
Suasana mendadak menjadi hening. Tuan Kareem yang awalnya makan dengan lahapnya, sekarang terlihat enggan untuk makan.
"Mau tambah lagi, Pa?" tanya Nyonya Diah.
"Tidak. Aku sudah kenyang," jawab Tuan Kareem dingin.
Arsyila langsung turun dari pangkuan Evan dan minta duduk di dekat Tuan Kareem. Tuan Farhan mengambil baby high chair dan mendudukkan Arsyila di atasnya.
"Kakek buyut makannya kok sedikit? Apa makanannya tidak enak?" tanya Arsyila.
Tuan Kareem langsung meleleh begitu melihat tatapan Arsyila yang menggemaskan.
"Tidak, Nak. Kakek buyut sudah kenyang," jawab Tuan Kareem sambil tersenyum.
"Kakek buyut harus makan yang banyak, supaya kakek buyut tidak sakit dan selalu sehat. Arsyila mau suapin kakek buyut. Mau ya?" ucap Arsyila dengan mata berbinarnya.
"Adik kecil, apa kau tidak dengar? Tuan Kareem bilang sudah kenyang. Mengapa kau masih terus memaksanya?" sahut Meira kesal.
"Karena aku sayang kakek buyut dan aku tidak ingin kakek buyut sakit," sahut Arsyila.
Hati Tuan Kareem menghangat.
"Kalau ada orang yang tidak mau makan terus kita biarkan saja, itu tidak baik nanti bisa sakit. Aunty bilang seperti itu karena aunty tidak sayang sama kakek buyut," cibir Arsyila.
"Kakek buyut mau kan disuapi sama Arsyila?" tanya Arsyila.
"Baiklah. Tapi kau juga harus makan, kakek buyut juga tidak ingin kau sampai sakit. Kamu suapi kakek, dan kakek akan menyuapimu," jawab Tuan Kareem ramah.
"Yeyy...," seru Arsyila senang membuat Tuan Kareem terkekeh.
Tuan Kareem dan Arsyila pun akhirnya saling suap menyuapi. Tuan Farhan, Nyonya Diah, Jasmine dan Evan tersenyum bahagia melihat kedekatan keduanya. Berbanding terbalik dengan dua ulat bulu itu, mereka benci sekali melihat kedekatan Tuan Kareem dengan keponakan Jasmine yang super menyebalkan bagi keduanya. Meira berusaha menahan amarahnya. Dia menatap Arsyila dengan tajam.
"Dasar setan cilik. Beraninya kau terus mempermalukanku di hadapan keluarga Evan. Awas saja kau!" gerutu Meira dalam hati sambil memotong-motong daging steaknya.
Sringg!!!
"Ada apa ini? Mengapa tubuhku merinding lagi?"
Meira merasakan bulu kuduknya berdiri. Meira mengedarkan pandangannya dan melihat semua orang terlihat biasa saja sedang menikmati hidangan makan malam mereka. Sampai akhirnya pandangan matanya bertatapan langsung dengan dua pasang mata elang yang menatapnya dingin dari Arkana dan Arshaka, yang seolah ingin menerkam dan mengoyak dirinya.
"Beraninya ulat sepertimu mengumpati adik kesayangan kami."
Tangan Meira langsung gemetar dan menjatuhkan pisau dan garpunya.
"Meira, kau kenapa sayang?" tanya Nyonya Dilara yang membuat Meira tersentak.
"A-aaku tidak apa-apa Mom," jawab Meira tergagap.
"Kalau kau tidak apa-apa, mengapa tanganmu gemetar seperti itu? Apa kau sakit?" tanya Tuan Farhan.
__ADS_1
"M-mungkin Tuan," jawab Meira sambil memaksakan senyumnya.
"Kalau begitu makan yang banyak, supaya perutmu tidak sakit," ujar Nyonya Diah.
Meira hanya mengangguk sambil tersenyum. Dengan perlahan dia memasukkan potongan daging ke mulutnya dan mengunyahnya.
"Itu pasti perasaanku saja. Aku pasti sedang kelelahan dan kurang enak badan sekarang. Tidak mungkin anak sekecil itu bisa membuatku gemetar hanya karena tatapan mereka."
Lalu Meira menoleh dan melihat kembali ke arah Arkana dan Arshaka. Tubuhnya kembali gemetar begitu mendapatkan seringaian iblis dari mereka berdua.
"Ya Tuhan, mereka itu manusia atau bukan?" Meira semakin ketakutan dan tak berani menatap ke arah Arkana dan Arshaka lagi.
Pelayan datang dengan menyajikan hidangan penutup mereka. Mata Triplets A berbinar saat melihat dessert favorit mereka yaitu dessert box chocolate turkish. Mereka bertiga menyantap dengan lahapnya sampai belepotan ke pipi dan hidung mereka membuat para orang tua gemas dan tertawa melihat penampilan mereka bertiga.
Jasmine mengeluarkan bungkusan kecil berwarna putih dari dalam tasnya.
"Mommy, ini hadiah dariku. Semoga Mommy suka," ucap Jasmine sambil memberikan bungkusan kecil itu kepada Nyonya Diah.
"Terima kasih, sayang," ucap Nyonya Diah sambil memamerkan lesung pipinya.
"Wow, kecil sekali ya," celetuk Meira.
"Apa boleh kami buka, Nak?" tanya Tuan Farhan dan dijawab dengan anggukan oleh Jasmine.
Nyonya Diah membuka bungkusan itu dan mengambil kotak perhiasan bertuliskan brand "Tiffany & Co". Nyonya Diah membulatkan matanya, begitu juga dengan Nyonya Dilara dan Meira saat mengetahui brand perhiasan termahal di dunia itu.
Nyonya Diah membuka kotak perhiasan itu dan langsung membulatkan matanya lagi saat melihat sebuah kalung cantik bertaburkan permata dan berlian. Nyonya Dilara yang ikut melihatnya merasa iri di hatinya.
Tuan Farhan sendiri belum pernah membelikan perhiasaan untuk istrinya sebagus dan semahal itu.
"Sesuai dengan kecantikan Mommy, Dad," jawab Jasmine sambil tersenyum.
"Terima kasih ya sayang," ucap Nyonya Diah.
Tuan Farhan mengambil kalung cantik itu dan menyematkannya di leher Nyonya Diah.
"Wow, kecantikan Mommy semakin terpancar. Evan benar-benar semakin terpesona," goda Evan.
Nyonya Diah tersenyum malu. Sedangkan wanita yang berada di sampingnya terus mengeraskan rahangnya karena kesal.
"Kalung itu lebih cocok jika aku yang memakainya," batinnya.
Selesai makan, Tuan Kareem pergi ke toilet. Setelah cukup lama, diapun keluar dan terkejut melihat Jasmine yang berdiri agak jauh dari pintu toilet.
"Maaf Tuan Kareem. Bisakah Anda memberikan sedikit waktu untukku? Ada yang harus kita bicarakan," tanya Jasmine.
Tuan Kareem tidak menjawab dan langsung melangkahksn kakinya keluar menuju taman dan duduk di kursi panjang. Jasmine mengikutinya dari belakang dan duduk di sebelah Tuan Kareem.
Jasmine menghela napas panjang. "Saya tahu apa alasannya Tuan Kareem tidak menyukaiku. Opaku sudah menceritakan semuanya."
__ADS_1
Tuan Kareem tetap setia dengan diamnya dan menatap lurus ke depan dengan tangan bersendekap di depan dada.
"Mau sampai kapan Tuan Kareem akan terus menenggelamkan diri dalam kenangan masa lalu? Bukan salah Opaku jika dia selalu lebih unggul dari Tuan. Begitu juga dengan kisah wanita yang bernama Fiola."
Tuan Kareem langsung menoleh ke arah Jasmine.
"Di mana letak kesalahan Opaku jika wanita itu tertarik dan jatuh hati kepada Opa Alex? Karena pada kenyataannya Opa Alex tidak tahu jika Fiola menaruh hati padanya, dan Opa Alex saar itu juga sudah mempunyai wanita yang sangat dia cintai, yaitu Oma Savira."
"Kau tidak tahu apa-apa dan jangan sok tahu," ketus Tuan Kareem.
"Saya tahu Tuan. Termasuk ucapan Opa Alex yang mungkin Tuan anggap sebagai kutukan. Opa Alex hanya bercanda saat mengatakan jika suatu saat keturunan Sahir akan jatuh hati dan cinta mati pada keturunan Alvaro. Dan karena alasan itulah mengapa Tuan sejak dulu berusaha menjodohkan anak dan cucu Tuan dengan orang pilihan Tuan, karena Tuan takut mereka akan jatuh cinta kepada keturunan Alvaro."
Tuan Kareem mengeraskan rahangnya.
"Jika saat ini saya dan Evan saling mencintai, itu bukan karena kutukan dari ucapan Opa Alex di masa lalu. Tapi karena memang Tuhan sudah mentakdirkan kami untuk bertemu dan saling jatuh cinta. Opa Alex tidak pernah sedikit pun membenci Anda. Opa Alex selalu berharap bisa menjalin hubungan baik dengan Tuan."
Tuan Kareem menghela napas panjang sambil mencerna semua yang dikatakan oleh Jasmine.
Jasmine menarik napas panjang. "Meskipun sampai saat ini Tuan tidak bisa menerima hubungan saya dan Evan, kami tetap akan terus berjuang untuk mendapatkan restu dari Anda. Saya sangat berharap suatu saat nanti Tuan bisa menyukai dan menerima saya."
"Itu saja yang ingin saya sampaikan kepada Tuan Kareem. Saya masuk ke dalam dulu ya Tuan." Jasmine langsung berdiri dan membalikkan badannya.
"Daddy?!" Jasmine membelalakkan matanya saat melihat Tuan Farhan berdiri di belakang kursi mereka.
Tuan Kareem terkejut dan langsung membalikkan badannya.
"Apa benar semua yang dikatakan oleh Jasmine, Papa?" tanya Tuan Farhan dingin dengan wajah memerah menahan marah.
Bersambung ....
...🌹🌹🌹...
Baca juga novel author :
1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU
2. I'm The Unstoppable Queen
Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :
✔Klik favorite❤
✔Tinggalkan comment✍
✔Tinggalkan like👍
✔Tinggalkan vote🔖
✔Beri hadiah🎁🌹
__ADS_1
Terima kasih🙏🥰