
"AKU MINTA PUTUS,...!!" Diana berteriak marah tanpa menolehkan wajahnya. Ditepisnya tangan Guntur. Namun genggaman kuat lelaki itu terlalu sulit untuk diurai Diana. Semakin Diana berusaha melepaskan tangan Guntur, semakin kokok lengan itu mencengkeram tubuhnya.
"AAAARGHH...SAKIIIT !!!. jerit Diana marah. Air matanya kini benar-benah tumpah.
Mendengar teriakan Diana, Guntur melonggarkan cengkeramannya dan menarik gadis itu kedalam pelukannya.
Diana berontak, tapi tenaganya kalah oleh kekuatan Guntur. Tanpa memperdulikan protes Diana, laki-laki itu memeluk dan menciumi wajah Diana. Diana marah besar, menangis dan memukuli dada laki-laki itu.
"Maafkan aku sayang..maafkan aku...!!. Pukul aku semaumu, tapi jangan pernah berusaha menghindariku..please !!" ujar Guntur pasrah.
Diana berontak, memukuli Guntur berkali-kali dan menangis hingga tenaganya habis. Akhirnya yang tersisa hanya tangis pilu gadis itu. Diana tidak membalas pelukan Guntur, tapi juga tidak melepaskannya.
"Kamu jahat mas...kamu jahaat..!!. Apa salahku padamu mas hingga kamu perlakukan aku seperti in..!?" tanya Diana disela isak tangisnya.
"Kamu nggak salah sayang...aku..aku yang salah. Seharusnya sejak awal aku jujur padamu Ana sayang. Tapi aku takut...aku takut kehilangan kamu. Makanya rahasia ini aku tutupi darimu,".
__ADS_1
"Apa mas tidak memikirkan perasaanku kalau sampai aku tau mas !!?" tanya Diana tidak mengerti. Dipandanginya Guntur dengan pandangan nanar.
"Itulah kesalahanku yang paling fatal An. Untuk itu aku benar-benar minta maaf," ucap Guntur mengiba.
Dituntunnya Diana untuk duduk dan dirinya berjongkok di depan Diana. Gadis itu mulai bisa mengendalikan diri, namun belum berani menatap laki-laki dihadapannya.
Guntur menggenggam jari-jemari Diana, menciuminya lembut dan lama. Tanpa ekspresi Diana membiarkan Guntur melakukan hal itu dan tidak berusaha memprotes apalagi menarik tangannya dari genggaman laki-laki itu.
"An...aku minta, jangan tinggalkan aku. Aku nggak mau putus sama kamu," pinta Guntur memelas.
Guntur menghela napasnya... Laki-laki itu berpindah duduk disamping Diana. Gadis itu beringsut hendak menghindari Guntur tapi terhalang lengan kokok Guntur. Sebelah tangannya merangkul pundak Diana,
"Baiklah An, terserah apa maumu. Kau mau putus dariku...silahkan, mau terus terusan menghindariku...silahkan, aku tidak akan melarangmu," ucap laki-laki itu akhirnya.
Diana tergugu. Bibirnya kelu. Walaupun keputusan yang keluar dari mulutnya adalah "PUTUS" tapi terus terang disudut hatinya yang paling dalam, dirinya masih sangat mencintai dan menginginkan laki-laki itu.
__ADS_1
"Tapi aku tidak akan melepasmu An. Tidak akan. Kamu adalah milikku dan tetap akan menjadi milikku," lanjut Guntur emosi, lebih tepat dibilang egois.
"Kamu egois mas...!!" Diana mencibir.
"Ya..aku memang egois An. Dan akan kubuktikan kalau aku tidak main-main..!!." kali ini laki-laki itu terlihat serius dengan ucapannya.
"Lalu bagaimana dengan istri dan anakmu?. Kamu jangan pernah meremehkan aku Guntur Pramudya. sekalipun aku dicap sebagai pelakor, aku nggak perduli. Jika sakit yang kamu berikan padaku, maka kamupun harus merasakan sakit yang sama," ujar Diana terdengar mengancam.
Guntur terdiam. Wajahnya nanar menatap Diana yang tiba-tiba berubah sikap, hal yang tidak diharapkan oleh Guntur. Perubahan sikap Diana membuatnya bergidik.
"Kamu ingat kan mas, sejak awal aku tidak pernah mau membangun sebuah komitmen denganmu. Kau yang memaksaku untuk melakukannya," lanjut Diana lagi, sambil berdiri dan menghadapi Guntur yang ikut berdiri.
"Terserah apa maumu tentang hubungan kita. Tapi aku tetap dengan keputusanku, KITA PUTUS...TITIk..!!!" ucap Diana ketus sambil berlalu meninggalkan Guntur yang masih termangu.
\=\=\=\=\=\=
__ADS_1