TENTARAKU SUAMIKU

TENTARAKU SUAMIKU
Episode 77. Ketemu Nomor Hp Diana.


__ADS_3

Setelah Guntur keluar kamar, secepatnya Riana mengambil Hp suaminya yang tanpa sadar diletakkan Guntur begitu saja diatas ranjang.


Aku harus bergegas, jangan sampai Aa' mergokin aku sedang membuka-buka Hpnya batin Riana sambil melongok kearah pintu kamar. Seper sekian detik lamanya Riana menunggu, khawatir suaminya tiba-tiba balik ke kamar.


Namun tidak terlihat tanda-tanda Guntur akan segera kembali.


Syukurlah, pasti ibu yang menahan Aa' untuk tidak kembali secepatnya ke kamar sebelum Aa' selesai makan siang batin Riana lega.


Segera Riana membuka Hp Guntur. Ternyata password yang dipakai suaminya masih sama seperti sebelumnya. Nama dan tanggal lahir Kiara.


Yang pertama dicari Riana adalah pesan WA tak biasa yang dikirim Guntur suaminya kepada seseorang.


Riana penasaran.


Dadanya berdebar ketika dia membuka satu persatu pesan WA dari suaminya ke nomor Hp yang dicurigainya.


Setelah mencari dengan teliti, satu demi satu akhirnya Riana menemukan satu pesan suaminya kepada seseorang yang baru saja dikirim Guntur.


"Sayang, kamu sudah sampai belum di asrama," bunyi pesan WA Guntur ke salah satu nomor Hp yang diberi nama And.


Riana merasa darahnya mendidih. Ada cemburu dan amarah dihati Riana kepada suaminya.


"Brengsek kamu A', kamu panggil dia Sayang, sementara sejak kembali dari kota T, kamu nggak pernah manggil aku dengan sebutan itu!!" ucap Riana marah. Netranya memerah menahan tangis.


Menyadari kemungkinan kapan saja Guntur bisa balik ke kamar itu, buru-buru Riana mengirim pesan dan nomor Hp Diana ke gadgetnya. Tak butuh waktu lama, Riana telah selesai mengutak-atik Hp Guntur, kemudian meletakkan Hp suaminya kembali ke tempat semula.


Agar suaminya tak curiga, Riana kemudian mendekati tempat tidur Kiara putrinya dan menggendong gadis kecil itu.


Tak lama.kemudian, Guntur masuk ke kamar itu. Matanya menoleh kesana-kemari seolah sedang mencari sesuatu. Riana pura-pura tak tau dan sibuk membujuk Kiara yang terbangun karena tiba-tiba digendong ibunya.


"Cari apa A'..?"tanya Riana tanpa menoleh kearah Guntur. Riana sadar betul, hanya dengan memandangi matanya saja, Suaminya akan tau kalau dirinya berbohong atau menyembunyikan sesuatu.


"Hpku, tadi aku lupa naruh dimana," ujar Guntur sambil memeriksa tempat tidur.


Hmm..ini Hpku. Syukurlah batin Guntur sambil melirik kearah istrinya. Yang dilirik hanya diam tanpa ekspresi.

__ADS_1


"Aku keluar sebentar Ri'. Mau beliin buah buat Kiara," pamit Guntur kepada Riana.


"Iya A'. sekalian beli susu dan diapers untuk Kiara ya. Persediaan susu dan diapers Kiara sudah mau habis," ucap Riana. Diletakkannya kembali Kiara yang sudah tertidur pulas ke atas ranjang.


"Baiklah..Aku pergi dulu," jawab Guntur kemudian keluar kamar.


Setelah yakin suaminya sudah benar-benar pergi, Riana lantas menuju kamar ibunya.


"Bu....Aku sudah dapat nomor kontak perempuan itu," bisik Riana kepada Ibunya.


"Ayo kita keluar. Kita ngobrol di kamar kamu aja," ujar Ibu Riana sembari menarik tangan putrinya.


Sesampainya di kamar Riana, segera Riana menunjuk pesan Wa yang dikirim suaminya tadi.


"Ini Bu..!, ternyata kecurigaan Ibu dan aku benar. Aa' punya hubungan khusus dengan perempuan itu. Buktinya dia panggil perempuan itu dengan sebutan sayang,!!". ucap Riana geram.


"Iya..sejak awal Ibu sudah yakin. Sekarang Ibu mau tau apa yang akan kamu lakukan ?" tanya Ibu Riana.


"Aku akan telepon dia, atau...kirim pesan..atau mungkin aku bisa langsung ketemu dia Bu. Biar kulabrak si pelakor itu. Dassarr..berani sekali dia, mau aja diajak Aa' ke rumah Mertuaku Bu, !!!" Riana berkata dengan geram.


"Kamu jangan teledor Ri' dengan langsung nglabrak perempuan itu tanpa bukti kalau dia ada main dengan Suamimu. Guntur bisa aja ngelak dan nyalahin kamu,"


"Ibu benar...Aa' memang sangat pintar menyembunyikan kebohongannya. Dia bisa aja ngelak dengan berbagai cara dan alasan," Riana membenarkan ucapan Ibunya.


Kedua perempuan itu lantas terdiam dalam pikiran masing-masing.


Sementara itu, Guntur yang telah keluar rumah untuk membeli buah, diapers dan susu untuk Kiara merasa ada yang aneh dengan sikap istrinya barusan.


Aneh, tidak bisanya Istriku bersikap setenang itu. Apalagi dia sudah mulai curiga soal Diana batin Guntur ragu-ragu.


Dipandanginya Hp ditangannya lantas dibukanya pesan WA yang barusan dikirimnya ke Hp Diana.


Astagaaaa...teledor sekali Aku ini. Aku lupa menghapus WA-ku tadi ke Diana. Apa mungkin Riana sudah membaca pesan WA-ku barusan !? batin Guntur, mengutuk dirinya sendiri.


Biasanya kalau ketemu pesan kayak gini, Riana pasti langsung ngajak ribut. Ini kok dia biasa aja ya. Aah...biarlah. Mungkin memang Riana tidak mengutak atik Hp-ku batin Guntur sembari menghapus pesan WA yang tadi dikirimnya ke Diana.

__ADS_1


Setelah yakin, semua aman-aman saja, Guntur kemudian mampir di salah satu minimarket dan membeli semua keperluan Kiara.


Saat keluar dari Mini Market, Guntur teringat sesuatu. Diana belum membalas pesan WA-nya. Sebaiknya aku WA Diana, ngasi tau kalau saat ini lebih baik Diana jangan ngirim pesan apapun atau nelepon ke Hpku. Bisa gawat kalau ternyata Riana istriku sudah melihat WA-ku barusan


Segera Guntur mengetik pesan WA-nya untuk Diana, sang kekasih.


"An, sebaikanya untuk beberapa hari kedepan, kamu jangan kirim WA atau telepon ke Hp-ku. Kalau ada sesuatu, kamu missed call Mas aja. Nanti Mas yang hubungi kamu," bunyi pesan Guntur ke Diana.


Setelah yakin, semua sudah beres, Guntur kemudian bergegas kembali ke rumah Mertuanya.


Sementara itu, di kota Bd, Diana yang kini sedang menuju asrama dibonceng Syahrial merasa Hpnya berbunyi sejenak. Ada WA masuk untuknya.


Sambil melirik kearah kaca spion, perlahan Diana mengambil Hp dari dalam tasnya. Namun belum sempat tangannya menyentuh gadgetnya, tiba-tiba...


Ciiiiiiit.......,


Syahrial ngerem mendadak membuat Diana batal mengambil Hpnya dan terpental ke depan, menabrak tubuh Syahrial.


"Awwwh...Mas Riil, ada apa sich. Kenapa ngrem mendadak kayak gitu !!?" tanya Diana sambil mengusap-usap dadanya karena kaget.


"Ituu..ada kucing lewat. Hampiiir aja aku nabrak tu kucing," jawab Syahrial


"Lha...mana kucingnya Mas?" tanya Diana sambil melongo keheranan. Dia tidak melihat ada seekor kucingpun disekitar mereka.


"Ituu tuu..udah masuk ke got. Masa kamu nggak lihat kucingnya An?" tanya Syahrial dengan wajah menahan senyum ketika melihat Diana dengan polosnya mencari-cari keberadaan si kucing yang tadi kata Syahrial hampir saja ditabraknya.


"Iiihhh...Mas bohongin aku ya....!!?" Diana gemas dan mencubit pinggang Syahrial begitu dirinya menyadari kalau saat ini dia sedang dikerjain Syahrial.


Syahrial tak tahan dan akhirnya tertawa terbahak-bahak.


Diana yang tadinya akan mengambil gadget miliknya dan melihat pesan yang masuk, akhirnya mengurungkan niatnya.


Syahrial tersenyum senang. Kali ini dirinya berhasil mengelabui Diana dan membuat gadis itu mengabaikan Guntur.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2