TENTARAKU SUAMIKU

TENTARAKU SUAMIKU
Episode 113. Malam Pertama


__ADS_3

"Gun, Diana..lu berdua sekarang sudah resmi menjadi Suami Istri. Khusus untuk lu Diana, Bapak berharap lu masih ingat kesepakatan yang Bapak buat sebelum kalian menikah semalam," Bapak memulai pembicaraan mereka.


Diana mencoba mengingat ulang peristiwa sakral semalam. Sebelum pelaksanaan Ijab Qobul, Bapak memintaku dan Mas Gun untuk menandatangani perjanjian nikah kami.


"Diana paham Pak. In syaa Allah Diana akan melaksanakan apa yang Bapak minta,"


"Terimakasih Diana, Bapak lega sekarang. Maafkan Bapak kalau sekiranya keputusan Bapak tidak adil buat lu. Biar bagaimanapun, untuk semua peristiwa semalam Bapak yang bertanggung jawab. Bapak tidak ingin menyakiti lu dan Riana,"


"Iya Pak," sahut Diana pelan.


Mak yang hanya menyimak pembicaraan mereka malam itu memilih diam sementara Guntur membiarkan Bapak dan Diana mencapai kesepakatan mereka.


"Ya udah. Sekarang istirahatlah. Gun, saran Bapak lu balik ke Batalion. Cari penginapan yang dekat-dekat aja dan ajak Diana kesana. Kalian masih pengantin baru dan jika kalian masih disini, Riana pasti curiga,"


"Baiklah Pak. Untuk malam ini Gun dan Diana nginap disini dulu. Besok kami ke Boo Pak. Mumpung Riana dan Kiara masih di rumah Mertua Gun,"


"Oh iya Gun. Jangan lupa, cincin yang mau lu hadiahkan ke Riana saat ulang tahunnya nanti," ucap Bapak mengingatkan.


"Iya Pak. Gun ingat," ucap Guntur. Ekor matanya mengarah ke Diana.


Gadis mungil yang kini telah resmi menjadi istrinya itu hanya diam membisu. Entah apa yang dipikirkannya namun satu hal yang pasti, pernikahan mereka tadi malam tidak sepenuhnya membuat istrinya itu bahagia.


Dengan perjanjian yang dibuat Bapak semalam, statusnya sebagai Istri siri dan ketidak hadiran satupun anggota keluarganya tentu saja membuat Diana tampak tak perduli.


Guntur paham dan berjanji dalam hati untuk mencintai dan sungguh-sungguh akan membahagiakan Diana sebagai balasan kesediaan Diana menikah siri dengannya.


Malam semakin larut. Rasa kantuk yang mendera membuat Diana memutuskan untuk langsung tidur agar keesokan harinya dapat bangun lebih pagi dan bisa membantu membenahi rumah sebelum dirinya dan Guntur kembali ke asrama masing-masing.


Bapak dan Mak sudah masuk ke kamar untuk beristirahat terlebih dulu. Anggi digendong Bapak ke kamar dan tidur bareng Mak dan Bapak.


"Bersihkan dulu dirimu An biar tidurmu lebih nyenyak malam ini," saran Guntur kepada Diana istrinya.

__ADS_1


"Iya Mas..hoaaamm..aku ngantuk banget. Aku ke kamar mandi bentar ya Mas," ucap Diana seraya pergi ke kamar mandi.


Setelah membersihkan dirinya Diana kemudian kembali ke kamar Anggi yang kini disulap menjadi kamar pengantinnya.


Dilihatnya Guntur sedang berbaring di ranjang pengantin mereka. Separuh tubuh kekarnya tertutup selimut. Cuaca malam ini memang lebih dingin, wajar jika Guntur memutuskan untuk tidur terlebih dulu dibalik selimut tebalnya.


Diana hendak membersihkan riasan make-upnya di depan cermin sederhana berukuran kecil di kamar itu ketika ekor matanya menangkap sesuatu diatas meja. Sebuah kado, setangkai bunga Mawar merah dan sebatang cokelat berukuran besar yang diikat dengan pita warna warni. Ada sebuah kartu terselip disana.


Diana penasaran lalu membuka kartu itu.


Teruntuk istriku yang malam ini terlihat semakin cantik. Pakai baju tidur ini sayang dan biarkan aku menikmati indahnya ciptaan Tuhan yang satu itu. Oh iya..kamu suka cokelat kan sayang..love. Gun.


Diana tersenyum. Diambilnya sekuntum bunga mawar yang masih mekar separuh dan menghirup wanginya. Kemudian diraihnya coklat batangan yang sangat digemarinya itu, mempotek beberapa potong dan mengunyahnya dengan sangat lahap.


Kini perhatian Diana tertuju pada kado berwarna merah muda diatas meja. Begitu kado itu dibukanya, sontak Diana menjerit tertahan membuat Guntur yang sempat tertidur pulas ikut terbangun dan berseru kaget "Ada apa An?" tanya Guntur penasaran.


"ini ..ini apa Mas..?" tanya Diana sambil mengangkat sesuatu dari dalam bungkusan kado yang barusaja dibukanya . Sebuah lingerie sleepwear seksi berwarna merah jambu lengkap dengan dalaman transparan berhasil membuat wajah Diana memerah karena malu.


"Itu untukmu sayang. Aku ingin kamu memakainya malam ini," ucap Guntur sembari bangun dari ranjang dan berjalan mendekati Diana.


Kini Diana baru menyadari kalau suaminya saat itu hanya mengenakan underwear seksi yang menonjolkan "senjata"nya. Tubuh kekar Guntur terlihat semakin seksi saat itu.


Diana merasakan bulu kuduknya merinding ketika secara perlahan Guntur mendekatinya kemudian memeluknya dari belakang.


"Ak..aku nggak mau pakai baju tidur itu Mas. Iiih, kayak ga ada baju tidur lain lagi Mas," protes Diana.


"Kamu mau memakainya sendiri atau...," Guntur sengaja menggantung ucapannya membuat Diana penasaran.


"Atau..atau apa Mas," tanya Diana polos.


"Atau aku yang akan memakaikannya ke kamu..," ancam Guntur membuat Diana menyerah dan meraih benda yang tak ingin dipakainya itu.

__ADS_1


"Mas, berbalik..kalau nggak aku nggak mau make benda kekurangan bahan ini" Diana berbalik dan mengancam Guntur membuat laki-laki itu tertawa senang.


"Iya..iya..aku berbalik nich," ucap Guntur dan membalikkan badannya menghadap ke arah ranjang.


Tanpa disadari Diana, ada sebuha cermin lain yang sengaja diletakkan Guntur disamping ranjang pengantin mereka sehingga dirinya dapat dengan bebas melihat pantulan bayangan sang istri yang sedang mengganti bajunya.


Tepat saat Diana akan memakai dalaman untuk menutupi bagian intimnya, disaat yang sama Guntur membalikkan tubuhnya.


Diana terkesima dan hendak buru-buru menyelesaikan dandanannya. Tapi terlambat, Guntur lebih cekatan dari perkiraan Diana.


Dengan gesit Guntur kembali memeluk tubuh Diana dari arah belakang, kemudian secara refleks tangannya bergerak untuk menghalangi tangan Diana yang ingin menaikan dalaman transparannya.


Kini benda segitiga transparan itu telah berpindah tangan. Diana kaget dan berusaha merebut kembali benda itu. Namun tak dibiarkan Guntur.


Sebelah tangannya membuang benda itu keatas ranjang kemudian membalikkan tubuh Diana membelakanginya. Ini posisi yang diinginkan Guntur untuk menggoda Diana.


Tanpa membuang waktu, Guntur mulai menjelajahi leher jenjang Diana. Kemudian menggigit dan mengulum perlahan daun telinga istrinya.


Diana menggelinjang geli dan mendesah membuat Guntur semakin bergairah.


Kini tangan kanannya merayap menuju dua bukit indah milik Diana dan sebelah tangan yang lain dengan cekatan menuju bagian bawah Diana yang kini tak tertutup apapun.


Begitu tangannya menyentuh bukit indah milik Diana, Guntur tak tahan lagi dan meremasnya dengan gerakan memutar sembari sesekali memelintir ****** Diana.


Sekuat tenaga Diana berusaha menahan gejolak hasratnya. Kini perhatian Guntur beralih ke satu tangan yang lain yang sedang berusaha meraih dan memainkan *-**** milik Diana.


Sentuhan-sentuhan tangan Guntur berhasil membuat Diana terangsang. Dan tanpa sadar Diana meletakan kedua tangannya diatas tangan Guntur, mengarahkan serta membantu Guntur untuk menyentuh dan memainkan beberapa tempat sensitif yang diinginkannya.


Permainanpun semakin panas.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2