adeknya Kiara," seloroh salah seorang senior Guntur.


"Siap..laksanakan..gue pulang ni yee. Udah nggak tahaaan !!" balas Guntur dan langsung ngeloyor pergi mengambil motornya yang diparkir di depan kantor.


Guntur hanya perlu ke depan asrama untuk membeli susu disalah satu toko yang khusus menjual susu dan perlengkapan bayi didepan asrama.


Setelah selesai membeli susu untuk Kiara, Guntur kemudian memutuskan untuk langsung pulang ke rumah.


Sesampainya di rumah, Riana sudah menunggunya di teras dan menyambut suaminya.

__ADS_1


"Udah beli susunya Kiara A'..?" tanya Riana sambil melihat kearah tas kresek yang dijinjing Guntur.


"Iya..udah. Nih...!" jawab Guntur sambil menyerahkan tas kresek ditangannya kepada Riana. Terlihat 2 dus besar susu untuk Kiara, sebungkus roti sobek isi dan soft drink dibawa Guntur.


"Wahh, pas banget. Aa' tau bener apa yang Riana inginkan!?" seru Riana dengan wajah sumringah.


"Hmm..iyalaah," jawab Guntur sambil memarkirkan motornya diteras depan rumah.


"Kiara udah tidur?" tanya Guntur


"Iya A'. Tadi sempat bangun minta dibikinin susu. Untung masih ada sisa susu dikit. Makanya tadi aku suruh Gita nyamperin Aa', minta duit untuk beli susu Kiara," jawab Riana.


"Bukannya masih ada susu Kiara sekotak lagi Ri' di lemari. Perasaan kemarin sudah Aa' beli dan Aa' perhitungkan kapan persediaan susu buat Kiara habis,"


"Masa sich A'. Riana udah periksa kok. Nggak ada. Tinggal sekotak lagi, itupun sudah hampir habis," ucap Riana meyakinkan suaminya.


"Ya udah kalau emang udah habis. Tapi lain kali jangan begini lagi. Begitu susu Kiara sisa dikit, langsung kasi tau Aa'. Biar Aa' beliin," ujar Guntur mengingatkan istrinya.


"Iya A'..," jawab Riana sambil duduk disamping suaminya.


"A' Riana bikinin kopi ya?" tanya Riana menawarkan diri membuatkan kopi untuk suaminya.


"Nggak usah Ri'. Tadi Aa' sudah ngopi di pos depan bareng teman-teman. Soft drink aja sama roti yang tadi Aa' beli," jawab Guntur menolak tawaran istrinya.


"Ya udah, Riana ambil dulu ya," ucap Riana sambil berdiri, mengambil piring dan 2 gelas kaca untuk Guntur dan dirinya.


Setelah menuangkan soft drink ke dalam gelas dan meletakkan roti yang dibeli Guntur tadi diatas piring, Riana kemudian mempersilahkan suaminya untuk minum.


"Minum A'..,"


"Iya, makasih," jawab Guntur sambil menenggak perlahan soft drinknya. Rasa segar mengalir di tenggorokan laki-laki itu.


"A'..kmaren ponakanku minta jaket loreng Aa' buat dia. Katanya ada kegiatan penerimaan anggota MENWA yang baru di kampus," ucap Riana menyampaikan permintaan keponakannya.


"Ya udah Ri' kasi aja. Kan Aa' punya beberapa buah jaket loreng di kamar. Kasi aja salah satunya," jawab Guntur


"Tadinya Riana mau ngasi jaket loreng Aa' yang kemarin ukurannya kekecilan. Yang nggak Aa' pakai karena nggak muat di badan Aa'. Itukan pas banget ya dengan ukuran tubuh ponakan Riana. Tapi tadi Riana cari-cari kok nggak ada ya. Aa' taruh dimana jaket itu?"


Guntur tersentak. Tak menyangka Riana akan menanyakan jaket itu. Padahal jaket loreng yang ditanyakan Riana sudah diberikan Guntur kepada Diana.


"Euum..jaket itu ya...dimana yaa..oooh, Aa' lupa. Kemarin pas Aa' pulang ke rumah Bapak, Aa bawa buat si Adi, anaknya Lusi," jawab Guntur beralasan.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2