Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil)Ku

Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil)Ku
Season 2. Jasmine dan Kisah Cintanya 15 (Perasaan Bersalah Jasmine)


__ADS_3

Seorang dokter tampan sedang duduk santai di ruangan kerjanya sambil menikmati kopi capuccinonya untuk meredakan rasa lelah. Dia menghela napas panjang sambil meregangkan otot tangan dan kakinya. Baru saja dia hendak memejamkan matanya sebentar, seorang perawat mengetuk pintu dan masuk dengan terburu.


"Maaf, Dokter. Kita kedatangan pasien lagi di ruang IGD. Kondisinya kritis," lapor perawat itu.


Dokter tampan itu segera berdiri dan berjalan menuju ruang IGD dengan tergesa.


"Apa yang terjadi?" tanyanya.


"Pasien adalah seorang pria berusia sekitar 70 tahun. Dia dalam keadaan pingsan karena mengalami anfal jantung," jawab perawat itu.


Dokter tampan itu mengangguk.


"Dokter Darrel selain tampan tapi juga sangat cekatan. Aku rela mendapatkan shift jaga setiap malam, selama ada dokter Darrel," batin perawat wanita itu dengan hati memuja.


Dokter tampan itu adalah Alfisyah Darrel Alvaro. Darrel semakin melebarkan langkahnya. Saat tiba di ruang IGD, Darrel terkejut melihat Evan dan kedua orang tuanya berada di depan ruang IGD.


"Kak Evan?" panggil Darrel.


"Darrel."


"Syukurlah kau berada di rumah sakit saat ini. Aku mohon Darrel tolong selamatkan Grandpaku. Penyakit jantungnya kambuh dan dia tidak sadarkan diri," ucap Evan dengan wajah cemas.


"Aku mohon Nak Darrel, tolong selamatkan Papaku," mohon Tuan Farhan sambil menangis.


"Tuan Farhan dan Kak Evan harap tenangkan diri kalian. Aku akan berusaha semampuku," ujar Darrel.


Darrel segera masuk ke dalam ruangan untuk memeriksa kondisi Tuan Kareem.


"Tekanan darah pasien sangat rendah dan detak jantungnya semakin melemah dokter," lapor perawat yang memeriksa Tuan Kareem.


Darrel menganggukkan kepalanya.


"Jadi ini Pak Tua yang diceritakan oleh Kak Darren, pria yang tidak merestui hubungan Kak Jasmine dan Kak Evan," batin Darrel saat melihat Tuan Kareem sambil menyipitkan matanya.


Di dalam ruang IGD, dokter Darrel dan para tenaga medis yang lain berusaha keras untuk menyelamatkan nyawa Tuan Kareem. Jantung Tuan Kareem semakin melemah. Tiba-tiba alat pendeteksi detakan jantung mengeluarkan bunyi panjang dan tertera garis panjang di layarnya. Dokter Darrel membelalakkan matanya. Perawat segera memeriksa denyut nadi Tuan Kareem.


"Denyut nadinya masih ada dokter, tapi lemah sekali," lapor si perawat.


"Siapkan alat pacemaker jantung," perintah dokter Darrel


"Tuan Kareem, Anda tidak boleh pergi secepat ini. Tuan belum menyelesaikan masalah pribadi Tuan dengan Opaku, Opa Alex. Tuan juga belum memberikan restu kepada kakak tercantikku yang paling aku sayangi, Kak Jasmine, untuk menikah dengan Kak Evan. Maka dari itu, berjuanglah Tuan. Aku tak kan membiarkanmu pergi begitu saja," ucap dokter Darrel sedikit emosi.


"Apa yang Anda lakukan dokter? Mengapa dokter memarahi pasien yang sedang kritis?" tanya perawat.


"Sudah kalian diam saja dan lakukan tugas kalian. Aku sedang berusaha membangkitkan emosinya dari alam bawah sadarnya," sahut dokter Darrel.


"Saat ini semua orang yang menyayangi Anda sedang menunggu Anda untuk bangun. Jadi saya sebagai salah satu bibit unggul di keluarga Alvaro memohon kepada Anda untuk bertahan dan berjuanglah untuk selamat," bisik dokter Darrel di telinga kanan Tuan Kareem.


Begitu alat pacemaker jantung siap, dokter Darrel berusaha memberikan aliran listrik agar jantung Tuan Kareem bisa memompa darah dan berdetak kembali.


"Ya Tuhan, hamba mohon bantulah hamba untuk menyelamatkan Tuan Kareem," batin dokter Darrel.


Dokter Darrel mengucapkan basmallah. Setelah dilakukan kejutan listrik beberapa kali, akhirnya jantung Tuan Kareem kembali berdetak meskipun masih lemah. Dokter Darrel dan tim medis yang lain merasa lega dan mengucap syukur. Tak selang berapa lama, dokter Darrel keluar dari ruang IGD. Evan dan kedua orang tuanya langsung menghampirinya.


"Bagaimana Darrel keadaan Grandpaku?" tanya Evan.


"Alhamdulillah kami berhasil membuat jantung Tuan Kareem kembali berdetak lagi karena tadi sempat berhenti," jawab Darrel.

__ADS_1


Evan menyugar rambutnya kasar. Tampak wajah sedih dan cemas semakin meliputi wajah Tuan Farhan dan istrinya.


"Tuan Kareem masih dalam keadaan kritis dan belum sadarkan diri. Kondisi jantungnya cukup parah dan perlu mendapatkan penanganan khusus dari dokter spesialis jantung. Kami akan menempatkan Tuan Kareem ke ruang ICU agar bisa mengawasi keadaan Tuan Kareem dengan lebih baik. Kami akan tetap berusaha melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan Tuan Kareem," ucap Darrel.


Tuan Farhan langsung memeluk istrinya sambil terus menangis.


"Baiklah. Terima kasih Darrel," ucap Evan.


"Sama-sama, Kak," jawab Darrel.


Para perawat segera memindahkan Tuan Kareem ke ruang ICU. Evan dan kedua orang tuanya hanya diperbolehkan untuk menunggu di depan ruang ICU. Tak lama kemudian, Jasmine tiba di rumah sakit bersama Axel, Helena, Tuan Zayn dan Nyonya Aline.


"Evan," panggil Jasmine dengan langkah cepatnya menghampiri Evan dan kedua orang tuanya.


"Jasmine," sahut Evan.


Helena yang sudah memakai pakaian medisnya segera masuk ke dalam ruang ICU dan menemui Darrel yang masih berada di dalam ruangan.


"Bagaimana keadaan Tuan Kareem, Tuan Farhan?" tanya Tuan Zayn setelah keduanya saling bersalaman.


"Papa masih kritis Tuan. Dokter Darrel tadi bilang jika jantung Papa sempat berhenti. Dan alhamdulillah dokter Darrel dan tim medis yang lain berhasil membuat jantung Papaku kembali berdetak" jawab Tuan Farhan sambil terisak.


Tuan Zayn langsung memeluk Tuan Farhan. Hal yang sama juga dilakukan oleh Nyonya Aline kepada Nyonya Diah.


"Tuan Kareem adalah pria yang kuat. Tuan Kareem pasti bisa bertahan. Kita akan berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan Tuan Kareem," ucap Tuan Zayn berusaha untuk menguatkan Tuan Farhan.


Tuan Farhan mengangguk. Tangis Jasmine langsung pecah.


"Ini semua salahku. Seandainya saja aku tadi tidak mengajak Tuan Kareem berbicara berdua di taman, semua ini tidak akan terjadi. Kesehatan Tuan Kareem pasti tetap baik-baik saja. Aku minta maaf," ucap Jasmine dengan penuh sesal.


"Mengapa kau bicara seperti itu? Jangan berpikir seperti itu. Ini bukan salahmu," sahut Evan.


"Tapi, Dad."


"Suamiku benar, Nak. Kau tidak salah. Jangan salahkan dirimu lagi," ucap Nyonya Diah.


Jasmine langsung berhambur ke dalam pelukan Nyonya Diah. Tak lama kemudian, Helena dan Darrel keluar dari ruangan ICU.


"Bagaimana kondisi Tuan Kareem, sayang?" tanya Axel.


"Tuan Kareem masih dalam kondisi kritis. Aku sudah menghubungi dokter Dirga, salah satu dokter spesialis jantung yang ada di rumah sakit ini. Saat ini beliau sedang dalam perjalanan ke sini," jawab Helena.


Axel mengangguk.


"Sebaiknya Tuan Farhan, Nyonya Diah dan Evan beristirahat terlebih dahulu. Tuan Kareem saat ini dalam pengawasan ketat pihak rumah sakit," ucap Helena.


"Bagaimana aku bisa istirahat jika Papaku masih kritis seperti ini? Aku akan tetap di sini," ujar Tuan Farhan.


"Aku juga," sahut Nyonya Diah.


"Evan juga akan tetap menunggu di sini."


Helena menghela napas panjang.


"Tapi tubuh kalian juga butuh istirahat. Jangan sampai kalian juga ikutan sakit nantinya," ucap Helena.


"Apa yang dikatakan menantuku benar, Tuan dan Nyonya Farhan. Jangan sampai kalian sampai jatuh sakit," sahut Tuan Zayn.

__ADS_1


Helena menatap suaminya.


"Suamiku, bolehkan aku menginap di rumah sakit malam ini? Supaya aku bisa memantau kondisi Tuan Kareem," mohon Helena.


Axel membuang napasnya kasar. "Bagaimana dengan Triplets A?"


Helena terdiam.


"Sebaiknya kalian pulang saja, kasihan ketiga anak kalian. Biarkan kami yang menunggu. Kami tidak ingin merepotkan kalian," ujar Tuan Farhan.


Tapi hati Helena tetap tak tenang. Axel paham betul dengan apa yang sedang dirasakan dan dipikirkan oleh istrinya. Tapi dia juga tidak bisa mengabaikan ketiga anak mereka.


"Kak Helena tidak perlu khawatir, ada aku di sini. Aku akan terus memantau kondisi Tuan Kareem. Sebaiknya Kakak pulang, dan kembalilah ke sini besok pagi. Kasihan Triplets A," ucap Darrel.


"Darrel benar sayang. Kau tidak perlu khawatir, di sini ada Darrel dan tim medis yang lain. Dokter Dirga juga sebentar lagi datang," ujar Axel.


"Baiklah," jawab Helena pasrah.


"Aku akan menyuruh orang menyiapkan kamar dan ranjang tambahan untuk Evan, Tuan Farhan dan Nyonya menginap di sini. Sehingga mereka tidak akan jauh dari Tuan Kareem dan tetap bisa mengistirahatkan tubuh mereka," ucap Axel.


"Tidak perlu repot-repot, Nak Axel. Kami menunggu di sini saja," ucap Tuan Farhan dengan perasaan tak enak.


"Tidak repot Tuan Farhan. Kalian sudah kami anggap seperti keluarga sendiri. Jadi jangan sungkan," jawab Tuan Zayn.


Tuan Farhan mengangguk. "Terima kasih banyak Tuan."


"Sama-sama," jawab Tuan Zayn.


"Pa, apa aku boleh menginap di sini juga?" tanya Jasmine.


"Tidak! Kau ikut pulang dengan kami. Papa tahu Nak, kau khawatir dengan keadaan Tuan Kareem. Tapi jangan melewati batasan yang Papa berikan padamu. Papa tidak ijinkan kau menginap di sini. Kembalilah ke sini besok pagi bersama Helena," jawab Tuan Zayn tegas.


Jasmine mengangguk. Jasmine tahu jika Papanya sudah bicara seperti itu artinya tidak bisa ditawar lagi. Axel segera menyuruh orang-orang dari pihak rumah sakit untuk mengosongkan salah satu kamar inap di dekat ruang ICU dan menambahkan ranjang untuk Evan dan kedua orang tuanya beristirahat. Setelah dokter Dirga tiba dan memeriksa kondisi Tuan Kareem, keluarga Tuan Zayn segera pamit dan pulang kembali ke mansion Tuan Zayn. Axel terus kepikiran ketiga anaknya. Axel yakin jika ketiga buah hatinya itu pasti belum tidur dan menunggu kedatangan mereka.


Bersambung ....


...🌹🌹🌹...


(Halo readers setia novel othor. Othor minta maaf dengan sangat karena lama updatenya karena kesehatan othor yang kurang baik dan diharuskan untuk full istirahat. Semoga readers selalu dalam keadaan sehat walafiat. Dan bagi readers yang beragama Islam, selamat menjalankan ibadah puasa di bulan suci ini. Semoga kita semua mendapatkan keberkahan di bulan Ramadhan dan meraih kemenangan di bulan Fitri. Aamiin🤲)


Baca juga novel author :


1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU


2. I'm The Unstoppable Queen


Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :


✔Klik favorite❤


✔Tinggalkan comment✍


✔Tinggalkan like👍


✔Tinggalkan vote🔖


✔Beri hadiah🎁🌹

__ADS_1


Terima kasih🙏🥰


__ADS_2