TENTARAKU SUAMIKU

TENTARAKU SUAMIKU
Episode 55. Pertemuan Guntur dan Putrinya Kiara.


__ADS_3

Syahrial membalikkan tubuh Prita menghadap dirinya. "Maaf...maafin mas dek. mas nggak bermaksud membuat kamu nangis apalagi nyakitin kamu. Mas hanya kaget saja tiba-tiba kamu udah nyampe aja di asrama. Padahal biasanya setiap kali mas ajak kesini, kamu nggak pernah mau," Syahrial menghapus air mata Prita.


"Ayo ..masuk dek. mas buatin teh hangat ya, biar kamu lebih tenang," tawar Syahrial.


Prita mengangguk dan masuk ke kamar Syahrial. Pintu kamar dibiarkan terbuka oleh keduanya.


\=\=\=\=\=\=


Sementara itu di lantai tiga asrama, ada sepasang mata yang memperhatikan Prita dan Syahrial di depan kamar 301. Kamar Sri dan Diana.


Rupanya Diana memutuskan untuk kembali ke asrama. Dengan alasan ingin mandi, Sri dibiarkannya menunggu di kantin. Padahal tujuan Diana yang sesungguhnya adalah melihat sosok Prita, tunangan Syahrial. Diana penasaran Prita gimana orangnya dan bagaimana sikap Syahrial menghadapi Prita.


Hmm...cantik juga tunangannya mas Riil. Kelihatan masih sangat muda..Duuh..kenapa aku harus cemburu. Kan mas Syahrial cuman pacar sesaat aku. Nggak pantas aku cemburu berlebihan kepadanya batin Diana merasa konyol.


Tapi ini masalah buat aku. Kalau mas Gun jadi datang, nggak ada alasan bagiku untuk menolak pergi dengannya. Nggak mungkin Prita cuman sementara aja disini..Diana mulai gelisah dan memutuskan untuk masuk ke kamarnya.


Setelah mandi dan mengganti baju, Diana bersiap kembali menemui Sri yang masih sabar menunggunya di kantin kampus.


Diana tidak menyadari kalau Syahrial secara diam-diam memperhatikan gerak-gerik Diana dari kamarnya.


Sementara itu dikamar Syahrial, Prita terlihat mulai lebih tenang.


"Mas sudah dua minggu nggak pulang. Kenapa mas ?" tanya Prita


Syahrial menatap Prita sejenak, mengambil kursi belajar milik Zein dan duduk dihadapan Prita yang duduk diatas tempat tidurnya.


"Banyak tugas yang harus mas selesaikan dek. Beberapa bulan lagi mas ujian skripsi. Mas harus fokus. Hanya dihari Sabtu dan Minggu mas bisa leluasa menyelesaikan skripsi mas. Tolong kamu ngerti dek," Syahrial memberi penjelasan panjang lebar. Benar-benar alasan yang tepat.


Prita manggut-manggut mengerti mengapa Syahrial tidak pulang ke kota "C" dan tidak menemui Prita selama dua minggu terakhir. Syahrial dan Prita akan menikah setelah Syahrial menyelesaikan pendidikannya.


Harusnya aku mensupport mas Riil untuk menyelesaikan pendidikannya. Bukannya malah mencurigainya macam-macam...batin Prita menyesali sikapnya.


"Iya mas..aku ngerti mas harus fokus. Tapi dua minggu terlalu lama mas. Dan nggak biasanya mas nggak pulang begitu lama. Aku khawatir mas..makanya aku nyusul mas kesini. Niatku cuman mau nemenin mas weekend berdua aja," ujar Prita sambil menunduk.

__ADS_1


"Ya udah..lagian kamu sudah disini dek," ucap Syahrial menenangkan tunangannya.


"Kita jalan yuk mas..Aku pengen ke Tangkubanperahu. Mas bisa nemenin aku nggak..?" tanya Prita membuat Syahrial kebingungan.


Disatu sisi dirinya tidak mungkin membiarkan Prita pergi sendiri. Nggak bertanggung jawab banget..pikir Syahrial gelisah. Tapi dilain sisi Syahrial punya janji dengan Diana yang tidak kalah pentingnya.


"Mas..kok diam?" tanya Prita lagi


"Eh..iya dek. Bisa..nanti kita jalan ya ke Tangkubanperahu. Mas anterin" jawab Syahrial akhirnya, tak ingin menyakiti Prita.


Soal Diana biar nanti aku bicarakan lagi dengan Sri. Mungkin dia bisa membantu aku menyelesaikan masalah Diana. batin Syahrial mencoba menyelesaikan masalah Diana dengan caranya.


"Aku mandi dulu ya dek," Syahrial mengambil handuk dan menuju kamar mandi untuk mandi. Sementara Prita memilih keluar kamar dan menunggu Syahrial di depan kamarnya.


Setelah mandi dan berpakaian yang lebih santai, Syahrial kemudian mengajak Prita untuk pergi. Namun sebelum pergi dengan Prita, Syahrial memutuskan untuk menemui Diana dikamarnya terlebih dulu.


"Kamu tunggu disini ya dek. Mas ke atas dulu bentaran. Mau nitip kunci kamar ke teman mas," ucap Syahrial.


"An...tunggu..!!" panggil Syahrial menghentikan langkah Diana.


Diana menghentikan langkahnya dan berbalik. didapatinya Syahrial yang sedang berjalan tergesa-gesa kearahnya.


"Ada apa mas?" tanya Diana acuh tak acuh.


"Jangan sinis begitu dong An. Yuk..aku kenalin dengan Prita," ajak Syahrial.


"Nggak akh...," sahut Diana sambil melambai dan tersenyum kearah Prita yang menunggu Syahrial di lantai dua asrama. Prita membalas lambaian Diana sambil tersenyum kearahnya.


"Aku anterin Prita dulu ya. Kamu jangan kemana-mana. Disini aja nemenin Sri," ujar Syahrial mewanti-wanti.


"Hemm..tergantung...!!" ucap Diana menggantung.


"Tergantung apa..?" tanya Syahrial.

__ADS_1


"Yaaa..tergantung nanti. Kalau aku bete, boleh dong aku keluar asrama. Masa aku disuruh nungguin asrama..emangnya aku setan penunggu asrama..!?" senyum sinis Diana dibibirnya yang tak bergincu.


Syahrial tertawa dan memahami sikap Diana. " Aku minta maaf..tapi aku janji, begitu selesai nganterin Prita, aku langsung balik," janji Syahrial masih mencoba meyakinkan Diana.


"Ya udah..sanaaa..jalan. Kasian tu tunangan mas nunggu lama. Nggak usah khawatirin aku. Aku akan baik-baik saja," nada suara Diana melunak.


Syahrial mengangguk dan buru-buru kembali ke kamarnya.


Diana menatap punggung Syahrial dan Prita hingga kedua sejoli itu menghilang dari pandangannya. Tangan Prita bergelayut manja dilengan Syahrial. Sesekali Syahrial menolehkan pandangannya kearah kamar Diana. Tapi tak lagi ditemuinya sosok gadis itu.


\=\=\=\=\=\=


Sementara itu di kota "S", dengan naik ojek didepan RS, Guntur tiba dirumah mertuanya. Dari kejauhan terlihat Kiara sedang disuapi mbak Tiwi, kakak Riana. Sementara ibu Riana menatap tingkah lucu Kiara cucunya yang baru mulai menginjak usia 3 tahun sambil bertepuk tangan dan tertawa.


Kiara, putri semata wayang Guntur dan Riana saat ditinggal Guntur bertugas ke kota "T" masih berusia 2 tahun. Kiara terlihat sehat dan cantik diusia balitanya. Tingkah lucunya yang menggemaskan selalu membuat orang-orang disekitarnya tertawa.


Begitu turun dari ojek dan membayar ongkos ojek, dengan berjingkrak-jingkrak Guntur berjalan mendekati putri kecilnya. Kiara yang tak menyadari kehadiran ayahnya masih asyik dengan boneka barbie ditangannya.


Sebelum tiba dirumah mertuanya, Guntur sempat mampir ke toko dan membeli beberapa keperluan Kiara dan boneka panda berwarna merah muda ukuran besar untuk putrinya.


Sambil menutupi wajahnya dengan boneka raksasa Kiara, perlahan Guntur mendekati putri kecilnya. Ibu Riana dan mbak Tiwi yang menyadari kehadiran Guntur tertawa dan kompak untuk diam.


"Kiaraaaaa...," Guntur memanggil nama putrinya. Sontak gadis mungil itu berpaling dan mendapati sebuah boneka cantik berdiri di belakangnya. Kiara tertawa senang, tak menyadari kehadiran ayahnya. Begitu ditariknya boneka cantik itu..Kiara bengong mendapati seorang laki-laki berseragam tentara berdiri didepannya.


Gadis mungil itu melangkah mundur, tidak mengenali ayahnya. Guntur tertawa dan merentangkan tangannya kearah Kiara.


"Ini ayah sayang...ayah..," Guntur membuka baret yang dipakainya. Tiba-tiba Kiara berubah rona wajahnya, antara menangis dan tertawa. Rupanya Kiara mulai mengenali sosok ayahnya.


"Sini...peluk ayah," Guntur mendekati putrinya. Kali ini kiara melangkah maju walau ragu-ragu dan ...


"Ayaaahh..," suara mungil Kiara memanggil ayahnya. Guntur memeluk putri semata wayangnya dengan pelukan hangat dan ciuman penuh kerinduan. Sementara ibu dan mbak Tiwi hanya memperhatikan adegan itu dengan senyum haru.


\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2