TENTARAKU SUAMIKU

TENTARAKU SUAMIKU
Episode 33. Berpisah Lagi..


__ADS_3

Siang itu rumah Diana terlihat ramai. Inah, Imah, Nani dan Nina terlihat bercengkerama sambil ikut membantu Diana mempersiapkan koper yang akan dibawa nanti sore.


Setelah menyelesaikan beberapa urusan administrasi di kantor, Diana pulang dan mempersiapkan diri untuk keberangkatannya ke kota Makassar sore nanti..


Tak terlihat sosok Guntur dirumah Diana. Rupanya menjelang dini hari tadi, barulah laki-laki itu mau disuruh pulang ke baraknya. Walaupun Diana kurang tidur semalam akibat "aksi" Guntur kepadanya, tapi gadis itu terlihat fresh dan ceria.


Sementara itu di barak, Guntur telah rapi berseragam dinas. Laki-laki itu mengikuti seluruh rutinitas kedinasan seperti biasa. Tak terlihat mengantuk walau semalaman dirinya tidak tidur sama sekali.


Walau berat membiarkan Diana pergi begitu saja, namun Guntur berusaha bersikap sewajar mungkin.


Tidak ada yang tidak mungkin bagiku. biar takdir yang menentukan siapa bidadari syurgaku. Mungkin Riana, Diana atau mungkin keduanya.. batin Guntur mulai egois.


\=\=\=\=\=\=\=\=


Hari menjelang sore. Setelah sholat Dhuhur, Diana bersiap untuk ke bandara. Gadis itu clingak-clinguk mencari keberadaan kekasihnya.


"Ditelepon aja An, kali aja orangnya masih sibuk. Nanti mas Gun bisa nyusul ke bandara," Inah memberi saran kepada adiknya, disambut anggukan ketiga sahabat Diana.


"Baiklah..," sahut Diana sambil membuka gadgetnya dan menghubungi Guntur.


Tuuut...tuuut....tuuut, terdengar suara panggilan masuk namun tidak diangkat.


Ah, mungkin dia masih sibuk. Biar aja dech. Aku kirimin pesan aja. batin Diana akhirnya.


Setelah mengetik pesan singkat kalau dirinya sudah menuju bandara, Diana kemudian menutup ponselnya dan bersama Imah, Nani dan Nina menuju bandara menggunakan mobil Inah dan Rama.


Tak berselang lama, sampailah rombongan di bandara. Saat turun dari mobil, Diana kaget. Sekilas dirinya seperti melihat sosok Guntur di bandara. Tapi gadis itu tidak yakin. Dicarinya sosok yang tadi dilihatnya. Dan...ternyata benar. Itu dia, Guntur Pramudya, kekasihnya.


Ada yang berbeda kali ini. Laki-laki itu berseragam dan bersenjata lengkap. Inah, Nani dan Nina yang akhirnya melihat keberadaan Guntur sontak tersenyum dan tertawa cekikikan.


"ASTAGAAAA..Anaaaa, kamu kayak ibu pejabat aja, diantar sama tentara berseragam lengkap ha..ha..ha !!" celetuk Nina disambut tawa Inah dan Nani.

__ADS_1


Diana tersenyum, tak menggubris candaan sahabat-sahabatnya. Terlihat beberapa teman Guntur juga berpenampilan sama.


Kayaknya masku ngambil tugas pengamanan di bandara biar sekalian nganterin aku, pikir gadis itu sedikit bangga.


Diana melambaikan tangannya kearah Guntur. Laki-laki itu bergegas mendekati Diana begitu melihat kehadiran gadis itu bersama rombongannya.


"Mas, udah dari tadi disini?" tanya Diana setibanya Guntur dihadapannya. seyumnya merekah.


"Iya, aku sengaja gantiin teman yang bertugas disini, biar aku bebas nganterin kamu sampai ke pesawat," bisik Guntur sambil tersenyum jenaka. Dipandanginya Diana dari ujung rambut hingga ujung kaki.


"Jangan terlalu cantik dihadapan orang lain sayang, cukup untuk aku saja," ujar Guntur mesra begitu dekat ditelinga Diana.


Diana melotot, matanya mengerling kesana kemari, memberi isyarat kekasihnya untuk berhenti menggoda dirinya.


Kedua sejoli itu tidak menghiraukan kehadiran Imah, Nani dan Nina. Mereka asyik berduaan dan saling menggoda hingga sebuah tepukan mendarat di pundak Diana. Gadis itu kaget dan berpaling ke belakang. Didapatinya Nina, Nani dan Imah sudah berdiri dibelakang mereka.


"Jiaaahh...kita dikacangin girls...!!" seru Nani kepada sahabat-sahabatnya disambut gelak tawa semua yang ada disitu. Diana tertawa.


Biar bagaimanapun, beberapa bulan bersama Guntur Pramudya telah memberinya hari-hari yang indah dalam hidup Diana.


Kita bertemu baik-baik mas dan kita harus berpisah baik-baik juga. Diana menatap dalam-dalam wajah Guntur, memahat wajah tampan itu didalam hati dan ingatannya.


Yang ditatap masih asyik berbincang dengan sahabat-sahabat Diana. Namun sudut matanya menangkap tatapan sendu mata Diana. Tanpa basa basi diraihnya jari-jemari Diana dan diselipkan diantara jari-jemarinya.


Laki-laki itu meremas lembut jemari Diana, seolah memberi kekuatan dan keyakinan kepada Diana.


"Kita pasti akan bertemu kembali sayang, aku janji," bisiknya lagi, kali ini sembari mengangkat dan meletakkan jemari Diana didadanya, mendekap dan menciumnya mesra.


Terdengar suara petugas bandara memberitahukan bahwa pesawat Garuda dengan tujuan Makassar beberapa menit lagi akan segera berangkat. Guntur melepas genggaman tangannya. Wajah laki-laki itu tiba-tiba berubah, entah apa yang dirasakannya saat itu. Tapi degup di jantungnya terasa berdetak lebih cepat.


"Anaaaaa...selamat jalan yaaa, semoga sampai ke Makassar dan kembali nanti dengan selamat. Kami bakal sangat merindukanmu," teriak Nina sembari memeluk Diana diikuti Nani dan Imah. Mereka saling berpelukan dan memberi semangat.

__ADS_1


"Semangat ya An, semoga kamu berhasil mengikuti ujian besok dan lulus dengan nilai tertinggi," Imah menyemangati disambut anggukan Diana.


Sudut netra gadis itu memerah, tapi dikuatkan dirinya agar pertahannya tidak jebol karena air mata. Setelah check in, Diana diantar Guntur menuju ruang tunggu. Laki-laki itu tak bersuara, dan tidak pula melepas genggaman tangannya di jemari Diana. Gadis itupun diam dan mengikuti langkah Guntur.


Tak berselang lama terdengar pengumuman agar para penumpang naik ke pesawat. Diana mengerling kearah Guntur. Laki-laki itu masih tak bersuara.


"Mas,..aku harus pergi," ucap Diana mengagetkan Guntur.


Guntur berseru setengah kaget. "Eh..i...iya. Ayo, aku antar," katanya terbata-bata.


"Nggak usah mas, aku sendiri aja," sahut Diana.


"Tadi kan aku sudah bilang, aku akan nganterin kamu sampai di pesawat. Lagian sebagai petugas keamanan bandara hari ini, aku bebas kemanapun" ujar Guntur mengingatkan.


"Oh..iya..iya, ya udah. Kita jalan mas," sahut Diana sambil berdiri.


Merekapun berjalan beriringan menuju pesawat yang akan ditumpangi Diana. Laki-laki itu mengantar Diana sampai kedalam pesawat, memastikan tempat duduk Diana dan menempatkan barang bawaan Diana di bagasi pesawat.


Diana membiarkan Guntur melakukan apapun yang ingin dilakukannya. Selang beberapa detik kemudian, Guntur menarik tubuh Diana kedalam pelukannya, mencium kening gadis itu lembut dan berbisik mesra. "Aku mencintaimu sayang,"


Diana terdiam sesaat, menikmati moment perpisahannya dengan sang kekasih.


"Aku juga mencintaimu Guntur Pramudya. Sangat mencintaimu." ucap Diana. Matanya menatap lembut wajah kekasihnya. Seulas senyum termanis diberikannya kepada Guntur yang dibalas elusan lembut tangan Guntur dipipi gadisnya.


"Aku pergi...jaga dirimu baik-baik. Kabari aku jika sudah tiba di Makassar,"


"Iya..terimakasih mas untuk segalanya. Mas juga hati-hati. Jaga diri mas. Dan...jangan melirik gadis lain..Awasss!!" jawab Diana sedikit bercanda. Laki-laki itu mengangguk dan tersenyum sekilas. Disentilnya hidung bangir Diana


"Love you," bisik Guntur.


"Love you too," balas Diana.

__ADS_1


\=\=\=\=\=


__ADS_2