TENTARAKU SUAMIKU

TENTARAKU SUAMIKU
Episode 73. Dilanda Cemburu


__ADS_3

Hari mulai beranjak sore ketika Diana, Ria dan Anggi meninggalkan lokasi wisata air terjun. Sesampainya di rumah, mereka bertiga membersihkan diri dan mengganti pakaian yang dipakai.


Adzan Magribpun berkumandan. Bergegas Ria, Anggi dan Diana menuju surau yang letaknya tak jauh dari rumah.


Setelah selesai sholat Magrib, Anggi dan Diana bersiap membantu Mak menyiapkan makan malam. Sementara Ria pulang ke rumahnya.


Malam itu mereka makan malam tanpa kehadiran Guntur. Diana yang tak tau kalau Guntur masih di kota "S" clingak-clinguk mencari keberadaan Guntur.


"Gun belum pulang nak. Tadi Gun titip pesan kalau malam ini dia belum bisa pulang karena ada kunjungan dari Panglima sampai besok di asrama," Bapak memberi alasan yang sudah disiapkannya saat putranya meminta tolong padanya via telepon tadi.


"Ooh...iya Pak. ga papa kalau memang Mas Gun masih sibuk," terdengar sedikit kecewa dalam nada suara Diana.


Mengapa dia nggak ngabarin Aku langsung aja? rutuk Diana dalam hati. Walaupun Diana sudah mulai merasa akrab dengan keluarga ini, tapi tetap saja masih ada situasi tertentu saat dirinya butuh kehadiran Guntur.


"Nak Diana nginap aja dulu barang beberapa hari disini. Nanti dijemput sama Gun," suara Bapak mengejutkan Diana yang sedang memikirkan Guntur.


"I...iya Pak. sebenarnya Diana pengen berlama-lama disini, cuman Diana nggak bisa Pak. Hari senin besok Diana harus masuk kuliah," ucap Diana.


"Ohh..kalau begitu nanti Bapak kabarin Guntur," ucap Bapak tak ingin memaksa.


Setelah menyelesaikan makan malam, beberes dan sholat Isya, Diana memutuskan untuk duduk sejenak di teras rumah. Diana merasa sepi tanpa kehadiran Guntur.


"Seharian ini Mas Gun belum nelpon atau WA aku sama sekali. Apa dia lupa ya kalau aku masih di rumah Orang tuanya?" Diana bicara sendiri sambil membuka aplikasi WA di hp nya.


Tidak ada telepon atau pesan WA sama sekali dari Guntur untuknya. Bahkan WA nya tadi saat di lokasi air terjun masih ceklis satu.


"Kenapa kamu belum nelpon Aku Mas?" bisik Diana seolah tak ingin suaranya kedengaran orang rumah.


Akhirnya karena ngantuk, Diana memutuskan untuk masuk kamar dan mencoba untuk tidur. Anggi sudah tidur sedangkan Mak sejak selesai makan malam tadi langsung masuk ke kamarnya. Bapak kembali ke surau untuk menghadiri pengajian rutin khusus kaum bapak di kampung itu.


Diana mencoba memejamkan matanya. Tapi semakin dicobanya, Diana semakin tak bisa tidur. Bayangan Guntur dan apa saja yang mereka lalui berdua selama perjalanan ke kampung ini seperti menari di di pelupuk matanya.


Diana menggeleng-gelengkan kepalanya berulang kali, berusaha mencoba mengusir bayangan saat ia dan Guntur melakukan hal yang belum semestinya mereka lakukan. Bercinta...


Karena kelelahan, Diana akhirnya tertidur dan dalam tidurnya Diana memimpikan Guntur kekasihnya.Tanpa sadar Diana menyebut nama laki-laki itu dengan sepenuh hati.

__ADS_1


(Hai Readers, masih ingat episode sebelumnya ketika Guntur tanpa sadar menyebut nama kecil Diana, "Ann" saat bercinta dengan Riana Istrinya ?..Nah momentnya barengan lho...).


Keesokan harinya, Diana bangun lebih awal dari biasanya. Tiba-tiba Diana merasa ingin buang hajat. Buru-buru Diana menuju kamar mandi. Saat melewati kamar Mak dan Bapak, tanpa sengaja Diana mendengar pembicaraan kedua orangtua itu.


"Bapak..kenapa Gun nggak jujur saja sama Diana kalau saat ini dia lagi di rumah Mertuanya bersama Istri dan Anaknya ?" tanya Mak membuat Diana terkejut.


Ternyata Mas Gun bohongin Aku. Katanya di asrama padahal dirumah Istri dan Anaknya batin Diana kecewa. Pantesan hpnya dimatiin dan ga bisa dihubungi. taunya.....


Karena penasaran, Diana tidak jadi ke kamar mandi dan akhirnya memutuskan untuk menguping pembicaraan Mak dan Bapak.


"Mungkin Guntur nggak mau ngecewain Diana Bu. Biarkan sajalah. Itu urusan mereka berdua," ucap Bapak sambil mengecilkan volume suaranya.


"Bapak juga, ikut-ikutan bohongin Diana. Dia anak baik Pak, Mak nggak suka aja kalau Diana dibohongi," kata Mak ikut-ikutan mengecilkan volume suaranya. "Lagian kan Diana cuman Saudara angkatnya Gun, jadi ya..nggak perlulah ada yang ditutup tutupin dari Diana..!!"


"Maaaak..Mak...aduuh, Mak ini kan Emaknya Guntur ya, tapi.....kenapa Mak nggak peka banget membaca gelagat Guntur anak Mak?" Bapak tersenyum sambil geleng-geleng kepala.


"Emang kenapa Pak?" tanya Mak bingung


"Anakmu Guntur punya hubungan istimewa dengan Diana Mak. Mereka pacaran. Makanya Guntur berusaha menjaga perasaan Diana. Bahkan Gun berencana menikahi Diana," ucap Bapak hati-hati, tapi mampu membuat Mak tersentak kaget.


"Sssstt..Maaak, pelankan suaramu. Nanti kedengaran Diana!" bisik Bapak, tanpa sadar membekap mulut Mak.


"Kok bisa begitu Pak. emangnya apa yang sudah dilalukan Guntur. terus bagaimana dengan Riana Pak?" Mak masih bingung.


"Mak pahamlah, apa maksud Bapak...kalau Guntur sudah berani ngambil keputusan seperti itu berarti ada alasan khusus yang membuat Guntur berani berbuat begitu. Paham maksud Bapak..!?" Tanya Bapak menegaskan ucapannya.


"Iya Bapak....Mak paham. Yaa Allah, ada-ada aja anak kita Guntur ya Pak," Mak menggeleng-gelengkan kepalanya.


Sementara itu dibalik pintu kamar Bapak dan Mak, Diana mendengar semua percakapan mereka dengan wajah pucat pasi karena malu. Walaupun jelas-jelas Mak dan Bapak tidak mempermasalahkan hubungannya dengan Guntur, tapi tetap saja Diana merasa bahwa cepat atau lambat cap pelakor bakalan tersemat didepan namanya.


Aku tak bisa berlama-lama disini. Besok pagi-pagi sekali aku harus segera balik ke asrama. Aku nggak bisa menunggu sampai Mas Gun balik..!! putus Diana sambil melangkah perlahan meninggalkan kamar Bapak dan Mak.


Sesampainya di kamar Anggi, Diana segera membereskan pakaiannya. Karena waktu sholat Subuh belum tiba, Diana akhirnya memutuskan untuk menunggu di kamar sambil berusaha menghubungi Guntur.


*Mas....Aku balik ke asramaku sekarang. Nggak usah nyusul aku dan jangan hiraukan Aku* ..!! Diana mengetik pesan singkat di aplilasi WA nya.

__ADS_1


Ada cemburu dirasakan Diana. Berbagai bayangan tentang apa yang sedang dilakukan Guntur dan Riana semalaman terus membayang di pelupuk matanya.


Ahh..aku ini kenapa. Wajar jika saat ini mereka sedang berduaan, tapi kenapa hatiku terasa sakit memikirkan mereka, batin Diana kacau. Diana sadar, percuma dirinya cemburu apalagi marah-marah.


Aku bukan siapa-siapanya Mas Gun..!! batin Diana perlahan sambil menon aktifkan gadgetnya.


Diana tidak mengetahui bahwa pada saat bersama Riana istrinya, Guntur justru membayangkan dirinya. Diana gelisah dan memutuskan untuk mencoba menenangkan diri. Dibukanya aplikasi Noveltoon dan mencurahkan seluruh isi hatinya kedalam novel online miliknya.


Beberapa menit berselang, terdengar suara azan Subuh berkumandan di surau.


Alhamdulillah..akhirnya selesai juga episode novelku hari ini. Hmm..ternyata membuat cerita saat mood lagi kacau bener-bener membantu..


Diana berniat untuk ke kamar mandi untuk mandi dan berwudhu. Namun ketika mengingat pembicaraan Bapak dan Mak semalam, Diana lantas memutuskan untuk menunggu sampai Bapak pergi ke surau dan Mak sholat Subuh barulah dia ke kamar mandi.


Setelah sholat Subuh, Diana mengganti pakaiannya dan membereskan sisa barang miliknya. Semua persiapan untuk balik ke asrama sudah siap, namun Diana masih enggan untuk keluar kamar.


Duh..bagaimana caranya aku pamitan ke Bapak dan Mak ya..? batin Diana bingung. Gimana kalau Mak nanyain soal hubunganku dengan Mas Gun, gimana aku ngejawabnya ?.


Diana berjalan bolak-balik di kamar, mencoba mengusir rasa gugupnya. Beberapa detik kemudian...Bismillah.....ucap Diana mantap sambil melangkah keluar kamar.


Bapak sudah kembali dari surau dan sedang ngopi di dapur sementara Mak seperti biasa menyiapkan sarapan pagi ketika Diana ke dapur untuk pamitan.


"Bapak, Mak..Diana pamit pulang," Diana mendekati Bapak dan Mak.


"Lho...kok buru-buru Nak Diana?" Mak terkejut dan berdiri mendekati Diana. "Nginap dululah barang semalam," pinta Mak lagi.


"Diana nggak bisa Mak. Hari ini Diana ada ujian di kampus. Jadi Diana harus segera pulang, nggak bisa nunggu sampai Mas Gun pulang dan jemput Diana," Diana memberi alasan yang dibuatnya.


Mak terdiam dan memandang ke arah Bapak yang masih duduk diam. "Ya udah, kalau itu keputusan kamu, nanti biar Bapak yang nganterin Nak Diana ke stasiun," ucap Bapak akhirnya.


"Ayok Nak...duduk dulu. Mak buatin teh manis. Kamu sarapan dulu sebelum pergi,"


"Iya Mak, terima kasih," jawab Diana sambil meletakkan tas yang dibawanya dan duduk di depan Bapak.


\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2