
"Ooh..gitu ya A', jaketnya buat anaknya teh Lusi?" ucap Riana sinis mengulang ucapan suaminya.
"Iya..," jawab Guntur tanpa ekspresi. Sorot matanya menghindari tatapan tajam Riana.
"Bukan dikasi ke perempuan yang duduk dibelakang Aa' semalam!?" tuduh Riana tanpa basa-basi.
Guntur terkejut, tak menyangka kalau Riana ternyata melihat Diana di alun-alun tadi.
Dugaan Diana ternyata benar, Riana melihat jaket Guntur yang dipakai Diana. Tapi aku nggak boleh kalah pintar. Terlalu bahaya bagi Diana kalau sampai Riana tau semuanya.
"Memangnya hanya Aa' yang punya jaket seperti itu?" elak Guntur menyangkal tuduhan Riana masih dengan nada tak bersalah.
"Jangan mengelak A'. Riana hapal betul barang-barang milik Aa'," jawab Riana dengan tatapan sinisnya.
Guntur mulai jengah. Ditenggaknya sisa soft drink digelas hingga tandas.
"Tadikan sudah aku bilang, jaket itu aku kasi ke Adi, anaknya Teh Lusi. Kalau kamu nggak percaya, silahkan telepon teh Lusi !!!" jawab Guntur lantang dan hendak berdiri, namun dicegah Riana.
"Aku belum selesai A'!!!" teriak Riana mulai emosi.
"Apalagi sich Ri?"Guntur berbalik dan menatap Riana tajam.
"Aku sudah menjelaskan semuanya ke kamu. Tapi kalau kamu masih nggak percaya ya silahkan aja kamu tanya ke Teh Lusi, apa benar jaket itu aku kasi ke Adi anaknya atau tidak,"
"Aku nggak percaya A'..!!!" tegas Riana, keukeuh dengan apa yang diyakininya.
"Lho..kok nggak percaya?" tanya Guntur gusar. Suasana mulai memanas sementara Kiara sedang tidur. Guntur khawatir keributan mereka akan membagunkan Kiara.
"Kamu pasti bohong !!" Riana mulai terisak.
"Bohong bagaimana Ri?" tanya Guntur menatap tajam ke arah Riana. Emosinya mulai tersulut namun Guntur berusaha meredam amarahnya sendiri.
"Bagaimana aku bisa percaya A', aku lihat sendiri kamu dan Kiara ngobrol dengan perempuan itu dan begitu aku datang, perempuan itu langsung ngeloyor pergi. Bahkan aku sempat mendengar Kiara memanggil perempuan itu dengan sebutan IBU....perempuan yang Kiara panggil IBU barusan adalah perempuan yang sama yang kalian temui tadi siang kan ?" suara Riana mulai meninggi bercampur emosi. Air mata Riana mulai mengaliri pipinya.
Guntur melongo. Ternyata tadi siang, Kiara putri mereka sempat diinterogasi oleh mamahnya sendiri. Guntur tak menyangka perkiraan Diana kali ini kembali benar
Melihat Riana yang mulai mengungkapkan semua kecurigaannya, Guntur memutuskan untuk diam. Guntur yakin, jika dijawab, Riana akan semakin marah dan ujung-ujungnya mereka berdua akan bertengkar hebat.
Guntur ingin tau sudah sejauh mana Riana tau tentang hubungannya dengan Diana. Ketika semua uneg-uneg dan kecurigaannya diungkapkan Riana, perempuan itu kemudian mulai diam dan terisak saat itulah Guntur baru yakin kalau Riana tidak tau soal pernikahan sirinya dengan Diana.
"Baiklah, kamu ingin aku jujur kan ?, emang benar aku dan Kiara kenal dengan perempuan itu karena kami sempat bertemu tadi siang dengan dia dan Suaminya. Perempuan itu istri prajurit Batalion *** yang kemarin sama-sama bertugas di kota T. Mereka kebetulan sedang mengunjungi putranya yang mondok di salah satu pesantren dikota ini. Makanya dia ngasi kabar ke aku tadi dan minta ketemuan. Jadi wajar kan kalau dia juga punya jaket yang sama. Dia juga istri seorang prajurit seperti kamu?" Guntur menjelaskan panjang lebar kronologi yang diciptakannya untuk menghilangkan kecurigaan Riana.
__ADS_1
Riana masih terisak dan terlihat sedang mencoba memahami cerita suaminya. Tapi Riana masih belum percaya juga.
"Nanti aku kenalkan kamu dengan mereka kalau kamu nggak percaya dengan apa yang dibilang suamimu ini." ucap Guntur dengan suara yang dipelankan.
Riana duduk diatas ranjang. Sorot matanya nanar menatap kearah suaminya. Tampak keraguan masih jelas terlihat dimata Riana.
"Jangan pernah coba-coba membohongiku A'. Aku bisa melakukan apa saja jika aku tau Aa bohong. Karier Aa taruhannya. Dan Kiara...aku nggak akan pernah membiarkan kamu mengambil Kiara dariku!!!"ancam Riana tanpa ragu.
Guntur hanya memandangi dan mendengar ucapan istrinya itu tanpa berusaha untuk menjawab apalagi berdebat dengannya.
"Mamaaah..Ayaaah," tiba-tiba sebuah suara mengejutkan Riana dan Guntur.
Kiara terlihat berdiri didepan kamar orang tuanya dengan wajah bingung dan mata yang masih mengantuk.
"Lhoo...Kiara udah bangun ?"tanya Guntur sambil menyongsong Kiara dan menggendong putri semata wayangnya itu.
Riana yang belum mampu meredakan amarahnya hanya memandangi suami dan putrinya tanpa memgucapkan sepatah katapun.
"Mamaaah, mimi cucuu," pinta Kiara menunjuk kearah mamahnya.
"Ooh..Kiara pengen susu?"tanya Guntur lembut ketika melihat istrinya yang tidak menjawab permintaan Kiara dan masih duduk diatas ranjangnya.
Riana yang memiliki riwayat penyakit hypertensi membuat dirinya gampang tersulut emosinya. Guntur paham benar tentang hal itu. Makanya agar Kiara tidak kecewa, Guntur akhirnya menawarkan diri untuk membuat susu Kiara.
"Ayoo. Mamah buatin susu Kiara. Malam ini Kiara tidurnya bareng mamah ya," ucap Riana sambil ekor matanya mengarah ke arah suaminya yang berdiri tanpa suara dipintu kamar Kiara.
Kiara mengangguk dan memeluk leher mamahnya erat.
"Ya udah. Malam ini Kiara tidur ditemenin Mamah. Besok Mamah ditemenin Ayah ya?" Guntur mencoba berkelakar namun tak digubris Riana yang masih jengkel.
Setelah membuat susu untuk Kiara, Riana kemudian menggendong putrinya ke kamarnya dan berbaring disana sambil memberi minum susu Kiara.
Sementara itu Guntur yang akhirnya sendirian dikamar memutuskan untuk segera menghubungi Lusi kakaknya.
"Mpo, kalau Riana nanyak apakah Gun ngasi jaket loreng buat si Adi, Mpo ia'in ya. Soalnya jaket itu Gun kasi ke Diana dan Riana sempat melihat Diana memakai jaket itu," bunyi pesan WA Guntur untuk Lusi.
Ting...pesan masuk dari Lusi
"Iya...ntar Mpo ngomong begitu kalau Riana nanyak," jawab Lusi mengiyakan permintaan Guntur.
"Makasih ya Mpo. Gun tutup dulu , takut Riana curiga," tulis Guntur kemudian menghapus semua pesan WA yang baru saja dikirimnya ke Lusi agar tidak terbaca oleh Riana.
__ADS_1
Selanjutnya Guntur mengirim pesan WA ke Diana mengabarkan kalau Riana sudah mulai mencurigainya dan meminta Diana untuk sementara waktu tidak kemana-mana.
"Kalau begitu aku balik dulu ke Bd ya Mas,"
"Tidak..kamu tetap disini sampai liburanmu selesai. Lagipula kita baru saja menikah An,"
"Tapi Mas....,"
"Jangan membantah. Dengar apa kata Suamimu,"
"Tapi aku bosan Mas, dikamar aja sepanjang waktu,"
"Aku ngerti sayang. Tapi tolong kamu juga ngerti posisi Mas. Kita masih pengantin baru dan Mas masih sangat merindukanmu,"
"Mas benar-benar menyiksaku," keluh Diana.
"Sabar...Mas mohon kamu bersabar. Kalau Riana sudah lebih tenang, Mas akan menemuimu,"
"Baiklah Mas. Terserah kamu,"
"Sayang...Diana sayang..!!" tulis Guntur dengan perasaan gusar dan bersalah. Namun pesannya barusan tidak dijawab Riana.
Guntur menghela nafas berat. Riana marah. Diana juga ikut-ikutan marah. Guntur memijit kepalanya yang tiba-tiba sakit.
Sayup terdengar lantunan lagu milik penyanyi lawas Ahmad Dhani berjudul Madu Tiga mengalun memecah sunyinya malam.
Aih senangnya dalam hati
Kalau beristri dua
Oh seperti dunia
Ana yang punya.
Kepada istri tua
Kanda sayang padamu
Oh kepada istri muda
I say I love you.....
__ADS_1
Kepala Guntur semakin sakit. Namun mendengar bait lagu yang menggambarkan kondisi dirinya saat itu, akhirnya diapun ikut bernyanyi sambil tersenyum sendiri.
\=\=\=\=\=\=\=\=!