
Diana terdiam. Perempuan itu tertegung mendengar suara suaminya yang memelas.. Tak terasa waktu berlalu begitu cepat.
Ahh..aku nggak pernah menginginkan perpisahan. Bahkan aku menginginkan pernikahan ini langgeng. Tapi apa daya. Ini resiko yang harus aku hadapi, harus siap setiap saat kehilangan Mas Guntur batin Diana pasrah.
"An..," panggil Guntur membuyarkan lamunan Diana.
"Hmm..," sahut Diana pendek.
"Kenapa diam ?" tanya Guntur
"Aku harus ngomong apa Mas. Aku tau betul saat menikah dengan Mas, cepat atau lambat hal ini harus kita hadapi. Mau tidak mau Mas dan aku harus memilih, tetap bersama atau berpisah," jawab Diana datar.
"Apa kamu nggak bisa ngomong ke kantor pusat perusahaanmu agar kamu penempatannya di deket-deket sini aja An?" tanya Guntur berharap usulannya disetujui Diana.
"Nggak bisa Mas. Sejak awal saat aku dan teman-teman nglanjutin pendidikan dengan biaya perusahaan, kami telah terikat perjanjian kerja yang kami sepakati dan tandatangani bahwa setelah lulus nanti kami bersedia ditempatkan didaerah manapun di seluruh wilayah Indonesia," jawab Diana panjang lebar.
"Tapi pasti ada cara lain agar kamu bisa tetap berada di dekat Mas," jawab Guntur yakin.
"Nggak ada Mas. Nggak ada cara lain.," jawab Diana tidak ingin memberikan harapan kosong kepada Guntur. Suaminya itu terdengar menghela napas berat..pasrah.
"Ya udah An. Mas cuman berharap kita tidak akan pernah berpisah dengan alasan apapun,"
"Iya Mas..aku juga berharap demikian,' jawab Diana perlahan.
#
#
Beberapa bulanpun berlalu. Agar dirinya bisa lulus dengan nilai terbaik, Diana memutuskan untuk mengurangi kegiatan diluar pendidikannya, termasuk mengurangi kunjungan ke suami dan mertuanya yang tinggal beda kota dengan Diana.
Kini saatnya bagi Diana untuk ikut ujian skripsinya. Segalanya berjalan lancar. Diana lulus dengan predikat Cumlaude. Saat acara wisuda, keluarga besar Diana ikut hadir. Namun Guntur tak bisa hadir karena disaat yang sama Riana mendadak sakit dan dirawat di Rumah Sakit.
__ADS_1
Walaupun kecewa, Guntur tak bisa hadir tapi Diana sedikit bersyukur karena dengan demikian orangtua Diana yang sejak awal tidak menyetujui hubungan Guntur dan Diana akhirnya tidak bertemu dengan Guntur saat acara wisuda Diana.
"Maafkan Mas An, tadi pagi Riana kolaps dan terpaksa opname An. Mas nggak bisa berbuat apa-apa. Terpaksa Mas harus nemenin Riana," ucap Guntur tadi pagi ditelepon saat mengabari Diana soal alasan ketidak hadirannya di acara wisuda Diana.
"Iya Mas. Aku ngerti kok. Nggak papa. Mas jaga Riana aja. Aku nggak papa Mas nggak bisa hadir. Ini Bapak dan Ibu juga datang ke acara wisudaku Mas. Ambil hikmahnya aja. Mas belum bisa ketemu kedua orangtuaku sampai Mas siap untuk bertemu mereka,"
"Hooohh...Mas pengen banget ketemu mereka An. Bila perlu Mas datang bertemu Bapak dan Ibu bareng orangtua Mas...,"
"Ja..jangan dulu Mas. Jangan sekarang," jawab Diana cepat. Gagap suara Diana terdengar ditelinga Guntur.
"Kenapa An..?" tanya Guntur tak mengerti.
"Belum waktunya Mas bertemu kedua orangtuaku," jawab Diana singkat tanpa merinci alasannya.
"Iya An..tapi kenapa?" tanya Guntur lagi.
"Pokoknya jangan dulu Mas. Kalau sudah waktunya pasti aku kasi tau!!" jawab Diana ketus.
"Kamu takut ?" tebak Guntur.
"Hmmm..takut apa ?" tanya Diana pura-pura tak mengerti.
"Takut kalau Orangtuamu tau tentang pernikahan siri kita dan tak terima?" tanya Guntur tepat.
"Itu kamu tau Mas. Sudahlah, pada saatnya nanti aku pasti akan kasi tau mereka tentang pernikahan kita. Tapi untuk saat ini sebaiknya jangan karena akan ketahuan kalau kamu pria beristri Mas. Tolong pahami itu. Orangtuaku selamanya tak akan pernah nerima kalau aku jadi istri keduamu. Aku pasti akan dianggap telah menjadi perempuan perebut suami orang," ceplas-ceplos Diana dengan sedikit emosi dinada suaranya.
"Lho..kamu tidak merebut aku dari siapapun. Emangnya Masmu ini mainan, pake diperebutin segala," canda Guntur disela tawanya.
"Tapi begitu anggapan orang-orang. Katanya kayak nggak ada laki-laki lain aja. Laki orang diembat juga," ucap Diana sewot.
"Biarin sayang, terserah orang mau bilang apa. Tapi Mas menikahi kamu karena Mas memang benar-benar cinta sama kamu An. Bukan karena hal lainnya,"
__ADS_1
"Iya Mas..ah sudahlah. Aku nggak mau mikir macam-macam saat ini Mas. Biarlah waktu yang akan menentukan bagaimana takdir kita,"
"Tapi An..seandainya tiba-tiba ternyata aku memutuskan untuk meninggalkan Riana dan ikut denganmu, bagaimana menurut kamu ?" tanya Guntur ingin tau.
"Emangnya Mas udah siap ninggalin semua yang sudah Maa miliki saat ini?. Ninggalin Riana, Kiara dan pekerjaan Mas. Karier Mas di kemiliteran!?" Diana balik bertanya membuat Guntur terdiam.
"Entahlah. Jujur Mas memang berat ninggalin semua itu. Tapi Mas juga berat biarin kamu pergi. Bisa saja kan tiba-tiba Mas lebih milih kamu,"
"Kalau itu sudah jadi keputusan Mas, aku sebagai Istrimu ya nggak bisa nolak. Cuman jangan sampai aku dibenci Kiara kelak Mas karena dia nganggap aku yang menyebabkan Ayah Ibunya pisah,"
"Mas akan beri pengertian ke Kiara soal itu An. Jangan khawatir. Apalagi kamu juga udah deket banget dengan Kiara. Mas yakin, kelak dia akan ngerti kenapa Ayah Ibunya pisah,' ujar Guntur meyakinkan Diana.
"Iya..baiklah kalau akhirnya itu jadi keputusan Mas, Tapi Mas. kalau memang kamu berat ninggalin mereka dan karier kemiliteran kamu, aku nggak papa Mas. Semua keputusan aku serahkan ke Mas, gimana baiknya aja," jawav Diana
Diana teringat ucapan Bapak saat sebelum menikah dengan Guntur. Saat itu Guntur dan Diana menandatangani perjanjian pranikah yang isinya jelas tidak menguntungkan Diana. Namun Diana menerima syarat yang diajukan Bapak Mertuanya demi menghindari perbuatan zina dengan Guntur.
Biar sajalah aku memilih tempat tugas yang jauh dari Mas Gun. Walaupun bisa saja aku milih tetap di Jabar karena aku diperbolehkan oleh management untuk memilih sendiri daerah yang aku mau sebagai penghargaan karena memperoleh nilai tertinggi di angkatanku, tapi status pernikahanku bisa saja menjadi ancaman bagi masa depan dan karierku. Bisa saja suatu saat nanti aku bentrok dengan Riana.
#
.#
Diana membenahi pakaian, buku-buku dan perlengkapan lainnya kedalam 2 buah koper berukuran besar miliknya.
Saat pengumumam penempatan Mahasiswa ke daerah-daerah yang telah ditentukan oleh perusahaan, Diana kebagian bertugas di salah satu Kota Kabupaten di wilayah Sulawesi Utara.
Seluruh berkas yang dibutuhkan telah diurus Diana di kantor pusat. Bahkan pendaftaran surat nikah yang diperoleh Bapak Mertua Diana saat menikahkan Guntur dan Diana melalui orang dalam di KUA setempat juga sudah dilakukan Diana.
Kini status pernikahan Diana dengan Guntur telah tercatat secara resmi dan terdaftar di perusahaan tempat Diana bekerja.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
.