TENTARAKU SUAMIKU

TENTARAKU SUAMIKU
Episode 143. Mengejutkan....


__ADS_3

3 bulan telah berlalu sejak Diana dipindah tugaskan ke kota ktg dan sejak Guntur memutuskan untuk menjalani hubungan pernikahannya dengan Diana  tanpa komitmen apapun.


Diana sedang bersiap-siap hendak pulang ke rumah dinasnya ketika tiba-tiba ponsel di tas Diana berdering...


Kriiing...kriiing...kriiing...


Sambil berjalan kearah parkiran motor didepan kantor, Diana merogoh isi tasnya..


“Bapak---!?,” guman Diana terkejut ketika membaca nama orang yang barusan meneleponnya.


Sedikit tak percaya, buru-buru Diana mengangkat telpon Bapak Mertuanya.


“Assalaamualaikum Bapak,” ucap Diana ditengah kebingungannya.


Sejak menikah dengan Guntur, Diana jarang menerima telepon dari Bapak mertuanya, kecuali untuk hal-hal yang mendesak barulah Bapak menghubungi Diana.


Tumben...ada apa ya Bapak nelpon aku?” batin Diana bertanya-tanya.


“Wa’alaikumsalaam," jawab Bapak singkat


“Bapak dan Mak apa kabar ?, sehat ya Pak !?," tanya Diana membuka pembicaraan mereka.


“Alhamdulillah Bapak dan Makmu sehat. Nak Ana sendiri gimana kabarnya..sehat ?” tanya Bapak mencoba mengurai kekakuan diantara dirinya dengan menantunya itu.


“Alhamdulillah pak, Ana sehat,"


"Kamu nggak pengen tau kabar Suamimu ?," tanya Bapak hati-hati.


"Euum..eh...i--- iya pak, gi..gimana kabar Mas Gun," tanya Diana gagap.


Hubungannya Diana dan Guntur yang renggang beberapa bulan terakhir membuat mereka tidak saling bertukar kabar.


Saat merindukan suaminya, Diana hanya membuka medsos dan melihat akun Guntur.


Terkadang di akun FB Guntur, terlihat foto maupun video kebersamaan Guntur dan Riana dalam kegiatan-kegiatan mereka sebagai anggota TNI dan Istri TNI.


Saat melihat ada foto maupun video yang menunjukkan kemesraan Guntur dan Riana, Diana hanya menarik nafas pendek dan buru-buru mengalihkan perhatiannya ke postingan lainnya begitu hati dan matanya kompak merasakan panas yang menjalar.


“Suamimu sehat Nak..tapi..dia lagi tersandung masalah dengan Riana istri pertamanya,” sahut Bapak membuat Diana berdebar.

__ADS_1


“Masalah..?!” tanya Diana mengulang ucapan Mertuanya.


“Iya Nak. Suamimu ketahuan  kalau dia sudah menikahi kamu,” jawab Bapak membuat Diana terkejut


“Ap--- apa Pak, Mas Gun ketahuan !?” tanya Diana tidak yakin dengan apa yang baru saja didengarnya.


"Iya."


“Sumpah Demi Allah Pak,, Ana nggak pernah ngomong ke Riana atau siapapun tentang status pernikahan Ana dan Mas Gun,” ucap Diana mencoba meyakinkan Bapak mertuanya.


Diana tau akibat yang harus diterima Suaminya jika ketahuan menikah lagi.


Dirinya khawatir dicurigai sebagai penyebab retaknya rumah tangga Guntur dan Riana oleh Bapak Mertuanya.


“Iya..Bapak tau Nak. Dan Bapak yakin kamu nggak bakal ngomong ke siapapun soal pernikahan kalian. Ini bukan salah kamu,” jawab Bapak bersahaja membuat Diana lega.


“Terus Pak, gimana ceritanya sampai Riana tau tentang status pernikahan Ana dan Mas Gun?” tanya Diana penasaran.


Ada sebersit rasa berbeda yang hadir dihati Diana. Tiba-tiba perempuan itu sangat merindukan Guntur Suaminya.


“Kemarin Suamimu bertengkar hebat dengan Riana gara-gara dia minum-minum saat ke club malam bersama teman-temannya. Lalu tanpa sadar Suamimu ngoceh kalau dia sudah menikahimu Nak,” ujar Bapak panjang lebar..


Degg...Diana tersentak.


Jantung Diana tiba-tiba berdebar kencang.


Sedikit rasa senang terbersit dihati perempuan itu. Akhirnyaaa..rahasia ini terungkap juga tanpa campur tangan aku, batin Diana lega.


“Lalu pak ?!” tanya Diana penasaran.


“Hmm..ini semua salah Guntur anak Bapak. Bapak nggak nyalahin kamu maupun Riana. Ini resiko yang harus ditanggung Masmu atas keputusannya menikahi kamu tanpa seijin dan sepengetahuan Riana Istri pertamanya,” Bapak menghela napas panjang..


Terdengar ada sedikit penyesalan dinada suara Bapak. Namun lelaki tua itu hanya bisa menyerahkan semua keputusannya kepada Guntur, putra kebanggaannya.


“Riana marah besar. mereka bertengkar hebat hingga suamimu naik pitam dan menampar Riana. Dalam kemarahannya Riana akhirnya pulang ke rumah orang tuanya. Namun sebelum dia pulang, Riana melaporkan suamimu ke Dan-Yon,” lanjut Bapak dengan nada suara yang sulit untuk dilukiskan.


Diana terkejut.


Walaupun Diana tau ini resiko yang harus dihadapi Guntur dan suatu saat pasti bakal terjadi, namun tetap saja berita yang dibawa Bapak mertuanya membuat Diana merasa bersalah.

__ADS_1


“Maafkan Diana pak. Ini semua kesalahan Diana. Harusnya Diana nolak waktu mas Gun ngajak Diana nikah,” sesal Diana.”Lalu Mas Gun gimana pak. Gimana sikap yang diambil Mas Gun !?”


“Masmu memutuskan untuk pergi sebelum diproses oleh batalion nak Ana. Dia memutuskan untuk kabur dan nyusul kamu,” jawab Bapak membuat Diana semakin terkejut.


“Apa pak...nyusul Diana..!!?” tanya Diana, tidak yakin dengan apa yang baru saja didengarnya.


“Bapak ngijinin?” tanya Diana penasaran.


“Iya Nak. Mau tak mau Bapak harus ngijinin Suamimu untuk nyusul kamu. Karena Bapak tau, karier dan rumah tangga anak Bapak dengan Riana sudah selesai saat Riana memutuskan untuk ngelaporin Guntur ke Batalion,” jawab Bapak.


Diana menghela napas..


Entah perasaan apa yang saat ini berkecamuk dalam hati perempuan itu. Disatu sisi Diana senang akhirnya status pernikahannya dengan Guntur diketahui Riana.


Namun disisi lain Diana juga merasa bersalah karena gara-gara dirinya, Guntur harus melepaskan statusnya sebagai  seorang Anggota TNI AD.


Terlebih-lebih kepada Bapak mertuanya..Diana merasa sangat bersalah karena sebagai orangtua tentu Bapak sangat  ingin bisa tetap melihat putra kebanggaannya sebagai seorang Tentara.


Ahh...maafkan Diana Bapak....batin Diana menyesal.


“Tapi Pak, menurut Diana pernikahan Mas Gun dan Riana masih bisa diselamatkan jika  Riana dan Mas Guntur mau. Asal Riana mau ngalah dan tidak memperkarakan Mas Gun. Iya kan Pak !?”.Diana mencoba memberi solusi.


“Percuma Nak. Kamu kan tau sendiri bagaimana Riana. Dia keras kepala... nggak mau ngalah,” jawab Bapak. “Bapak paham...Bapak ngerti kalau Riana marah. Makanya Bapak nggak  bisa berbuat apa-apa. Biarlah Guntur dan Riana menyelesaikan masalah mereka sendiri,”


Sekali lagi Diana menarik nafasnya.


“Lalu, Mas Gun dimana pak ?!” tanya Diana penasaran.


“Saat ini Suamimu dalam perjalanan dengan pesawat ke Mo, nyusul kamu nak. Bapak nggak bisa berbuat apa-apa. Hanya Bapak pesan sama kamu, tolong kamu terima Suamimu. Jaga perasaannya dan temani dia dalam suka maupun duka. Saat ini Suamimu sedang labil nak. Dia butuh kamu Istrinya,” nasehat Bapak dengan suara beratnya.


“Iya Pak. Maafkan Diana. Diana janji akan melaksanakan amanat Bapak. Walaupun beberapa bulan kemarin Diana dan Mas Gun sudah memutuskan untuk menjalani pernikahan kami tanpa komitmen yang mengikat satu sama lain, tapi setelah kejadian ini, Diana nggak akan lepas tangan begitu saja. Diana akan mendampingi Mas Gun sebagai Istri yang baik Pak,” janji Diana.


“Ya udah nak. Kalau Masmu sudah sama kamu, kabarin Bapak ya, Assalaamualaikum” pinta Bapak menutup pembicaraannya dengan Diana.


“Iya Pak..salam Diana buat Mak,”


“Wa’alaikumsalaam,”


Diana tertegung. Takdir hidupnya memang tak bisa ditebak. Baru beberapa bulan kemarin dirinya ditalak satu oleh suaminya, hari ini suaminya memutuskan untuk nyusul dirinya.

__ADS_1


Dengan agak tergesa-gesa Diana segera menuju parkiran, mengambil motornya dan melaju menuju rumah Dinas Diana.


Aku harus bersiap-siap menyambut Mas Gun. Kata Bapak mas Gun nggak tau kalau Bapak nelpon ke aku. Mungkin pertengkaran kami beberapa bulan kemarin masih menyisakan sesal dihati mas Gun, batin Diana dalam perjalanan pulang. -----


__ADS_2