
"Axel! Helena!" panggil Tuan Zayn.
"Papa. Mama."
Tuan Zayn dan Nyonya Aline berjalan dengan langkah cepat mendatangi Axel dan Helena yang menunggu di depan ruangan dokter obgyn.
"Bagaimana keadaan adikmu, Jasmine?" tanya Nyonya Aline dengan wajah cemas.
"Mama tenang ya. Dokter sedang memeriksa Jasmine, dan Evan mendampinginya di dalam," jawab Helena sambil menggenggam tangan ibu mertuanya itu.
"Baby Triplets mana, Ma? Bukankah mereka tadi pergi ke toko buku bersama kalian?" tanya Axel.
"Kau tidak perlu cemas, anak-anak ada di mansion bersama Opa dan Omamu. Begitu mendengar Jasmine akan melahirkan, kami segera datang ke sini," jawab Tuan Zayn.
Di dalam ruangan, Evan terus berada di samping Jasmine selama dokter melakukan pemeriksaan.
"Nyonya Jasmine sudah pembukaan 2, Tuan. Akan tetapi dari hasil pemeriksaan USG, ada tali plasenta yang melilit leher salah satu bayi kalian. Sebaiknya segera dilakukan tindakan operasi," terang dokter Martinez, dokter kandungan Jasmine.
"Lakukan yang terbaik dokter untuk keselamatan istriku dan kedua bayi kami," ucap Evan.
"Baiklah, Tuan. Kami akan mempersiapkan ruangan operasinya," jawab dokter Martinez.
Evan mendekatkan wajahnya.
"Kau tenang ya sayang dan jangan putus berdoa, semoga Tuhan selalu menjaga kalian bertiga. Aku akan selalu berada di sampingmu. Kita sambut kelahiran kedua bayi kita bersama-sama, my sunshine," ucap Evan lembut agar Jasmine tidak merasa tegang.
Jasmine mengangguk sambil tersenyum, lalu mencium tangan suaminya. Perawat datang untuk membawa Jasmine ke ruang operasi. Saat berada di luar ruangan, Nyonya Aline dan Tuan Zayn langsung menghampirinya, juga Axel dan Helena.
"Bismillah ya sayang dan teruslah berdoa. Kami semua juga akan terus berdoa untuk kalian. Semoga operasinya berjalan dengan lancar," ucap Nyonya Aline sambil mengusap perut Jasmine, kemudian mencium kening putrinya.
"Terima kasih Ma, Pa."
"Evan. Jasmine." Tuan Farhan dan Nyonya Diah baru saja tiba. Mereka sudah tiba di Amerika dua hari yang lalu dan menginap di rumah kakak Evan, Cemal. Tuan Farhan dan Nyonya Diah segera datang ke rumah sakit setelah mendapatkan telpon dari Evan.
"Jasmine akan menjalani operasi caesar Mom, Dad. Karena salah satu bayi kami lehernya terlilit tali plasenta," kata Evan.
"Kalian yang sabar dan tabah ya. Semoga operasinya berjalan dengan lancar dan kedua bayi kalian bisa lahir dengan selamat," ucap Tuan Farhan.
"Kamu harus tetap tenang ya sayang. Mommy berdoa untuk kalian," sahut Nyonya Diah seraya menggenggam tangan Jasmine.
"Terima kasih, Mom, Dad." Jasmine sangat bahagia karena orang-orang yang dia sayang berada di dekatnya dan memberikan dukungan penuh untuk dirinya dan Evan.
Mereka mengantar Jasmine dan Evan sampai di depan ruang operasi. Dokter Martinez bersama timnya memulai tindakan operasi setelah obat anestesi yang disuntikkan ke dalam tubuh Jasmine bekerja. Evan mendekatkan wajahnya dan terus melafalkan doa di samping telinga Jasmine.
Tak selang berapa lama, dokter berhasil mengeluarkan bayi pertama yang menangis dengan kencangnya. Jasmine dan Evan tidak bisa membendung air mata keduanya mengalir saat mendengar tangisan bayi pertama mereka. Evan menatap lekat bayinya yang sedang dibawa oleh perawat untuk dibersihkan.
Tim dokter berusaha untuk mengeluarkan bayi kedua. Mereka membutuhkan waktu sedikit lebih lama karena lehernya terlilit tali plasenta. Jasmine memejamkan matanya dengan bibir yang tidak berhenti berdoa dan berharap bayi keduanya bisa segera dikeluarkan dengan selamat.
"Ooeekkk.... Oeekkk..."
Bayi kedua berhasil dikeluarkan dan suara tangisnya jauh lebih kencang dari pada saudara kembarnya.
"Selamat Tuan dan Nyonya. Kedua bayi kembar kalian berjenis kelamin laki-laki, sehat dan lahir dengan sempurna," ucap dokter Martinez.
"Alhamdulillah," ucap syukur Evan dan Jasmine.
"Terima kasih dokter."
Dua perawat membawa kedua bayi tampan itu dan meletakkannya di pelukan Jasmine. Kebahagiaan yang tak terkira dirasakan oleh Evan dan Jasmine saat ini.
"Mereka tampan sekali, suamiku," ucap Jasmine dengan tangis harunya.
Evan mengangguk. "Terima kasih, my sunshine. Kau telah membuat keluarga kita menjadi semakin sempurna."
__ADS_1
Perawat mengambil kedua bayi tampan itu dan membawanya ke ruang bayi. Keluarga Alvaro dan Sahir menunggu di luar ruangan dengan tangis haru bercampur bahagia, setelah mereka mendengar tangisan kedua bayi itu dari luar ruangan. Evan segera keluar untuk memberitahukan kabar bahagia.
"Alhamdulillah, anak kami telah lahir. Jasmine dan kedua bayi kami dalam keadaan baik. Kami mendapatkan bayi kembar yang tampan," ujar Evan dengan berurai air mata.
Semua orang mengucapkan syukur.
"Selamat Tuan Zayn, kita mendapatkan dua jagoan," ucap Tuan Farhan.
"Selamat juga untukmu Tuan Farhan." Tuan Zayn dan Tuan Farhan bersalaman juga saling berpelukan.
Hal yang sama juga dilakukan oleh Nyonya Aline dan Nyonya Diah. Sedangkan Axel langsung memberikan ucapan selamat dan pelukan kepada Evan. Tak lupa juga Axel segera memberitahu kabar bahagia ini kepada Tuan Alex dan Nyonya Savira. Kemudian, Evan segera menyusul ke ruang bayi untuk mengadzani kedua putranya.
Jasmine membuka matanya secara perlaham setelah terpejam cukup lama. Dia mengedarkan pandangannya dan mendapati Evan yang tersenyum lembut padanya. Keluarganya juga berkumpul di ruang rawat inap kelas VVIP itu.
"Kau sudah bangun, sayang."
"Di mana kedua bayi kita?" tanya Jasmine.
"Mereka masih di ruang bayi," jawab Evan.
"Aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan mereka," cicit Jasmine.
"Sabar ya, Nak. Sebentar lagi mereka akan segera diantarkan ke sini," ucap Nyonya Aline.
Jasmine mengangguk sambil tersenyum.
"Sebaiknya kau makan dulu ya. Mommy yakin baby twins pasti sudah tidak sabar mendapatkan sumber makanan mereka," ujar Nyonya Diah.
"Mommy benar. Kamu makan ya sekarang. Aku akan menyuapimu."
Jasmine makan dengan perlahan sampai suapan terakhirnya. Setelah cukup lama, akhirnya perawat datang mengantarkan baby twins. Kedatangan baby twins menghebohkan para kakek dan nenek yang sudah tidak sabar untuk menimang kedua cucu mereka itu. Jasmine memberikan ASI untuk kedua buah hatinya secara bergantian ditemani oleh Evan seorang.
"Duh, anak-anak tampan Papa minumnya lahap sekali. Pelan-pelan sayang minumnya, tidak akan ada yang merebutnya darimu," ucap Evan yang melihat salah satu anaknya sedang minum sambil dan bayi satunya berada dalam gendongannya.
"Ya, Papa mengalah. Baby Twins yang berkuasa atas Mama sekarang. Tapi, itu selama Baby Twins bangun. Saat mereka terlelap, Papa yang akan kembali berkuasa," jawab Evan sambil tersenyum nakal membuat Jasmine memelototkan matanya.
"Bagaimana dengan nama untuk mereka, sayang?" tanya Evan.
"Bukanlah kita sudah mempersiapkan nama untuk mereka sebelumnya, suamiku?"
Evan mengangguk. "Ya. Jadi kau setuju dengan nama Twins F?"
"Aku menyukai kedua nama itu," jawab Jasmine sambil mengangguk senang.
Evan menarik napas panjang. "Baiklah, kita beri mereka nama Faraz dan Firaz. Semoga kelak mereka akan menjadi anak yang sholih, jujur, cerdik dan selalu mendapatkan kesuksesan di dalam hidup mereka."
Evan mencium kening kedua putranya secara bergantian.
"Aamiin."
"Bolehkan aku memanggil mereka Araz dan Iraz?" tanya Jasmine.
"As you wish, my sunshine."
Evan mencium kening Jasmine dengan sangat lembut membuat Jasmine tersenyum bahagia.
Di luar ruangan, Axel mengalami pusing disertai mual kembali. Dia terus memeluk pinggang Helena sambil sesekali menyandarkan kepalanya di bahu Helena dan menghirup aroma tubuh istrinya. Tuan Zayn dan Nyonya Aline saling berpandangan.
"Apa kau baik-baik saja, Xel?" tanya Nyonya Aline.
"Aku tidak apa-apa Ma. Mungkin sedang kurang enak badan saja," jawab Axel sambil memaksakan senyumnya.
"Apa kau yakin hanya karena sedang tidak sehat?" cerca Tuan Zayn.
__ADS_1
"Ya, Pa. Papa dan Mama tidak perlu cemas. Aku pasti akan segera sembuh setelah ini," yakin Axel.
"Papa tidak yakin," ucap Tuan Zayn.
"Mmhh... Helen. Boleh Mama tanya sesuatu?"
"Boleh. Mama mau tanya apa?"
"Mama minta maaf jika ini menyangkut masalah pribadimu. Mama hanya ingin tahu, apakah siklus menstruasimu lancar?" tanya Nyonya Aline.
"Lancar, Ma. Setiap bulan aku rutin mendapatkan tamu bulanan. Dan bulan ini...." Ucapan Helena terhenti dan langsung membulatkan matanya.
"Ada apa, El? Apa ada masalah?" tanya Axel.
"Xel, bulan ini aku belum mendapatkan tamu bulananku. Seharusnya aku mendapatkannya dua minggu yang lalu," jawab Helena.
"Lalu? Apa permasalahannya?" tanya Axel tak mengerti.
Plak! (Tuan Zayn memukul kepala Axel membuat Axel mengaduh kesakitan)
"Dasar bodoh. Itu artinya kau berhasil membuat Helena hamil lagi. Baby Triplets akan mempunyai adik sebentar lagi," ucap Tuan Zayn sedikit kesal.
Axel melongo dengan mata terbelalak. Axel menatap Helena lekat. "Apa benar kau sedang hamil saat ini, El?"
"Aku tidak tahu, Xel. Aku belum melakukan tes kehamilan," jawab Helena.
"Sebaiknya kau segera periksa ke dokter kandungan, Helen. Mumpung kita masih berada di rumah sakit. Siapa tahu Tuhan telah memberikan anugerahnya lagi kepada kalian," tutur Nyonya Aline.
"Mama benar. Ayo kita temui dokter Martinez sekarang juga. Aku sudah tidak sabar untuk mengetahuinya, El," ucap Axel penuh semangat.
"Axel tunggu."
"Ya, Pa. Ada apa?" tanya Axel.
"Papa hanya ingin mengucapkan selamat padamu. Selamat menikmati CSS2."
Axel menyerngitkan dahinya tak mengerti.
"Couvade Syndrome Season 2." Ucap Tuan Zayn sambil menyeringai.
Bersambung ....
...🌹🌹🌹...
Baca juga novel author lainnya:
1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU
2. I'm The Unstoppable Queen
Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :
✔Klik favorite❤
✔Tinggalkan comment✍
✔Tinggalkan like👍
✔Tinggalkan vote🔖
✔Beri hadiah🎁🌹
Terima kasih🙏🥰
__ADS_1