TENTARAKU SUAMIKU

TENTARAKU SUAMIKU
Episode 28. Ketemu Biang Keroknya.


__ADS_3

Guntur masih termangu ditempatnya berdiri. Tak disangka sikap Diana bisa berubah 180 `. Seakan gadis itu memiliki dua kepribadian yang berbeda, kadang sikapnya lembut tak berdaya, kadang meledak-ledak seperti barusan.


Begitu tersadar, Diana tidak lagi terlihat olehnya, bergegas Guntur melangkah cepat mengejar Diana. Namun Diana telah pergi entah kemana. Ketika Nani dan Nina ditanyain, kedua gadis itu hanya menggeleng.


Tadi Diana langsung pergi tanpa pamit mas, Imah udah sejak tadi balik ke kantor, begitu kata Nina. Sementara Nani hanya memandangi Guntur dengan tatapan sinis.


Setelah berpamitan pada seisi rumah, Guntur bergegas memacu mogenya mencari jejak Diana. Tapi tidak ditemukannya. Gadis itu seperti ditelan bumi. Guntur akhirnya memutuskan untuk kembali ke barak.


Besok baru kucari lagi gadis itu. Jangan sampai teman-temanku tau kalau Diana putus denganku. Bisa kacau dunia persilatan, batin Guntur.


Sesampainya di depan barak, Guntur disambut Anton yang terlihat agak tegang. Seperti ada yang ingin disampaikan kepadanya. Guntur memberi isyarat agar Anton mengikutinya ke kamar. Selang beberapa menit setelah Guntur masuk ke baraknya, Anton kemudian menyusul.


"Ada apa," tanya Guntur antusias.


"Aku sudah tau biang keroknya bang" ujar Anton setengah berbisik.


"Hmm...siapa," tanya Guntur lagi sambil matanya jelalatan mencari-cari barangkali ada yang nguping pembicaraan mereka seperti semalam.

__ADS_1


"Si Reza bang...dia biang keroknya yang membocorkan status abang ke Nani, sahabatnya Diana," sahut Anton bernada yakin.


Guntur geram. Rahang laki-laki itu mengeras, mengeluarkan bunyi yang tak biasa pertanda amarah laki-laki itu sudah sampai ke ubun-ubun.


Reza...laki-laki kurus yang pendiam dan penyakitan. Kenapa dan apa maksud dia membongkar rahasia dirinya kepada Nani.


"Dia tak suka abang dekat dengan Diana. Sudah sejak lama si Reza menaruh hati kepada Diana, tapi nggak direspon Diana. Kmaren dia sengaja ngasi tau Nani agar Diana mutusin abang." ujar Anton.


BRAAAKK...!!, Guntur menggebrak meja, kesal. Darahnya mendidih sebab bukan sekali ini si Reza bermasalah dengannya.


"Akan kutemui si brengsek itu..!!!, biar kuberi pelajaran dia agar tidak lagi mencampuri urusanku," Guntur mengepalkan kedua tangannya. sudah lama sejak bepacaran dengan Diana, laki-laki itu sudah banyak mengurangi perangai kasarnya. Tapi kali ini dia tak tahan lagi.


"Lalu bagaimana Ton," tanya Guntur meminta saran sahabatnya. bisanya dalam kondisi seperti ini, Anton selalu memiliki ide-ide jitu yang bikin Guntur bersemangat.


"Kita tunggu dia pulang bang, malamnya kita samperin dia," jawab Anton memberi solusi.


Guntur paham. kepalanya manggut-manggut tanda usulan Anton masuk ke otak Guntur.

__ADS_1


"Ya sudah. Aku ikuti saranmu. Tangan ini sudah gatal banget, sudah lama nggak mukul orang," seringai Guntur sembari mengepalkan kedua tinjunya.


" Oke bang...nanti aku kabarin begitu si Reza nongol," sahut Anton.


Sejenak kedua sahabat itu terdiam dalam pikiran masing-masing.


"Oh iya, gimana Diana bang. Apa abang berhasil menemuinya ?" tanya Anton kemudian.


"Iya, dengan bantuan Imah pacarmu, aku berhasil menemui Diana di rumah sikembar," Air muka Guntur tiba-tiba berubah. " Diana mutusin aku Ton," ujar Anton lesu.


"HA...HA..HA..!!" tiba-tiba Anton tertawa cukup keras membuat Guntur mendorong tubuh laki-laki itu.


"AHAIIIII..baru kali ini Romeo diputusin juleha...Hua..ha..ha..uhuk...uhuk," Anton tertawa terbahak-bahak hingga terbatuk-batuk, entah keselek apaan.


Guntur menggerutu, tak menanggapi kelakar Anton. Memang benar sich, ini kali pertama Guntur diputusin seorang gadis. Makanya dia bertekad menggantung keputusan Diana untuk putus darinya.


Mau ditaruh dimana mukaku sebagai laki-laki rebutan para cewek diluaran sana..bisa jatuh harga diriku nanti, Guntur ngedumel sendiri.

__ADS_1


Ahh..laki-laki memang diciptakan memiliki sifat egois. Guntur Pramudya salah satunya.


\=\=\=\=\=\=


__ADS_2