Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil)Ku

Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil)Ku
Season 2. Jasmine dan Kisah Cintanya 14 (Kemarahan Tuan Farhan)


__ADS_3

Tuan Farhan mengakhiri makan malam mereka dengan alasan kurang enak badan. Evan mengantarkan Jasmine dan Triplets A pulang ke mansion Tuan Zayn. Meira senang sekali akhirnya bisa terbebas dari tatapan tajam Arkana dan Arshaka yang terus membuatnya ketakutan selama berada di sana.


"Aku butuh penjelasan, Pa," ucap Tuan Farhan saat mereka sudah tiba di mansion Sahir.


Tuan Kareem menghela napas panjang.


"Penjelasan apalagi yang kau butuhkan, Farhan? Bukankah kau sudah mendengar semuanya tadi?" jawab Tuan Kareem.


"Jadi benar, alasan Papa tidak mau menerima Jasmine karena dia adalah keturunan Tuan Alexander Alvaro. Pria yang selama ini Papa anggap sebagai rival karena selalu lebih unggul dari Papa di segala hal. Itu tidak masuk akal, Pa. Hanya karena rasa iri hati, Papa menganggapnya sebagai musuh."


Tuan Farhan tidak bisa menahan amarahnya lagi.


"Tenanglah suamiku. Bicarakan semuanya baik-baik," ujar Nyonya Diah berusaha menenangkan suaminya.


"Dan siapa wanita yang bernama Fiola itu, Pa? Wanita yang membuat Papa semakin membenci Tuan Alex, karena wanita itu jatuh cinta kepada Tuan Alex," tanya Tuan Farhan menuntut.


"Fiola adalah teman Papa saat kuliah di Harvard," jawab Tuan Kareem dingin.


Tuan Farhan tersenyum sinis.


"Apakah dia cinta pertama Papa?"


Tuan Kareem membelalakkan matanya.


"Wanita yang membuat Papa tidak bisa mencintai Mama sepenuh hati. Apakah Fiola, wanita yang dulu selalu Papa banding-bandingkan dengan Mama? Bahkan Mama harus merubah jati dirinya untuk menjadi orang lain demi Papa."


Tuan Kareem tetap setia dengan diamnya.


"Apa Papa tahu seberapa menderitanya Mama selama menjalani hidupnya bersama pria yang masih terbayang-bayang masa lalunya? Hidup Mama tertekan dan hatinya tersiksa Pa. Mama berusaha bertahan hanya demi aku dan Gulya."


Tuan Farhan meneteskan air matanya. "Dan hanya karena candaan Tuan Alex yang mengatakan bahwa keturunan Sahir akan jatuh cinta kepada keturunan Alvaro membuat Papa ingin menghancurkan kehidupan anak dan cucu Papa sendiri."


"Suamiku kendalikan dirimu," lirih Nyonya Diah.


"Tidak istriku. Masalah ini harus segera diselesaikan," sahut Tuan Farhan.


"Papa takut keturunan Papa akan jatuh cinta kepada keturunan Tuan Alex, sehingga Papa membuat ide gila dengan menyiapkan jodoh untuk kami yang sesuai dengan kriteria Papa."


"Itu bukan ide gila. Aku hanya ingin memberikan yang terbaik dan kebahagiaan untuk keturunanku," ucap Tuan Kareem tak terima.


Tuan Farhan terkekeh.


"Kebahagiaan kami? Dengan cara memaksakan perasaan kami kepada orang yang tidak kami cintai. Aku beruntung menjadi anak yang pernah Papa sebut sebagai anak durhaka karena memilih menikahi Diah dari pada wanita pilihan Papa. Seandainya dulu aku mengikuti kemauan Papa, aku pasti akan menyesal telah menjadi pria yang benar-benar bodoh."


"Tapi sayangnya keberuntungan tidak berpihak kepada adikku, Gulya. Dia harus melepaskan cintanya, Demian, pria yang baik, sopan, pekerja keras dan sangat mencintai Gulya. Karena Papa telah menjodohkan Gulya dengan Erkan, pria brengsek yang kerjanya hanya main judi dan perempuan. Pria yang bisanya membanggakan harta keluarganya. Gara-gara pria itu hidup adik dan keponakanku harus menderita. Gulya berulang kali harus menyaksikan suaminya berada di pelukan wanita lain dan mendapatkan kekerasan fisik saat pria itu sedang kesal. Dan keponakanku, Selma, sejak kecil harus terbiasa melihat dengan mata kepalanya sendiri saat ibunya mendapatkan kekerasan fisik dari ayah kandungnya."


"Dan Papa tahu apa yang membuatku semakin kecewa pada Papa? Saat Gulya memutuskan untuk bercerai dari suaminya yang biadab itu, Papa terus menerus menyalahkan Gulya karena tidak bisa menjadi istri yang baik dan mempertahankan rumah tangganya. Sebenarnya Papa ini ayah macam apa?"


"Jaga bicaramu Farhan!" bentak Tuan Kareem.


"Papa, aku mohon tenanglah. Ingat kesehatan jantung Papa," ucap Nyonya Diah khawatir.

__ADS_1


"Papa lihat. Menantu yang tidak pernah Papa sukai ini sebegitu perhatiannya pada kesehatan Papa. Apa Papa yakin, wanita pilihan Papa itu akan sebaik bahkan lebih baik dari istriku?" cibir Tuan Farhan.


Hati Tuan Kareem terasa sakit saat melihat tatapan penuh kebencian dari sorot mata putranya.


"Papa dengarkan ucapanku baik-baik. Aku tidak akan membiarkan anakku mengalami nasib yang sama dengan adikku. Aku hanya akan menikahkan Evan dengan wanita yang dia cintai, meskipun dia keturunan Alvaro sekalipun. Dan Papa tidak akan bisa menghalangiku dengan mengancamku untuk dengan memintaku keluar dari perusahaan Sahir."


"Aku dan kedua anakku, Cemal dan Evan akan keluar dari perusahaan Sahir. Kami akan mengembalikan semua jabatan dan fasilitas yang kami dapatkan kepada Papa. Jika perlu kami tidak akan memakai nama Sahir lagi di belakang nama kami," tegas Tuan Farhan.


"Suamiku?" teriak Nyonya Diah.


"Ayo Diah, kita berkemas. Kita akan keluar dari mansion ini secepatnya," Tuan Farhan menarik tangan istrinya dan masuk ke dalam kamar mereka.


Tuan Kareem tidak bisa berkata-kata lagi. Dadanya terasa sesak. Tuan Kareem berdiri dan hendak masuk ke dalam kamarnya. Langkahnya berhenti saat melihat Evan yang berdiri di dekat pintu.


"Evan," panggil Tuan Kareem sambil melangkah ke arah Evan.


Evan mengangkat satu tangannya.


"Berhenti Grandpa. Evan sudah mendengar semuanya. Evan benar-benar kecewa kepada Grandpa. Grandpa sangat egois dan hanya memikirkan diri Grandpa sendiri. Evan akan ikut pergi bersama Daddy dan Mommy. Semoga Grandpa bahagia sekarang," ucap Evan dengan tatapan penuh kekecewaan.


Evan langsung melenggang pergi menuju kamarnya untuk membereskan semua barang-barangnya. Tuan Kareem berjalan menuju kamarnya dengan langkah gontai. Saat berada di dalam kamar, Tuan Kareem menyalakan lampu. Tuan Kareem membuka lemari bajunya dan mengambil sebuah foto dari dalam tasnya, lalu duduk di atas sofa.


"Maafkan aku Maryam. Aku sudah gagal menjadi suami dan ayah. Aku minta maaf karena telah membuat hidupmu tertekan dan menderita selama ini. Semua yang dikatakan Farhan memang benar. Aku bukan ayah yang baik untuk kedua anak kita. Tapi Farhan salah dalam satu hal. Aku mencintaimu Maryam, meskipun aku terlambat menyadarinya. Saat kau terbaring lemah di rumah sakit, di saat itulah aku baru menyadari jika aku tidak bisa kehilangan dirimu. Aku berusaha mengeluarkan uang yang banyak untuk mendapatkan dokter yang terbaik untukmu. Tapi aku tetap gagal dan kehilangan dirimu. Aku sangatbmenyesal Maryam."


"Aku begitu bodoh, selama kau hidup aku tidak bisa menghargaimu dan memberikan kebahagiaan padamu. Selama ini kau selalu mencurahkan cinta dan kasih sayangmu padaku dan kedua anak kita," ucap Tuan Kareem sambil menangis dan mencium foto mendiang istrinya.


"Ya Tuhan, hamba mohon beri hamba kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahan hamba. Hamba sudah kehilangan istri hamba. Hamba tidak ingin kehilangan anak, menantu dan cucu hamba."


Tuan Farhan sudah memasukkan semua pakaian ke dalam tas. Nyonya Diah menangis tiada henti. Dia tidak ingin hubungan suami dan ayah mertuanya hancur. Nyonya Diah ingat jika saat ini sudah waktunya Tuan Kareem untuk meminum obatnya.


"Kau mau ke mana, sayang?" tanya Tuan Farhan.


"Sekarang waktunya Papa meminum obatnya. Aku akan menyiapkan obat untuk Papa," jawab Nyonya Diah.


"Untuk apalagi kau masih melakukannya?"


"Cukup suamiku. Kau boleh melarangku untuk tinggal di mansion ini lagi, tapi kau tidak berhak melarangku untuk merawat ayah mertuaku. Bagiku Papa sudah seperti ayah kandungku sendiri," sahut Nyonya Diah.


Tuan Farhan hanya menghela napas panjang dan melanjutkan untuk mengemas barang. Nyonya Diah segera mengambil obat dan air minum, lalu membawanya ke kamar Tuan Kareem.


Tok... tok...


"Papa," panggil Nyonya Diah namun tidak mendapat sahutan.


Nyonya Diah memberanikan diri untuk masuk ke dalam kamar ayah mertuanya itu. Nyonya Diah melihat Tuan Kareem sedang tertidur sambil duduk di atas sofa. Dengan perlahan Nyonya Diah membangunkan Tuan Kareem.


"Papa, bangun. Sekarang waktunya minum obat," ucap Nyonya Diah, namun Tuan Kareem tidak juga bangun.


Nyonya Diah menepuk dan menggoyangkan bahu Tuan Kareem pelan. Tiba-tiba tubuh Tuan Kareem merosot dan ambruk dengan tanpa kedua matanya masih tertutup.


"Papa!" teriak Nyonya Diah.

__ADS_1


Tuan Farhan dan Evan langsung berlari ke kamar Tuan Kareem begitu mendengar teriakan Nyonya Diah. Tuan Farhan dan Evan terkejut melihat tubuh Tuan Kareem yang terbaring di sofa dengan Nyonya Diah yang menangis sambil terus memanggilnya agar bangun.


"Papa. Bangun Pa. Jangan seperti ini. Jangan buat Diah takut Pa. Diah mohon bukalah mata Papa," ucap Nyonya Diah sambil menangis.


"Apa yang terjadi pada Grandpa, Mom?" tanya Evan.


"Aku tidak tahu. Saat aku tiba di sini Papa sedang tertidur sambil duduk dan memeluk foto Mama. Aku mencoba membangunkannya, tapi tubuh Papa langsung roboh. Tubuhnya lemah sekali. Aku takut terjadi sesuatu pada Papa, suamiku," jawab Nyonya Diah sambil terisak.


"Tenanglah istriku," ucap Tuan Farhan yang juga ikut cemas.


Evan memeriksa detak jantung dan denyut nadi Tuan Kareem.


"Bagaimana Evan?" tanya Tuan Farhan dengan raut wajah cemasnya.


"Alhamdulillah detak jantung dan denyut nadinya masih ada Dad, tapi sangat lemah. Grandpa pingsan," jawab Evan.


"Evan bantu Daddy angkat tubuh Grandpa. Kita bawa Grandpa ke rumah sakit."


"Istriku, minta sopir untuk menyiapkan mobil secepatnya."


Tuan Farhan, Nyonya Diah dan Evan membawa Tuan Kareem ke rumah sakit.


"Farhan mohon bertahanlah, Pa. Maafkan Farhan," ucap Tuan Farhan sambil menangis dan memeluk tubuh ayahnya.


"Ini semua salahmu, suamiku. Seandainya kau tidak semarah itu dan berbicara kasar pada Papa, Papa pasti tidak akan seperti ini," marah Nyonya Diah kepada suaminya.


"Tenanglah Mom. Grandpa pasti akan baik-baik saja. Kita berdoa kepada Tuhan semoga Grandpa bisa segera siuman dan sembuh," ucap Evan berusaha menenangkan ibunya.


Bersambung ....


...🌹🌹🌹...


Baca juga novel author :


1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU


2. I'm The Unstoppable Queen


Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :


✔Klik favorite❤


✔Tinggalkan comment✍


✔Tinggalkan like👍


✔Tinggalkan vote🔖


✔Beri hadiah🎁🌹


Terima kasih🙏🥰

__ADS_1


__ADS_2