TENTARAKU SUAMIKU

TENTARAKU SUAMIKU
Episode 86. Rahasia Yang Mulai Terkuak


__ADS_3

Wajah Guntur memerah karena amarah yang berusaha ditahannya. Mak yang menyadari perubahan sikap putranya buru-buru memegang tangan Guntur yang hendak berdiri dan mendamprat istrinya.


"Jangan kebawa emosi Gun. Bicarakan baik-baik dengan Istrimu," seru mak mencegah putranya berbuat kasar kepada istrinya.


Guntur menarik napas berat. Kali ini sikap Riana sudah keterlaluan. Apa dia nggak menyadari masih ada aku, Bapak dan Mak dirumah ini yang melihat semua gerak-geriknya!!? batin Guntur marah.


Sementara Riana bersikap seolah tidak terjadi apa-apa setelah mengelap wajah Kiara tadi. Riana sama sekali tidak menyadari jika sikapnya barusan membuat Guntur sangat marah.


Bapak yang melihat kejadian itu sontak berdiri dan pergi ke dapur menemui istri dan putranya. Bapak yakin apa yang barusan dilakukan Riana tak luput dari perhatian seisi rumah, termasuk mak dan Guntur.


Menyadari sifat putranya yang cepat meledak amarahnya, bapak kemudian buru-buru mendekati Guntur dan menepuk pundak putranya sebagai isyarat agar Guntur bisa mengendalikan emosinya.


"Jangan salahkan istrimu. Mungkin dia begitu karena terlalu sayang kepada Kiara dan nggak mau Kiara kenapa-kenapa," bapak memberi nasehat dengan berbisik ditelinga Guntur.


"Tapi ini sudah keterlaluan Pak. Dia benar-benar menghina keluarga kita. Apa salahnya dia beli wipol diam-diam daripada ngedumel di dapur..sendirian sampe kedengaran Mak. Terus itu tadi, nghapus pipi bekas ciuman Teh Lusi dengan tisyu saat Teh Lusi belum melangkah keluar dari rumah ini. Benar-benar keterlaluan dia Pak. Ga bisa Gun biarin," guman Guntur dengan suara yang ditekan volumenya serendah mungkin agar pembicaraan mereka tidak terdengar oleh Riana, Kiara, Anggi dan Ria.


"Sabaaar, kamu harus belajar lebih sabar Gun. Bapak yakin , kamu bisa ngendaliin emosimu sendiri," bapak menepuk pundak Guntur dan melangkah kembali ke ruang tamu.


Sementara itu di ruang tamu...


"Nggi, teteh dengar beberapa Minggu kemarin, ada tamu perempuan yang dibawa abangmu ke rumah ini...bener?" tanya Riana dengan tatapan mata tajam kearah Anggi.


Menerima pertanyaan dadakan Riana, spontan membuat Anggi salting dan gugup. Terus terang, walaupun Anggi sudah diwanti-wanti oleh seisi rumah untuk merahasiakan kehadiran Diana di rumah itu, tapi tetap saja Anggi merasa tidak siap ketika ditodong Riana dengan pertanyaan soal Diana.


"Eeuumm..eh, ..emmm," Anggi kebingungan mau jawab apa. Ekor matanya mengarah ke bapak seolah meminta pertolongan.


"Iya ya Ria..benarkan beberapa bulan kemarin ada perempuan yang kesini bareng Aa'. Kalau gak salah namanya..eumm..Di...," belum selesai Riana bicara, tiba-tiba Guntur muncul dari dapur dan memotong percakapan mereka.


"Ayo Riana..Kiara, kita jalan-jalan ke rumah keluarga Ayah..!" seru Guntur sambil menggendong Kiara. Rona wajahnya datar seolah tidak mendengar percakapan Riana, Anggi dan Ria barusan.


Haaaa..syukurlaaaah..batin Ria dan Anggi lega. Munculnya Guntur membebaskan mereka berdua dari situasi sulit barusan.

__ADS_1


Riana hanya bisa memandangi suaminya tanpa bisa berkata apa-apa.


Aa' sepertinya sengaja memotong ucapanku tadi. Huh...curang. Tapi jangan harap aku nggak akan dapat info tentang Diana. Masih banyak waktu sebelum kembali ke asrama besok, batin Riana dalam hati.


Tanpa suara Riana berdiri dan mengikuti suami serta putrinya. Tak lupa diraihnya satu botol air mineral yang masih tersegel untuk Kiara dan dirinya kalau kehausan dijalan nanti.


"Kami jalan dulu..," pamit Guntur ke bapak dan emak disambut anggukan keduanya.


Jalanan kampung terlihat ramai oleh lalu lalang orang-orang. Sesekali Guntur dan keluarga kecilnya diajak mampir oleh beberapa orang yang mereka temui namun ditolak secara halus oleh Guntur.


"Makasih..lain kali kita mampir. Soalnya udah ditunggu sama bang Yudi," dalih Guntur.


Riana yang menggendong Kiara hanya tersenyum ketika disapa.


"Ini Istriku Riana dan Anakku Kiara," Guntur memperkenalkan anak dan istrinya kepada beberapa orang tetangga dan kerabat yang mereka temui di jalan.


Setelah tertahan beberapa kali, akhirnya Guntur, anak dan istrinya tiba di rumah Yudi. Rumah Yudi bersebelahan dengan saudara perempuannya, Lusi.


Sementara rumah Lusi yang bersebelahan dengan rumah Yudi juga memiliki warung sembako yang terletak di bagian depan rumah. Namun halaman rumahnya kecil tertutup teras dan warungnya.


"Assalaamualaikum..bang Yudi..Mpo Hana..," panggil Guntur sambil mengetuk pintu rumah.


"Wa'alaikumsalaam. Eeh, kaliaan. Ayo masuk..Mpomu di warung. Lagi nglayanin pembeli," Yudi memberitahu keberadaan istrinya.


Tak lama, muncul Hana, istri Yudi sambil menggendong salah satu putranya yang masih balita.


"Eeeh...lu Gun, mpo kira siapa," Hana menyapa Guntur. Setelah menyalami Guntur, sorot mata Hana beralih ke Riana dan Kiara.


"Lha..inii, Bini dan Anak lu ikut juga Gun?" tanya Hana lagi sambil menyerahkan putranya ke gendongan Yudi dan mendekati Kiara.


"Iya Mpo. Ini Riana dan Kiara," Guntur memperkenalkan anak dan istrinya kepada Hana.

__ADS_1


Dengan sorot matanya, Guntur memberi isyarat kepada Riana untuk menyalami Hana. Riana nurut, mendekati Hana dan menyalami perempuan itu.


"Apa kabar Mpo," ucap Riana berbasa-basi.


"Alhamdulillah sehat Ri'.Tumben lu ikut laki lu?" Hana yang memiliki sifat agak judes memandangi Riana dan Kiara secara bergantian.


"Iya Mpo. Mumpung Ayahnya Kiara lagi libur," jawab Riana enteng.


"Baguslah...telat sedikit aja lu bisa ditinggal ame laki lu," cerocos Hana lagi tanpa memperdulikan isyarat suaminya agar Hana membatasi ucapannya.


"Maksud Mpo..!?" tanya Riana penasaran.


"Lha, lu kaga tau kalau bulan kemaren ada perempuan lain yang dibawa Laki lu kesini. Katanya sodara angkat dari kota T tempat Laki lu dines kmaren," ucap Hana terus aja nyerocos.


"Aduh..apaan sich Bang!!" Hana mengaduh kesakitan ketika pinggangnya kena sikut Yudi suaminya


"Bacot lu emang ga bisa berhenti ngomong ya," Yudi menegur istrinya.


"Lha..emang bener kan, ngapain ditutup-tutupin. Teus terang aja biar bininya Guntur tau," Hana mendelik kearah suaminya.


"Lu....!" Yudi semakin melototin Hana istrinya.


"Sudah...sudah Mpo..Bang. Riana udah tau kok Mpo soal Diana. Gun udah ngasi tau ke Riana kalau Diana itu sodara angkat Gun yang kebetulan lagi kuliah di kota Bd," ucap Guntur memberi penjelasan kepada kakak iparnya Hana.


"Bener begitu Ri'!? tanya Hana tidak percaya.


"Bener Mpo..," Riana membenarkan ucapan suaminya.


"Hati-hati lu Ri'..ntar laki lu kecantol lagi ame sodara angkatnya itu. Pan..orangnya cantik beut. Ga kalah ama elu.....," bisik Hana ditelinga Riana yang tiba-tiba memerah karena menahan perasaannya.


"Mpo....!!!" suara keras Guntur mengagetkan Hana yang sontak menghentikan ucapannya.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2