
"An, hari Sabtu besok kamu nggak usah ke rumah Mak dan Bapak ya. Soalnya aku nggak bisa kesana. Aku kebagian piket hari Sabtu," bunyi WA Guntur kepada Diana.
"Baiklah Mas.Aku juga nggak bisa kemana-mana karena sibuk latihan untuk ngisi acara wisuda kakak-kakak kelasku Minggu depan,. Tadinya aku mau ngabarin Mas. Syukurlah Mas udah hubungi aku duluan," jawab Diana lega.
"Mas...gimana, besok kita jadi kerumah Mak dan Bapak kan?" tanya Riana mengejutkan suaminya.
Tiba-tiba Riana sudah berdiri dibelakang Guntur.
Guntur yang sedang serius mengirimi pesan WA ke Diana buru-buru menyimpan Hpnya dan menoleh kearah Riana yang masih berdiri menatap dirinya.
Apa Riana melihat pesan WA-ku barusan ? tanya Guntur dalam hati.
"Ya...jadi dong...," jawab Guntur segera
"Ya udah. Kalau begitu aku siapin keperluan kita dulu terutama keperluan Kiara. Biar kita nggak kerepotan ketika di kampung nanti," jawab Riana.
"Ga usah bawa macem-macem Ri'. yang seperlunya aja. Kita cuma dua hari disana," Guntur mengingatkan istrinya.
"Iya A'. Aku siapin dulu," Riana berbalik meninggalkan Guntur yang masih belum beranjak dari tempatnya.
Sebaiknya aku hapus WA-ku barusan. Jangan sampai ketahuan Istriku, batin Guntur dan segera menghapus pesan WA yang tadi dikirimnya ke Diana.
Sementara itu Riana yang sedang mempersiapkan keperluan Kiara dikamar merasa ada yang aneh dengan sikap suaminya barusan.
Kenapa Aa' terlihat kaget saat aku tegur tadi?. Apa mungkin Dia sedang menghubungi perempuan itu? . Ahh..sudahlah. kalau benar berarti satu rencanaku untuk memisahkan mereka sudah berhasil ..!, batin Riana yakin.
Tapi sayang juga kalau si pelakor itu nggak jadi kekampung Suamiku. Jika dia juga pergi kesana, aku dan dia bisa bertemu dan aku pastikan itu adalah kali terakhir pelakor itu menemui kedua mertuaku dan mendekati Suamiku!!!, batin Riana lagi.
Beberapa potong pakaian miliknya, Kiara dan suaminya Guntur diletakkan Riana didalam ransel suaminya. Sementara beberapa keperluan Kiara diletakkan Riana di tas lainnya. Susu, botol susu, diapers, tisyu basah, hand sanitizer, obat-obatan Kiara dan makanan bayi siap saji tak lupa diletakkannya didalam tas itu.
Alhamdulillah...beres semua. Besok tinggal jalan. Semoga tidak ada yang terlupakan, batin Riana lega sembari meletakkan semua tas yang sudah disiapkannya ke sudut ranjang.
Diluar kamar, secara diam-diam Guntur memperhatikan tingkah laku istrinya. Setidaknya aku sudah berhasil menghindari pertemuan Riana istriku dan Diana kekasihku. Aku harus lebih berhati-hati dan tenang menghadapi Riana agar dia tidak curiga dan rencanaku menikahi Diana bisa terlaksana, batin Guntur sambil berlalu.
__ADS_1
Di asrama kampus, Diana sedang menyelesaikan beberapa tugas yang diberikan oleh dosen di kamarnya.
"Dek, Mbak mau masak mie instan. Ana mau nggak biar sekalian Mbak buatin?" tanya jeng Sri, teman sekamar Diana menawarkan diri membuat mie untuk Diana.
"Ehh..iya Mbak. Kalo nggak ngrepotin," sahut Diana tersenyum.
"Nggak kok. Bentar ya," ucap Sri sambil berjalan menuju daput mungil yang ada di kamar itu.
Selang beberapa menit kemudian, dua mangkuk mie rebus soto lengkap telah selesai dibuat jeng Sri.
"Ini dek mie nya. Kita makan dulu yuk" ajak Sri sembari meletakkan dua mangkok mie yang dibuatnya diatas meja.
"Makasih Mbak, sudah dibuatin," ucap Diana tulus.
"Iya..ayo...kita makan,"
Mereka berdua menikmati mie yang masih hangat dengan lahap.
"An..gimana hubungan kamu dengan Mas Guntur?" tanya Sri hati-hati. Dilihatnya Diana menghentikan suapannya sesaat.
"Euum..Besok kamu weekend ke mana?"
"Aku di asrama aja Mbak. Kan instruksi dari pelatih paduan suara kalau kita diminta tidak kemana-mana sampai acara wisuda Minggu depan,"
"Gimana Mas Syahrial An?" tanya Sri lagi. Kali ini pertanyaannya berhasil mengalihkan seluruh perhatian Diana.
"Maksud Mbak?" tanya Diana tak mengerti.
"Maksud Mbak, gimana hubungan kamu dengan Mas Syahrial?"
"Hubungan kami baik-baik saja kok Mbak. Kemarin Mas Riil ngajak aku ke kotanya saat liburan semester besok,"
"Lalu..kamu mau ikut dek?" selidik Sri penasaran.
__ADS_1
"Aku nggak mastiin bisa atau tidaknya sich Mbak. Tapi aku janji ke Mas Riil, kalau sempat aku akan ikut dia," jawab Diana sambil menyelesaikan suapan terakhirnya.
"Cuman aku bingung Mbak, kenapa Mas Riil tiba-tiba ngajak aku liburan bareng. Bukannya kehadiranku akan mengganggu hubungan Mas Riil dan Prita?" tanya Diana tak mengerti.
"Aku rasa Mas Riil sedang merencanakan sesuatu dek," Sri memandangi Diana. Yang dipandangi hanya mengangkat bahunya tidak mengerti.
"Aku sudah meminta penjelasan Mas Riil. Tapi dia justru semakin merahasiakan maksudnya ngajak aku Mbak,"
"Hmm..yang aku tau hubungan Mas Riil dan Prita saat ini tidak dalam keadaan baik-baik saja. Beberapa kali aku mendengar mereka bertengkar di telepon. Entah apa masalah yang mereka pertengkarkan," ucap Sri.
Diana memandangi Sri dengan mimik wajah serius. Diana tau betul alasan pertengkaran Syahrial dan Prita.
"Kalau ajakannya ke kamu ada kaitannya dengan renggangnya hubungan mereka, aku curiga dek, Mas Riil bermaksud ngelamar kamu dan mutusin Prita," ucapan Sri membuat Diana terkejut.
"Apa benar begitu Mbak. Kalau benar prediksi Mbak, aku akan membatalkan keputusanku untuk ikut Mas Riil," ucap Diana mantap.
"Itu cuman perkiraan aku dek. Semua terserah kamu. Lagipula aku lebih setuju kamu dengan Mas Riil daripada dengan Mas Guntur,"
Diana terdiam. Selain Syahrial, Sri termasuk salah satu orang terdekat Diana yang tau status Guntur yang sebenarnya.
Kamu nggak tau aja Mbak, sudah sejauh apa hubunganku dengan Mas Guntur. Aku nggak mungkin ninggalin Mas Gun. Bahkan aku khawatir jika Mas Riil tau, mungkin dia nggak bakal nerima aku dan justru lebih memilih mempertahankan Prita,
"Kita lihat saja Mbak, apa yang akan terjadi nanti, aku pasrah. Mungkin Mas Riil benar, aku nggak punya pendirian. Tapi mau gimana lagi. Aku sudah berusaha menghindari Mas Gun. Tapi semakin aku menjauh semakin dekat pula aku dengannya," Diana menerawang.
Diana ingat betul bagaimana usahanya untuk bisa menjauhi Guntur dengan cara ikut seleksi di kantornya beberapa bulan setelah dirinya resmi menjadi pacar Guntur.
Kemudian dirinya berhasil lulus seleksi dan meninggalkan Guntur di kota T untuk melanjutkan pendidikan di kota Bd.
Target Diana, saat lulus nanti, Diana akan minta ditempatkan di Daerah yang benar-benar jauh dari jangkauan Guntur.
Namun ternyata takdir berkata lain. Sebelum Diana lulus, Guntur keburu menyelesaikan masa tugasnya melakukan pengamanan di kota T dan kembali ke Batalion. Dan akhirnya mereka berdua bertemu kembali.
Padahal aku berharap banget, saat Mas Gun pulang dan bertemu anak istrinya, dia akan melupakan aku. Tapi dugaanku salah. Mas Guntur justru semakin dekat denganku dan malah berencana menikahiku.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=