TENTARAKU SUAMIKU

TENTARAKU SUAMIKU
Episode 109. Menjemput Diana


__ADS_3

Tepat tengah malam, Guntur tiba Di asrama tempat tinggal Diana. Namun sebelum bertemu Diana, Guntur menyempatkan diri untuk mampir di salah satu toko perhiasan emas dikota Bd.


Sepasang cincin kawin dibeli Guntur di toko itu. Kemudian tak lupa dibelinya pula seperangkat alat sholat dan beberapa barang hantaran yang dijual di toko sebelah.


Laki-laki itu terlalu bahagia. Sepanjang perjalanannya senyuman tak pernah lepas dari bibirnya hingga tanpa sadar Guntur mengabaikan sapaan seorang perempuan yang berpapasan dengannya barusan.


Setelah sampai di asrama, Guntur bermaksud hendak menghubungi Diana melalui ponselnya. Tapi saat meraba saku jaketnya, Guntur baru sadar kalau ponselnya tadi ketinggalan di kampung karena dipakai Bapak untuk menghubungi Diana.


Haaaah....dasaaar...Guntur mentertawakan dirinya sendiri. Akhirnya diputuskannya untuk langsung menemui Diana dikamarnya.


Asrama terlihat sepi setelah acara wisuda tadi pagi. Guntur mengalihkan perhatiannya ke kamar Diana yang terletak di lantai 3 asrama Mahasiswa. Lampu dikamar itu masih menyala. Berarti Diana belum tidur ,batin Guntur sambil memarkir motornya didepan pintu asrama.


Tak sabar menunggu, Gunturpun bergegas menuju kamar Diana yang berada dilantai 3 asrama. Dirinya ingin segera bertemu Diana.


Sesampainya di depan kamar Diana, Guntur langsung mengetuk perlahan pintu kamar itu.


"An...sayang," panggil Guntur pelan, takut suaranya membangunkan penghuni kamar lainnya.


Tak lama kemudian pintu terbuka dan Diana berdiri disana menyambut dirinya. Terlihat wajah kusut Diana, mungkin baru bangun tidur. Guntur langsung masuk, mendekati Diana dan mengangkat tubuh mungil gadis itu ke dalam pelukannya sambil berputar-putar saking gembiranya.


"Maass..aaww..hati-hati, nanti aku jatuh," teriak Diana dengan suara tertahan. Tapi Guntur tak perduli.


"Kamu membuatku hampir gila Dianaaa. Mengapa tidak sejak tadi kamu menerima pinanganku dan ikut denganku. Pasti malam ini sudah menjadi malam pertama kita sayang," rajuk Guntur membuat Diana tertawa.


"Entahlah Mas. Aku nggak sanggup menolak permintaan Bapak. Selain itu jujur aku akui, hatiku hancur saat menolakmu tadi. Tapi aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri kalau aku sangat mencintaimu dan nggak ingin kehilangan dirimu Mas," ucap Diana parau membuat Guntur tak tahan untuk sekali lagi memeluk gadis itu. Dikecupnya kening Diana dengan sepenuh hati.


"Sudahlah sayang. Yang penting bagiku sekarang adalah kamu sudah setuju menikah denganku. Itu saja. Aku nggak ingin memikirkan hal lainnya An," ucap Guntur mencoba menghibur Diana. "Tapi aku penasaran, gimana nasib pacar sesaatmu itu, si Syahrial. Apa yang terjadi ?" tanya Guntur penasaran.


"Ooh..Mas Syahrial?" tanya Diana sambil tersenyum mengingat apa yang dialaminya tadi sore. "Setelah acara wisuda selesai, Prita tunangan Syahrial menemuiku Mas dan memintaku untuk menjauhi Mas Syahrial. Dia menceritakan segalanya," cerita Diana membayangkan peristiwa tadi.


"Prita menemui kamu?" tanya Guntur heran. "Dia datang juga tadi pagi?"


"Iya Mas. Kasihan gadis itu. Aku nggak tega untuk menolak permintaannya. Makanya aku akhirnya memutuskan untuk batal menerima lamaran Mas Syahrial," ucap Diana menerawang, membayangkan wajah Prita saat menemuinya tadi.

__ADS_1


"Ya sudah..mungkin ini sudah takdir kita An. Kita jalanin aja ya," ucap Guntur sembari merangkul pundak Diana. "Cinta itu rasa terindah yang Allah berikan untuk kita. Jadi, biarkan kita menikmatinya, soal gimana akhirnya..bakal seperti apa nantinya, biar Allah yang menentukan,"


"Ayo kita pergi. Aku sudah tak sabar ingin segera menikahimu sayang!" seru Guntur sambil tiba-tiba menggendong tubuh Diana.


"Aaw....Mas, turunin aku. Maluuu..nanti dilihat orang!!" seru Diana mencoba untuk turun. Namun tangan kokoh Guntur tak membiarkan Diana untuk turun dari gendongannya.


"Diam bawel..semua orang sudah tidur. Ini tas yang mau kamu bawa kan..?" tanya Guntur ketika melihat handbag yang biasa dibawa Diana ketika bepergian sudah diletakkan Diana diatas meja.


Diana mengangguk. Tanpa membuang waktu lagi, segera Guntur mengambil tas itu dengan sebelah tangannya tanpa menurunkan Diana dari gendongannya.


Merekapun kemudian keluar dari kamar Diana.


"Sebentar Mas, kunci pintu kamar dulu," pinta Diana dan tanpa turun dari gendongan kekasihnya, Dianapun mengunci pintu kamarnya.


Sesampainya di depan asrama, mata Diana terpaku pada tas yang digantung Guntur di motornya. "Itu apa Mas?" tanya Diana penasaran dan langsung turun dari gendongan Guntur.


"Itu buat besok sayang. Barang-barang seserahan untuk kamu," jawab Guntur sembari naik ke mogenya.


"Lihat Mas..," ucap Diana penasaran bermaksud hendak melihat isi tas itu, namun dicegah Guntur.


Diana memanyungkan bibirnya kearah Guntur kemudian naik ke boncengan Guntur. Laki-laki itu tertawa terbahak-bahak dan langsung tancap gas sementara Diana memeluk pinggang Guntur dengan kedua tangannya.


Dinginnya udara malam di kota Bd seakan menusuk pori-pori kedua sejoli itu. Namun bayangan kisah esok hari yang akan mereka lalui mengalahkan dinginnya malam itu. Perjalananpun mereka lalui dalam diam.


Guntur benar-benar menikmati harinya bersama Diana dan hampir melupakan dua orang yang sedang menunggunya tak jauh dari kota Bd. Istrnya Riana dan putrinya Kiara.


Setelah mengantar Riana dan Kiara ke rumah Mertuanya, Guntur langsung pamit kembali ke Batalion dengan alasan masih ada tugas yang harus dilakukannya.


"Lusa Aa jemput," ucap Guntur kepada Riana saat berpamitan.


"Iya A'. Kiara...salim Ayah sayang," Riana mengiyakan sambil menyuruh putrinya untuk mencium punggung tangan Guntur. Kiara mendekati Ayahnya dan melakukan perintah Bundanya.


Guntur tertawa dan menggendong putri semata wayangnya itu.

__ADS_1


"Euum..putri cantik Ayah makin pinter aja. Ayah pergi dulu ya. Nanti Ayah balik lagi jemput Kiara dan Bunda," pamit Guntur sambil mencium pipi montok Kiara. Gadis kecil itu tertawa kegelian.


Kiara minta diturunkan Ayahnya kemudian berlari kearah Riana.


"Aku pamit. Nanti malam aku telepon," bisik Guntur sambil mencium kening Istrinya. Riana mengangguk dan mengantar Guntur hingga gerbang pintu keluar.


Saat melepas Guntur, Riana merasa ada yang berbeda dengan Suaminya. Kali ini Guntur bersikap lebih lembut kepadanya bahkan tadi sebelum pergi sempat mencium keningnya. Hal yang tidak pernah lagi dilakukan Guntur sejak kembali dari daerah konflik tempatnya bertugas beberapa waktu yang lalu.


Tapi walaupun merasa agak heran, Riana berusaha berfikir positif. Ah..mungkin Aa' mulai berubah sejak si pelakor itu memutuskan untuk meninggalkan Suamiku dan memilih menerima lamaran pacarnya yang kakak kelasnya itu, tebak Riana.


Saat malam tiba, Riana masih menunggu telepon dari Suaminya, Guntur. Namun apa yang ditunggunya tidak kunjung terjadi. Bahkan pesan WA juga tidak ada untuknya.


Tiba-tiba timbul ide di pikiran Riana untuk menghubungi Suaminya terlebih dahulu. Sebab menunggu membuat Riana sedikit gelisah.


Tuuut...tuuut...tuuut,


Suara panggilan masuk ke ponsel Guntur. Namun status panggilannya menunjukan kalau ponsel Guntur sedang dalam panggilan lain. Riana mematikan ponselnya dan memutuskan untuk menunggu barang beberapa menit lagi.


Tiba-tiba terdengar bunyi pesan masuk di ponsel Riana. Pesan Wa untuk dirinya dari Susan, sahabat Riana yang tinggal dan kerja di kota Bd.


"Ri' kamu dimana sekarang. Kayaknya tadi aku lihat Suamimu dech," begitu bunyi pesan WA Susan untuk Riana.


Riana terkejut dan segera menghubungi Susan.


"Yang bener Sus...kamu beneran nglihat Suamiku di Bd ?" tanya Riana menegaskan apa yang ditulis Susan tadi di pesan WA nya.


"Iya, bener..aku nggak bohong Riana. Aku bener-bener melihat suamimu tadi," jawab Susan meyakinkan Riana.


"Dimana?" tanya Riana penasaran.


"Di toko perhiasan," jawab Susan yakin.


Riana tertegung. Toko perhiasan ?. Apa yang dilakukan Aa disana. Apakah Aa mau ngasi kejutan untukku? tanya hati Riana. Perasaan Riana tiba-tiba berbunga-bunga.

__ADS_1


"Tumben Suamiku ke toko perhiasan Sus. Tapi kenapa di Bd?" tanya Diana heran seolah sedang bicara dengan dirinya sendiri.


\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2