TENTARAKU SUAMIKU

TENTARAKU SUAMIKU
Episode 61. Terlanjur...


__ADS_3

"Kamar 305 ya pak. Silahkan dan selamat beristirahat," ujar si mbak resepsionis sambil menyerahkan kunci kamar nomor 305 kepada Guntur.


"Terima kasih," Guntur mengambil kunci kamar dari tangan si mbak resepsionis dan menarik tangan Diana untuk ikut dengannya.


Sesampainya di kamar 305, Guntur meletakkan barang bawaannya diatas meja dan membanting tubuhnya diatas salah satu tempat tidur yang berkasur empuk. Hotel ini memang bukan hotel berbintang, tapi terlihat bersih dan tertata rapi.


Sementara Diana memandangi tingkah Guntur tanpa berkata sepatah katapun. Masih ada rasa takut dan gugup di hati Diana. Pertemuan Diana dan Guntur setelah 6 bulan lamanya berpisah membuat gadis itu merasakan perasaan yang berbeda.


"Sayang..ayo, sini..duduk di sampingku," Guntur menepuk ruang kosong disampingnya dan mengajak Diana duduk disana.


"Ah..nggak Mas. Aku duduk disini saja," tolak Diana halus. Gadis itu mulai jengah.


Guntur tidak menyerah. Ia berdiri dan berpindah duduk disamping Diana, meraih jemari Diana dan mencium punggung tangan Diana. Dipandanginya pupil mata Diana..tajam dan dalam.


"Aku merindukanmu sayangku," bisik Guntur mesra tepat di daun telinga Diana. Gadis itu bergidik dan mencoba mundur menjauhi Guntur.


Tapi Guntur tidak membiarkan Diana menjauhinya. Kedua tangan kekar Guntur menahan tubuh Diana dan...bibir laki-laki itu mulai mengulum daun telinga Diana.


Diana menggelinjang. Rasa geli sekaligus gairah mulai menghinggapi gadis itu. Kini bibir Guntur mulai menyapu leher Diana kemudian naik ke bibir gadis itu.


"Mas...ka..kamu sudah ber ..janji..hupff !!" Diana berusaha mengingatkan Guntur tentang janjinya untuk tidak menyentuh dirinya.


Namun Guntur tidak perduli. Melihat Diana membuka mulutnya, seketika Guntur langsung menyambar dengan memagut bibir Diana yang masih terbuka sempurna.


"Ma....Mas...Akhh..," Diana berontak. Tapi Diana kalah kuat. Kuncian Guntur ditubuh Diana membuat gadis itu tak mampu berbuat apa-apa. Semakin Diana berontak, semakin kuat Guntur mencengkeramnya.


Pagutan lembut dan belaian Guntur membuat Diana mulai terhanyut dan membalas perlakuan Guntur padanya. Gadis itu mulai teringat masa-masa manisnya dengan Guntur saat masih di kota "T" dan tanpa sadar membuat Diana lupa diri.

__ADS_1


Mereka saling berciuman lebih dalam. Guntur ******* bibir basah Diana dengan rakus. Laki-laki itu memainkan lidah Diana dengan lidahnya. Nafas Diana mulai memburu. Dibalasnya serangan Guntur dengan ciuman yang lebih dalam. Tanpa sadar Diana menggigit bibir Guntur. .


"Akhh..kamu mulai nakal sayang..," Guntur merasa gadisnya kini bakal utuh menjadi miliknya. Perlahan dibaringkannya tubuh Diana yang kini terlihat pasrah dibawah tubuhnya yang kekar.


Merasa Diana merespon dirinya membuat Guntur semakin bergairah. Kerinduannya kepada Diana yang ditahannya selama kurang lebih 6 bulan lamanya membuat Guntur tidak sanggup memenuhi janjinya untuk tidak menyentuh gadis itu.


Tanpa membuang waktu, kedua sejoli yang sedang dimabuk cinta itu tenggelam dalam pergulatan yang menggila hingga saat Guntur memasuki tubuh Diana.


"Akhh..!" Gadis itu menjerit tertahan. Mendengar jeritan Diana, Guntur mulai memperlambat gerakannya dan membiarkan gadisnya untuk menyesuaikan diri. Beberapa kali keduanya mencapai puncak kenikmatan hingga akhirnya keduanya kelelahan dan tertidur.


Guntur memeluk tubuh Diana yang kini tanpa sehelai benangpun, menyelimutinya dan memeluk tubuh mungil gadis itu.


"Sayang..aku berjanji, akan bertanggung jawab. Jangan khawatir," bisik Guntur. Laki-laki itupun tertidur.


\=\=\=\=\=\=!


Keesokan harinya, Diana terbangun oleh sinar matahari yang menyentuh kulit tubuhnya. Diana menggeliat. Huff..kenapa sekujur tubuhku sakit sekali ?? Batin Diana meringis sembari menyentuh bagian bawah perutnya yang terasa sakit.


Pandangan Diana kini beralih ke seseorang yang terbaring disampingnya. Guntur masih tertidur pulas dengan sesungging senyuman puas di bibirnya.


Diana mulai terisak..dan isakannya berubah menjadi tangisan.


Habis sudah...!!! tak ada lagi yang bisa kubanggakan. Aku ternoda..Bodoooooh..!!! bagaimana mungkin aku jadi sebodoh ini..!!! Diana menjambak rambutnya sambil menangis menyesali apa yang sudah dilakukannya dengan Guntur.


Perlahan gadis itu turun dari tempat tidur dan melangkah gontai menuju kamar mandi, membuka full kran shower dan membiarkan tubuhnya basah oleh air yang dingin. Diana meringis. Nasi sudah menjadi bubur.


Bagaimana mungkin aku meminta pertanggung jawaban Mas Gun..nggak mungkin. Dia sudah beristri, nggak mungkin dia milih aku..Bodohnya aku. Harusnya aku nolak..harusnya aku sadar dan memilih tidak ikut dengannya nginap di hotel ini..batin Diana mengutuk dirinya sendiri.

__ADS_1


Sementara itu, Guntur yang terbangun dan menyadari Diana tidak lagi berada disisinya mencoba mencari gadis itu. Ketika dilihatnya pintu kamar mandi tertutup dan terdengar bunyi shower di kamar mandi, laki-laki itu menarik nafas lega. Syukurlah..dia tidak pergi batin guntur lega.


Guntur turun dari tempat tidur hendak menyusul Diana. Saat melihat bercak merah di bekas tempat yang ditiduri Diana, laki-laki itu menghela nafasnya. Satu langkahku berhasil...Diana nggak akan berani memilih laki-laki lain batin Guntur puas.


Semalam saat Diana lengah, Guntur dengan sengaja memeriksa gadget Diana dan membaca isi pesan WA yang dikirim Syahrial kepada Diana.


Guntur naik darah. Emosinya tersulut saat membaca isi pesan WA Syahrial.


"An..untuk apa kamu ikut laki-laki beristri itu. Pake nginap segala.. Jangan bodoh An..!! Jangan kemakan rayuan dia. Kali ini dia khianati istrinya..esok-esok gantian kamu yang akan dikhianati. Sadar An...Sadaaar..!! begitu bunyi pesan WA Syahrial di gadget Diana.


Dengan emosi Guntur mematikan hp Diana agar dirinya bebas berduaan dengan Diana tanpa diganggu WA ataupun telepon dari Syahrial.


Isi WA Syahrial semakin menguatkan tekad Guntur untuk memiliki Diana seutuhnya. Membuat Diana tidak berkutik dan tidak berani berpikir untuk menggantikan posisinya dengan laki-laki lain.


Guntur melihat jam di gadgetnya. Sudah hampir satu jam lebih dia menunggu. Tapi Diana belum juga keluar dari kamar mandi. Guntur mulai gelisah. Bergegas dia melangkah menuju kamar mandi. Guntur memutar handle pintu kamar mandi...terkunci.


Perasaannya mulai tidak enak. Apa yang dilakukan Diana selama itu di dalam kamar mandi, batin Guntur gelisah. Tanpa membuang waktu, didorongnya pintu kamar mandi. Dengan sekali hentak pintu kamar mandi terbuka.


Guntur terkesiap..


Diana tergeletak di lantai kamar mandi dibawah guyuran air shower kamar mandi hotel. Tubuh gadis itu tidak bergerak dan terlihat memucat.


Secepat kilat Guntur melompat dan meraih handuk yang tergantung di kamar mandi, mengangkat tubuh Diana serta membungkusnya dengan handuk kering.


Dibopongnya tubuh Diana dan dibaringkannya diatas tempat tidur. Guntur menyelimuti tubuh Diana, berusaha menghangatkan tubuh gadis itu yang sedingin es.


"Diana sayang..bangun..heii...!" Guntur memanggil-manggil nama Diana sambil menepuk perlahan pipi gadis itu. Tak ada reaksi. Diana masih diam. Guntur mengambil minyak kayu putih di tas Diana dan membalurkannya di kedua telapak tangan dan kaki gadis itu, kemudian mencoba menyadarkan Diana dengan membuat Diana mencium aroma khas minyak kayu putih.

__ADS_1


Perlahan Diana mulai tersadar. Tubuhnya masih menggigil. Masih berselimut tebal, Guntur memeluk tubuh Diana dan berusaha menghangatkan tubuh Diana.


\=\=\=\=\=


__ADS_2