TENTARAKU SUAMIKU

TENTARAKU SUAMIKU
Episode 121. Malam Kita..


__ADS_3

Guntur memarkir motornya di area parkiran didepan kantornya. Malam ini ada beberapa tugas yang harus diselesaikan Guntur. Laki-laki itu kemudian masuk ke kantor dan menyelesaikan pekerjaanya yang sempat tertunda tadi siang.


"Alhamdulilah, akhirnya selesai juga..hmm, selanjutnya aku ngapain ya..nongkrong di pos depan atau ke penginapan nemuin Diana," guman Guntur sembari merenggangkan otot-otot tubuhnya yang terasa menegang setelah kembali dari alun-alun tadi.


Guntur kemudian keluar dan menuju pos depan dengan berjalan kaki. Dari kejauhan dilihatnya beberapa teman seangkatannya sedang bersantai di pos sambil ngopi.


Begitu melihat kedatangan Guntur, salah satu teman seletting Guntur yang bernama Teddy langsung mendekat dan menyerahkan gitar ditangannya kepada Guntur.


"Ayo pot...satu lagu untuk kita-kita,"


Guntur tertawa dan langsung mengambil gitar dari tangan Teddy.


Sebuah lagu dangdut lawas milik penyanyi legendaris Rhoma Irama dimainkan Guntur. Suara merdu Guntur membuat suasana pos depan menjadi semakin ramai. Beberapa prajurit senior yang melewati tempat itu langsung bergabung.


Setelah menyelesaikan beberapa buah lagu, Guntur mengakhiri permainan gitarnya kemudian digantikan bang Tigor, salah satu prajurit senior yang duduk disamping Guntur.


Guntur belum beranjak dari tempat duduknya. Laki-laki itu menyulut sebatang rokok yang ada di meja dan menghisapnya dalam-dalam sambil menikmati beberapa lagu batak yang dilantungkan dengan apik dan merdu oleh bang Tigor.


Sembari menikmati suara khas bang Tigor, Guntur kemudian membuka ponselnya dan mencoba menghubungi Diana. Namun ponsel Diana tidak aktif. Beberapa pesan WAnya tadi juga hanya terlihat di ceklis satu.


Mungkin Diana sudah tidur. Hmm tiba-tiba saja aku merindukan Diana , perempuan yang sudah resmi menjadi istriku...yaaa..istriku. Batin Guntur sambil tersenyum.


Mengingat Diana yang baru saja dinikahinya itu, tiba-tiba hasrat kelelakian Guntur terusik. Laki-laki itu kembali membayangkan malam pertamanya dengan Diana yang luar biasa.


Setelah menunggu beberapa menit kemudian, Guntur pamit dengan alasan hendak membeli martabak di depan asrama untuk teman ngopi di pos.


Guntur langsung berjalan kaki ke depan asrama dan memesan grab motor untuk pergi ke penginapan tempat Diana nginap.


Laki-laki itu sengaja tidak memakai motor miliknya yang diparkir didepan kantor untuk mengelabui Riana.


Guntur yakin kalau Riana pasti akan menyelidiki dirinya. Makanya laki-laki itu sengaja membiarkan motornya terparkir di depan kantor dan sempetin nongkrong beberapa jam di pos depan.


Setibanya di penginapan, Guntur langsung menuju kamar Diana. Guntur yang memegang kunci cadangan kamar Diana dengan bebas bisa keluar masuk kapan saja ke kamar itu.


Begitu masuk ke kamar, dilihatnya Diana sudah tidur. Terdengar lantunan lagu-lagu sholawatan milik penyanyi Religi Nissa Sabian di ponsel Diana.


Guntur mendekati istrinya kemudian masuk kedalam selimut Diana dan memeluk istrinya itu. Diana menggeliat, namun belum menyadari kehadiran suaminya.

__ADS_1


Perlahan Guntur mulai mencium lembut bibir Diana dan berusaha agar Diana tidak terbangun oleh ulahnya.


Setelah puas menikmati bibir ranum Diana, Guntur kemudian mengalihkan perhatiannya ke arah baju tidur Diana yang menunjukkan b*****n dadanya.


Guntur menelan salivanya melihat dua bukit kembar milik Diana yang berdiri menantang h****t kelelakiannya.


Perlahan dikulumnya kedua puncak bukit itu bergantian, kiri dan kanan.


Tangan laki-laki itu juga tak mau tinggal diam, merayap dan menyelinap masuk kedalam milik Diana lainnya. Begitu tangan Guntur berhasil meraih apa yang dicarinya, laki-laki itu kemudian mulai memainkan jemarinya disana.


Diana basah namun belum menyadari kehadiran suaminya. Seolah mimpi, Diana mengerang dan mencapai ******* beberapa kali membuat Guntur tersenyum.


Guntur merasakan h****t kelelakiannya tidak lagi bisa ditahannya. Dengan cepat namun tetap lembut, laki-laki itu membuka satu persatu sisa baju tidur yang masih dipakai istrinya.


Kemudian Guntur melepaskan bawahannya yang terasa semakin sempit akibat desakan "si pejantan tangguh" miliknya.


Diana yang mulai menyadari kehadiran orang lain diatas ranjangnya terkejut dan membuka matanya.


"Mas..!?" seru Diana begitu menyadari siapa yang kini bersamanya.


Sejak kapan Mas Gun tiba di kamar ini ?? Batin Diana bertanya-tanya. Tiba-tiba Diana merasakan sesuatu yang menggelitik dibagian intimnya akibat ulah Guntur membuat perempuan itu menggeliat dan mengerang.


Beberapa menit berlalu dan beberapa kali pula Diana "b***h" lagi hingga perempuan itu tak tahan dan menarik tubuh suaminya.


"Maaass..," desis Diana.


"Kamu mau sayang?" tanya Guntur kepada istrinya.


"Hmm..," Diana mengangguk.


Dengan sekali hentak, Guntur mengangkat tubuh Diana. Kini posisi mereka berubah. Dua sejoli yang baru saja menikah itu kemudian menghabiskan malam itu diantara alunan musik di ponsel Diana dan desah nafas yang memburu.


Terdengar erangan Guntur dan Diana saling berbarengan pertanda keduanya telah mencapai puncak secara bersamaan.


Keringat mengucur dari sekujur tubuh Guntur dan Diana. Guntur tersenyum puas dan mencium ujung rambut dan bibir Diana yang kelelahan disampingnya.


"Kamu puas sayang ?" tanya Guntur kepada istrinya.

__ADS_1


"Hum..," jawab Diana malu-malu, kemudian menghadapkan tubuhnya kearah Guntur dan berbaring didada bidang laki-laki yang telah menjadi suaminya itu.


"Mas nggak takut Riana curiga dan mencari Mas?" tanya Diana sambil mengelus dada bidang milik Guntur.


"Nggak sayang. Mas udah mengatur semuanya. Jangan khawatir..semuanya aman. Nggak ada yang perlu dikhawatirkan," ucap Guntur yakin.


"Mas nemein kamu beberapa jam lagi ya. Setelah itu Mas kembali ke asrama. Biar Riana nggak curiga,"


"Iya Mas..nggak apa-apa,"


"Terima kasih sayang..," ucap Guntur sambil memeluk tubuh Diana.


Kembali kedua sejoli itu bercumbu hingga beberapa jampun berlalu dengan cepat.


"Mas pulang dulu," pamit Guntur begitu mereka selesai.


"Mandi dulu Mas," usul Diana sambil bangun dan mengambil handuk untuk suaminya.


"Iya..," ucap Guntur sambil mengambil handuk dari tangan Diana.


"Mandi bareng yuk..," ajak Guntur menggoda istrinya.


"Nggak Akh. Capek...ntar Mas minta lagi," tolak Diana disambut tawa Guntur.


"Sana mandi..aku mandinya nanti aja setelah Mas pulang,"


Gunturpun masuk ke kamar mandi dan mandi tanpa ditemani istrinya. Setelah selesai mandi dan mengeringkan tubuh dan rambutnya, Guntur kemudian berpakaian.


Dilihatnya Diana masih duduk diatas tempat tidur. Tubuhnya tertutup selimut tebal yang menutupi hampir seluruh tubuh Diana.


"Aku balik dulu sayang. Euum, mau dibeliin cemilan nggak sebelum Mas pulang,?" tanya Guntur.


"Boleh Mas. Aku yakin setelah ini aku bakal nggak bisa tidur mikirin Mas," jawab Diana.


"Jangan begitu sayang. Istirahatlah. Nanti Mas balik lagi dengan cemilan untuk kamu," ujar Guntur sambil keluar kamar dan mengunci pintu kamar dari luar.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2