
Keesokan harinya di kamar penginapan.
Tidak banyak pakaian yang dibawa Guntur. Hanya beberapa potong baju dan celana serta beberapa keperluan kecil lainnya.
Sebagian besar barang-barang pribadinya disimpan di rumah orangtuanya di Bks.
Tak ingin kehabisan tiket, Guntur buru-buru membeli tiket pesawat terakhir ke Ktg melalui aplikasi tiket online.
Kadang saat week end seperti ini, harga tiket sering melambung tinggi akibat tingginya minat masyarakat untuk menggunakan pesawat sebagai alat transportasi mereka.
Tak butuh waktu lama bagi Guntur untuk mempersiapkan segalanya. Waktu telah menunjukkan pukul 18.00 ketika Guntur bersiap untuk check out dari penginapan.
Guntur memilih jadwal penerbangan pukul 01.30 WIB dini hari dengan maskapai penerbangan Batik Air. Laki-laki itu memutuskan untuk menunggu penerbangannya ke Mo di bandara CGK Jkt.
Selesai menempuh beberapa proses dan tahapan dibandara, tepat pukul 01.30 dini hari waktu Jkt, Guntur bertolak ke kota Mo.
Suasana penerbangan malam membuat Guntur tidak bisa menikmati pemandangan di luar jendela pesawat yang gelap gulita. Hanya terlihat kerlap-kerlip lampu Ibukota bak bintang-bintang yang berkedip dari kejauhan.
Laki-laki itu akhirnya memilih tidur dan berharap memimpikan Istrinya, Diana yang bakal ditemuinya beberapa jam lagi.
Penerbangan ke Mo membutuhkan waktu sekitar 3 jam lebih. Akibat dinginnya Ac di dalam pesawat dan lamanya waktu perjalanan ke Bandara Sam Ratulangi Mo membuat Guntur tertidur pulas.
Tak berselang lama tiba-tiba terdengar pengumuman dari pilot pesawat bahwa mereka akan segera tiba dan mendarat di Bandara Sam Ratulangi Mo.
Guntur memperbaiki posisi duduknya, memakai sabuk pengaman dan menegakkan sandaran kursi sesuai instruksi pramugari yang bertugas di pesawat itu.
Pesawatpun mendarat dengan mulus di Bandara Sam Ratulangi Mo.
Ini kali pertama Guntur menginjakkan kakinya di bumi Sulawesi Utara. Tentu saja dari jauh-jauh hari Guntur telah mencari tau semua hal tentang Mo dan kota Ktg tempat Diana bertugas.
Guntur tidak ingin menunggu lama. Dengan bantuan aplikasi angkutan roda empat online, Guntur akhirnya mendapat tumpangan yang nyaman ke kota Ktg.
Kali ini Guntur tak tidur dan menikmati perjalanannya menuju tempat Diana.
Hmm..boleh juga gadis-gadis di kota ini. Nggak kalah dengan gadis-gadis di kota-kota besar seperti Jkt dan Bd , pikir Guntur nakal ketika melewati pusat-pusat keramaian di kota Mo.
Guntur yang membiarkan jendela mobilnya terbuka, ketika berhenti di salah satu zebra cross, disenyumi beberapa anak SMA yang menyeberangi jalanan tepat didepan mobil yang ditumpanginya.
Guntur tersenyum dan melambaikan tangannya. Wajah tampan laki-laki itu rupanya sempat menjadi pusat perhatian orang-orang sekitar.
Sengaja Guntur meminta si sopir untuk memacu mobilnya dengan kecepatan standar karena dia tidak sedang buru-buru dan ingin menikmati perjalanannya.
Hampir 3 jam lamanya perjalanan mereka sampai akhirnya mereka tiba di kota yang dituju.
Guntur sengaja menghentikan mobilnya di depan kantor Diana.
"Pak, tunggu sebentar. Saya mau nanyak alamat dulu," ujar Guntur kepada si sopir yang mengangguk menyetujui permintaan Guntur.
Tak berselang lama Gunturpun kembali dengan mengantongi alamat rumah Dinas tempat Diana tinggal.
"Hmm..Diana pasti kaget melihat kehadiranku yang tiba-tiba. Aku jadi penasaran seperti apa Istriku itu sekarang dan bagaimana reaksinya nanti ?." guman Guntur pelan.
Ada kerinduan yang membuncah kepada perempuan mungil itu setelah sekian lama mereka berpisah. Guntur merasakan sensasi yang berbeda menjalari sekujur tubuhnya.
Rumah terlihat sepi ketika Guntur tiba.
Setelah membayar ongkos mobil sekaligus tip untuk si supir yang patuh, Gunturpun melangkahkan kakinya mendekati rumah yang cukup besar dengan cat berwarna khas dan halamannya yang luas.
Ada beberapa tanaman mawar yang menghiasi teras rumah itu. Mawar, bunga kesayangan Diana.
"Diana tinggal sendiri disini ?. Di rumah besar ini ?."
Guntur memperhatikan disekeliling rumah. kompleks itu lumayan sepi. Hanya sesekali terlihat kendaraan yang melintasi jalanan di depan rumah Diana.
__ADS_1
Perlahan Guntur mengetuk pintu rumah.
Tidak terdengar suara apapun dari dalam rumah itu.
Apa mungkin Diana tidak ada di rumah ?. Kan aku nggak ngabarin dia kalau hari ini aku bakal datang. Aku ingin ngasi Istriku surprise.
Guntur memperhatikan dengan seksama.
Ouuh...ada bel ternyata.
Guntur tersenyum. "Bisa saja Istriku tidak mendengar ketukanku barusan. Hmm..aku kerjain akh !." Guntur tersenyum nakal.
Dengan iseng Guntur memencet bell pintu berkali-kali.
"Iya...Iyaaaa sebentar !!," terdengar teriakan seseorang dari dalam rumah.
"Itu Diana..benar itu dia."
Tak lama kemudian terdengar langkah-langkah kaki seseorang yang terburu-buru berjalan mendekati pintu.
Guntur berdebar. Terbayang olehnya wajah kaget Diana ketika melihat dirinya nanti.
________
Diana yang sedang mandi ketika mendengar bel pintunya dibunyikan seseorang secara beruntung membuat perempuan itu jengkel.
Untungnya saat itu Diana telah selesai mandi dan hendak memakai piyama mandinya.
Bel pintu rumahnya kembali dipencet berkali-kali oleh seseorang, entah siapa.
"Siapa sich, iseng banget!?." umpat Diana sembari melangkah tergesa-gesa menuju pintu depan.
Sekali lagi bell pintunya dipencet lagi..kali ini tanpa jeda.
Diana berteriak kesal " Iyaa..iyaaa, sebentaaar..!," teriak Diana kesal.
Didepan rumahnya berdiri seorang laki-laki yang membelakangi dirinya.
Mungkinkah .....!? tanya Diana dalam hati.
"Siapa ka___?," belum sempat Diana menyelesaikan pertanyaannya tiba-tiba laki-laki itu membalikkan tubuhnya.
"M...Mas !!?." seru Diana terbata-bata. Matanya membelalak tak percaya
"Iya...aku. Suamimu." jawab Guntur sembari membuka kaca mata hitamnya."Boleh aku masuk?."
Laki-laki itu memandangi Istrinya yang berdiri menghalanginya hanya dengan memakai piyama mandi pendek dan terlihat semakin seksi.
Guntur menelan salivanya.
Tiba-Tiba Diana berbalik dan hendak menutup pintu. Namun gerakannya kalah cepat dengan Guntur yang dengan sigap menahan daun pintu agar tidak ditutup Diana.
"Ngapain baru datang sekarang !!?," tanya Diana ketus dengan wajah cemberut.
Guntur tertawa menunjukkan deretan giginya yang putih dan rapi.
Duuh, senyum itu..Diana menggigit bibirnya.
"Ada yang harus aku selesaikan terlebih dulu sebelum menemuimu," jawab Guntur enteng.
"Riana__? tanya Diana lagi..terdengar cemburu.
"Euumm____," Guntur sengaja menggantung kalimatnya membuat Diana penasaran.
__ADS_1
"Mas __??" Diana tak sabar.
"Kamu mau jawaban jujur tapi menyakitkan atau bohong tapi menyenangkan hatimu?," tanya Guntur memberi pilihan.
Diana terlihat bingung.
"Jujur__," akhirnya kata itu yang keluar dari bibirnya.
"Hmm,....baiklah. Iya __aku ke Riana dan Kiara," jawab Guntur jujur. "Puas!?."
Diana terdiam dan lengah.
Melihat itu , dengan sigap Guntur mendorong Diana masuk dan menahan tubuhnya di dinding ruang tamu rumah itu.
Diana gelagapan, namun terlambat. Kedua tangannya kini tak dapat digerakkan, tertahan oleh tangan Guntur yang kokoh.
"Mas__," Diana ingin bicara, namun Guntur tak membiarkan istrinya bicara lagi.
"Ssst...diam," satu jari laki-laki itu menutupi bibir Diana.
Guntur memandangi dalam-dalam manik mata Istrinya. Terlihat indah dijarak sedekat itu.
"Aku kangen..." bisik Guntur ditelinga Diana. Bibir laki-laki itu mengulum lembut cuping telinga Diana. Perempuan itu mendesah.
Wangi sabun mandi ditubuh Diana membuat Guntur tak sabar.
Kini sebelah tangannya mulai bergerilya menjelajahi lekuk tubuh Diana yang polos, tersembunyi dibalik piyama pendeknya.
Sementara bibirnya beralih ke bibir Diana yang lembut dan ranum.
Diana menggelinjang. Tubuhnya bergetar dan bibirnya mendesah tertahan. Sekian lama tidak disentuh suaminya membuat perempuan itu merinding menerima perlakuan Guntur.
Melihat Diana yang pasrah, Guntur tak mau buang waktu. Dengan sekali angkat, dibopongnya tubuh Diana.
Tanpa melepas pagutannya, Guntur mendorong pintu kamar Diana dengan sebelah kakinya.
Kini piyama mandi Diana telah lepas menunjukkan lekuk indah tubuhnya. Tak ingin pemandangan itu terbuang percuma, Guntur menelan bulat-bulat tubuh Diana dengan mata elangnya yang kini mulai memerah akibat keinginan yang tertahan sejak lama
Perlahan tubuh perempuan itu direbahkannya diatas ranjang yang empuk dan wangi. Laki-laki itu tak tahan lagi..
"Mas...!,"
"Hmm..?."
"Itu..!."
"Apa__?."
"Ranselnya...dilepas dulu,!."
"Hah__?,"
"Kebiasaan..berat tauuu..," jawab Diana sambil tertawa geli.
Guntur kaget menyadari tas ranselnya masih anteng menempel dipunggungnya.
Tanpa melepas tubuh Diana, dengan sekali sentakan, ransel itupun berpindah tempat ke lantai kamar.
Diana menahan tawanya membuat Guntur membelalak.
"Sekarang terima nasibmu gadis nakaal!," seru Guntur gemas.
Awal pertemuan kedua insan itupun dilalui mereka dalam permainan panjang yang panas, *******, erangan dan senyum puas keduanya.
__ADS_1
__________
Bagaimana kelanjutan hubungan pernikahan Guntur dan Riana dan bagaimana pula kehidupan Guntur dan Diana selanjutnya, setelah Guntur desersi dan resmi menjadi warga sipil biasa ?. Ikuti terus kisah mereka. Jangan lupa like dan koment kamu ya biar aku semakin bersemangat...thanks