
"Emangnya Suamimu dimana Ri?" tanya Susan.
"Tadi sich katanya mau balik ke Batalion karena ada tugas dari DanYon Sus," jawab Riana.
"Apa mungkin Suamimu dapat ugas dari DanYon untuk dinas ke Bd Ri," tebak Susan.
"Mungkin juga Sus. Nanti aku telepon Suamiku dech, nanyain hal ini,"
"Oke..aku tutup dulu ya Ri telponnya,"
"Iya. Makasih ya Sus, udah diinfoin,"
Setelah Susan mengakhiri panggilannya, Riana langsung menghubungi Guntur.
Kali ini panggilan teleponnya masuk dan diangkat seseorang.
"Assalaamualaaikum A'..,"
"Wa'alaikumsalam..Riana ya?" jawab suara diseberang sana yang ternyata adalah Bapak Mertua Riana.
"Iya Pak. Ini Riana. Kok ponsel Aa' ada sama Bapak. Emangnya Aa' ada disitu ya Pak?" tanya Riana heran.
"Ooh...iya Riana. Tadi Suamimu ada disini. Pas nerima telepon dari seseorang, dia langsung pergi sampai lupa membawa ponselnya," jawab Bapak.
"Ooh..begituu. Ya udah pak ga papa. Maaf, Riana jadi mengganggu. Soalnya tadi kata temen Riana yang kerja di Bd katanya sempat melihat Aa' di toko perhiasan emas di Bd Pak," jawab Riana membuat Bapak terkejut.
Haduuuh, si Guntur teledor sekali batin Bapak menyesali sikap putranya.
"Bapak nggak tau soal itu Riana. Nanti Riana tanyain langsung dech ke Guntur kalau dia udah pulang," usul Bapak.
"Iya Pak..Riana tutup teleponnya ya Pak. Assalaamualaikum," ucap Riana mengakhiri percakapan mereka.
__ADS_1
"Waalaikumsalaam," jawab Bapak.
Setelah selesai menelepon Bapak, Riana masuk ke kamarnya. Walaupun masih penasaran, tapi Riana tak bisa berbuat apa-apa. Percuma saja, dirinya tetap tidak bisa mengetahui dimana Suaminya berada saat ini.
Ya udah, besok aja aku tanyain apakah benar Aa dinas ke Bd atau...menemui si pelakor itu. Scara selingkuhan Aa itu kan emang berada di Bd. Astaga..kenapa sejak tadi aku nggak mikir sampai kesitu ya ? batin Riana sembari menepuk jidadnya.
Riana akhirnya memutuskan untuk tidur dan akan menyelidiki hal itu besok.
Sementara itu Diana dan Guntur akhirnya tiba di kampung setelah menempuh perjalanan kurang lebih 3 jam lamanya.
Beberapa kali Guntur harus berhenti di rest area karena Diana yang mengantuk hingga membuat Guntur khawatir dan memberi kesempatan kepada Diana untuk beristirahat sejenak sekaligus menghilangkan kantuknya.
Ketika tiba di kampung, Bapak yang kebetulan sedang bersiap-siap hendak ke surau membukakan pintu untuk Guntur dan Diana.
"Kalian udah nyampe. Ya udah, Gun..lu anterin Diana ke kamar Anggi biar dia istirahat disana,. Setelah itu lu temui Bapak di depan. Ada yang mau Bapak bicarakan," ujar Bapak sembari meletakkan barang-barang bawaan Guntur untuk keperluan pernikahan besok ke kamar Mak.
Guntur mengangguk dan melaksanakan perintah Bapak. Setelah itu Guntur langsung ke ruang depan menemuI Bapak. 2 gelas kopi hitam telah dibuat Mak untuk Guntur dan Bapak. Setelah itu Mak kembali ke kamar dan membenahi barang seserahan yang dibawa Guntur.
"Iya Pak,"
"Gini Gun, semalam Riana Istrimu nelepon ke ponsel lu, nanyain lu," kata Bapak membuat Guntur terkejut.
"Oh..iya Pak. Apa yang dikatakan Riana?," tanya Guntur sembari menyeruput kopi hangat bikinan Mak. "Kemarin Gun beneran lupa bawa ponsel Gun,".
"Ah..Gimana nggak lupa Lu Guun..Gun. Orang kalau lagi jatuh cinta suka lupa diri, apalagi cuman lupa ame ponsel," ledek Bapak membuat Guntur salah tingkah.
"Terus, Riana ngomong apa lagi Pak?" tanya Guntur masih penasaran. Tidak mungkin Riana bela-belain nelpon malam-malam kalau nggak ada alasan yang mendesak.
"Oh iya, bener...Riana juga bilang kalau temennya yang kerja di Bd nglihat lu di toko perhiasan," ucap Bapak. "Elu harus nyari alasan yang masuk akal untuk menjawab pertanyaan Istri lu soal ini besok," saran Bapak.
Pantesan, semalam saat keluar dari toko perhiasan, kayak ada yang negur aku. Itu pasti si Susan, temennya Riana. Wah..gawat. Aku harus segera mencari alasan yang tepat agar Riana tidak curiga.
__ADS_1
"Waktu lu nganter anak istri lu dan pamit pulang, apa alasan lu ke mereka Gun ?" tanya Bapak begitu melihat Guntur terdiam cukup lama.
"Eum..Gun bilang ke Riana kalau Gun balik ke Batalion karena ada tugas dari DanYon Pak!" kata Guntur.
"Jadi apa alasan lu ke Istri lu nanti Gun?" tanya Bapak ingin tau.
"Dua hari lagi kalau nggak salah ulang tahun Riana Pak. Nah....alasan Gun ke Riana nanti kalau Gun ditugasin ke Cmi nganterin tamu dari Mabes. Pas pulangnya Gun ingat kalau Riana akan ultah beberapa hari lagi. Jadi sekalian aja Gun singgah di Bd beli cincin hadiah Ulang tahun untuk Riana," jawab Guntur memberi alasan.
Bapak terlihat manggut-manggut dan menyetujui alasan Guntur. "Lu emang bener-bener ya. Bisa ngasi alasan yang masuk akal begitu," Bapak tertawa dan tiba-tiba jadi teringat masa mudanya dulu.
Dulu..disaat Bapak ingin jalan bareng Mak, selalu saja ada alasan yang tepat bagi Bapak untuk ngajak Mak nonton layar tancap di desa. Padahal orangtua Mak, Ngkong dan Mpeng Guntur adalah orang tua yang sangat keras aturannya terhadap Mak.
"Lu persis Bapak dulu Gun, pinter nyari-nyari alasan," ujar Bapak yang ucapannya barusan disambung Mak yang tiba-tiba saja sudah berdiri di belakang mereka berdua. "Asal Bapak lu nggak pinter aja nyari-nyari alasan untuk kawin lagi..kayak elu,"
Sontak aja Bapak dan Guntur terlonjak kaget dan berbarengan mencari asal suara barusan. Guntur tertawa terpingkal-pingkal ketika melihat Bapak berusaha membujuk Mak yang merajuk dengan wajah ditekuk.
Aah..ada-ada aja Bapak dan Mak. Semoga saja pernikahan siriku besok dengan Diana berjalan lancar, do'a Guntur dalam hati.
Gara-gara kepergok Susan semalam, terpaksa dech budget untuk bulan maduku dengan Diana aku pangkas untuk beliin cincin Riana. Apa boleh buat. Daripada Riana curiga, mending ngorbanin sedikit milik Diana untuk Riana demi mengamankan posisi Diana.
Pagipun menjelang. Guntur yang menemani Bapak dan Mak sejak jam 03.00 WIB dini hari tadi memutuskan untuk tidak tidur. Walaupun kali ini adalah pernikahannya yang ke tiga, namun tetap saja laki-laki itu merasa sedikit gugup.
Setelah melaksanakan sholat Subuh bareng Bapak di surau tadi, pulangnya Guntur dan Bapak langsung menuju rumah Amil yang akan menikahkan Guntur dan Diana.
Mereka sengaja menemui Amil dan saksi untuk menyampaikan bahwa pernikahan Guntur dan Diana yang semalam sempat tertunda jadi dilaksanakan hari ini.
Setelah urusan Amil dan saksi selesai, Guntur dan Bapakpun kembali ke rumah.
Sementara itu di rumah keluarga Guntur, tidak terlihat aktifitas lain yang berbeda. Semua berjalan seperti biasa. Tidak ada persiapan yang istimewa menjelang pernikahan Guntur dan Diana..
Guntur dan Diana memang meminta agar pernikahan mereka hanya diketahui oleh keluarga inti saja untuk menjaga agar jangan sampai pernikahan diam-diam mereka bocor dan diketahui oleh Riana dan keluarganya.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=