
Pagi ini Axel dan Helena menikmati hidangan sarapan pagi bersama yang lain di mansion Granny Martha. Granny membuat sup daging hangat yang cocok untuk dinikmati pada cuaca dingin pagi ini. Axel sangat menikmati sarapannya tanpa merasakan mual sedikitpun, berkat keberadaan Helena dan calon triple baby twins di sampingnya.
"Granny, sepertinya kita harus membeli semprotan serangga," celetuk Hans.
"Memangnya ada serangga di mansion ini, Hans?" tanya Granny Martha.
"Ada Granny. Ganas lagi," jawab Hans meyakinkan.
"Di mana Hans?" tanya Granny penasaran.
"Di kamar Kak Helena. Itu buktinya leher Kak Helena merah-merah akibat digigit serangga ganas," ucap Hans tanpa dosa.
"Uhuk... uhuk...," Axel tersedak.
Helena membelalakkan matanya. Dia lupa memakai syal untuk menutupi leher mulusnya yang berubah menjadi seperti kulit macan tutul, akibat keganasan Axel semalam. Wajah Helena seketika memerah karena malu.
Axel meneguk air minumnya sampai tandas. Kemudian memberikan tatapan tajamnya pada Hans. Sedangkan Hans hanya bersikap acuh tak acuh.
"Beraninya kau bilang serangga ganas!" bentak Axel.
"Kalau bukan serangga ganas, lalu apa Kak? Tungau?" sahut Hans meledek.
Jasmine, Evan dan Granny Martha tak bisa menahan tawa mereka lagi. Wajah Helena semakin memerah seperti udang rebus. Axel mendengus kesal. Wajahnya semakin dingin untuk menutupi rasa malunya akibat ucapan adik iparnya itu.
"Awas kau adik ipar tak ada akhlak! Merusak selera makanku saja," batin Axel.
Setelah menghabiskan sarapannya, Axel mengambil ponselnya dan menghubungi nomor ayahnya, Zayn, dan ayah mertuanya, Narendra. Axel melakukan panggilan video.
"Assalamualaikum, Papa dan Daddy," salam Axel.
"Waalaikumsalam," jawab Zayn dan Narendra.
"Bagaimana Axel? Apa sudah ada kabar tentang Helena?" tanya Zayn.
"Papa dan Daddy, tolong panggilkan Mama dan Mommy. Ada yang ingin Axel sampaikan kepada kalian," ucap Axel dengan wajah serius.
"Ada apa, Son? Wajahmu serius sekali? Apa ada masalah yang serius?" tanya Narendra khawatir.
"Sangat serius sekali, Dad," jawab Axel meyakinkan.
Tak lama kemudian Aline dan Charlotte sudah bergabung dengan para suami mereka.
"Sekarang katakan ada masalah serius apa, Axel? Jangan buat kami penasaran dan khawatir," tanya Aline.
"Ini tentang Helena, Ma," ucap Axel dengan wajah tegang.
"Ada apa dengan putriku? Apa kau sudah menemukannya, Axel?" tanya Charlotte denga raut wajah khawatir.
Axel tersenyum. Lalu dia berjalan dan duduk di sofa. Axel mengarahkan kamera ponselnya ke arah Helena yang berada di sampingnya, dengan syal yang sudah melingkar di lehernya.
"Istriku sudah ketemu, Pa, Ma, Dad, Mom," seru Axel sambil tersenyum.
Zayn, Aline, Narendra dan Charlotte tersenyum bahagia. Hati mereka lega akhirnya Helena ditemukan.
"Assalamualaikum, Daddy, Mommy, Papa dan Mama. Helena minta maaf sudah membuat kalian khawatir," ucap Helena.
"Waalaikumsalam," jawab kedua orang tua Axel dan Helena.
"Syukurlah sayang akhirnya Daddy bisa melihatmu. Jangan main kabur-kaburan lagi ya. Bagaimana keadaanmu? Baik-baik saja, kan?" tanya Narendra.
"Helena baik Dad," jawab Helena dengan raut wajah bahagia dan haru.
Charlotte meneteskan air mata bahagia saat melihat wajah putrinya yang sangat dia rindukan itu. Narendra memeluk istrinya.
"Papa, Mama, Daddy dan Mommy. Kami punya kabar bahagia untuk kalian. Sebentar lagi kalian akan menjadi Opa dan Oma. Sudah ada calon penerus keluarga Alvaro dan Hermawan di perut Helena saat ini," ucap Axel dengan raut bahagia.
"Alhamdulillah. Kami bahagia sekali, Nak," ucap Aline sambil menitikkan air mata bahagia.
__ADS_1
"Mommy senang sekali sayang. Mommy sudah tidak sabar ingin bertemu denganmu sayang," ucap Charlotte sambil tersenyum.
"Dan ada kabar baik lainnya. Kalian bukan hanya akan mendapatkan satu cucu, tapi tiga cucu sekaligus. Ada triple baby twins di dalam perut Helena," ucap Axel dengan bangganya.
Terdengar teriakan histeris dari para calon kakek dan nenek itu.
"Kami doakan semoga Helena dan triple baby twins selalu sehat. Dan segeralah pulang. Kami sudah sangat merindukan kalian," ucap Zayn.
"Terima kasih, Pa," jawab Axel dan Helena.
"Kami berencana memeriksakan kandungan Helena terlebih dahulu. Jika dokter memperbolehkan, maka kami akan segera kembali ke Indonesia," ucap Axel.
Para tetua pun mengiyakan dan mendukung rencana Axel dan Helena, karena bagi mereka kesehatan Helena dan triple baby twins yang ada di dalam kandungan Helena jauh lebih penting.
"Oh iya. Jadi selama ini kau bersembunyi di mana, Helen?" tanya Narendra.
"Helena berada di Sitka, Alaska. Helena tinggal di mansion Granny Martha," jawab Helena.
Narendra dan Charlotte melebarkan mata mereka. Mereka sudah lama tidak berkomunikasi dengan Nyonya Martha karena Nyonya Martha sering berpindah-pindah tempat, bahkan nomor ponsel lamanya sudah tidak aktif.
"Bagaimana kau bisa bertemu Granny Martha sayang?" tanya Charlotte.
"Hans yang menemukan keberadaan Granny Martha, Mom. Dan Hans yang membawa Helena ke sini," jawab Helena.
"Di mana Granny Martha, sayang? Mommy ingin bicara dengannya. Mommy sangat merindukannya," tanya Charlotte.
"Granny langsung keluar dari mansion setelah sarapan tadi. Nanti saja saat Granny kembali, Helena akan menghubungi Mommy," ucap Helena.
"Baiklah, sayang," ucap Charlotte.
"Jadi Hans yang sudah menyembunyikanmu dan membuat Daddy dan Mommy sulit tidur setiap malamnya. Daddy sampai kesulitan melacak keberadaanmu," ucap Narendra geram.
"Benar Dad," sahut Axel sambil tersenyum licik.
"Serahkan ponselmu pada Hans. Daddy mau bicara dengannya," perintah Narendra.
Axel segera memberikan ponselnya pada Hans. Hans langsung membelalakkan matanya saat melihat wajah Daddy dan Mommy nya di layar ponsel.
Hans tersenyum kikuk.
"M-maaf Dad, Mom. Bukan maksud Hans untuk membuat kalian khawatir. Hans hanya ingin membuat Kak Helena tenang terlebih dahulu," ucap Hans beralasan.
Narendra memberikan tatapan tajamnya. Dia yakin putranya itu punya alasan lain. Hans menelan salivanya kasar.
"Katakan yang sebenarnya, atau Daddy cabut semua fasilitasmu," ucap Narendra.
Hans membulatkan matanya.
"J-jangan Dad. Jangan lakukan itu," mohon Hans.
"Baiklah. Hans sengaja melakukannya karena selain ingin membantu Kak Helena bersembunyi dari Kak Axel, Hans ingin membuktikan pada Jasmine kalau Hans bisa jauh lebih baik dan genius darinya. Hans ingin Jasmine mengakui kehebatan Hans. Selama ini Jasmine selalu meremehkan Hans karena dia lebih genius," jawab Hans jujur.
Jasmine tertawa terbahak-bahak.
"Jadi kau melakukannya supaya mendapat pengakuan dariku kalau kau lebih genius dariku. Dasar bocah tengil. Masih saja kekanak-kanakan," ucap Jasmine sambil terkekeh.
Hans cemberut.
Evan hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat kekonyolan mereka.
"Baiklah Hans. Aku akui kau memang jauh lebih genius dariku. Tapi, untuk saat ini saja kau lebih unggul dariku," ucap Jasmine sambil tertawa kecil.
Hans mendengus kesal. Tapi dalam hatinya, Hans merasa senang telah mendapatkan pengakuan dari Jasmine.
"Baiklah, kali ini Daddy maafkan. Kalau sampai kau berbuat seperti itu lagi, Daddy akan mengembalikanmu ke dalam perut Mommymu, supaya kau tidak melakukan hal-hal konyol yang bisa membuat kami jantungan," ucap Narendra kesal.
Charlotte memukul lengan suaminya. Bisa-bisanya suaminya bicara seperti itu. Zayn dan Aline hanya bisa tertawa. Setelah cukup lama berbincang, panggilan video mereka pun terputus.
__ADS_1
Axel dan Helena segera ke klinik dokter Obgyn untuk memeriksakan kandungan Helena. Axel sangat antusias sekali saat melihat triple baby twins yang masih sangat kecil dari layar monitor USG. Bahkan dia sampai menitikkan air mata bahagia. Tiada hentinya Axel memberikan ciuman di kening dan pipi istrinya.
Dari hasil pemeriksaan, dokter menyampaikan jika kondisi kandungan Helena sehat dan perkembangan triple baby twins sangat baik. Dokter juga memperbolehkan Helena melakukan penerbangan jauh, namun dokter juga menyarankan untuk sering melakukan transit di beberapa negara supaya ibu hamilnya tidak mengalami jet lag.
Sementara itu di mansion Zayn, Rino dan Arya datang untuk melapor.
"Tuan, anak buah kita sudah menemukan Bella, dan langsung membawanya ke markas. Ternyata wanita itu cukup licik, sampai membuat kami kesulitan untuk melacaknya," lapor Rino.
Zayn menyeringai.
"Bagus sekali, Rino. Pastikan wanita ular itu tidak akan pernah bisa kabur lagi. Dan satu lagi, jangan sampai dia berada di satu ruangan dengan anaknya," ucap Zayn.
"Baik," jawab Rino.
"Lalu, bagaimana dengan Frans, Arya? Apa kau sudah menemukannya?" tanya Zayn.
"Sudah. Frans tinggal di kota Dormund bersama istrinya, setelah perusahaannya mengalami kebangkrutan. Frans menjalankan perusahaan kecil warisan dari keluarga ibunya, yang bergerak di bidang industri," jawab Arya.
Zayn hanya menganggukkan kepalanya.
"Kita tinggal menunggu kedatangan Axel dan keluarga Dawson. Bella harus mempertanggungjawabkan perbuatan jahatnya yang telah dia lakukan kepada Patrick dan keluarga Dawson," ucap Zayn.
Rino dan Arya menganggukkan kepala mereka.
Di dalam ruang bawah tanah yang berada di markas anak buah Alvaro, Bella terus meronta dan berteriak minta dibebaskan.
"Dasar b******k! K****g a**r! Keluarkan aku dari sini, a****g!" umpat Bella.
"Siapa orang yang sudah menangkapku? Tidak mungkin anak buah keluarga Alvaro. Aku sudah sangat berhati-hati supaya tidak terlacak. Aku tidak boleh terus berada di sini. Aku harus segera keluar dari sini," gumam Bella.
"Ini semua gara-gara anak tidak berguna itu. Seharusnya dulu aku tidak pernah melahirkannya," gerutu Bella dengan nada penuh kebencian.
"Sebaiknya kau hemat saja tenagamu itu, dari pada terus mengumpat dan menggerutu," seru seorang pria.
"Siapa kau? Tunjukkan wajahmu, b******k!" bentak Bella.
Pria itu terkekeh.
"Aku adalah orang yang ingin sekali memotong lidahmu itu," ucap Rino dengan senyum evilnya.
Glek...
"Pria ini adalah orang kepercayaan keluarga Alvaro, terutama Zaidan. Hidupku berada dalam bahaya saat ini," batin Bella.
Bersambung....
...🌹🌹🌹...
Nah loh Bella, mau kabur ke mana kau? 😱😱😱
Ada Om Rino yang siap mengawasimu 24 jam saat ini...🤭🤭🤭
(Maafkan author baru bisa menulis pada malam hari, dan membuat reader menunggu lama🙏🙏🙏)
Baca juga novel pertama author :
"Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU"
Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :
✔Klik favorite❤
✔Tinggalkan comment✍
✔Tinggalkan like👍
✔Tinggalkan vote🔖
__ADS_1
✔Beri hadiah🎁🌹
Terima kasih🙏🥰