TENTARAKU SUAMIKU

TENTARAKU SUAMIKU
Episode 46. Kabar Mengejutkan Dari Guntur


__ADS_3

Diana masih berbaring malas ketika gadget di meja belajarnya bergetar. Dengan enggan Diana berdiri dan mengerling kearah benda persegi dimejanya yang tidak mau berhenti bergetar.


Allah...telepon dari mas Guntur.


Diana mengucek-ngucek matanya yang tidak gatal. Kembali dilihatnya lagi layar gadget miliknya. Deg...bener...itu dia.


Perlahan Diana meraih gadgetnya, mengatur nafasnya yang semakin memburu dan debaran jantungnya yang berdetak tak beraturan.


Bismillah, Diana berucap.


"Assalaamualaikum mas," ucap Diana pelan.


"Waalaikumsalam sayang..apa kabar ?" Sebuah suara yang sangat dikenal dan dirindukan Diana terdengar merdu menyentuh gendang telinga Diana.


"Alhamdulillah, aku sehat mas..mas apa kabar ?"


"Aku sehat sayang. Tapi kemaren sempat sakit dan diopname. Alhamdulillah sekarang udah sehat lagi," Suara itu kembali menohok jantung Diana.


"Aku rindu padamu Diana sayang,"

__ADS_1


Diana terkesima, lidahnya kelu. Entah harus menjawab apa. Jujur Diana sangat merindukan laki-laki itu. Tapi akal sehatnya nggak singkron dengan suara hatinya membuat gadis itu sulit untuk menyatakan perasaannya sendiri.


"Tumben mas nelpon aku. Ada apa ?" tanya Diana.


"Kamu nggak rindu padaku sayang..?" kembali Guntur mencoba mengorek perasaan Diana kepadanya, tidak perduli dengan pertanyaan Diana barusan.


"Hmmm...iya mas...ehh..tidak...eeeeehh..," Diana gelagapan.


Terdengar suara tawa renyah milik Guntur diseberang sana. Duuuuhh, Diana mengelus dadanya. Sudah hampir 6 bulan sejak perpisahan mereka, Diana tidak pernah lagi menghubungi Guntur. Entah..angin apa yang membuat Guntur tiba-tiba menghubunginya hari ini.


"Aku tau sayang, kamu terkejut tiba-tiba aku nelpon kamu. Aku cuman ingin ngasi tau kamu An, besok aku sudah kembali lagi ke batalion. Tugas kami sudah selesai hari ini sayang,"


"Lho, bukannya masih satu tahun lagi mas bertugas disitu ?. Kog mendadak banget..!?" tanya Diana tidak yakin dengan apa yang barusan didengarnya.


"Nggak sayang, Besok kita udah pulang. Aku sudah nggak sabar sayang..ingin segera bertemu kamu,"


Gawat...Diana tak mengira secepat itu Guntur bakal pulang.


Ah..sudahlah. Apa yang harus aku takutkan. Begitu mas Gun nyampe dan bertemu anak istrinya, yakiin....dia bakal lupa sama aku..batin Diana mencoba menenangkan diri.

__ADS_1


Tiba-tiba wajah Syahrial terbayang oleh Diana. Gadis itu teringat peristiwa semalam.


*Duh...bagaimana in*i...!!?? pekik Diana dalam hati. Harusnya semalam dirinya tidak bertengkar dengan Syahrial dan membiarkan saja hubungan mereka berjalan seperti sebelumnya. Setidaknya Syahrial bisa dijadikan alasan bagi Diana untuk menghindari Guntur.


Aku harus memperbaiki hubunganku dengan mas Riil. Cuma Syahrial yang bisa membantu aku lepas dari mas Guntur, batin Diana mantap.


"Sayang...kok diem ?. Kamu nggak suka aku pulang ?" tanya Guntur mengejutkan Diana.


"Eeh..nggak mas, aku senang mas akhirnya pulang juga dan bisa bertemu lagi dengan Riana dan Kiara. Aku turut bahagia mas," jawab Diana pelan. Ada nada pasrah dalam suaranya yang tidak bisa disembunyikan Diana.


"Kamu takut kalau aku ngelupain kamu sayang?... Dianaaa...Diana. Kalau aku mau ngelupain kamu, aku nggak bakalan ngabarin kamu duluan. Sayaang...Aku akan pulang dan orang pertama yang akan aku temui adalah kamu..!"


Walaupun ada rasa senang mendengar ucapan Guntur, tapi Diana tidak mau larut dalam perasaannya sendiri. Apapun bisa saja terjadi, dan justru inilah kesempatan dirinya untuk harus benar-benar melepaskan laki-laki itu dari ruang hatinya.


"Mas, kamu harus memprioritaskan istri dan anakmu. Aku nggak mau mengganggu moment pertemuan kalian dengan kehadiranku. Sudahlah....lupakan aku..!!" seru Diana.


"Jangan membantah. Tunggu aja kabar dariku..!!. Wassalaamualaikum," dan...klik, terdengar Guntur memutuskan percakapan mereka.


Diana memghela napas panjang. Aku harus menemui mas Syahrial. Cuma dia yang bisa membantu aku, batin Diana mantap.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2