TENTARAKU SUAMIKU

TENTARAKU SUAMIKU
Episode 79. POV Diana


__ADS_3

Aku terdiam mendengar penuturan Mas Syahrial tentang keinginannya ngajak aku liburan semester ke kota tempat tinggal Mas Syahrial dan apa alasannya ngajak aku.


"Aku nggak tau Mas..aku bingung dengan perasaanku sendiri," ucapku menjawab pertanyaan Mas Syahrial.


"Kamu harus punya prinsip An. Dengar aku....kamu juga berhak bahagia tanpa dibayang-bayangi kehadiran wanita lain. Kamu berhak mendapatkan laki-laki yang tepat..yang mencintai kamu dan kamu cintai...yang tidak terikat hubungan pernikahan dengan perempuan lain," ucap Mas Syahrial lekat memandang kearahku. Tangannya menyentuh jemariku.


Aku menatap Mas Syahrial yang juga sedang menatap kearahku. Pandangan kami bertemu. Sepersekian detik lamanya kami bersitatap.. tak ada satu katapun yang keluar dari mulut kami berdua.


Tiba-tiba Mas Syahrial mendekatkan wajahnya ke arahku. Aku terpaku, dan tak mampu berbuat apa-apa. Dadaku berdebar kencang. Entah perasaan apa yang kurasakan saat itu.


Mas Syahrial meremas lembut jemariku dan menarik tubuhku lebih dekat kearahnya. Ketika wajahnya semakin dekat kearahku dan bibir kami hampir saja beradu, tiba-tiba aku tersadar. Kami sedang berada di Kantin..


"Mas..!" refleks aku menarik tanganku dari genggaman Mas Syahrial.


Mas Syahrial tersadar karena gerakan tanganku dan sontak menjauhkan wajahnya dari wajahku.


Untungnya tempat aku dan Mas Syahrial duduk letaknya agak tersembunyi. Makanya adegan barusan lepas dari perhatian pengunjung kantin lainnya.


"M..maaf An," ucap Mas Syahrial meminta maaf.


Aku cuma bisa mengangguk sambil berusaha meredakan debaran jantungku sendiri.


Untuk sesaat kami terdiam.


"Jadi gimana An, Minggu besok setelah wisuda kamu bisa ikut aku pulang ke kotaku ?" tanya Mas Syahrial lagi, meminta jawabanku.


"Aku nggak bisa menjawab sekarang Mas. Aku nggak janji, tapi In syaa Allah kalau tidak ada rencana lain, aku akan ikut Mas," jawabku.


"Baiklah An...,"


"Tapi Mas, untuk apa aku liburan ke kota Mas ?" tanyaku bingung. Kalau aku ketemu Prita gimana..?

__ADS_1


"Kamu akan tau jawabannya An kalau nanti kamu jadi ikut aku," jawab Mas Syahrial.


"Kenapa tidak sekarang aja aku tau jawabannya Mas?" tanyaku penasaran.


"Tidak. nanti juga kamu akan tau tujuanku setelah kamu sudah berada dikotaku," Syahrial keukeuh tidak mau mengutarakan maksudnya.


"Iiih..Mas, bikin penasaran aku aja. Ayo dong, jawab pertanyaanku. Untuk apa aku ikut Mas. Bukankah kehadiranku bakal mengganggu hubungan mas dengan Prita karena otomatis waktu mas nanti habis tersita untukku," desakku penasaran.


"Bawel..ga usah banyak tanya. Harusnya kamu sudah tau maksudku," Mas Syahrial mencubit hidungku dan kemudian menyeruput kopinya yang sudah dingin.


Aku tau benar, jika sudah begitu percuma aku mendesaknya. Akhirnya akupun memutuskan untuk diam.


\=\=\=\=\=\=\=\=


POV Syahrial


Diana memandangku dengan wajah kebingungan. Aku tau ini terlalu tiba-tiba dan membingungkan. Tapi aku harus bicara dengan Diana. Diana harus tau perasaanku yang sebenarnya.


"An...Aku tau, cintaku padamu tidak sebesar cinta Guntur ke kamu. Tapi An, Guntur sudah memiliki Istri dan Anak. Apa kamu tidak ingin memiliki kehidupanmu sendiri tanpa harus berbagi dengan Riana?" tanyaku membuat gadis itu terkejut.


"Aku nggak tau Mas..aku bingung dengan perasaanku sendiri," jawab Diana datar.


Aku tidak puas mendengar jawaban Diana. Jawaban Diana adalah jawaban orang yang putus asa.


Kamu harus punya prinsip An. Dengar aku....kamu juga berhak bahagia tanpa dibayang-bayangi kehadiran wanita lain. Kamu berhak mendapatkan laki-laki yang tepat..yang mencintai kamu dan kamu cintai...yang tidak terikat hubungan pernikahan dengan perempuan lain," panjang lebar aku memberikan pendapatku untuknya. Kali ini sembari menyentuh jemari Diana.


Gadis itu tertegung saat kami saling beradu pandang. Kuakui, Diana memiliki kecantikan yang khas dan unik. Kecantikan wanita-wanita wilayah timur yang mempesona, berbeda dengan kecantikan gadis-gadis jawa yang kukenal.


Semakin dekat kupandangi wajahnya, semakin kuat keinginanku untuk menyentuhnya.


Saat memandangiku, bibir Diana yang seksi agak terbuka ... Terlihat menggemaskan. Matanya yang sayu semakin membuatku terpana. Kuakui, aku jarang menatap gadis itu sedekat ini. Kamu cantik Diana....batinku dan tanpa sadar fokus perhatianku kini mutlak terarah ke bibir seksi gadis itu.

__ADS_1


Hasratku tertantang untuk mengecup bibir seksi Diana yang menantang. Kutarik gadis itu lebih dekat kearahku. Namun saat wajahku semakin dekat denganya tiba-tiba aku dikejutkan oleh suara Diana.


"Mas....!!" bisik Diana membuatku kaget dan sontak menjauhinya. Kulepaskan genggaman tanganku.


Aku baru menyadari kalau saat ini kami sedang berada di ruang kantin. Untungnya tempat aku dan Diana duduk agak terbelakang dan jauh dari perhatian pengunjung kantin lainnya.


"Mm...maaf An," ucapku sambil bergeser sedikit menjauhi Diana.


Beberapa hari lagi, aku bakal diwisuda. Masa pendidikanku di kampus ini akan berakhir dan aku siap ditempatkan di kantor cabang manapun yang ditetapkan oleh perusahaan tempatku mengabdi.


Hal yang saat ini sangat memberatkanku adalah aku akan meninggalkan Diana, gadis yang akhir-akhir ini selalu setia mengisi hari-hariku selama kami bersama-sama menuntut ilmu di kampus ini.


Aku mulai mencintainya. Walau awalnya niatku mendekati gadis itu karena aku ingin melepaskannya dari jeratan laki-laki beristri, namun seiring berjalannya waktu, benih-benih cinta mulai tumbuh dihatiku untuknya.


Sampai ketika orang tua Prita kekasihku menyatakan keberatanya jika aku akan memboyong Prita putrinya ke daerah tempat tugasku yang baru saat aku dan Prita selesai menikah nanti. Aku merasa hubunganku dengan Prita mulai merenggang.


Dan entah dari mana datangnya ide itu. Ide untuk mengajak Diana menemui keluargaku saat liburan semester besok.


"Tapi Mas, untuk apa aku liburan ke kota Mas?" Diana bertanya kepadaku sambil menatapku bingung.


"Kamu akan tau jawabannya An ketika kamu jadi ikut aku nanti," jawabku berteka-teki.


"Kenapa tidak sekarang aja aku tau jawabannya Mas?" tanya Diana penasaran.


"Tidak. nanti juga kamu akan tau tujuanku setelah kamu sudah berada disana," Aku ngotot nggak ingin Diana mengetahui maksud dan tujuanku yang sebenarnya.


Aku ingin menguji cinta dan kesungguhan Prita kepadaku. Apakah dia lebih memilih orangtuanya atau ikut aku suaminya.


Jika Prita kekasihku ternyata tidak dapat memperjuangkan cinta kami, maka Aku akan melamar Diana saat itu juga. Namun niatku itu tidak kuutarakan secara gamblang kepada Diana.


Aku menginginkan waktu dan kehadiran Diana yang akan merubah takdirku.

__ADS_1


Aku yakin, dengan kondisi mental Diana yang semakin terikat dengan Guntur, jika aku berterus terang kepadanya saat ini tentang tujuanku yang sebenarnya, maka dapat dipastikan kalau Diana akan menolakku mentah-mentah.


Walaupun aku yakin Diana juga mencintaiku, namun keterikatannya dengan Guntur akan membuat gadis itu ragu-ragu untuk mengikutiku.


__ADS_2