TENTARAKU SUAMIKU

TENTARAKU SUAMIKU
Episode 60. Menginap Berdua di Hotel.


__ADS_3

Guntur menggenggam erat jari-jemari Diana saat meninggalkan asrama. Beberapa mahasiswa yang kebetulan berpapasan dengan mereka menyapa Diana dan menganggukan kepala kearah Guntur yang disambut senyuman keduanya.


"Mas,..pelan-pelan jalannya !" Diana mengingatkan Guntur. Rupanya tubuh mungil Diana tidak dapat mengimbangi langkah panjang Guntur membuat Diana ngos-ngosan.


"Ouuhh..maaf sayang..maaf," Guntur memperlambat langkahnya.


Motor Ken yang dibawa Guntur sengaja diparkir laki-laki itu tepat di depan asrama. "Ayo..naik!" Guntur mengajak gadisnya untuk duduk di boncengannya.


Tanpa suara Diana naik di boncengan Guntur. Laki-laki itu menstarter motor Ken. Namun tiba-tiba motornya tidak mau hidup. Guntur meminta Diana untuk turun sebentar. Tepat disaat itu terdengar bunyi gadget Diana. Pesan WA dari Syahrial untuknya.


"Ana..kenapa kamu mau aja diajak keluar sama dia ?" begitu WA Syahrial untuk Diana. "Kan aku udah bilang, Aku nggak lama nganterin Prita. Ini aku udah pulang, dan kamu malah pergi dengan laki-laki itu..!".


Diana melirik ke arah Guntur. Laki-Laki itu terlihat sedang memeriksa isi tangki bensin motornya. Kesempatan..aku balas dulu WA Mas Riil batin Diana.


"Mas udah pulang..?, koq aku nggak ngeliat Mas Riil tadi ?" tulis Diana.


"Aku tadi ngelihat kamu dari lantai 2. Serius amat kamu An sampai-sampai nggak ngeh kalau aku udah pulang..?"


"Beneran Mas. Aku nggak lihat.." balas Diana. Perasaannya jadi tidak nyaman. Pasti Mas Riil melihat adegan di depan kamar tadi..tebak Diana.


"WA an sama siapa sich!?" tanya Guntur yang sudah selesai memeriksa tangki motornya dan duduk diatas motor. Wajahnya terlihat tidak suka.


"Bukan siapa-siapa Mas," jawab Diana agak gugup.


"Ayok..naik. Keburu malam nanti..!" perintah Guntur tanpa basa-basi.


Diana naik di boncengan Guntur. Tak menunggu lama, Guntur lantas memacu laju motor membelah jalanan kota BD yang mulai beranjak senja. Langit terlihat mendung.


Kali ini arah perjalanan mereka menuju mall terbesar di kota BD. Selain berencana membeli keperluan Diana yang tidak sempat dibawanya dari asrama tadi, Guntur juga ingin membeli beberapa buah oleh-oleh untuk orangtua dan keluarganya di kampung. Kain tenun khas timur dan kebaya bermotif sama untuk Mak. 2 pasang sendal untuk Mak dan si bontot Anggi dan sarung tenun untuk Baba.

__ADS_1


"Sekalian, kita beli jeruk untuk Mak dan klengkeng untuk adikku. Mak sangat suka buah jeruk," ujar Guntur sambil mengambil jeruk sekilo dan klengkeng 2 kilo.


Setelah membayar belanjaan mereka di kasir, Guntur dan Diana kemudian melanjutkan perjalanan mereka.


Terdengar suara azan di masjid dekat alun-alun kota. "Kita sholat Magrib dulu Mas," ajak Diana yang diiyakan Guntur. Setelah memarkir motor di parkiran depan Masjid, Diana dan Guntur kemudian sholat Magrib berjamaah.


Selesai Sholat Magrib, Guntur langsung menuju parkiran dan menunggu Diana disana. Dibukanya gadget.miliknya dan mengetik pesan WA untuk Diana.


"An..aku di parkiran. Kamu langsung kesini aja,"


Diana menutup WA yang baru diterimanya, kemudian melipat mukenah yang dipinjamnya dari Masjid. Selanjutnya Diana melangkah menuju parkiran. Terlihat Guntur menunggunya dengan sabar sambil memainkan gadget miliknya.


"Sudah selesai sayang..?" tanya Guntur disambut anggukan Diana.


"Sudah. Ayo Mas, kita langsung ke kampung aja," ujar Diana sambil membenahi belanjaan mereka dalam satu tas yang sengaja dibelinya tadi.


"Oke..,"


"Pakailah..," ujar Guntur sambil membantu memakaikan sweater itu ke tubuh Diana. Setelah memakai sweater yang diberikan Guntur, mereka kembali melanjutkan perjalanan.


Gerimis mulai turun membuat malam terasa semakin dingin. Walaupun Diana memeluk erat pinggang Guntur, tapi tetap saja gadis itu menggigil kedinginan. Guntur mencoba membuat Diana merasa hangat dengan memperlambat laju motor dan memegangi telapak tangan Diana yang melingkar erat dipinggangnya.


Tiba-tiba Guntur berbelok ke sebuah hotel yang terletak di tepian jalanan kota. Diana melongo dan sontak bertanya heran.


"Mas..kita belum nyampe kan..?, Kok malah berbelok ke sini..!?" tanya Diana ragu.


"Kita istirahat dulu disini. Udah gerimis An. Kemungkinan kita bakal ketemu hujan di tengah jalan nanti," Guntur menjawab pertanyaan Diana sambil memarkir motornya di area parkiran motor hotel.


"Kenapa kita nggak lanjut aja Mas. Ntar kalau beneran hujan baru kita nyari penginapan terdekat," Diana memberi ide. Perasaan takut mulai menyerang gadis itu.

__ADS_1


"Setelah area ini, nggak ada lagi penginapan yang layak untuk kita singgahi An. Soalnya kita melalui jalur perkampungan,"


Diana merasa tidak nyaman. Namun Guntur meyakinkan gadis itu untuk mau diajak beristirahat di hotel itu.


"Lagian aku capek banget An. Sejak tiba di Jakarta semalam, aku sama sekali belum tidur. Takutnya kalau aku paksakan, nanti malah nggak bagus An. Kita bisa celaka di tengah perjalanan nanti gara-gara aku ngantuk...iya kan !?" seru Guntur meyakinkan gadisnya.


"Ya udah kalau begitu Mas. Tapi kita ambil 2 kamar ya Mas. Satu untukku dan satu untuk Mas," Diana meberi syarat.


"Iyaa..ayok ," Guntur mengambil alih tas yang dibawa Diana dan menggandeng gadis itu menuju meja resepsionis hotel.


Terlihat suasan hotel cukup ramai. Mungkin karena cuaca yang mulai turun hujan dan bertepatan dengan waktu libur sehingga wisatawan lokal maupun manca negara memilih untuk tidak melanjutkan perjalanan mereka dan beristirahat di hotel ini.


"Mbak, masih ada kamar yang kosong ?" tanya Guntur begitu tiba di depan meja resepsionis.


"Sebentar Pak, saya lihat dulu ya. Mohon ditunggu," sahut si Mbak ramah.


Guntur mengangguk.Diana yang masih ragu-ragu memperhatikan sekeliling lobi hotel.


"Semua kamar sudah penuh Pak. Yang tersisa hanya ada 2 kamar. Yang satu one bed dan yang satunya lagi two bed," jawab petugas resepsionis sambil tersenyum ramah.


Guntur menoleh ke arah Diana, meminta pendapat gadis itu setelah mendengar informasi dari resepsionis tadi. Diana terlihat enggan.


"Kita cari hotel atau penginapan yang lain aja Mas. Aku nggak mau kalau kita sekamar," tegas Diana menolak.


"Ini hotel terakhir di sepanjang jalan menuju kampungku sayang. Lagian diluar sudah mulai turun hujan. Kalau kita paksakan untuk tetap pergi, nanti malah berbahaya. Kamu bisa sakit nanti..!"


"Sudahlah, Kita nginap aja dulu disini. Besok pagi-pagi sekali kita lanjutin perjalanan kita. Kamu nggak usah takut. Aku janji nggak bakal macem-macemin kamu An..," Guntur berjanji sambil mengangkat kedua jarinya didepan dadanya.


Diana mencibir. Namun gadis itu terpaksa menerima usulan Guntur. Tidak ada pilihan lain. Akhirnya Guntur memesan satu kamar dengan 2 bed didalamnya untuknya dan Diana.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2