
Diana terdiam dan menundukkan wajahnya dalam-dalam. Dia tau, laki-laki itu sedang cemburu. Kini Guntur sudah melepaskan pelukannya dan kembali mengenakan bajunya.
"Mas Gun marah?" tanya Diana khawatir.
Sejenak Guntur terdiam. "Marah..hah..untuk apa aku harus marah!?" tanya Guntur dengan seringai dan nada suara yang berbeda.
"Aku tau Mas marah dan cemburu. Tapi Mas..aku takut..sungguh, aku dilema. Saat ini aku dihadapkan pada dua pilihan yang sama-sama sulit. Mas atau Mas Syahrial," ucap Diana tanpa menatap wajah laki-laki yang masih berdiri dihadapannya.
Dicurahkannya seluruh isi hatinya, berharap beban yang selama ini ditanggungnya akan sedikit berkurang.
"Kamu mencintainya!?" tanya Guntur, spontan membuat Diana mengangkat wajahnya.
"Cinta...?" Diana menerawang. "Aku nggak tau Mas. Yang aku tau, dia selalu ada untukku disaat Mas nggak ada disampingku," jawab Diana polos.
"Kamu mencintainya Diana ?" ulang Guntur membuat Diana jengah.
"Mas, tolong jangan sudutkan aku, dengan pertanyaan seperti itu." protes Diana.
"Aku tidak menyudutkan kamu Diana. Kamu cukup menjawab ya atau tidak," tegas Guntur lagi membuat Diana makin serba salah.
"Tapi pertanyaan Mas menyudutkan aku..!!" suara Diana meninggi. Netranya mulai mengembun.
"Sekali lagi aku tanya sama kamu Diana Aprilia, apa kamu mencintai la....!" belum sempat Guntur menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba Diana menjerit dengan suara tertahan dan air mata yang mulai mengaliri pipinya.
"AKU NGGAK TAU MAAS..AKU NGGAK TAUUUU!!" jawab Diana risau kemudian membanting tubuhnya di tempat tidurnya dan menumpahkan tangisnya disana.
Guntur tertegung, namun perasaan cemburu terlanjur membuat hati laki-laki itu panas. Dibiarkannya Diana menumpahkan seluruh tangisnya. Sementara dia berusaha meredam emosinya sendiri yang tiba-tiba menyeruak dan membuat dirinya tak bisa mengendalikan diri.
__ADS_1
"Harusnya Mas bisa memahami perasaanku saat ini. Mas tidak dalam posisiku. Mas nggak tau apa yang aku rasakan. Disatu sisi aku mencintai Mas dan ingin memiliki Mas, tapi ada Riana dan Kiara diantara kita. Dilain sisi ada Mas Syahrial yang single yang ingin membangun masa depan yang lebih baik denganku. Memang benar Mas, perasaanku kepada Mas Syahrial tidak sedalam perasaanku kepada Mas. Tapi masa depan yang dijanjikan Mas Syahrial lebih jelas untukku,"
Guntur tertegung, tak menyangka akan mendengar semua itu dari mulut kekasihnya.
"Kamu...kamu menyesal sudah mencintai aku Diana!?" tanya Guntur tak percaya.
"Tidak Mas. Bukan itu maksud aku. Sungguh...Mas lebih tau gimana perasaanku yang sesungguhnya," Diana berdiri. Didekatinya Guntur dan disentuhnya tangan laki-laki yang telah mengisi hatinya itu.
"Tapi aku mencintaimu Diana..sungguh mencintaimu,"
"Aku tau Mas..aku tau. Tapi mencintai bukan berarti harus memiliki kan Mas?" tanya Diana dengan air mata yang masih terurai.
Guntur terdiam. Aku tidak berhak memaksa Diana untuk memilih siapa yang ingin dipilihnya. Benar kata Diana, harusnya aku mengerti posisi Diana saat ini. Denganku dia akan menemukan banyak sekali rintangan. Berbeda jika disisinya ada Syahrial. Rintangan itu tak akan ditemuinya. Aku nggak boleh egois. Biarlah takdir yang akan menentukan, siapa yang akan dipilih Diana untuk menjadi pendamping hidupnya nanti batin Guntur pasrah.
"Baiklah, kalau itu mau kamu. Aku nggak bisa memaksa kamu untuk mengikuti mauku. Kamu berhak untuk bahagia An, dengan atau tanpa aku," ucap Guntur sambil menyambar jaket yang digantungnya di balik pintu kamar Diana. "Aku cuma berharap, apapun yang kamu pilih akan membuatmu bahagia," ucap Guntur tulus.
"Mas...," panggil Diana dengan suara parau. Gadis itu memandangi Guntur yang memunggunginya dan akan pergi meninggalkannya.
Gadis itu membalikkan tubuhnya dan membelakangi Guntur ketika melihat laki-laki yang sangat dicintainya itu melangkah menuju pintu kamar. Diana menangis.
Tiba-tiba tangan kekar milik Guntur menarik tubuh mungil gadis itu kedalam pelukannya. Diciuminya wajah Diana dengan perasaan tak rela. Tak hanya sampai disitu, Gunturpun tak tahan untuk ******* bibir basah milik Diana, begitu dalam hingga membuat Diana terpaku.
Air matanya semakin deras mengalir membasahi pipinya yang terlihat tirus dan memucat.
Diana memejamkan matanya dan membiarkan Guntur meluapkan seluruh emosi dan perasaan cintanya kepada dirinya.
Bibir gadis itu bergetar ketika menyebut nama kekasihnya. "Guntur Pramudya...," bisik Diana pelan. "Maafkan aku...maafkan aku,".
__ADS_1
Merasa tak akan sanggup melepas Diana untuk orang lain, Guntur akhirnya memutuskan untuk secepatnya pergi dari hadapan Diana. Namun sebelum keluar dari kamar Diana, sebuah pesan dibisikkan Guntur ditelinga Diana.
"Jika dia tak bisa menerimamu seperti aku menerima dan mencintaimu, maka pergilah kepadaku. Aku menunggumu di rumah kedua orang tuaku Diana sayang. Aku sudah mengatur pernikahan kita besok malam. Datanglah jika kamu masih mencintaiku!" kemudian tanpa menunggu lebih lama.lagi, Gunturpun meninggalkan Diana seorang diri dikamarnya yang terasa semakin sepi.
Sepeninggal Guntur, secepatnya Diana menutup pintu kamarnya dan mengurung diri disana. Tanpa disadari gadis itu, ada sepasang mata yang memperhatikannya dari lantai 2 asrama.
Ya..sepasang mata elang milik Syahrial yang menatap Diana dengan perasaan iba.
Sepinya gedung asrama dan heningnya malam membuat Syahrial dapat mendengar dan melihat dengan jelas semua kejadian barusan.
Syahrial tau, ini waktu yang tidak tepat baginya untuk mendekati apalagi menghibur Diana. Akhirnya dia membiarkan saja gadis itu menyendiri dan meluapkan semua perasaannya dengan caranya sendiri.
Walau demikian, Syahrial tak ingin membiarkan Diana benar-benar sendiri. laki-laki itu melangkah perlahan mendekati kamar Diana, kemudian duduk dikursi panjang didepan kamar Diana tanpa suara.
Masih didengarnya isak tangis Diana didalam kamarnya. Beberapa menit berlalu. Suara Diana sudah tak terdengar lagi. Mungkin tertidur karena kelelahan.
Biarlah Diana tidur. Itu lebih baik untuknya. Besok pagi sebelum acara wisuda dimulai, aku akan menemuinya lagi batin Syahrial kemudian melangkah perlahan meninggalkan kamar Diana.
Sementara itu Guntur yang memutuskan untuk pergi, memacu mogenya dengan kecepatan tinggi, membelah jalanan kota Bd yang dingin, namun terasa panas bagi Guntur yang sedang patah hatinya.
Siang tadi Guntur sengaja mengantar istri dan putrinya kerumah mertuanya di kota S. maksudnya agar Riana senang hatinya dan tak memikirkan ketidak hadiran dirinya disisi Riana dan Kiara.
Rencana pernikahan siri dirinya dan Diana telah terencana dengan sempurna. Semua persiapan telah rampung dilakukan oleh kedua orangtua Guntur dan beberapa kerabat lainnya.
Tepat jam 20.00 WIB besok malam, dirinya akan resmi menikahi Diana. Walaupun secara siri, tapi Guntur berencana membuat pesta kecil-kecilan untuk menyambut Diana masuk dalam keluarganya.
Beberapa hari Diana tidak mengaktifkan ponselnya membuat Guntur merasa perlu untuk menyampaikan secara langsung kepada Diana, rencana nikah siri mereka.
__ADS_1
Untuk itulah malam itu Guntur nekat ke kota Bd menemui Diana setelah mengantar Riana dan Kiara ke rumah mertuanya. Maksudnya ingin menyampaikan langsung kepada Diana tentang rencana pernikahan mereka.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=