TENTARAKU SUAMIKU

TENTARAKU SUAMIKU
Episode 26. Mencoba Berdamai


__ADS_3

Guntur memacu mogenya perlahan mengikuti laju motor Diana. Selama diperjalanan, Guntur memikirkan apa yang akan dikatakannya kepada Diana agar gadis itu mau memaafkannya dan menerimanya kembali.


Selang 30 menit kemudian, Guntur dan Diana tiba didepan gang menuju rumah Nina Nani. Imah memberi kode kepada Guntur agar menunggu sebentar. Guntur mengerti dan memarkir mogenya didepan gang.


Sementara itu Imah melangkah menuju rumah Nani Nina. Rumah Nani Nina terlihat sepi.Tapi gadis itu melihat ada sendal milik Diana teronggok didepan pintu.


Hmm..benar kata mas Gun, kemungkinan Diana ada dirumah Nani dan Nina. Imah Diana sambil melanjutkan langkahnya.


"Assalaamualaikum, Nani...Ninaa !?" ucap Nina sesampainya didepan rumah si kembar.


Terlihat ibunda si kembar keluar menyambut kedatangannya. "Waalaikumsalaam, eeeh..nak Imah," jawab si ibu tersenyum.


Imah masuk dan mencium tangan wanita bersahaja itu. Gadis itu melongok ke setiap sudut ruangan, celingukan mencari keberadaan ketiga sahabatnya. Tapi tak ditemukannya.


"Cari Nani Nina dan Diana nak?, tuh..ada di taman belakang," ujar ibunda Diana, menjawab sikap Diana.


Gadis itu tersenyum. Setelah mengucapkan terima kasih dan minta izin untuk masuk, Imahpun melangkah ke taman belakang. Namun sebelumnya gadis itu mengirim sms singkat kepada Guntur yang menunggu di depan gang.


Mas, benar Diana ada dirumah Nani Nina. Mereka lagi ngobrol di taman belakang. Mas masuk aja, tulis Imah singkat.

__ADS_1


Imahpun mempercepat langkahnya menuju taman belakang. Terlihat ketiga sahabatnya sedang ngobrol serius bertiga.


"Wooiiii..serius amaat !!" Teriak Imah mengagetkan ketiga sahabatnya.


Sontak ketiga gadis itu menoleh kearah asal suara. Begitu terlihat Imah berdiri disana, ketiganya lantas tertawa.


"Masuk Imah," ujar Nina sambil melambai kearah Imah.


Imah tersenyum. Diapun melangkah mendekati ketiga sahabatnya. Diana yang masih sembab matanya karena menangis semalam mencoba tersenyum menyambut sahabatnya.


"Laki-laki itu nelepon kamu Imah?" tanya Diana menyelidik. Matanya menatap sahabatnya.


Diana melengos. Wajah gadis itu terlihat tegang dan berubah sedih. Nani yang melihat hal itu tiba-tiba mendengus.


"GAK USAH..!!, orang seperti si pembohong itu jangan dikasi sela untuk berbuat seenak udelnya" sahut gadis itu marah.


Diana tertegung, namun tidak dapat berkata-kata. Nina yang memang tidak sependapat dengan kembarannya Nani sejak awal menyanggah pendapat saudara kembarnya.


"Nggak gitu juga Nani. Aku setuju dengan pendapat Imah, Diana harus menyelesaikan masalahnya dengan mas Gun," jawab Nina bijak.

__ADS_1


"Sampai kapan Diana menghindari mas Gun?, Lebih baik segera selesaikan masalah kalian An,.." saran Nina disertai anggukan setuju Imah.


Nani melengos, masih tidak setuju. Tapi Nina dan Imah sudah setuju. Terpaksa Nani ikutan saran keduanya.


"Ana...," Tiba-tiba terdengar suara dibelakang mereka memanggil nama Diana. Gadis itu terkejut mendengar suara yang sangat dikenalnya dan ingin dihindari gadis itu.


Mas Gun. ngapain dia kesini...!!!, batin Diana kesal. Diana hendak pergi tapi lengannya dipegang Imah. Gadis itu menggeleng dan menuntun Diana duduk.


Imah, Nani dan Nina kemudian masuk ke rumah, meninggalkan Diana dan Guntur berdua di taman belakang.


Guntur masih berdiri dipintu menuju taman. Laki-laki itu ragu untuk mendekati Diana. Begitupun Diana terlihat kaku dan enggang menatap Guntur.


Hening sesaat....,


Kalau begini terus, tidak akan selesai-selesai masalahku dengan Diana pikir Guntur akhirnya. Diputuskannya untuk mengalah dan mendekati gadisnya yang sedang marah besar kepadanya .


Melihat Guntur yang akhirnya mendekati dirinya, sontak Diana berdiri dan melangkah hendak masuk rumah. Langkahnya terhenti. Tangan kekar Guntur mengapit lengan Diana, memaksa gadis itu menghentikan langkahnya.


\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2