Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil)Ku

Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil)Ku
Season 2. Jasmine dan Kisah Cintanya 18 (Kalahkan Aku Dulu)


__ADS_3

"Papa," lirih Tuan Farhan.


"Papa pasti dengar suara Farhan kan. Farhan minta maaf Pa. Farhan mohon bangunlah Pa. Kami semua menunggumu. Gulya juga ada di sini Pa bersama cucu perempuan Papa yang paling cantik. Saat ini nereka terus menangis dan berharap Papa untuk segera bangun. Farhan janji, apapun perbedaan di antara kita Farhan tidak akan meninggalkan Papa. Farhan akan selalu merawat Papa karena Farhan menyayangi Papa."


Tuan Farhan tiada henti berbicara kepada Tuan Kareem dengan air mata yang terus mengalir. Setelah cukup lama, Tuan Farhan keluar dan berganti Nyonya Gulya yang masuk untuk menemui Tuan Kareem.


"Assalamualaikum, Papa. Gulya sudah datang Pa. Gulya mohon bangunlah. Kak Farhan sudah menceritakan semuanya dan Gulya sudah memaafkan Papa. Gulya tidak marah dan sudah mengikhlaskan semuanya. Jangan tinggalkan Gulya Pa," lirih Nyonya Gulya sambil terisak.


Jasmine yang melihat dari balik kaca yang terdapat pada pintu pun ikut menangis. Evan berdiri dan menghampirinya.


"Apa kita menyerah saja, Evan?" tanya Jasmine.


Evan memutar tubuh Jasmine sehingga menghadap padanya. "Apa maksudmu?"


"Hubungan kita. Jika dengan kita berpisah bisa membuat Tuan Kareem sembuh, mari kita berpisah," lirih Jasmine.


"Tidak! Aku tidak mau. Mengapa kau menyerah semudah itu setelah semua perjuangan dan penantian kita selama ini. Aku mencintaimu dan aku tidak ingin kehilanganmu," tolak Evan.


"Tapi Evan."


"Cukup. Jangan pernah berpikir untuk pergi dariku. Aku yakin Grandpa akan segera sembuh. Jika kau sampai pergi meninggalkanku, aku akan hancur," ucap Evan dengan wajah memelas dan menggenggam tangan Jasmine erat.


Nyonya Gulya segera keluar dari ruangan Tuan Kareem karena dokter Dirga akan memeriksa kondisi Tuan Kareem kembali. Nyonya Gulya duduk di antara Nyonya Diah dan Selma.


"Sepertinya Evan sangat mencintai gadis itu," ucap Nyonya Gulya.


Nyonya Diah mengangguk sambil tersenyum.


"Mereka menjalin hubungan selama 8 tahun lamanya meskipun tanpa ikatan resmi sebagai sepasang kekasih. Karena Tuan Zaidan, ayah Jasmine, melarang mereka untuk berpacaran," ujar Nyonya Diah.


"Delapan tahun itu bukan waktu yang sebentar, Kak. Itu sangat mengejutkanku. Selama ini aku hanya tahu jika Evan tidak pernah dekat dengan wanita manapun, meskipun tidak sedikit wanita yang mencoba untuk mendekatinya. Ternyata dia sudah memiliki tambatan hatinya. Dan sungguh luar biasa pilihannya, seorang gadis Alvaro yang sangat rupawan," ucap Nyonya Gulya.


"Bukan hanya rupawan, tapi juga genius. Di usianya yang baru memasuki 22 tahun, dia sudah menyelesaikan pendidikan S2. Dia selalu menjadi mahasiswa terbaik dengan gelar cumlaude," sahut Tuan Farhan.


Nyonya Gulya dan Selma membulatkan mata mereka. Axel dan Helena yang sebelumnya pergi meninggalkan ruang ICU, telah kembali bersama Tuan Alex dan Nyonya Savira. Dokter Dirga keluar dari ruangan Tuan Kareem setelah melakukan pemeriksaan.


"Bagaimana keadaan Papa saya dokter?" tanya Tuan Farhan.


"Kondisi Tuan Kareem masih tetap sama Tuan. Dan masih belum menunjukkan kemajuan. Tetapi kita tidak boleh menyerah, tetaplah ajak Tuan Kareem mengobrol supaya alam bawah sadarnya terpancing untuk segera bangun," ujar dokter Dirga.


"Ijinkan Evan masuk, Dad," seru Evan.

__ADS_1


"Tunggu. Biar aku saja yang masuk, dan akan kubuat pria keras kepala itu untuk membuka matanya," ucap Tuan Alex dengan suara beratnya.


"Opa!"


"Tuan Alex!"


Jasmine dan keluarga Evan terkejut saat mengetahui keberadaan Tuan Alex di sana.


Tuan Alex duduk di samping bankar Tuan Kareem dan terus memandangi wajah pucat pria yang seumuran dengannya itu. Begitu Tuan Alex mendekat, alat pendeteksi detak jantung (EKG) menunjukkan adanya perubahan detak jantung Tuan Kareem. Tuan Alex menyunggingkan bibirnya. Dokter Dirga yang ikut masuk untuk mendampingi dibuat terkejut.


"Dasar Kareem sialan. Kau sengaja ya berbuat seperti ini supaya aku datang menjengukmu," umpat Tuan Alex sambil mendengus kesal.


"Aku tahu kau sengaja tidak ingin membuka matamu karena takut menghadapi kenyataan. Mau sampai kapan kau akan menjadi pengecut seperti ini, Kareem? Apa kau tidak kasihan melihat anak, menantu dan cucumu menangisi dirimu? Apa kau tidak lelah memejamkan mata seperti ini? Aku saja yang melihatnya saja sudah jengah," omel Tuan Alex.


"Ayo bangunlah pengecut. Jangan pergi seenaknya. Kau tidak boleh pergi sebelum mengalahkanku terlebih dahulu. Dan jika kau tetap tidak mau bangun, bukan hanya cucumu yang akan menikah dengan cucuku dan menghasilkan banyak keturunan campuran Alvaro-Sahir. Tapi aku juga akan merebut semua anakmu dan para keturunan mereka. Akan ku buang nama Sahir di belakang nama mereka dan menggantinya dengan nama Alvaro."


Detak jantung Tuan Kareem seketika meningkat drastis setelah mendengar ucapan Tuan Alex. Dokter Dirga dan perawat segera mengambil tindakan. Dokter Dirga meminta Tuan Alex untuk keluar terlebih dahulu.


"Kalian tidak perlu cemas. Aku yakin sebenar lagi dia akan membuka matanya, dokter," ucap Tuan Alex sambil berjalan menuju pintu dengan santainya.


"Alex!" panggil Tuan Kareem yang sudah membuka matanya.


Tuan Alex dan dokter Dirga terkejut, lalu menatap ke arah Tuan Kareem.


Tuan Alex tertawa.


"Akhirnya kau bangun juga, Kareem. Kau harus sembuh jika tidak ingin kehilangan para keturunan Sahir," ucap Tuan Alex dengan nada mengejek.


Dokter Dirga dibuat geleng kepala melihat kelakuan dua kakek itu, tapi juga lega karena Tuan Kareem akhirnya sudah sadar kembali. Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan, perawat segera memindahkan Tuan Kareem ke ruang rawat inap kelas VVIP yang sudah disiapkan oleh Helena.


Tuan Farhan dan Nyonya Gulya sangat bahagia. Keduanya selalu berada di dekat Tuan Kareem, membuat hati Tuan Kareem menghangat. Tuan Kareem menyapu ke seluruh ruangan melihat Evan, Selma dan Nyonya Diah duduk di sofa yang tak jauh dari ranjangnya.


"Di mana gadis itu?" tanya Tuan Kareem.


"Siapa yang Papa maksud?" sahut Tuan Farhan.


"Cucunya Alex, di mana dia?"


Tuan Farhan dan Evan terkejut.


"Jasmine berada di ruangan dokter Helena, Grandpa," jawab Evan.

__ADS_1


Tuan Kareem mengerutkan dahinya.


"Dokter Helena adalah kakak ipar Jasmine sekaligus pemilik rumah sakit ini," terang Evan.


Tuan Kareem menghela napas panjang.


"Suruh dia ke sini," ucap Tuan Kareem dingin.


Tuan Farhan dan Evan tersentak, mereka khawatir jika Tuan Kareem akan memarahi Jasmine dan membuatnya jatuh sakit lagi.


"Papa kan baru saja siuman. Sebaiknya Papa istirahat dulu. Nanti Evan yang akan menjemput Jasmine untuk datang ke sini," bujuk Tuan Farhan.


"Aku ingin gadis itu ke sini sekarang juga. Atau kalian ingin aku tidur lagi dan takkan membuka mataku lagi," ancam Tuan Kareem.


"Tidak Pa. Gulya mohon jangan bilang seperti itu, Pa," mohon Nyonya Gulya dan pecah lagi tangisnya.


"Dasar tua bangka keras kepala. Coba saja kalau kau berani tidur tanpa mau membuka matamu lagi, akan segera kuubah akta kelahiran mereka menjadi keturuan Alvaro."


Terdengar bentakan Tuan Alex dari arah pintu yang membuat keluarga Sahir tersentak kaget. Tetlihat Tuan Alex berdiri di ambang pintu bersama Jasmine dan Nyonya Savira.


Bersambung ....


...🌹🌹🌹...


Baca juga novel author :


1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU


2. I'm The Unstoppable Queen


Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :


✔Klik favorite❤


✔Tinggalkan comment✍


✔Tinggalkan like👍


✔Tinggalkan vote🔖


✔Beri hadiah🎁🌹

__ADS_1


Terima kasih🙏🥰


__ADS_2