TENTARAKU SUAMIKU

TENTARAKU SUAMIKU
Episode 126. Penggerebekan Yang Gagal.


__ADS_3

"Istri Tuan sudah cek out sekitar satu jam yang lalu. Ini ada titipan dari Nyonya, dan ini kunci kamarnya. Nyonya juga nitip pesan kalau uang sewa kamarnya sudah dibayar lunas oleh Nyonya," ucap petugas resepsionis sambil menyerahkan secarik kertas beserta kunci kamar yang tadi dititipkan Diana.


Guntur menghela napas panjang. Ternyata Diana benar-benar pergi. Sedikit perasaan kecewa terbersit di hati laki-laki itu. Namun dirinya tak bisa berbuat apa-apa. Wajar jika Diana protes dan memilih pergi.


Harusnya Diana nggak pergi tanpa seijin aku suaminya. Mana hp dimatiin lagi. Bagaimana aku tau keberadaan istri yang baru kemarin aku nikahi itu , keluh Guntur yang kemudian memutuskan untuk ke kamar Diana dan istirahat sejenak disana.


Guntur yang merasa letih dan ingin berbaring sejenak sebelum kembali ke asrama akhirnya memilih untuk beristirahat di kamar Diana . Laki-laki itu membanting tubuhnya diatas kasur dan membayangkan Diana istrinya hingga tanpa sadar Gunturpun tertidur.


Selang beberapa menit kemudian terdengar suara ketukan di pintu kamar.


Guntur yang ketiduran tidak menyadari kehadiran beberapa orang yang sedang marah dan berdiri di depan pintu kamar itu.


Kembali terdengar ketukan di pintu kamar, dilakukan berkali-kali dan lebih keras ketukannya.


Guntur terbangun dan mengucek kedua matanya. Ini orang nggak sopan banget, ngetuk pintu kamar orang seenak udelnya aja, batin Guntur kesal.


Tok..tok..tok..tok..


Kali ini ketukannya semakin keras membuat Guntur kesal. Sambil berdiri dan melangkah menuju pintu kamar, Guntur mendengus marah.


"BRENGSEEK..mau gue hajar juga nich orang !!!," dengus Guntur marah sambil membuka pintu kamarnya.


Dan...


Ternyata di depan kamar berdiri Riana istrinya, beberapa orang ibu-ibu anggota Persit dan beberapa laki-laki berpakaian loreng yang salah satunya dikenal Guntur adalah petugas POMAD di Batalion.


Guntur tersentak kaget. "Riana...!??," panggil Guntur, tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat itu.


Rupanya Riana sudah melaporkan ke kantor perihal perselingkuhan suaminya dan minta mereka untuk menggerebek tempat Guntur dan Diana nginap.


Riana terlihat tak perduli. Matanya jelalatan mencari-cari sosok perempuan lain di kamar itu.


"DIMANA DIA A'..kamu umpetin dimana perempuan simpananmu itu !?" tanya Riana sambil mendorong tubuh Guntur yang menghalanginya masuk ke kamar itu.

__ADS_1


"Apa-apaan ini Riana. Apa yang kamu lakukan..??" tanya Guntur dengan wajah memerah karena marah dan malu.


Riana tak menjawab. Tiba-tiba dengan isyarat tangannya, Riana menyuruh semua orang yang ada diluar kamar itu untuk masuk ke dalam kamar dan mulai memeriksa seluruh sudut di kamar itu.


Kamar mandi, lemari baju dan kolong tempat tidur tak luput dari pemeriksaan mereka.


"Tidak ada siapa-siapa di kamar ini..Kamu Gilaaa yaa Riana. MEMALUKAN...!!!" ujar Guntur marah.


Namun laki-laki itu membiarkan Riana dan semua orang yang ikut dengannya untuk mengobrak-abrik kamar itu karena mereka tidak akan menemukan apa yang mereka cari.


Untung Diana sudah pergi...kalau tidak, bisa bahaya. Aku nggak tau apa yang bakal dilakukan oleh Riana dan orang-orang ini, batin Guntur lega.


"Kamu sembunyikan dimana perempuan laknat itu A' !!??" tanya Riana marah ketika orang yang dicarinya tak ditemuinya di kamar itu.


Bahkan barang-barang milik Diana tak satupun ditemukan Riana di kamar itu yang bisa dijadikan bukti perselingkuhan suaminya.


"Perempuan yang mana Ri'?" tanya Guntur pura-pura bingung.


"JANGAN BOHONG A'...!!!" kali ini suara Riana meninggi. Penggerebekan yang dilakukannya kali ini tidak membuahkan hasil membuat perempuan itu geram.


Suami istri itu terlibat pertengkaran hebat didalam kamar disaksikan semua orang yang ada dikamar itu.


Guntur yang merasa geram hendak melayangkan tamparannya kewajah Riana. namun diurungkannya begitu menyadari resiko yang bakal dihadapinya jika dirinya mengasari Riana di depan mereka.


"KALIAN...KELUAAR DARI KAMAR INI!!" hardik Guntur marah dan mengusir orang-orang yang datang bersama istrinya.


"Maaf Bu, karena kami tidak menemukan bukti perselingkuhan Bapak jadi kami akan kembali ke kantor. Silahkan kalian selesaikan masalah kalian secara baik-baik," pamit salah seorang diantara mereka kemudian pergi diikuti yang lainnya, kecuali Riana yang memilih untuk tetap bertahan dikamar itu.


Setelah orang-orang itu pergi, Guntur menarik kasar tangan istrinya dan mendudukkan Riana diatas tempat tidur. Kemudian Guntur melangkah kearah pintu kamar dan menutupnya dengan keras.


Riana terkejut. Namun kemarahan masih terpancar jelas diwajah Riana. Perempuan itu hendak berdiri namun dihalangi Guntur.


Dengan sekali sentak, Guntur mendorong tubuh Riana hingga terbanting diatas tempat tidur.

__ADS_1


Riana kaget dan mulai merasa takut. Saat hendak bangun, tubuh Riana terhalang oleh kedua tangan kekar Guntur yang memegangi kedua tangan Riana dan menguncinya hingga perempuan itu tidak bisa kemana-mana.


Guntur menatap wajah Riana dengan tatapan dingin. laki-laki itu mulai menindih tubuh istrinya dan menciuminya dengan kasar.


Riana meronta, namun kalah oleh kekuatan suaminya yang kini mulai melucutinya. Tanpa suara Guntur mulai me********i Riana.


Riana yang awalnya meronta akhirnya terdiam dan pasrah menerima perlakuan Guntur suaminya.


"Kamu benar-benar membuatku marah !!. Ini yang kamu inginkan Riana?..baiklah..aku akan membuat kamu jera hari ini karena telah mempermalukanku didepan orang-orang tadi!!" bisik Guntur ditelinga Riana dan kemudian kembali melancarkan aksinya hingga berkali-kali. Riana meringis dan menangis.


"Brengsek kamu A'..keterlaluan kamu," desis Diana marah.


Guntur tak perduli....


Bahkan saat melakukan "itu" dengan Riana, Guntur justru membayangkan wajah Diana, istri sirinya.


Setelah puas menggauli Riana, Guntur kemudian berdiri dan memakai pakaiannya kemudian pergi meninggalkan Riana yang meringkuk diatas tempat tidur sambil menangis.


Perempuan itu jelas mendengar Guntur menyebut nama Diana tadi saat sedang menggaulinya.


Hatinya sakit, membuat Riana bertekad untuk membalas suaminya. Dengan wajah beku dan air mata yang masih mengalir membasahi pipinya, Riana kemudian mengambil pakaiannya dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri kemudian berpakaian dan pergi meninggalkan kamar itu.


Sesampainya di asrama, Riana langsung menuju rumah Tante Deni tetangganya, tempat Riana menitipkan Kiara.


"Tante...!!" ucap Riana parau saat dirinya disambut tante Deni di depan pintu rumahnya.


Tante Deni kaget melihat kondisi Riana yang terlihat kacau dan menangis. Dipeluknya Riana sambil mengajaknya masuk.


"Kiara sedang tidur Ri'. Bagaimana..apa yang terjadi ?" tanya tante Deni lembut sembari membelai punggung Riana, mencoba meredakan tangis perempuan itu.


"Perempuan itu tidak ada disana Tan..ternyata dia sudah pergi sebelum aku datang," keluh Riana sambil menatap tante Deni dengan pandangan kecewa.


\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


"


__ADS_2