
Riana membenahi beberapa cangkir kosong dan sisa penganan yang disajikannya tadi ketika ada kunjungan rutin dari Ibu Danyon dan rombongannya.
Kiara masih tidur dan Guntur suaminya sudah kembali lagi ke kantor. Setelah sholat Dhuhur, Riana bermaksud hendak ke warung depan untuk membeli sesuatu mumpung Kiara masih tidur. Namun langkahnya terhenti begitu mendengar suara Kiara. Rupanya gadis kecilnya itu sudah bangun
Buru-buru Riana menuju kamar Kiara dan menggendongnya. Karena Kiara belum makan siang, Riana memutuskan untuk memberi makan Kiara dengan makanan yang tadi dibeli suaminya. Namun terlebih dahulu Riana memanaskan makanan Kiara di microwave. Setelah dirasa cukup Rianapun menyuapi Kiara.
"Kiara makan ya, Mamah suapin,' tutur Riana sembari menyuapi Kiara. Gadis mungil itu mengangguk setuju.
Setelah beberapa suapan Riana mulai mengajak Kiara ngobrol. "Tadi Kiara jalan-jalan kemana aja. Kok lama banget jalan-jalannya sayang?" tanya Riana.
"Euum..Kiala ke lumah Ibu Mah," jawab Kiara polos.
"Ibu...?" tanya Riana tidak mengerti. Keningnya berkerut. Selama ini Kiara tidak pernah menyebut seseorang dengan sebutan Ibu.
"Iya Mah..Ibu," ulang Kiara.
"Rumah ibu jauh atau deket sayang?" tanya Riana lagi, penasaran.
"Jauh Mah. Lumah Ibu jauuh," jawab Kiara dengan mimik wajah yang menggemaskan.
Siapa yang ditemui suaminya dan Kiara tadi ?. "Ibu namanya siapa sayang," tanya Riana ingin mengorek lebih dalan cerita tentang Ibu yang dimaksud Kiara.
Kiara terlihat sedang berpikir keras, siapa nama Ibu yang ditemuinya tadi. Namun karena telah terbiasa dengan panggilan Ibu .akhirnya Kiara malah benar-benar melupakan nama Diana.
Riana yang berusaha untuk mengorek keterangan dari putrinya akhirnya menyerah. Haah..percuma saja aku paksa, Kiara tetap akan lupa. Tapi aku jadi benar-benar penasaran. Sebaiknya besok aku biarkan mereka pergi berdua. Tinggal aku buntuti dari jauh biar mereka nggak curiga.
"Ya udah kalau Kiara lupa nama Ibu. Besok kan Kiara ketemu Ibu, Kiara tanya ya. Nanyaknya gini..Nama ibu siapaa?" ujar Riana mengajari putrinya.
Kiara mengangguk tanda mengerti ucapan Mamahnya. "Pinter Putri Mamah. Ya udah, sekarang Kiara selesain makannya ya," ucap Riana sambil menyuapi Kiara kembali.
Sementara itu di penginapan, setelah tiba di kamar, Guntur yang sejak tadi sudah merasa lapar langsung mengambil dua kotak nasi Padang yang tadi dibelinya.
"Ayo An..kita makan. Mas lapar banget," ajak Guntur.
__ADS_1
"Iya Mas. Aku ambil air dulu," jawab Diana sambil pergi mengambil dua botol air mineral dingin di dalam freezer dikamarnya.
"Mas..apa Mas nggak khawatir kalau Kiara kelepasan dan ngomong ke Mamahnya soal Aku?" tanya Diana khawatir saat mereka sedang makan berdua.
"Nggak An, nggak usah khawatir. Tadi Kiara sudah Mas ajarin. Kiara nggak akan nyebut nama kamu An. Mas bilang ke Kiara kalau mamah nanyak Kiara ketemu siapa, Kiara bilang ketemu IBU ya...Aku yakin Kiara nggak akan cerita," ujar Guntur yakin.
"Syukurlah kalau Mas yakin. Tapi aku tetap khawatir Mas!" seru Diana.
"Tenang aja sayang. Ayo, selesaikan makan siangmu," ucap Guntur meminta Diana untuk tidak khawatir.
"Selesai makan siang Mas balik dulu ke kantor. Ntar malam Mas kesini lagi,"
"Iya Mas," Diana mengangguk dan menyelesaikan makan siangnya. Diana mengantar suaminya hingga pintu keluar.
Setelah saling memberi kecupan sayang, Gunturpun kembali ke kantor meninggalkan Diana yang lebih memilih untuk tidak kemana-mana.
Diana membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur sambil menghidupkan tv. Karena ngantuk Diana akhirnya tertidur hingga malam mulai menjelang.
Hari mulai gelap ketika Diana terbangun. Hmm, sudah jam berapa ini. Duuh, perutku lapar. Sebaiknya aku keluar sebentar mencari makan di depan penginapan, batin Diana kemudian mengambil jaket milik Guntur dan keluar kamar.
"Hmm, ramai juga. sebaiknya aku makan sambil duduk santai di alun-alun," guman Diana yang kemudian melangkah menuju salah satu gerobak kuliner khas yang menjual berbagai macam froozen food dan makanan ala-ala korea.
Setelah memesan beberapa jenis froozen food dan korean food, Diana kemudian memgambil tempat di salah satu tikar lesehan yang digelar si abang di depan gerobaknya.
Sambil menunggu pesanannya datang, Diana mengedarkan pandangannya ke sekeliling dan menikmati keramaian ditempat itu. Tiba-tiba mata Diana tertumpu pada sosok seorang laki-laki berbadan kekar yang sedang menggendong bocah perempuan dan disamping laki-laki itu terlihat seorang wanita cantik yang bergelayut mesra di lengan kokoh si lelaki.
Diana tersenyum. hmm, keluarga kecil yang serasi. Pasti mereka sangat bahagia. Batin Diana sambil menikmati korean food pesanannya yg dibawa si abang barusan. perhatiannya sempat teralihkan, namun Diana kembali mencari ketiga sosok yang dilihatnya tadi.
Dan, alangkah terkejutnya Diana. Ternyata ketiga sosok yang dikaguminya barusan adalah....Suaminya Guntur, Kiara dan...perempuan itu,..
Perempuan itu pasti Riana. Batin Diana sambil secepatnya membalikkan tubuhnya agar tidak terlihat oleh Guntur dan Kiara.
"Astagaaa..kenapa Mas Gun justru membawa Istri dan anaknya kesini?" sesal Diana. Walau ada sedikit rasa cemburu dihati Diana melihat adegan barusan, Namun Diana tak bisa berbuat apa-apa. Perempuan muda itu terikat janji dengan Bapak mertuanya untuk tidak mengusik kehidupan Suaminya dengan Riana dan Kiara.
__ADS_1
Secepatnya Riana berbalik dan bersembunyi dibalik ramainya orang-orang yang duduk disekitarnya. Sementara Guntur yang tidak menyadari keberadaan Diana di tempat itu justru mengambil tempat tepat di belakang tempat Diana duduk.
"A' aku pesen makanan dulu ya," pamit Riana yang kemudian berdiri dan pergi memesan makanan untuk mereka bertiga.
"Iya Ri..jangan lupa kopi hitamnya," Guntur mengingatkan istrinya.
Diana yang duduk tepat dibelakang Guntur kaget setengah mati.
"Ibu...?" tiba-tiba terdengar suara Kiara.
Guntur yang sedang memainkan hpnya tersentak kaget mendengar suara Kiara. Ibu..? Itu kan panggilan Kiara untuk Diana ?
"Kiara bilang apa tadi...Kiara lihat Ibu ?" tanya Guntur yang kemudian berbalik dan melihat kearah yang ditunjuk Kiara.
Alangkah kagetnya Guntur. Tepat dibelakangnya duduk Diana sendirian memunggungi mereka.
"An..?" panggil Guntur kemudian matanya bebalik mengarah ke Riana yang masih berdiri di depan gerobak bakso.
"Mas..aku tadi kelaparan. Makanya aku kesini buat nyari makan. Ga taunya ketemu Mas. Tadinya aku mau langsung menghindar, tapi udah ga sempat karena Mas, Riana dan Kiara udah keburu duduk diasitu," bisik Diana takut kedengaran Kiara.
"Ibu..gendong," tiba-tiba Kiara mendekati Diana dan minta digendong.
Diana gelagapan, bingung ...mau nolak atau mengiyakan permintaan Kiara. Sementara dari kejauhan terlihat Riana sudah selesai memesan Makanan.
"Sama Ayah aja ya sayang, ibu ke toko dulu beliin Kiara cokelat. Nanti ibu balik baru main sama Kiara..oke !?" seru Guntur mengalihkan perhatian Kiara.
"Holeee..cokelat..iya Bu..iya Ayah," ucap Kiara girang dan kembali ke pangkuan Ayahnya.
"Aku pergi dulu Mas," pamit Diana dan langsung berdiri dan pergi. Disaat yang sama Riana tiba di tempat Guntur dan Kiara duduk.
"Siapa tadi A'?" tanya Riana yang sempat melihat suami dan putrinya ngobrol dengan Diana.
"Ooh...bukan siapa-siapa An, kebetulan aja pernah ketemu waktu ngajak Kiara jalan-jalan tadi," jawab Guntur mengelak.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=