
Byurr...
Vicky tersentak dari tidurnya saat merasakan guyuran air dingin membasahi seluruh tubuhnya yang tergeletak di lantai salah satu ruangan yang ada di markas, milik keluarga Alvaro. Vicky langsung bangun dengan wajah kesal bercampur marah.
"Dingin. Br*****k! Siapa yang berani menyiramku?" teriak Vicky.
"Akhirnya bangun juga kau, ba****an," ucap Pramudya.
Vicky langsung menoleh ke arah suara itu. Vicky meneguk salivanya kasar saat melihat Pramudya yang menatapnya dengan tajam seolah ingin menguliti tubuhnya.
"S-siapa kau?" tanya Vicky tergagap karena takut dan kedinginan.
Bugh...!
Pramudya memberikan pukulan kerasnya ke wajah Vicky.
"Ampun... Ampun... Aku mohon ampuni aku. Siapa kau sebenarnya? Mengapa kau memukulku?" rengek Vicky sambil menangis ketakutan.
Vicky meringkuk di sudut ruangan sambil memeluk kedua kakinya. Pramudya langsung mencengkeram rahang Vicky dan membuatnya semakin ketakutan.
"Ampun kau bilang? Tidak akan pernah. Sama halnya ketika adikku, Vira, memohon untuk kau lepaskan, tapi kau mengabaikannya dan menodainya untuk melampiaskan n***u bejatmu itu," bentak Pramudya.
Vicky membulatkan matanya yang membuat Pramudya semakin marah dan menekan rahang Vicky semakin kuat. Vicky meringis kesakitan. Dia seolah merasakan rahangnya akan patah.
"Papa, Mama. Tolong Vicky," rengek Vicky sambil terisak.
"Merengeklah sepuasmu bodoh. Tidak akan ada yang mendengarmu saat ini. Papa dan Mama yang selalu kau banggakan itu tak akan tahu di mana keberadaanmu saat ini," ucap Pramudya, lalu melepaskan Vicky sambil mendorongnya.
Pramudya mengeluarkan sebuah pisau dari dalam saku celananya. "Asal kau tahu, saat ini juga aku ingin sekali mengulitimu dan mencincang tubuh hinmu."
"Tidak. Aku mohon jangan bunuh aku. Berapa banyak uang yang kau inginkan, akan aku berikan. Asalkan kau melepaskanku. Atau jika kau mau, aku siap bertanggung jawab dan menikahi Vira sekarang juga," mohon Vicky dengan wajah memelas.
Pramudya terkekeh.
"Dasar manusia sombong dan tak tahu malu. Hanya karena kami bukan berasal dari keluarga kaya raya, kau pikir bisa seenaknya merendahkan harga diri kami dengan uang. Dan apa kau bilang tadi? Menikahi Vira? Itu hanya ada dalam khayalanmu. Aku tidak sudi menikahkan adikku dengan seorang penjahat kel***n sepertimu," ucap Pramudya.
"Aku tidak akan menodai tanganku dengan darah kotormu itu. Tapi aku akan memastikan kau akan membusuk di penjara. Tak akan ada lagi yang bisa membantumu. Keluarga kaya yang selalu kau banggakan itu juga akan menyusulmu tinggal di balik jeruji besi. Kalian semua harus mempertanggung jawabkan semua perbuatan bejat kalian."
"Tidak. Aku tidak mau dipenjara," gumam sambil Vicky terus menangis. Dia benar-benar ketakutan. Tidak ada lagi yang bisa dia sombongkan dan banggakan lagi, baik itu uang atau ayahnya.
Pramudya segera keluar dari ruangan Vicky, karena dia tidak ingin hilang kendali jika terlalu lama bersama pria yang telah menghancurkan hidup adiknya. Sedangkan Vicky tetap meringkuk di sudut ruangan sambil terus menangis.
"Papa, Mama, Kak Vika. Kalian di mana? Aku takut sekali di sini? Cepatlah datang dan bawa keluar dari sini. Aku tidak ingin dipenjara. Mengapa kalian tidak menolongku? Aku takut sekali, Pa."
Di rumah sakit, Helena dan Nabila senang sekali menegtahui kondisi psikologi Vira yang semakin membaik. Vira sudah mulai belajar untuk menerima kenyataan. Berkat dukungan orang-orang terdekatnya, Vira mencoba untuk bangkit kembali. Pramudya juga telah memberitahu tentang Vicky, pria yang telah merenggut kehormatannya.
__ADS_1
"Sekarang ceritakan pada Kakak. Sebenarnya kau memiliki masalah apa dengan Vicky?" tanya Pramudya pelan.
Vira menarik napas panjang dan berusaha untuk tetap tenang.
"Vicky adalah murid yang sekolah di SMA yang sama denganku. Dia adalah salah satu murid spesial di sekolah karena orang tuanya merupakan salah satu donatur tetap sekolah. Dia anak yang sombong dan suka menggoda murid perempuan. Tidak sedikit murid perempuan yang pernah dipacarinya. Vicky juga mempunyai gank yang terdiri dari himbunan anak konglomerat. Setiap hari mereka menindas murid-murid yang diterima masuk sekolah melalui jalur beasiswa, termasuk aku."
"Satu minggu sebelum hari kelulusan, karena terburu-buru sepedaku tidak sengaja menabrak mobil sport Vicky yang terparkir di parkiran. Beruntung mobil itu tidak sampai lecet. Namun Vicky tidak terima, dia meminta ganti rugi. Vicky tidak meminta uang, tapi...."
Jari jemari Vira meremas selimutnya dengan kuat.
"Tapi dia memintaku untuk melayaninya di atas ranjang. Vicky juga mengiming-imingiku dengan uang yang banyak jika aku mau memberikan keperawananku kepadanya. Tanpa berpikir panjang, aku menamparnya dengan keras di depan teman ganknya dan murid yang lain. Aku sangat marah saat itu, aku menolaknya dan langsung pergi ke kelas."
Vira mulai menangis lagi. Pramudya mengusap bahu adiknya dengan pelan.
"Aku pikir masalah itu tidak akan berbuntut panjang, Kak. Pada malam itu ketika aku pulang dari tempat kerja aku ingat ada mobil yang berhenti dan beberapa pria turun. Mereka menarik dan memaksaku masuk ke dalam mobil. Mereka membekapku dengan sapu tangan. Saat aku tersadar, suasana sangat gelap dan aku merasakan udara yang sangat dingin karena tubuhku sudah tak terbalut lagi. Dan baj****n itu menodaiku dengan paksa, meskipun aku sudah memohon padanya untuk melepaskanku," pungkas Vira sambil terisak.
Pramudya langsung memeluk adiknya dan ikut menangis.
"Kau tidak perlu takut lagi. Kakak akan selalu bersamamu. Dan kakak pastikan ba*****n itu akan menanggung akibat dari perbuatannya. Itu janji kakak," ucap Pramudya.
Dengan adanya bukti-bukti serta saksi dari para korban Vicky yang lain, serta bantuan dari tim pengacara yang telah disiapkan oleh keluarga Alvaro, akhirnya Vira mendapatkan keadilan. Vicky dijatuhi hukuman selama dua belas tahun penjara. Tuan Prawira pun tidak bisa membantu putranya karena dia juga harus mempertanggung jawabkan kasus suap dan korupsi yang telah dia lakukan. Dan semua hartanya disita oleh pemerintah untuk mengganti kerugian akibat tindak korupsi yang dia lakukan. Nyonya Alya dan Vika pergi ke Palembang, ke kampung halaman Nyonya Alya.
Vira juga sudah keluar dari rumah sakit, namun dia masih belum siap kembali ke Batam. Vira takut akan teringat terus dengan kejadian naas itu. Pramudya yang tak tega meninggalkan Vira sendirian di Jakarta, akhirnya menitipkan Vira kepada Nabila. Nabila saat ini telah resmi bekerja di rumah sakit milik Helena setelah berbagai tes seleksi dan dinyatakan lolos.
Saat ini mereka sedang berada di bandara.
"Ya Kak. Vira akan menunggu Kakak pulang," jawab Vira.
"Nabila, aku titip Vira ya. Aku minta maaf karena selalu merepotkanmu. Tapi aku tidak tahu lagi harus meminta tolong dan menitipkan Vira ke siapa jika bukan kepadamu," Ujar Pramudya dengan perasaan tak enak.
"Sudahlah Pram. Aku tidak merasa direpotkan. Vira kan sudah aku anggap seperti adikku sendiri, jadi aku ada temannya di sini. Kau tenang saja. Aku doakan semoga acara lamaranmu berjalan dengan lancar dan kalian bisa segera naik ke pelaminan," Ucap Nabila.
"Terima kasih banyak. Aku janji, suatu saat nanti aku akan membalas semua kebaikanmu," janji Pramudya.
Setelah melepas kepergian Pramudya, Nabila dan Vira kembali ke rumah yang sebelumnya telah disiapkan oleh anak buah Axel untuk mereka tempati selama mereka tinggal di Jakarta.
...***...
Persiapan pernikahan Evan dan Jasmine sudah berjalan 90%. Tuan Kareem sangat bahagia mendengar kabar bahwa rencana pernikahan Evan dan Jasmine dipercepat. Tuan Kareem semakin semangat dalam melakukan pengobatan, supaya dia bisa segera kembali ke Indonesia untuk menghadiri pernikahan cucu keduanya.
Kedua calon pengantin saat ini sedang melakukan fitting baju di DńA Fashion. Nyonya Aline sendiri yang merancang baju pernikahan untuk putri dan calon menantunya. Tuan Zayn dan kedua orang tua Evan juga datang ke butik. Mereka ingin melihat baju pengantin yang akan dikenakan oleh kedua anak mereka dan juga mencoba baju yang akan mereka kenakan sendiri nantinya.
"Oh, putriku sayang. Kau terlihat seperti bidadari. Kau cantik sekali, sayang," puji Tuan Zayn dengan rona bahagia di wajahnya saat melihat Jasmine mencoba baju pengantinnya.
Jasmine langsung memeluk dan mencium pipi ayahnya. "Terima kasih, Papa."
__ADS_1
Lalu beralih ke ibunya, Nyonya Aline. "Terima kasih, Mama. Gaunnya bagus sekali, aku sangat menyukainya."
"Mama senang mendengarnya. Mama ingin yang terbaik untukmu sayang," ucap Nyonya Aline sambil menitikkan air mata.
"Hei, mengapa Mama menangis?" tanya Jasmine bingung.
Nyonya Aline menakupkan kedua tangannya di wajah Jasmine. "Mama hanya terbawa suasana sayang. Mama masih belum percaya jika kau sudah besar dan sebentar lagi menikah. Kau akan pergi meninggalkan Papa dan Mama. Rasanya baru kemarin Mama menimang bayi mungil Mama yang cantik ini."
Jasmine ikut menangis dan memeluk ibunya. Tuan Zayn mendekat, lalu memeluk erat kedua wanita yang sangat berharga dan menjadi ratu di dalam hidupnya.
"Mengapa kalian jadi melankolis seperti ini? Aku kan jadi ikut sedih," seru Axel yang berdiri di ambang pintu bersama Helena dan Triplets A.
Tuan Zayn dan Nyonya Aline membuka tangan mereka lebar, sehingga Axel beserta para pasukannya ikut masuk ke dalam pelukan mereka.
"Opa dan Oma tidak perlu sedih. Kan masih ada Cilla, Kak Arka dan Kak Arsha," ucap Arsyila.
"Tentu saja. Opa dan Oma tidak akan bersedih karena ada kalian bertiga, cucu-cucu kami yang hebat dan sangat menggemaskan," sahut Tuan Zayn sambil mencubit pipi gembul Arsyila yang menggemaskan.
Rasa bahagia bercampur haru juga dirasakan oleh kedua orang tua Evan. Tuan Farhan dan Nyonya Diah tidak bisa membendung air mata bahagia mereka. Akhirnya keteguhan dan kesabaran putra mereka selama delapan tahun berbuah manis. Evan tak lama lagi akan melepas masa lajang dan menikah dengan wanita yang menjadi cinta pertamanya dan satu-satunya wanita yang Evan cintai.
Bersambung ....
...🌹🌹🌹...
(Apakah readers sudah siap kondangan online??? 🤭)
Baca juga novel author lainnya:
1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU
2. I'm The Unstoppable Queen
Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :
✔Klik favorite❤
✔Tinggalkan comment✍
✔Tinggalkan like👍
✔Tinggalkan vote🔖
✔Beri hadiah🎁🌹
Terima kasih🙏🥰
__ADS_1