TENTARAKU SUAMIKU

TENTARAKU SUAMIKU
Episode 58. Guntur Tiba Di Asrama Diana


__ADS_3

Guntur memacu motor Ken dengan kecepatan tinggi membelah jalanan menuju kota "Bd". Sengaja Guntur tidak mengabari Diana. Dia ingin memberi surprise untuk gadis kesayangannya.


Diana pasti kaget...tiba-tiba aku muncul dihadapannya batin Guntur senang membayangkan rona keterkejutan diwajah Diana. Penolakan Riana untuk ikut denganku ke kampung memberi peluang bagiku untuk mengajak Diana sesuai janjiku padanya.


Jarak kota "S" dan "Bd" tidak terlampau jauh, tapi saat ini terasa sangat jauh bagi Guntur. Segera laki-laki itu meningkatkan kecepatan motor Ken..seolah terbang, Guntur melaju dengan kecepatan tinggi, tidak sabar ingin segera menemui Diana.


\=\=\=\=\=\=\=\=


Sementara itu di asrama kampus, Diana terlihat menghabiskan waktu di kamarnya. Gadis itu berharap Syahrial cepat kembali ke asrama. Saat Guntur mengabari kalau dirinya sedang ke kota "S" untuk menemui istri dan anaknya sekalian nengokin bapak mertuanya yang sedang sakit, Diana sedikit bisa bernafas lega.


Alhamdulillah, semoga setelah bertemu istri dan anaknya, mas Gun akan lupa dengan niatnya untuk nemuin aku disini..batin Diana berharap.


Suara azan bergema dari musholla kampus. Bergegas Diana meraih mukenah miliknya dan melangkah cepat menuju musholla yang terletak disamping asrama mahasiswa tingkat akhir. Ada perasaan bimbang yang menggelayuti hati Diana. Selesai melaksanakan sholat Dhuhur, sebait do'a dipanjatkan gadis itu dengan penuh harap.


"Yaa Allah..kuakui, aku masih sangat mencintai mas Guntur, tapi sungguh aku tak ingin merebutnya dari istri dan anaknya. Tapi mengapa yaa Allah, engkau hadirkan dia disaat yang tidak tepat seperti saat ini...bantu aku yaa Allah untuk menyelesaikan masalahku dengannya...Aamiin yaa Robbal 'aalamiin..


Diana menyapu wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Perasaan lega dan Kepasrahan terpancar diwajah Diana. Setelah selesai melaksanakan kewajibannya, Diana kembali menuju kamarnya di lantai 3 asrama.


Saat sampai di depan kamar, Diana penasaran, ingin tau apakah Syahrial sudah kembali ke asrama atau belum. Disaat yang sama Sri keluar dari kamar dan mendapati Diana sedang memandang kearah kamar Syahrial yang terletak di lantai 2 asrama. Pintu kamar itu masih tertutup pertanda ketiga penghuninya termasuk Syahrial dan Prita belum kembali.


"An, kamu sudah makan siang ?" tanya Sri mencoba mengalihkan perhatian Diana.


"Oh..aku belum lapar Mbak. Nanti aja. mmmh..Mbak, Mas Syahrial belum balik ya?" tanya Diana penasaran.


"Kayaknya belum dech. Perkiraan Mbak sich paling... sore pulangnya," jawab Sri yakin.

__ADS_1


"Emang mas Syahrial dan Prita pergi ke mana Mbak..!?" selidik Diana penasaran. "Tadi saat pamitan, Mas Syahrial cuman bilang mau nganterin Prita aja dan nggak ngasi tau kemana tujuan mereka,".


"Setahu Mbak, ke Tangkubang Perahu dech. Soalnya Prita yang ngomong ke Mbak pas ketemu mereka didepan tadi," jawab Sri.


Ohh...Ke Tangkubang Perahu ?. Berarti mereka bakal pulang sore nanti. batin Diana agak kecewa. Tapi mau gimana lagi. Biarlah..mudah-mudahan aja Mas Gun nggak jadi datang 'harap Diana dalam hati.


"An..Aku ke depan dulu ya. Kamu mau ikut?" tanya Sri yang terlihat hendak keluar asrama.


"Nggak Mbak. Aku disini aja," jawab Diana.


"Ya udah kalau begitu. Mau pesan apa ?, Nanti Mbak beliin." tawar Sri.


"Aku pesen coklat Silverqueen aja Mbak. Tolong beliin," Diana tersenyum sambil merogoh kantong celananya dan meraih selembar uang 50.000 dan hendak menyerahkannya kepada Sri.


"Eeeh..nggak usah. Ntar Mbak beliin. Ga usah pake bayar segala..," Sri menolak uang yang dikasi Diana.


"Ya udah..Mbak jalan dulu ya. Kamu istirahat aja di kamar atau nongkrong di cafe aja An biar ga bete," saran Sri sambil hendak berlalu.


"Iya Mbak..beresss," Diana mengiyakan saran Sri.


Setelah kepergian Sri, asrama mahasiswa terlihat semakin sepi. Hanya ada beberapa mahasiswa saja yang memutuskan untuk menghabiskan waktu di asrama dan tidak kemana-mana.


Diana masuk ke kamarnya dan membuka gadget miliknya. Belum ada Wa ataupun panggilan masuk dari mas Guntur. Berarti aku aman..batin Diana lega.


Diana memutuskan untuk membuat mie soto dengan telur mata sapi kesukaannya. Perutnya mulai keroncongan. Stok mie dan telur milik Diana dan Sri selalu tersedia di kamar mereka termasuk sayuran dan bumbu-bumbu serta beberapa bahan makanan lainnya. Sebuah kompor listrik dan beberapa perabotan dapur minimalis juga tersedia di kamar Diana dan Sri.

__ADS_1


Segera dengan cekatan, Diana membuat semangkuk mie soto lengkap dengan sayuran dan 2 buah telur mata sapi untuknya. Beberapa biji cabe rawit, potongan tomat dan jeruk limau juga disiapkan gadis itu.


Hmmm..enak juga nich. Lumayan untuk ngeganjal perut.


Diana memutuskan untuk menikmati mie buatannya di ruang TV. Terlihat beberapa mahasiswa sedang menghabiskan waktu bermain karambol. Sebagian lagi serius menonton TV.


Saat ke ruang TV, Diana lupa membawa gadget miliknya. Setelah selesai menyantap semangkuk mie yang dibawanya, Diana kemudian menghabiskan waktu bermain karambol bersama beberapa mahasiswa lettingnya Sri dan Syahrial. Suasana riuh karena Diana memang mahir memainkan permainan yang satu ini.


Tak terasa, waktu sholat Ashar telah tiba. Diana dan beberapa mahasiswa memutuskan untuk kembali ke kamar masing-masing.


"Ana..yuk, ke musholla," ajak Abu, salah satu mahasiswa yang berasal dari Surabaya.


"Iya Bu'..kamu duluan aja. Nanti aku nyusul. Aku ngambil mukenahku dulu di kamar," Diana kemudian berjalan cepat ke kamarnya sambil membawa mangkuk mie yang sudah tandas isinya. Setelah berwudhu di kamar mandi, Diana buru-buru meraih mukenahnya dan keluar kamar menuju musholla.


Setelah selesai melaksanakan sholat Ashar berjamaah, Diana kemudian memutuskan untuk segera kembali ke asrama. Perutnya terasa melilit membuat gadis itu tak bisa berlama-lama di musholla kampusnya.


Diana masuk melalui pintu belakang yang memungkinkan gadis itu bisa melihat secara langsung kearah kamarnya di lantai 3. Dan..gadis itu terkejut bukan kepalang. Terlihat olehnya ada seorang laki-laki berseragam loreng berdiri di depan kamarnya. Sosok yang sangat dikenal Diana.


Ma..Mas Gun..!?? Diana terkejut dan tak yakin dengan apa yang dilihatnya. Gadis itu melangkah mundur.


Benar..itu Mas Gun...Yaa Allah, bagaimana ini batin Diana gusar. Mata gadis itu kali ini terarah ke lantai 2. Kamar Syahrial. Pintu kamar itu masih tertutup. Berarti Mas Syahrial dan Prita belum pulang batin Diana galau. Gadis itu memutar tubuhnya hendak berbalik dan bersembunyi ketika tiba-tiba....


"DIANA.....!!" teriak Guntur dari lantai 3. Langkah gadis itu spontan terhenti oleh teriakan Guntur. Gadis itu menoleh dan melambaikan tangannya.


Guntur memberi isyarat dengan tangannya menyuruh Diana untuk naik. Mau tak.mau Diana terpaksa menuruti perintah Guntur. Untungnya hari ini hari Sabtu dan asrama lumayan sepi sehingga tidak banyak mahasiswa yang memperhatikan mereka.

__ADS_1


Sebagian besar mahasiswa lebih memilih menikmati suasana kota "Bd" di sore hari hingga malam minggu tiba atau berolah raga di fasilitas olah raga yang tersedia di lingkungan asrama.


\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2