Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil)Ku

Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil)Ku
Chapter 48. Kembali


__ADS_3

Axel, Helena dan Jasmine sudah berada di bandara. Mereka akan kembali ke Indonesia. Tuan Haris, Nyonya Sasmitha, Hans, Evan serta kedua orang tua Evan mengantarkan keberangkatan mereka.


"Calon menantu Daddy, hati-hati ya. Jangan lupa sering beri kabar pada Daddy. Kalau perlu sehari tiga kali, Nak," ucap Tuan Farhat.


"Ya, Daddy," jawab Jasmine sambil tersenyum.


Evan membulatkan matanya.


"Ayolah Dad. Sudah seperti minum obat saja, sehari tiga kali. Evan saja tidak segitunya," ucap Evan kesal.


"Kenapa? Kamu iri? Huhh... Dasar tukang cemburu," ejek Tuan Farhat.


"What?! Siapa yang cemburu? Untuk apa juga Evan cemburu sama Daddy yang sudah tua," sahut Evan.


Plakk!!! (Tuan Farhat memukul kepala Evan)


"Aukhh... sakit Pa," seru Evan.


"Makanya jangan jadi anak kurang asam. Daddy ini masih gagah dan jauh lebih tampan darimu," ucap Tuan Farhat dengan sombongnya.


"Ya, ya, ya," sahut Evan malas.


Jasmine dan Nyonya Diah tertawa melihat adu mulut ayah dan anak itu.


Sementara itu, Helena berpamitan dengan kakek dan neneknya.


"Grandpa dan Grandma, Helena pamit dulu ya. Kalian harus selalu menjaga kesehatan," ucap Helena.


"Tentu saja sayang. Kau juga menjaga kesehatanmu apalagi saat ini ada triplet di dalam perutmu. Besok Grandpa akan melakukan pemerikasaan lagi. Semoga semua baik, sehingga minggu depan Grandpa dan Grandma bisa kembali ke Indonesia," ucap Tuan Haris.


Helena mengangguk.


"Hans, selalu jaga Grandpa dan Grandma. Jangan nakal dan mencari masalah yang membuat mereka kerepotan," cicit Helena pada adiknya.


"Siap kakakku sayang. Kalian hati-hati ya," jawab Hans.


Hans berjongkok dan mendekatkan wajahnya di depan perut buncit Helena.


"Hai triplet, kalian baik-baik ya di sana. Sekarang Daddy kalian yang akan menjaga kalian dan Mommy. Jangan nakal dan membuat Mommy kelelahan ya. Uncle sangat menyayangi kalian," bisik Hans.


Helena yang mendengarnya tersenyum bahagia. Kemudian Helena memeluk Hans dan neneknya.


"Hati-hati ya sayang. Axel jaga istri dan triplet ya. Sampaikan salam dari kami untuk keluarga Alvaro," ucap Nyonya Sasmitha.


"Tentu saja Grandma. Keselamatan dan kesehatan mereka berempat adalah prioritas utama Axel sekarang," jawab Axel.


Kemudian Axel langsung salim dan berpelukan dengan Tuan Haris dan Nyonya Sasmitha secara bergantian. Lalu Axel memeluk adik iparnya.


"Sekali lagi terima kasih banyak ya Hans telah menjaga kakakmu dan para calon bayi kami dengan baik," ucap Axel.


"Sama-sama, Kak. Mereka kan juga hal terpenting dalam hidupku. Aku titip mereka padamu," ucap Hans.


Axel tersenyum sambil mengangguk.


Tuan Farhat menghampiri Axel.


"Tuan Axel," panggil Tuan Farhat.


"Tuan Farhat," sahut Axel.


"Adikku yang bekerja di kepolisian California sudah membuka kembali kasus kematian Tuan dan Nyonya Dawson, termasuk kasus pemalsuan identitas Nona Marissa Dawson. Jika memang terbukti ada unsur kesengajaan dalam peristiwa kecelakaan itu, pihak kepolisian California akan mengadili para pelakunya," ucap Tuan Farhat.


"Terima kasih banyak atas semua bantuan Anda," ucap Axel.


"Sama-sama Tuan. Kalian sudah kami anggap keluarga sendiri. Apalagi putraku dan adik Anda berhubungan dekat. Awalnya aku dan istriku syok saat mengetahui Jasmine berasal dari keluarga Alvaro. Karena selama kami mengenalnya adik Anda, Jasmine selalu bersikap baik dan ramah. Jasmine bahkan tidak pernah menyombongkan dirinya dengan membawa nama besar keluarga Alvaro," ujar Tuan Farhat.


Axel tersenyum.


"Apa yang perlu kami sombongkan Tuan? Apa yang kami miliki saat ini adalah pemberian dan titipan dari Tuhan. Kami hanya akan bersikap kejam hanya kepada orang yang berusaha mengusik dan menghancurkan keluarga kami," ucap Axel.


"Itu harus. Semoga keluarga kalian bisa menerima kehadiran Evan dan keluarga kami nantinya," ucap Tuan Farhat.


"Evan sudah banyak membantu kami. Evan adalah pria yang baik dan sopan. Dia selalu menjaga Jasmine dengan baik selama di sini. Tuan tidak perlu khawatir, kakek kami, Tuan Alexander Alvaro sudah menaruh hati pada putra Anda," jawab Axel.


Tuan Farhat tersenyum bahagia, kemudian berjabat tangan dan memeluk Axel.


"Evan, aku pamit dulu. Kau baik-baik ya dan jaga kesehatanmu. Segera selesaikan urusanmu di sini, lalu kembalilah ke Indonesia. Terima kasih banyak karena telah banyak membantu aku dan kakakku," ucap Jasmine.


Evan mengangguk.


"Kamu juga hati-hati dan jaga kesehatan. Tunggu aku datang," jawab Evan.


Keduanya pun berjabat tangan, karena ingin berpelukan mereka merasa takut dan malu ada banyak pengawas yang mematai mereka.


"Evan terima kasih banyak ya," ucap Axel sambil menjabat tangan Evan.


"Sama-sama Kak," ucap Evan.


"Ayo Jasmine, kita pulang," seru Axel sambil melangkah pergi meninggalkan Jasmine dan Evan.


"Semuanya, kami berangkat ya. Assalamualaikum," ucap Axel dan Helena bersamaan.

__ADS_1


"Aku pergi dulu, ya," ucap Jasmine.


Evan mengangguk.


Cup...


Jasmine mencium pipi Evan saat tidak ada yang melihat, lalu berlari mengejar kakaknya. Evan masih terbengong sambil mengelus pipinya.


"Mengapa wajahmu memerah seperti itu?" tanya Hans.


Evan tersentak.


"Tidak apa-apa. Mungkin karena cuacanya agak panas," jawab Evan asal.


"Panas dari mana? Ini kan musim gugur dan kita semua memakai jaket," ucap Hans bingung.


Evan hanya mengangkat kedua bahunya sambil tersenyum bahagia.


"Kakak tutup mata kali ini, tapi tidak untuk lain kali," ucap Axel sambil melirik tajam adiknya.


Jasmine hanya tersenyum malu.


Private jet berlogo Alvaro pun segera terbang meninggalkan negara adidaya itu menuju Indonesia.


...*****...


Axel, Helena dan Jasmine tiba di Indonesia. William dan Irene menyambut kedatangan mereka di bandara. Sebelumnya William dan Irene kembali ke Indonesia saat Axel berada di Amerika.


"Selamat datang kembali, Tuan dan Nona," ucap William dan Irene.


"Terima kasih," jawab Axel.


"Selamat Nona Helena atas kehamilan bayi kembar tiganya," ucap Irene.


"Terima kasih Irene," ucap Helena.


"Bagaimana perkembangan masalah Putri dan ibunya yang bernama Bella itu, Kak Will?" tanya Jasmine.


"Mereka berada di markas Alvaro, namun di ruangan terpisah. Bella berada di ruang bawah tanah. Patrick dan kedua orang tuanya sudah tiba di mansion Alvaro, begitu juga dengan Tuan Frans, ayah kandung Putri," jawab William.


Axel mengangguk.


"Sebaiknya kita segera ke mansion Alvaro. Istriku harus segera beristirahat," seru Axel.


William dan Irene mengangguk. Mereka segera meninggalkan bandara menuju mansion Alvaro.


Tuan Alex dan Nyonya Savira menyambut kedatangan mereka dengan aura penuh kebahagiaan. Selain itu juga sudah ada Tuan Robby, Nyonya Erisa, Adrian dan Nadine (keluarga Aline, ibunya Axel). Tak ketinggalan para calon kakek dan nenek, Zayn dan Aline juga telah hadir di garis depan.


"Assalamualaikum," salam Axel, Helena dan Jasmine.


"Selamat datang para cucuku," sambut Nyonya Savira sambil memberikan pelukan selamat datang kepada Axel, Helena dan Jasmine.


"Selamat datang para kesayangannya Mama. Mama sangat merindukan kalian," ucap Aline.


Ketiga anak itu langsung berhambur ke dalam pelukan Aline.


"Pelan-pelan sayang. Jangan memeluk Mama terlalu erat, nanti triplet terhimpit," ucap Axel.


Helena dan Aline hanya terkekeh.


"Jangan terlalu posesif Axel. Triplet pasti merindukan Oma dan Opanya," sewot Zayn.


Axel hanya menyebikkan bibirnya.


"Sini, Helen. Papa ingin menyapa para calon penerus keluarga Alvaro, Hermawan dan Hadinata," ucap Zayn.


Helena segera mendekat ke arah mertuanya.


"Assalamualaikum, para cucu Opa. Kenalkan ini Opa Zayn. Kalian harus segera tumbuh besar ya. Opa dan Oma juga semuanya sudah tidak sabar menyambut kelahiran kalian," ucap Zayn sambil mengelus perut buncit menantunya.


"Sudah-sudah. Mengobrolnya di dalam saja, kasihan Helena pasti lelah. Dan para cicitku juga pasti ingin Mommy nya beristirahat," ucap Tuan Alex sambil menarik Helena dan menuntunnya masuk ke dalam mansion.


"Tuan Alex benar, sebaiknya kita masuk ke dalam. Helena pasti lelah, juga Axel dan Jasmine," ucap Tuan Robby.


"Ahh... Kakek tahu saja. Jasmine merindukan Kakek dan Nenek," ucap Jasmine manja sambil memeluk lengan Tuan Robby.


"Hanya Kakek dan Nenek saja yang dirindukan. Ayah dan Bunda tidak?" seru Adrian dengan pura-pura merajuk.


"Ele... ele... Ayahku yang paling tampan ini merajuk. Sini Ayah," ucap Jasmine.


Adrian langsung memeluk keponakan cantiknya itu.


Kedua keluarga besar itu bercengkerama dengan ramah, kemudian ramah tamah dilanjutkan dengan makan bersama. Saat ini keluarga Hadinata sudah kembali ke mansion mereka. Axel dan Helena juga sudah berada di kamar mereka yang ada di mansion Zayn.


Sejak tadi Axel memperhatikan jika istrinya itu lebih banyak diam dan melamum. Axel naik ke atas ranjang dan duduk di samping Helena.


Cup... (Axel mengecup pipi Helena)


Helena tersentak.


"Apa yang kau pikirkan, El? Apa kau merasa tak enak badan?" tanya Axel lembut.

__ADS_1


Helena tersenyum, lalu memeluk suaminya.


"Aku baik-baik saja, Xel," jawab Helena.


"Katakan, apa yang sudah menyita kinerja otakmu itu. Sejak tadi kau terus melamun," pinta Axel.


Helena menghela napas.


"Apa yang akan kau lakukan pada Putri?" tanya Helena.


"Aku akan memberikan hukuman dan pelajaran padanya. Dia sudah berani membuatku kehilangan dirimu untuk kedua kalinya. Aku tidak akan memaafkannya," jawab Axel tegas.


Helena melepaskan pelukannya.


"Untuk kedua kalinya?" ucap Helena bingung.


"Orang yang dulu telah mengirimkan pesan padamu dan mengatas namakan diriku sehingga terjadi kesalahpahaman di antara kita adalah Putri. Aku yang terpengaruh oleh racun yang dia berikan setiap hari padaku, membuatku sangat bodoh sehingga aku tidak menyadari jika ponselku telah diretas," terang Axel.


Helena menutup mulutnya yang terbuka karena terkejut.


"Apa kau tidak apa-apa, Xel? Apa racun itu memiliki efek yang berbahaya bagi tubuhmu?" tanya Helena khawatir.


Axel tersenyum.


"Kau tidak perlu khawatir sayang. Aku sudah mendapatkan penawarnya. Dan alhamdulillah aku sudah terbebas dari efek racun itu," jawab Axel.


Helena langsung memeluk suaminya.


"Aku sangat takut, Xel. Aku takut terjadi sesuatu padamu. Kami tidak sanggup kehilangan dirimu," ucap Helena sambil menangis.


"Jangan menangis, El. Selama kau dan triplet bersamaku, aku akan baik-baik saja," ucap Axel menenangkan.


Helena mengurai pelukan mereka.


"Apa di dalam sini benar-benar sudah tidak ada Putri?" tanya Helena sambil menyentuh dada Axel.


"Tentu saja, karena Nyonya Axello Zyan Alvaro sudah memenuhi setiap sudut ruangan yang ada di sini. Dan tidak akan pernah ada satu wanita pun yang akan masuk ke dalamnya," ucap Axel lembut.


Helena tersenyum bahagia.


"Apa aku boleh ikut menemui mereka besok di markas Alvaro?" tanya Helena dengan hati-hati.


"Boleh. Asal kau jangan jauh-jauh dariku," jawab Axel.


Helena mengangguk.


"Sebaiknya kita istirahat sekarang. Kau jangan terlalu lelah," ucap Axel.


Helena segera merebahkan tubuhnya. Axel menyelimuti tubuh mereka, lalu menarik Helena ke dalam pelukannya. Tak lama kemudian, keduanya merajut mimpi bersama.


...*****...


"Lepaskan aku b******k! Kalian mau membawaku ke mana?" bentak Bella saat anak buah Rino menyeretnya keluar dari ruangannya ke aula markas.


"Mama!" seru Putri.


Bella berhenti memberontak. Dia melihat Putri yang duduk di sebuah kursi kayu. Bella mengedarkan pandangannya ke sekeliling aula. Sudah hadir Zayn, Aline, Axel, Helena, Jasmine dan Patrick.


Bella membelalakkan matanya saat melihat wajah Patrick.


"Tidak mungkin dia masih hidup," gumam Bella.


"Terkejut? Kau pikir aku sudah mati, Ella. Aku pikir juga begitu. Tapi Tuhan masih terlalu sayang padaku sehingga aku masih bisa berdiri di sini dan memberikan hukuman padamu," ucap Patrick sambil menyeringai.


"Seharusnya aku sendiri yang melenyapkanmu," ucap Bella dengan tatapan penuh kebencian.


"Mama," panggil Putri.


"Diam kau! Dasar anak pembawa sial!" bentak Bella.


Putri terkejut dan langsung menangis sesaat setelah mendapatkan kata-kata kasar yang keluar dari mulut ibu yang sangat dirindukannya.


Bersambung...


...🌹🌹🌹...


Hidup sudah diujung tanduk, masih sombong saja kau Bella. 😡😤


Baca juga novel pertama author :


"Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU"


Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :


✔Klik favorite❤


✔Tinggalkan comment✍


✔Tinggalkan like👍


✔Tinggalkan vote🔖

__ADS_1


✔Beri hadiah🎁🌹


Terima kasih🙏🥰


__ADS_2