TENTARAKU SUAMIKU

TENTARAKU SUAMIKU
Episode 29. Beri Pelajaran si Penghianat.


__ADS_3

Diana berlari meninggalkan Guntur yang masih termangu mendengar keputusannya. Walaupun terasa berat, Diana memutuskan untuk melepas Guntur, laki-laki yang sangat dicintainya.


Dengan air mata yang masih berderai, Gadis itu berlari menuju rumah kontrakannya, menguncinya dari luar untuk mengalihkan perhatian Guntur kalau-kalau laki-laki itu nekat kerumahnya dan masuk rumah melalui pintu belakang.


Diana bergegas masuk ke kamarnya dan meluapkan semua kesedihan, kekesalan dan sakit hatinya dipelukan panda berukuran besar kesayangannya.


Duh..kenapa hati ini berasa sakit setelah mengucap kata putus, padahal aku sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi setiap kemungkinan. Tapi tetap saja hatiku sakit, batin Diana perih.


Kini semuanya telah hancur. Walaupun mas Guntur terang-terangan menentang keputusanku, tapi bisa bertahan berapa lama dia, dan parahnya aku sudah minta Putus walaupun bukan itu yang aku mau ??.


Diana sesenggukan, mengingat apa keputusannya tadi siang. Tapi mau gimana lagi. Nasi sudah menjadi bubur. Diana merasa tidak memiliki pilihan lain. Tidak mungkin bagi gadis itu untuk mempertahankan hubungannya dengan Guntur. Justru nanti malah lebih menyakitkan baginya.


Diana meringis, sakit...!!.


Dalam kesedihannya, sebersit doa dipanjatkan gadis itu, penuh harap.


Allah, jika dia bukan jodohku,


Maka jauhkanlah dia sejauh jauhnya dariku.

__ADS_1


Tapi jika dia adalah jodohku


*Maka dekatkanlah dia sedekat-dekatnya


padaku*.


Pasrah, itulah yang sekarang dirasakan Diana. Ada beban yang berkurang dipundaknya. Gadis itu menghela napas panjang. Tak berselang lama, Diana akhirnya tertidur, dibuai mimpi indah tentang Guntur Pramudya.


\=\=\=\=\=\=


Di barak, Guntur sedang berbincang dengan Anton. Hari mulai beranjak senja ketika rombongan DanYon memasuki pelataran parkir. Terlihat Reza ada disana.


Guntur mendengus, sheet..., si kurus itu, sekali tonjok langsung keok dia..!!, Mau coba main-main denganku. batin Guntur dongkol.


Sebenarnya Guntur tak berminat memberi pelajaran kepada Reza. Dilihat dari ukuran tubuh dan kekuatan fisik mereka, Reza kalah jauh dengan Guntur. Tapi biar bagaimanapun, si Reza harus dikasi pelajaran biar lain kali nggak kepo lagi mencampuri urusan pribadiku, batin Reza membenarkan rencananya dan Anton.


Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu tiba. Kedua laki-laki itu berjalan kearah Reza yang terlihat sedang sendiri. Keduanya lalu mengapit lengan Reza dan mengarahkan laki-laki itu ke barak Guntur dan Anton.


Sesampainya di barak, tanpa ba..bi..bu, sebuah tinju melayang kearah laki-laki itu.

__ADS_1


BUUKG....!! pukulan telak tepat di ulu hati Reza.


ARGHHHH..!!!. Reza berteriak kesakitan sambil memegangi perutnya.


Anton tidak ikut mengeksekusi laki-laki itu. Dirinya diberi tugas oleh Guntur untuk menjaga pintu dan mengawasi situasi kalau-kalau ada yang datang.


BRENGSEK..!! Apa yang kamu katakan kepada Nani soal statusku...!! sudah kuperingatkan kau sejak awal. Kita bertaruh dengan gentle bung. Jangan jadi banci..!!" serang Guntur marah.


"Apa aku salah..!?, harusnya kamu berterima kasih kepadaku karena membuka kedokmu, secara tidak langsung aku sudah membantu kamu bung..kamu sudah mulai bermain demgan hati. Dan itu tidak baik untuk Diana maupin istrimu Riana", ujar Reza memberi alasan..


"BULSHEET, ..OMONG KOSONG..!! bilang saja kamu iri karena aku berhasil merebut gadis pujaanmu..!!" ejek Guntur. Tawa sinis menghiasi sudut bibir laki-laki itu.


"Terserah kamu, yang penting aku telah membebaskan Diana darimu, dan......"


"Dan kamu akan merebut posisiku dihati Diana, begitu..??. Jangan mimpi bro..!!, tidak akan kubiarkan..!!, sahut Guntur memotong ucapan Reza.


"Terserah apa pendapatmu, kita lihat saja nanti," Reza berlalu sambil memegangi perutnya yang masih sakit.


Tapi laki-laki itu puas, setidaknya dirinya tidak perlu bersembunyi dari Guntur Pramudya.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=


__ADS_2