TENTARAKU SUAMIKU

TENTARAKU SUAMIKU
Episode 90. Pelampiasan atau bukan ??.


__ADS_3

Menuju hotel tempat Guntur nginap tidak butuh waktu lama karena letaknya yang sengaja dipilih Guntur dekat dengan asrama tempat Diana tinggal.


Sebelum ke hotel, Guntur mengajak gadisnya berkeliling kota Bd dan menikmati makan malam disalah satu cafe di kota itu. Bahkan saat menunggu Diana tadi, Guntur juga sempat membeli beberapa keperluannya dan Diana di mini market.


Setelah cukup berkeliling, Guntur kemudian membelokkan arah motornya ke hotel. Diana terlihat gugup. Tangannya berkeringat dingin. Dia tau apa yang bakal terjadi nanti di hotel saat dirinya hanya berdua dengan Guntur.


Walaupun bukan sekali ini saja Diana menghabiskan waktunya dengan Guntur, namun tetap saja Diana merasa gugup dan takut.


"Mas, kita ngobrolnya diluar aja ya. Jangan di hotel," pinta Diana pelan.


"Kenapa..kamu takut?" tanya Guntur sambil menggenggam jemari Diana. "Tanganmu berkeringat sayang?" tanya Guntur begitu menyadari sikap Diana yang tiba-tiba berubah.


"Ak..Akuuu...," ucap Diana gagap.


"Kenapa....Kamu takut aku apa-apain di hotel nanti?" terka Guntur


"I...iya," jawab Diana disambut tawa keras laki-laki dihadapannya.


"Ha..ha..ha..ha..sayaang. Kenapa kamu mesti takut?. Aku bukan laki-laki bejat yang tidak bertanggung jawab. Jika itu yang kamu inginkan, aku tidak akan menyentuhmu. Percayalah sayang...Aku hanya sangat merindukanmu saat ini," Guntur meyakinkan Diana.


Diana terdiam. Walaupun masih ragu-ragu tapi Diana merasa kekhawatirannya sedikit berkurang.


Akhirnya Guntur dan Diana tiba di hotel tempat Guntur nginap.


"Kamu duduk An, Aku mandi dulu," Guntur mengambil handuk yang disiapin pihak hotel dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Tak berapa lama, Guntur selesai dengan kegiatan mandinya. Hanya dengan mengenakan handuk yang dililitkan dipinggang hingga lututnya hingga menampakkan lekukan otot-ototnya yang menonjol seksi.


Wangi tubuh Guntur menyentuh hidung Diana. Gadis itu mencoba memalingkan wajahnya, menghindari pemandangan menggoda dihadapannya.


"An...," tiba-tiba Guntur telah berada dibelakang tubuh Diana dan memeluk gadis itu.


Bulu kuduk Diana meremang saat Guntur mendekatkan wajahnya ke tengkuk Diana. Tanpa menunggu persetujuan Diana, Guntur mulai menciumi lembut tengkuk Diana kemudian mengarah ke telinga Diana.


Guntur hapal benar titik-titik sensitif di tubuh Diana. Gadis itu menggelinjang geli disertai ******* tertahan.

__ADS_1


"M..Maaas..ja..jangaan," Diana tak tahan. Namun terlambat, Guntur yang sejak tadi menahan hasratnya tak mampu lagi menahan diri.


Serangannya di bagian sensitif Diana semakin menggila, bahkan kedua tangannya Mulai mengarah ke dua bukit indah milik Diana yang masih terbalut sweater. Dengan lembut diremasnya kedua bukit itu.


Diana tersentak dan hendak melepaskan diri, namun Guntur tak membiarkan gadis itu untuk menolaknya. Dibalikkannya tubuh Diana dan diraupnya penuh bibir ranum Diana dengan lembut dan sepenuh hati.


Diana tertegung dan tanpa sadar mengikuti irama gerakan kekasihnya. Saling pagutpun terjadi antara keduanya. Seolah melepaskan semua rasa yang dialaminya sejak tadi pagi, Guntur ******* habis bibir Diana.


"Aku mencintaimu sayang...," bisik Guntur dan kembali menjelajahi bibir, wajah, telinga dan leher Diana. Laki-laki itu berusaha berlaku selembut mungkin agar gadisnya tak ragu padanya.


"Maaaas..," bisik Diana pasrah. Dilingkarkannya tangannya dileher Guntur.


Diana sadar, Guntur tak akan melepaskannya begitu saja seperti biasa. Ciuman panjang itupun mereka lakukan tanpa jeda hingga beberapa menit lamanya.


Saat Guntur merasakan sesuatu yang semakin tegang dan keras dibawah sana yang meronta meminta pelampiasan, tanpa ragu Guntur membopong tubuh Diana keatas ranjang, melepas satu-satunya benda yang menutupi tubuhnya, kemudian dengan sedikit tergesa-gesa mencoba membuka semua benda yang menutupi tubuh Diana.


Diana tersadar. Kini tubuhnya benar-benar terkunci dibawah himpitan kekasihnya. Saat tangan Guntur hampir berhasil menyelesaikan tugasnya, Diana tiba-tiba bersuara


"Mas...hentikan..!!!" jerit tertahan Diana menyadarkan Guntur. "Kamu sudah berjanji Mas, tidak akan melakukannya," bisik Diana di telinga Guntur.


"Tap..tapi sayang..Aku nggak tahan lagii. Kau terlalu seksi untuk kulepaskan begitu saja," ujar Guntur masih belum bisa melepaskan Diana.


"Jangan biarkan perbuatan kita malam ini menghapus impian indahnya malam pertama kita Mas," suara Diana kini terdengar memelas membuat Guntur tersadar dan akhirnya membaringkan tubuhnya disamping Diana.


"Tapi..bagaimana dengan ini Diana sayang. Aku benar-benar menginginkanmu," ucap Guntur diantara deru napasnya sembari menunjuk ke arah "si pejantan tangguh" yang berdiri sempurna menunggu pelampiasan.


"Mas pasti tau cara menuntaskannya..!" belum selesai Diana berucap..laki-laki yang berbaring disampingnya tiba-tiba bangun dan berjalan kearah kamar mandi.


Beberapa menit kemudian Guntur keluar dengan tubuh basah. Diana tersenyum melihat Guntur yang berjalan lemas dan terlihat sedikit kecewa.


"Jangan marah sayang...Aku hanya ingin saat kita menikah nanti, moment malam pertama kita akan terasa indah dan berkesan. Jangan rusak impianku itu Mas,"


"Ya..baiklah An. Kali ini aku melepasmu.Tapi tidak lain kali. Aku tidak akan membiarkanmu menolakku," jawab Guntur sembari mengeringkan tubuhnya.


Didekatinya Diana yang masih berbaring diranjang hotel, namun sudah berpakaian lengkap.

__ADS_1


"Tapi aku masih ingin menciummu, boleh?" tanya Guntur membuat Diana tertawa.


"Boleeeh...sini," Diana menepuk ruang kosong disampingnya, membuka selimut dan memberi isyarat agar Guntur mengisi kekosongan itu.


Tanpa menunggu lama, Guntur mendekati Diana dan berbaring disampingnya. Mereka tidur saling berhadap-hadapan membuat Guntur leluasa untuk memandang wajah Diana.


"Aku mencintaimu Diana. Dan aku tak ingin kehilangan Kamu," ucap Guntur sungguh-sungguh.


"Aku percaya Mas....."


Belum selesai ucapan Diana, Guntur kembali mencium bibir Diana. Beberapa menit mereka lalui dalam pagutan panjang hingga keduanya tertidur karena kelelahan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sementara itu di rumah Guntur, Riana terbangun karena mimpi yang dialaminya barusan. Pertengkarannya dengan suaminya membuat Riana tidak bisa tidur dengan nyenyak.


"Mmm..Aa' kemana ya," ucap Riana begitu menyadari Guntur tidak berada disampingnya. Hanya terlihat Kiara yang masih tertidur pulas.


"Ah...mungkin Aa' sedang kencing atau mengambil sesuatu di dapur," guman Riana lagi sambil bangun dan berjalan menuju ruang tamu kemudian kearah dapur.


Namun tak ditemuinya Guntur disemua ruangan di rumah mereka.


Riana memutuskan untuk kembali ke kamar dan mengambil ponselnya. Aku harus menghubungi Aa'..dimana Dia sekarang? Batin Riana galau.


Dicarinya nomor ponsel Guntur, kemudian dihubunginya. Namun ponsel Guntur terlihat tidak diaktifin laki-laki itu.


Diana semakin gelisah. Dihubunginya beberapa kawan Guntur. Namun tak ada satupun yang bisa menjawab keberadaan Guntur saat itu kepada Riana.


Usahanya sia-sia. Guntur pergi tanpa memberi kabar kepadanya. Bahkan berpamitanpun tidak dilakukan suaminya.


Apakah sebegitu marahnya suamiku hinga dia mendiamkan aku seperti ini?.


Riana terduduk diatas sofa ruang tengah. Dibiarkannya pintu rumahnya terbuka lebar, berharap Guntur tiba-tiba muncul disana. Namun percuma. Laki-laki yang ditunggunya tak kunjung datang.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2