
Merasa cukup mempermainkan gairah Diana, Gunturpun membalikkan tubuh istrinya menghadap dirinya. Kini "senjata" miliknya benar-benar telah berdiri tegak menanti pelampiasan.
Tapi Guntur masih ingin bermain-main dengan Diana istrinya. Tubuh Diana yang mungil membuat Guntur agak kesulitan menyatukan tubuh mereka.
Tanpa ba..bi..bu, Guntur lantas menaikan tubuh mungil Diana keatas meja dikamar itu. Kini posisi mereka benar-benar tepat sasaran.
Tanpa menunggu lama, kedua sejoli itu kemudian larut dalam ciuman-ciuman panjang yang menggairahkan. Saling mengulum, memagut dan menggigit diantara keduanya membuat gairah keduanya semakin tak terbendung.
Tapi Guntur masih ingin memuaskan istrinya dengan cara yang lebih menggigit. Yaa.. dengan kedua tangannya, Guntur mengangkat kedua kaki Diana keatas meja. Kini posisi Diana benar-benar menantang birahi Guntur.
Lembah hangat dan lembab milik Diana kini terpampang jelas dimata Guntur. Secepat kilat, Guntur membenamkan wajahnya Disana, mengulum dan menggigit serta mempermainkan area *-**** Diana membuat perempuan itu menjerit tertahan.
Beberapa detikpun berlalu, Namun Guntur belum juga menyelesaikan pengembaraannya. Diana yang sudah tak sabar dan sempat beberapa kali mencapai puncak gairahnya akhirnya menyerah.
"Maas..akhh..ak..aku tid..ak ta..han laa...gii," desis Diana tertahan. Dan guntur yang sudah sangat tegang akhirnya membopong tubuh istrinya keatas ranjang pengantin mereka untuk menuntaskan apa yang sejak tadi sudah mereka mulai.
Malampun terasa semakin singkat seiring teriakan tertahan Diana dan Guntur yang akhirnya mencapai puncak bersama-sama.
Guntur dan Diana tersenyum puas diantara peluh yang membanjiri tubuh mereka, keduanyapun tertidur pulas sambil berpelukan mesra.
Di detik yang sama tiba-tiba Riana terbangun dari tidurnya. Dirinya merasa ada sesuatu yang mengganggu dan hadir seperti sebuah mimpi namun terasa begitu nyata membuat perempuan itu bangun dengan peluh yang membanjiri tubuhnya.
"Astaqfirullah..ada apa ini. Mimpi apa aku barusan?" tanya Riana sambil mengusap wajahnya.
Perlahan Riana turun dari tempat tidur dan keluar menuju dapur. Diambilnya segelas air putih diatas meja makan kemudian meminumnya sembari berusaha menenangkan dirinya. Riana mengingat kembali mimpinya barusan.
Didalam mimpinya itu, Riana melihat dengan sangat jelas Guntur suaminya bersetubuh dengan perempuan lain didepan matanya.
"Yaa Allah, apa arti mimpiku barusan ?" tanya Diana dengan tubuh gemetar dan wajah ketakutan.
Tiba-tiba Riana ingin menangis. Dirinya membayangkan mimpinya barusan akan benar-benar terjadi di depan matanya.
"Dimana kamu A'..!!" tanya Riana pada dirinya sendiri. Tak lama kemudian terdengar suara Kiara memanggil nama mamahnya.
__ADS_1
Buru-buru Riana menghapus air matanya, menenangkan diri kemudian berjalan kembali menuju kamar Kiara.
Gadis Mungilnya itu kini terlihat duduk sambil memanggil-manggil mamahnya. Rupanya Kiara terbangun karena haus dan minta susu ke Riana.
"Bentar sayang, mamah buatin susu dulu ya. Kiara disini aja. Tunggu..," ucap Riana disambut anggukan kepala Kiara.
Riana tak perlu keluar kamar hanya untuk membuat susu untuk Kiara. Semua telah tersedia di kamar itu. Setelah membuat susu untuk Kiara, Rianapun menggendong gadis mungilnya itu ke ranjang miliknya kemudian memberi minum susu Kiara.
"Sayaang, apa yang sedang diperbuat ayahmu malam ini disana?" tanya Riana sambil mencium kening Kiara yang mulai tertidur kembali.
Riana terlalu keras memikirkan arti mimpinya hingga perempuan itu akhirnya ikut tertidur disamping Kiara.
Sementara itu di rumah Bapak, Diana terlihat sedang membersihkan dirinya di kamar mandi setelah pergulatan penuh gairah yang dilakukannya semalam bersama suaminya, Guntur.
Diana sengaja bangun lebih awal, mandi junub dan keramas kemudian mengeringkan rambutnya dengan hair drayer agar paginya tak menimbulkan pertanyaan apalagi ledekan oleh mpo-mpo iparnya.
Setelah melaksanakan sholat Subuh, Diana membangunkan suaminya yang masih tertidur pulas.
"Heumm..Mas masih ngantuk sayang,"
"Bangun dulu sayang, bersihkan dirimu sebelum penghuni rumah yang lain pada bangun," ajak Diana lagi. Kali ini sembari menciumi wajah Guntur dengan lembut.
Dan...berhasil. Guntur memutuskan untuk bangun dan mandi lebih awal. Namun sebelum melangkah ke kamar mandi, Guntur mengambil kesempatan untuk memeluk tubuh Diana dan mencium aroma tubuh Diana yang wangi karena baru saja habis mandi.
"Hmm..segarnyaaa," ucap Guntur masih belum mau beranjak dari tempatnya.
"Ayooo, jangan malas. Mas mandi dan sholat. Setelah itu kita beres-beres rumah dan masak untuk Mak dan Bapak. Kasian, Bapak dan Mak kayaknya kecapean banget. Jam segini belum juga bangun," ajak Diana.
"Ouwwh..oke..oke. Mas akan bantu kamu beres-beres rumah dan masak, asaaal..," ucap Guntur sengaja menggantung ucapannya.
"Asalkan bentar malam, kita ehm..ehm lagi kayak semalam," jawab Guntur tanpa basa-basi membuat wajah Diana kembali merona merah karena malu.
"Iih...Mas genit...sanaaaa..mandi. Bau tau..," ledek Diana sambil mendorong Guntur ke kamar mandi. Guntur tertawa senang dan membayangkan apa yang akan dilakukannya terhadap Diana sebentar malam.
__ADS_1
Saat selesai melaksanakan sholat Subuh, Guntur memanggil Diana dikamarnya. Diana memenuhi panggilan suaminya sambil membawa segelas kopi hangat untuk sang suami, segelas teh manis untuk dirinya dan kue sisa tahlilan semalam.
"Duduklah An," Guntur menepuk ruang kosong disampingnya.
Diana duduk sambil meletakkan kopi, teh hangat dan kue yang dibawanya. "Terima kasih sayang," ucap Guntur tulus sambil menyeruput kopi hitam kesukaannya yang mulai hangat.
"An, ada yang ingin Mas omongin ke kamu," ucap Guntur memulai apa yang ingin disampaikannya.
"Soal perjanjian nikah kita semalam dan omongan Bapak tentang cincin untuk Riana,"
Mendengar suaminya menyebut nama Riana membuat Diana sontak terdiam. Melihat itu, Guntur kemudian merangkul pundak istrinya dan berkata. "Jangan marah. Dengar dulu apa yang mau Mas bilang," ucap Guntur
Kemudian Guntur merogoh kantung celananya dan mengeluarkan sebuah kotak beludru berwarna merah hati dan membukanya.
Diana tertegung.
Dipandanginya dua buah cincin yang sangat sederhana namun indah. Dibalik cincin itu terukir namanya dan nama Guntur, suaminya.
"Indah sekali Mas. Ini..ini cincin kawin kita?" tanya Diana lagi
Guntur mengangguk dan memperlihatkan ukiran namanya dan nama Diana dibalik cincin itu.
Diana tersenyum bahagia. Dengan mesra, Guntur menyematkan cincin itu di jemari Diana. Kemudian bergantian Diana menyematkan cincin kawin dijari Guntur. Keduanya tersenyum bahagia, tak menyangka jika akhir dari hubungan terlarang mereka akan benar-benar berlabuh ke biduk pernikahan yang sesungguhnya.
"Aku juga memesan cincin yang sama untuk Riana," ucap Guntur membuat Diana terkejut dan memalingkan wajahnya.
Melihat itu, Guntur kemudian membalikkan tubuhnya menghadap Diana yang masih tertunduk.
"Aku kira cincin indah itu hanya khusus untuk kita berdua. Ternyata Riana juga memilikinya!?" Tanya Diana tak percaya.
"Dengar dulu apa yang mau Mas ceritakan," sahut Guntur sambil mulai menceritakan alasan dirinya membeli cincin yang sama untuk Riana.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1