TENTARAKU SUAMIKU

TENTARAKU SUAMIKU
Episode 52. Syahrial Batal Pulang Demi Diana.


__ADS_3

"Ting..." Syahrial masih serius menyelesaikan beberapa tugasnya ketika suara gadgetnya berbunyi. Wa masuk dari Diana.


"Mas, aku mau ngomong. Penting...! bisa ketemuan ga skarang..!?


"Boleh...aku ke kamar kamu sekarang ?" tanya Syahrial.


"Ga usah mas, kita ketemuan di kantin aja. aku tunggu...!"jawab Diana


Syahrial membereskan buku-bukunya yang berserakah diatas meja, mengambil dompet dan hpnya kemudian bergegas keluar kamar menuju kantin kampus.


Jam masih menunjukkan pukul 22.30 WIB. Gedung Asrama mulai sepi. Hanya terlihat beberapa kamar yang lampunya masih menyala pertanda penghuninya masih melek, ngerjain tugas atau apalah. Sementara di ruang TV terlihat beberapa kawan-kawan Syahrial sedang main karambol. Sri juga kelihatan diantara mereka.


Biasanya kantin kampus tutup jam 12 malam atau lebih, tergantung pengunjung yang datang. Berarti masih ada waktu beberapa jam lagi. Syahrial mempercepat langkahnya.


"Mas...!!" Seseorang memanggil namanya. Syahrial menoleh kearah suara yang sangat dikenalnya. Diana terlihat berdiri di depan pintu keluar asrama. Tangannya melambai kearah Syahrial.


Bergegas Syahrial mendekati gadis itu.


"Kamu...udah dari tadi..?" tanya Syahrial sambil melihat disekeliling mereka. Sepi...


"Nggak kok mas, baru aja nyampe,"


"Ya udah..ayo..kita jalan," ajak Syahrial sambil menggenggam tangan Diana.


Berdua mereka melalui koridor kampus menuju kantin. Sepi... Keduanya berjalan sambil bergandengan tangan.


"Apa yang mau kamu omongin An?" Tanya Syahrial sambil tetap berjalan.


"Nanti aja mas..di kantin," jawab Diana masih enggang bicara.


"Sambil jalan aja...ayok, cerita ke aku," sergah Syahrial sambil menarik tubuh Diana lebih dekat kearahnya. Dirangkulnya pundak gadis itu.


"Baiklah mas. emm...tadi mas Gun Wa ke aku. Katanya dia udah sampai di Jakarta," ucap Diana pelan. Sontak Syahrial menghentikan langkahnya.


"Apa..?, terus.., apa lagi katanya..!? tanya Syahrial penasaran. Kali ini sambil menoleh kearah Diana. Ditariknya tangan Diana dan menuntunnya untuk duduk di salah satu bangku taman dekat kantin kampus.

__ADS_1


"Besok mas Gun mau jemput aku mas, mau diajak ke rumah orang tuanya," jawab Diana tertunduk.


Tak ada suara. Diana menoleh ke arah Syahrial. Laki-laki itu hanya diam. Dari raut wajahnya terlihat agak tegang.


"Gimana ini mas?. tanya Diana sambil menyentuh tangan Syahrial. "Aku harus gimana?" tanya Diana lagi.


Syahrial mengelus dagunya, berfikir..apa yang harus dilakukannya agar Diana tak bertemu Guntur besok.


"Kamu nggak boleh ketemu dia An, apalagi mau diajak ke rumah orang tuanya," Syahrial memberi saran. Ada cemburu dalam nada suaranya.


"Bagaimana caranya?. Dia pasti datang besok mas. Aku tau betul sifat mas Gun,"


"Ya...kamu tolaklah. Cari alasan apa kek ..lagi ujian atau apalah biar dia nggak jadi datang..!" saran Syahrial. Kali ini nada suaranya agak meninggi.


"Kan besok hari Sabtu mas. Masa sich aku pakai alasan itu..?


"Dia kan nggak tau An, kalau Sabtu kita libur..!"


"Dia tau mas, Semua jadwal kita di kampus dia tau,"


"Ya....enggaklah mas..! bukan aku. Mungkin dia cari tau sendiri dari teman-teman sekantor aku di kota "T"...atau..atau dia dapat infonya dari teman-teman sekampus kita..?, aku nggak tau mas," jawab Diana mereka-reka.


Syahrial tampak berpikir. "Kamu punya ide An?" tanya Syahrial sambil menoleh kearah Diana.


"Ada...emm..besok mas nggak usah pulang ke kota "C". Mas disini aja," jawab Diana.


"Aku nggak bisa An. Minggu kemaren aku nggak pulang. Jadi besok aku harus pulang," seru Syahrial sedikit ragu.


Diana memalingkan wajahnya. Dia tau Syahrial akan menolak permintaannya. Toh dirinya hanya pacar sementaranya Syahrial. Bagaimana mungkin Diana berharap lebih kepada Syahrial.


Diana berdiri membelakangi Syahrial yang masih duduk. "Jadi...mas nggak bisa bantu aku..!?" tanya Diana masih membelakangi Syahrial.


"Bukan begitu An...ayoo..duduk dulu," jawab Syahrial sambil menarik tangan Diana untuk duduk.


"Aku pesenin minuman dulu ya biar kita ngomongnya lebih santai," ujar Syahrial sambil melangkah menuju kantin kampus.

__ADS_1


Dipesannya satu gelas kopi hitam untuknya dan coklat panas untuk Diana serta beberapa buah gorengan dan cup cake brownies. Setelah mengambil dan membayar pesanannya, Syahrial kembali ke tempat Diana duduk.


Terlihat Diana masih manyun. Wajahnya terlihat gelisah. Begitu melihat apa yang dibawa Syahrial, rona wajah Diana agak berubah. Apalagi pas melihat minuman coklat panas yang dibawa Syahrial untuknya.


"Minum dulu An..biar badan dan mood kamu enakan," seru Syahrial sambil memberikan segelas coklat panas yang dibawanya ke tangan Diana dan meletakkan sisa bawaanya di atas bangku taman.


Diana menempelkan kedua telapak tangannya di gelas yang masih panas dan mencoba menyerap hawa panas ketubuhnya. Terasa hawa hangat menjalari tangan Diana. Kota "Bd" dimalam hari memang sangat dingin. Saking dinginnya sampai-sampai dalam hitingan detik minuman panas cepat sekali dingin.


Syahrial duduk disamping Diana sambil menghirup uap hangat kopi hitam miliknya. Katanya uap hangat kopi hitam setara vitamin C pada beberapa buah jeruk manis. Makanya setiap kali menikmati segelas kopi panas, Syahrial selalu menghirup uap hangat dan wangi dari kopi sampai kopinya cukup dingin baru diminumnya.


Beberapa saat kemudian setelah dilihatnya Diana sudah lebih tenang, Syahrial kemudian memulai kembali percakapan mereka tentang rencana besok.


"An, demi kamu...besok aku nggak jadi pulang," putus Syahrial kemudian sambil melihat reaksi Diana.


Diana menoleh. Dilihatnya wajah Syahrial yang sedang menatap kearahnya. Ekspresi wajahnya tidak bisa ditebak Diana.


"Benarkah..?. maafkan aku mas...aku jadi egois," sesal Diana.


"Nggak papa...ini tugas pertamaku sebagai pacar kamu kan..?. Lagian aku nggak ikhlas kamu ketemuan sama laki orang..!!" ucap Syahrial sedikit menohok hati Diana. Tapi Diana diam saja, sadar diri dengan ucapan Syahrial barusan.


Diana tersenyum kecut. Sesaat kemudian gadis itu nyeletuk. "Iiihh mas Riil...tega amat ngomong gitu ke aku..!?" ucap Diana pura-pura merajuk. Padahal hatinya senang bukan kepalan karena besok Syahrial memilih tidak pulang dan membantu dirinyaenghadapi Guntur.


Malam semakin larut. Diana dan Syahrial masih menikmati minuman hangat mereka yang sudah dingin. Cuaca dingin semakin menusuk pori-pori kulit mereka. Terlihat Diana menggosok-gosokkan kedua bahunya, mencoba mengusir udara malam yang semakin dingin.


"Ayo..kita pulang...," ajak Syahrial sambil membereskan sisa-sisa makanan mereka yang nyaris habis dan membuangnya ke tong sampah.


Berdua mereka kembali ke Asrama. Kantin sudah tutup sejak 15 menit yang lalu.


Sesampainya di tangga menuju kamar Diana, Syahrial berhenti dan menarik tubuh Diana ke pelukannya. Dikecupnya kening Diana. Gadis itu diam saja.


"Selamat tidur sayang....besok pagi kita sarapan diluar ya," Syahrial melepas pelukannya. Diana mengangguk setuju kemudian melangkah pergi meninggalkan Syahrial yang masih berdiri ditempatnya.


"Udah mas...balik ke kamar...," bisik Diana pelan sambil tersenyum manis, takut suaranya kedengaran penghuni asrama. Syahrial mengangguk dan melangkah pergi.


\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2