TENTARAKU SUAMIKU

TENTARAKU SUAMIKU
Episode 129. Riana Kembali ke Asrama.


__ADS_3

"Riana pamit Bu. Hari ini Riana dan Kiara mau balik ke asrama," ucap Riana saat sarapan pagi bareng ibu dan bapaknya.


"Lho..kamu nggak nunggu dijemput suamimu?" tanya ibu keheranan mendengar keputusan Riana untuk pulang lebih cepat.


Tidak seperti biasanya Riana nginap hanya beberapa hari saja.


"Nggak Bu. Aa' sibuk jadi nggak bisa jemput Riana dan Kiara," jawab Riana memberi alasan.


Sebagai orang tua, ibu Riana paham betul bagaiman putrinya. Kapan Riana sedang jujur dan kapan sedang berbohong hanya dengan menatap mata Riana yang gelisah. Ibu Riana yakin ada yang disembunyikan oleh putrinya itu tapi tak ingin diceritakan kepadanya.


"Kamu yakin mau pulang sekarang Ri'?" tanya Ibu.


"Iya Bu. Riana harus segera pulang sekarang,"


"Ya udah kalau itu keputusan kamu. Hati-hati di jalan. Pake mobil online aja biar kamu nggak kerepotan harus menggendong Kiara kesana kemari,".


"Iya Bu..Bapak..Riana pamit ya..mobilnya sudah nunggu di depan," ucap Riana sambil memeluk dan mencium kedua orang tuanya.


Kemudian Riana menggendong Kiara menuju mobil yang telah menunggu mereka di depan rumah orangtua Riana.


"Maaf Bu, kali ini Riana nggak bisa cerita ke Ibu soal kondisi rumahtangga Riana dan Aa'. Biarlah kali ini Riana selesaikan masalah rumah tangga Riana sendiri tanpa campur tangan Ibu," guman Riana pada dirinya sendiri saat dirinya telah duduk manis didalam mobil yang akan membawa mereka menuju asrama.


Sebenarnya Riana masih ingin berlama-lama di rumah orangtuanya. Namun telepon dari tante Deni membuat Riana merubah rencana semula dan memilih segera kembali ke asrama.


"Ri, tante curiga, ada seseorang di rumah kamu selain suamimu. Tadi saat suamimu ke kantor bareng om Deni, tante kayak denger suara orang sedang mandi," begitu kata tante Deni saat menelepon Riana semalam.


"Siapa tan....jangan-jangan Aa' nyimpan pelakor itu di rumahku !?" tebak Riana dengan suara gemetar.


"Perkiraan Tante juga begitu Ri. Soalnya sejak kamu pergi, bukan hanya sekali Tante mendengar suara-suara yang mencurigakan di rumahmu saat suamimu nggak di rumah tapi berkali-kali lho Ri'!!" ucap tante Deni membenarkan ucapan Riana.


"Kalau begitu besok pagi-pagi sekali Riana harus segera pulang. Siapa tau masih bisa mergokin perempuan sialan itu dirumahku tan!!!" ujar Riana geram.


"Iya Ri. Sebaiknya begitu. Kamu segera pulang. Menurut tante sich kalau bisa malam ini,"


"Nggak bisa malam ini tan. Ibu pasti nggak bakal ngijinin Riana dan Kiara pulang malam-malam. Terlalu berbahaya katanya," jawab Riana

__ADS_1


"Ya udah Ri'. Terserah kamu gimana baiknya. Kamu hati-hati ya di jalan. Jangan lupa besok pagi-pagi sekali kamu langsung pulang ke asrama,"


"Iya tan..makasih sekali lagi infonya," jawab Riana sambil menutup pembicaran telepon mereka.


Dan akhirnya pagi ini, Riana benar-benar kembali ke asrama tanpa menunggu dijemput suaminya.


#


#


Diana membenahi tas bawaannya saat suara azan Subuh menggema di Masjid Batalion. Rencana Diana, setelah sholat Subuh dia akan keluar dari asrama diantar Guntur.


Suasana masih sepi disekitar rumah dinas Guntur membuat laki-laki itu bisa dengan leluasa membawa Diana keluar dari rumahnya tanpa diketahui siapapun.


Dengan hati-hati keduanya keluar dari asrama melalui pintu belakang yang sepi dan hanya disinari lampu 5 watt yang menyinari jalanan setapak itu.


"Hati-hati An jalannya. Motor sudah Mas parkir di salah satu rumah warga. Kita ke stasiun pake motor aja ya," ucap Guntur pelan saat mereka sudah keluar dari asrama.


"Iya Mas," jawab Diana sambil memegang erat lengan Guntur yang berjalan didepannya sambil membawa tas Diana.


"Pak, nggak ngopi dulu?" tanya seorang laki-laki tua menawarkan kopi kepada Guntur.


"Nggak pak..hatur nuhun..lain kali ya. Saya jalan dulu. Ntar kalau sudah balik saya mampir," tolak Guntur halus.


Laki-laki tua itu mengangguk kearah Guntur dan Diana kemudian menutup pintu pagar saat Guntur dan Diana meninggalkan tempat itu.


Hari sudah menjelang pagi saat Diana naik ke bis yang akan membawanya ke kota Bd. Sebelumnya mereka berdua menyempatkan diri sarapan bareng di salah satu warteg yang berjejer di stasiun itu.


"Kabari Mas kalau kamu sudah tiba di asrama An," pinta Guntur mengingatkan Diana.


"Iya Mas. Sudah sana..Mas langsung pulang aja. Nggak usah nunggu sampai bis ini berangkat," suruh Diana.


"Nggak...ntar aja kalau kamu sudah pergi baru mas pulang," tolak Guntur yang berdiri disamping jendela tempat Diana duduk.


Beberapa menit kemudian bis siap berangkat. Diana menciumi punggung tangan suaminya kemudian melambaikan tangan kearah Guntur dan dibalas laki-laki itu dengan senyum yang dipaksakan.

__ADS_1


Setelah bis yang ditumpangi Diana sudah tak terlihat lagi barulah Guntur pergi dari tempat itu.


Guntur kembali ke asrama dan bersiap hendak ke kantor untuk apel pagi. Namun sebelum pergi, laki-laki itu memeriksa dan membersihkan seisi rumah, khawatir ada barang milik Diana yang tertinggal.


Setelah yakin semua beres barulah Guntur berangkat ke kantor.


"Den..ayo ke kantor bareng," ajak Guntur ketika melihat Deni yang sedang memakai sepatunya di depan rumah. Disampingnya berdiri istri Deni yang menatap Guntur dengan tatapan aneh.


"Ayok...mah, aku ngantor dulu ya," pamit Deni kepada istrinya.


"Iya pah," jawab istrinya Deni sambil mengantar suaminya hingga keluar pagar rumah mereka.


Setelah Guntur dan Deni pergi, buru-buru tante Deni masuk ke rumahnya dan menelepon Riana.


"Ri' kamu udah nyampe mana?" tanya tante Deni ketika teleponnya diangkat Riana.


"Riana masih di jalan tan. Gimana...Aa' masih di rumah atau udah ke kantor tan?" tanya Riana penasaran.


"Udah kekantor barusan bareng om Deni," jawab tante Deni.


"Terus ...tante lihat ada yang mencurigakan nggak dirumah Riana?" tanya Riana lagi.


"Nggak Ri'. Sepi...nggak kedengaran apapun," jawab tante Deni yakin.


"Ya udah tan.. kalau benar si pelakor itu benar-benar nginap dirumah, semoga ada barang milik perempuan itu yang tertinggal biar jadi bukti kalau Aa' sudah berani nyimpan perempuan lain dirumah kami saat Riana nggak ada di rumah," harap Diana.


"Semoga ya Ri'. Tante juga berharap seperti itu. Bahkan tante berharap perempuan itu masih dirumah kalian. Makanya kamu cepet datang biar kita pergokin dan kita kerjain rame-rame. Gregetan tante Ri, ngebayangin perempuan itu enak-enakan tidur bareng suamimu diatas ranjang kalian...IIIHHH,!!!" seru tante Deni membuat hati panas hati Riana.


"Pasti itu tan. Riana bakal habisi perempuan itu. Riana udah nggak tahan lagi tan. Aa' pinter sekali ngelak. Nggak bakal dia ngaku punya perempuan lain kalau Riana nggak punya bukti perselingkuhannya," ucap Riana berapi-api.


"Riana tutup dulu teleponnya ya tan. Dikit lagi Riana udah nyampe kok,"


"Iya Riana," kata tante Deni sambil menutup teleponnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2