TENTARAKU SUAMIKU

TENTARAKU SUAMIKU
Episode 51. Rencana Diana Untuk membuat Guntur Marah.


__ADS_3

Jam di meja belajar Diana masih menunjukkan pukul 22.00 WIB ketika terdengar bunyi gadget di tangan Diana. Ada WA untuknya. Dengan malas dan ngantuk berat Diana meraih gadgetnya dan hendak membaca WA yang masuk.


DEGG ....Pesan dari Guntur Pramudya untuknya. Diana berdebar. Penasaran dibukanya pesan yang masuk. Rasa kantuk yang sejak tadi dirasakan Diana seolah menguap entah kemana.


Aku sudah tiba di jakarta begitu bunyi WA dari Guntur. Diana tertegung, dibacanya lagi sebaris pesan yang lain.


Besok pagi aku ke "Bd" nemuin kamu Diana sayang. Aku rindu banget. Jangan kemana-mana. Besok aku jemput di asrama.


Mati aku...!! .Diana kalap. Gadget ditangannya terjatuh. Untung Sri sigap..secepat kilat ditangkapnya gadget Diana yang hampir menyentuh lantai kamar. Telat dikit aja..gadget Diana bisa dipastikan tidak bisa kepakai lagi.


"Kenapa dek..ada apa..!?, kamu koq sampai kaget begitu..!?" tanya Sri melihat perubahan sikap Diana.


"Ng...nggak mbak...nggak ada apa-apa," jawab Diana terbata-bata. Sri menyerahkan kembali gadget milik Diana. Pias wajah Diana....gugup.


Beberapa bulan dirinya sempat lost contack sampai Guntur memberitahukan berita kepulangannya kemarin. Diana benar-benar ingin menghindari laki-laki itu dan memutuskan hubungan mereka. Tapi pagi ini, semua rencana yang telah ia susun jadi berantakan. Tidak mungkin bagi Diana menghindari Guntur. Diana tau persis gimana Guntur.


Gadis itu tidak menyangka, Guntur bakal kembali pulang ke Batalionnya lebih cepat dari perkiraannya kemarin. Padahal Diana sudah memperkirakan, seandainya Guntur bertugas sesuai perhitungan mereka, maka begitu Guntur balik ke batalion, Diana sudah lulus kuliah dan kembali ke daerah.


Ternyata perhitungannya meleset jauh. Guntur dan pasukannya kembali lebih awal ke batalion.

__ADS_1


"Ya udah kalau begitu. Lain kali hati-hati. Lumayan lho kalo harus diganti LCD nya. Aku ke ruang TV dulu," Sri kembali mengingatkan Diana.


"Iya mbak...makasih udah diingetin," ucap Diana sambil mengambil kembali gadgetnya dari tangan Sri.


Diana sengaja tidak membalas WA Guntur. Namun tiba-tiba hpnya berdering. Telepon dari Guntur. Diana gelagapan. Terus terang Diana belum siap menerima telepon dari Guntur, apalagi bertemu dengannya.


Angkat tidak yaaa...duuuh, kog jadi gugup begini..? batin Diana risau.


Suara dering gadget Diana terhenti. Ada pesan WA baru yang masuk untuknya.


Kenapa nggak diangkat teleponku !? . Angkat Diana bunyi WA Guntur. Beberapa detik kemudian gadget Diana kembali berdering. Gadis itu belum berani menerima telepon dari Guntur. Beberapa kali gadget Diana berdering lagi dan mati lagi.


Diana kaget dan langsung menuliskan sesuatu disana.


"Mas, aku sedang rapat senat mahasiswa di kampusku , nggak bisa ngangkat telepon dan nggak boleh main hp mas," ketik Diana berbohong.


"Ya udah kalau begitu. Kenapa nggak bilang dari tadi sayang. Aku kira kamu mau menghindariku,"


"Nggak mas, aku mau ngangkat..tapi tadi ketahuan dan kena tegur senior aku,"

__ADS_1


"Ouuh, maafkan aku ya, jadi mengganggu waktu kamu. Ya udah, dilanjut. Besok aku jemput ya. Jangan lupa dandan yang cantik. Besok kita ke "Boo" nemuin orang tuaku.


"Ap...apa..?" Diana terperangah.


"Mas serius mau ngajak aku bertemu orang tua mas..!?" tanya Diana, tidak yakin.


"Iya..aku serius..sejutarius malah. kan kemaren sudah aku bilangin, setelah pulang nanti kamu akan aku bawa menemui orang tuaku. Kamu lupa An ?"


"Aku pikir, mas cuma bercanda. Gimana mas mau ngenalin aku ke orang tua mas, sementara mas sudah punya istri dan anak ?" Diana masih belum yakin.


"Kan aku sudah pernah ngomong ke kamu soal ini. kamu nggak ingat An ?. Aku kalau sudah janji pasti aku tepati,"


"Tapi untuk apa mas..?. Mending nggak usah dech. ntar image aku buruk lagi dimata keluarga mas, sudah tau mas sudah berkeluarga masih aja mau diajak ke rumah keluarga mas," tolak Diana halus.


"Aku sudah ngomong ke orang tuaku mau ngajak kamu nemuin mereka. Aku bilang kamu keluarga angkatku di kota "T", makanya mereka mau banget bertemu kamu An,"


Diana terduduk lemas.Yaa Allah, kalau sudah sedekat ini jarak kami, bagaimana caraku menghindarinya..?


Kalau ketahuan istrinya, aku pasti bakal jadi bulan-bulanan Riana, istri mas Guntur. Aku harus mencari cara untuk membuat mas Gun melepaskan aku..Syahrial...yaa.. hanya mas Riil yang bisa bantu aku. Kali ini mas Riil nggak boleh pulang. Dia harus membantu aku manas-manasin mas Gun biar mas Gun marah dan mutusin aku. batin Diana yakin.

__ADS_1


,\=\=\=\=\=\=


__ADS_2