
Guntur memacu motornya dengan kecepatan tinggi meninggalkan rumah Mertuanya. Kesal, marah dan malu dirasakan laki-laki itu.
"SIAL...!!! umpat Guntur sembari menghentikan laju motornya di salah satu sisi jalan yang dilaluinya.
"Bodohnya aku...kenapa aku bisa salah sebut nama Istriku sendiri disaat-saat penting dan genting kayak semalam...!!!" Guntur memukuli setir motornya dengan kesal.
"Pantas saja Riana murka. Ada apa sich denganku..!?" seru Guntur masih diatas jok motornya.
"Aku nggak bisa menyalahkan Riana Istriku. Aku memang salah..melakukan hal bodoh justru di tempat dan waktu yang salah.!!," Guntur masih bicara dengan dirinya sendiri sampai gadget ditangannya berbunyi.
Telepon dari Bapak. Guntur memang memiliki dua buah gadget. Yang satu dipakai untuk internetan dan lain-lain, satunya lagi khusus hanya untuk teleponan dengan orang-orang tertentu saja. Salah satunya adalah kedua orangtuanya.
"Assalaamualaikum Pak, ada apa ?"
"Wa'alaikumsalaam Gun. Bapak cuman mau kasi tau, Diana udah balik ke "Bd" tadi subuh,"
"Apa Pak..!?" Guntur kaget. "Kok bisa..bukannya Bapak udah ngasi tau ke Diana seperti yang kemaren Gun bilang ?".
"Sudah Gun. Tapi entah kenapa, selesai sholat Subuh tadi, Diana memutuskan untuk balik ke "Bd". Dia nggak mau nunggu kamu Gun,"
Guntur memijit kepalanya yang tiba-tiba sakit. Arrghh..ada-ada saja. Belum selesai masalah Riana, sudah muncul masalah baru..!!.
"Apa Diana tau kalau Gun lagi di rumah Mertua Gun pak ?"
"Entahlah Gun. Bapak nggak tau,"
"Ya udah Pak, nggak apa-apa. Aku susul Diana ke kampusnya aja" putus Guntur kemudian.
"Terserah Kamu Gun. Kamu hati-hati di jalan. Wassalaamualaikum," Bapak menutup pembicaraan mereka
"Wa'alaikumsalaam," balas Guntur dan langsung memacu laju motornya dengan kecepatan maksimal. Kali ini tujuannya adalah Diana, kekasihnya.
Mumpung Riana masih marah, sebaiknya aku susul Diana dulu. Selesai urusan Diana baru aku kembali dan nyelesain masalahku dengan Riana Istriku batin Guntur semakin mempercepat laju motornya
\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Sementara itu di dalam salah satu bis tujuan "Bd", Diana terlihat duduk sambil memandang keluar jendela. Gadis itu mencoba membuang rasa kesalnya kepada Guntur yang telah membohonginya dengan berusaha menikmati perjalanannya.
Diana tidak bisa membuang bayangan Guntur dan Riana dari kepalanya. Berbagai prasangka yang bergelayut di kepala gadis itu membuat kepalanya sakit.
Ada apa denganku..Wajar Guntur menghabiskan waktunya dengan Istri dan Anaknya. Kenapa aku harus cemburu?. Bukankah aku sudah tau status Mas Gun?.
Diana memijit kepalanya yang semakin sakit. Ternyata begini rasanya menjadi yang kedua..sesal Diana sembari meraba dadanya yang berdegup aneh.
Tiba-tiba....ting...hp di tangan Diana berbunyi. Ada Wa dari Guntur. Dengan enggan Diana membuka pesan WA Guntur.
"Kamu dimana An, kenapa pulang duluan dan nggak nunggu aku?" tanya Guntur
Untuk seper sekian menit lamanya, Diana tidak menggubris pesan WA Guntur. Hatinya terlanjur kecewa.
Tingg...terdengar bunyi pesan masuk yang kedua dari Guntur. Diana yang masih ogah-ogahan akhirnya membuka pesan WA Guntur yang baru saja diterimanya.
"Jawab Aku Ann...!!,"
Diana memejamkan matanya, mencoba untuk mengabaikan pesan-pesan WA dari Guntur. Apa Aku matiin aja ya hpku biar Dia tidak bisa menggangguku lagi ? batin Diana memikirkan apa yang harus dilakukannya...
Tuuuuttt....tuuuutt...tuuuutt..
Panggilan masuk untuk Diana..dari Guntur. Gadis itu gelagapan. Namun Diana masih tak mau menerima panggilan WA Guntur walaupun hatinya was-was kalau Guntur akan marah dan melakukan tindakan yang sukar ditebak olehnya.
Setelah beberapa kali panggilannya tidak direspon Diana, akhirnya Diana menerima pesan singkat Guntur yang bertuliskan Aku susul kamu ke asrama..sekarang juga!!
Diana mematikan hpnya dan bersandar ke sandaran kursi bis yang lumayan empuk. Tapi hatinya masih tetap gelisah.
Apa sebaiknya aku balas WA Mas Gun atau aku telepon aja sekalian..!? Aku nggak mau dia membuat keributan di asrama hanya gara-gara aku nggak menjawab WA dan teleponnya batin Diana risau.
Dan akhirnya....Diana memutuskan untuk membalas pesan WA Guntur. Diaktifkannya kembali hp ditangannya dan kemudian menuliskan beberapa pesan singkat untuk Guntur.
"Aku sudah sampai di kampus Mas, ...nggak usah nyusul aku. Aku tau Mas semalam bersama Riana di rumah Mertua Mas. iya kan !?
"Ann..Aku minta maaf nggak bisa cepat-cepat pulang dan jemput kamu. Sumpah...!! semalam aku memang di rumah Mertuaku, tapi setelah selesai menghadiri acara kunjungan Panglima di Batalion. Aku nggak tidur sekamar dengan Istriku. Aku tidur dengan Putriku Kiara Ann..percayalah padaku,"
__ADS_1
"Hadeeeuuh...Maaaas..Mas.., Nggak usah pakai sumpah segala!. Ya...mana mungkinlah Istrimu mau tidur sendirian disaat Kamu ada disitu. Gimana ceritanya Mas..Istri ditinggal hampir setahun lamanya ngebiarin Suaminya yang sudah di depan mata tidur nemenin putrinya!?"
"Tapi emang begitu kenyataannya Ann. Sekali lagi Aku minta maaf. Sayaang....,jangan ngambek dong. Aku nyusul kamu ke Bd ya, Kita bicara baik-baik disana. Aku janji hal seperti ini tidak akan terulang lagi,"
"Nggak usah nyusul Aku Mas. Aku udah nyampe di kampus. Ada ujian dan kuliah umum hari ini. Jadi Aku nggak tau kapan selesainya".
Selang beberapa menit kemudian, tidak ada respon pesan WA dari Guntur, sampai....
"Ya udah kalau itu mau Kamu sayang. Syukurlah Kamu udah nyampe di Kampus. Nanti aku hubungi lagi kalau Kamu sudah selesai..oke !?
"Iya...," balas Diana singkat.
\=\=\=\=\=\=\=\=
Disaat bersamaan, di rumah orangtua Riana..
"Riana, Kamu telepon Suamimu. Suruh Dia pulang sekarang!" ucap Ibu Riana sambil memeluk Kiara yang terlihat menggigil.
"Kiara kenapa Bu...!!? tanya Riana kaget dan mengambil alih menggendong Kiara dari gendongan Ibunya.
"Anakmu sakit. Nggak tau kenapa, tiba-tiba Kiara muntah-muntah dan badannya tiba-tiba panas," jawab Ibu sambil meraba dahi cucu kesayangannya. "Ibu sudah telepon dr Aan..bentar lagi dia datang periksa Kiara sekalian nengokin Bapakmu," ujar ibu kemudian.
"Aku telepon Aa' dulu Bu..!" Riana menyerahkan Kiara kepada Ibunya kemudian bergegas mengambil hpnya dan menelepon Guntur.
"A' Kiara sakit. Ibu nyuruh Kamu segera balik lagi ke rumah, sekarang juga!" ucap Riana cepat setelah panggilan teleponnya tersambung dengan Guntur Suaminya.
"APAA..Kiara sakit !? tanya Guntur yang tersentak kaget
"Tadi waktu kutinggal, Kiara baik-baik saja !?" ujar Guntur seperti tak percaya dengan ucapan Riana barusan.
"TERSERAH..!!!..Kamu mau percaya atau tidak, terserah Kamu A'. Buktiin aja sendiri ucapan Aku. Aa' balik ke rumah sekarang juga..!!" suara Riana meninggi, kesal karena nada suara Guntur yang seolah tidak percaya dengan apa yang diucapkannya barusan.
"Ya udah..Aku balik kesitu sekarang," Guntur akhirnya mengalah dan membelokkan arah laju motornya, kembali kerumah mertuanya (tentu saja setelah berjanji kepada Diana melalui pesan WA untuk menghubunginya kembali setelah Diana selesai kuliah dan ujian di kampusnya)
\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1