Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil)Ku

Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil)Ku
Season 2. Jasmine dan Kisah Cintanya 2 (Miss Executor)


__ADS_3

Jasmine terus menyunggingkan senyum cantiknya begitu turun dari mobil. Jasmine cukup terkesima melihat perubahan penampakan mansion kakaknya, Axel. Mulai dari perubahan warna cat bangunan sampai penataan taman bunga yang semakin indah, tak kalah dengan taman bunga yang ada di kediaman keluarga besar Alvaro.


"Mansion ini terlihat jauh lebih mengagumkan dari sebelumnya," gumam Jasmine.


"Ayo aunty, kita masuk ke dalam. Cilla sudah menunggu kedatangan aunty. Cilla pasti sangat bahagia saat melihat aunty sudah datang," ajak Arshaka sambil menarik tangan Jasmine.


Jasmine tersenyum dan melangkah masuk ke dalam mansion bersama Arshaka, sedangkan Arkana berjalan di belakang mereka berdua bersama Evan dan Tuan Rino. Mereka langsung menuju ruang keluarga.


"Assalamualaikum," ucap Jasmine.


"Waalaikumsalam," jawab semua yang ada di sana.


"Aunty Jasmine!" seru Arsyila dengan penuh semangat.


"Selamat datang putri kesayangan, Daddy," ucap Tuan Zayn sambil memeluk putrinya.


Kemudian, Jasmine bergantian memeluk ibunya, kakak dan kakak iparnya.


"Alhamdulillah kau sampai dengan selamat, sayang. Mama minta maaf ya tidak bisa ikut menjemputmu di bandara," ucap Nyonya Aline lalu mencium kening putrinya.


"Tidak apa-apa, Ma. Sudah ada tiga pangeran tampan yang menjemputku," ucap Jasmine sambil tersenyum.


"Selamat datang kembali adikku sayang. Sini peluk kakakmu," ucap Axel.


Jasmine langsung berhambur ke dalam pelukan kakaknya.


"Kakak. Aku merindukanmu," ucap Jasmine.


"Aku juga merindukanmu. Welcome back, Miss Executor," bisik Axel.


Kedua kakak beradik itu mengurai pelukan mereka dan saling memberikan seringaian.


"Aunty Jasmine, si cantik sudah sangat merindukanmu," seru Helena.


Jasmine langsung menhampiri Helena dan mengambil Arsyila dari pangkuan Helena.


"Halo keponakan aunty yang paling cantik," ucap Jasmine sambil memeluk Arsyila.


"Cilla rindu aunty. Cilla ingin ikut Kak Arkana dan Arshaka jemput aunty, tapi tidak boleh," ucap Arsyila sedih.


"Cilla kan masih sakit, harus istirahat dulu supaya lekas sembuh. Cilla harus cepat sembuh ya, nanti aunty ajak jalan-jalan," ujar Jasmine.


"Beneran, aunty?" tanya Arsyila antusias.


"Tentu saja. Nanti aunty akan mengajak Cilla liburan ke mana pun yang Cilla inginkan," jawab Jasmine.


"Kak Arkana dan Kak Arshaka diajak juga kan?" tanya Arsyila lagi.


"Pastilah. Kalian kan paket komplit, jika satu pergi yang lainnya juga harus ikut. Benar kan Arkana, Arshaka?" ujar Jasmine.


"Ya aunty, Cilla. Kemanapun Cilla pergi, kami pasti akan ikut," jawab Arkana.


Arkana dan Arshaka berjalan menghampiri Jasmine dan Arsyila. Keduanya duduk di samping kanan dan kiri Jasmine.


"Kami kan para bodyguard yang akan selalu menjaga dan melindungimu, Cilla," ucap Arshaka sambil mengelus rambut adiknya.


"Terima kasih kakak-kakakku yang baik dan super tampan. Cilla senang sekali. Cilla sudah tidak sabar ingin cepat sembuh Mommy, Daddy," ucap Arsyila dengan comelnya.


"Kalau Cilla ingin cepat sembuh harus nurut apa kata Mommy dan Daddy ya. Cilla harus rajin makan dan minum obat," ucap Nyonya Aline.


"Siap, Oma!" seru Arsyila.

__ADS_1


Semua orang yang ada di sana tertawa melihat tingkah Arsyila yang menggemaskan. Bu Sari datang dengan membawakan minuman untuk Jasmine, Evan dan Tuan Rino.


"Terima kasih, Bu Sari. Senang bisa bertemu lagi dengan ibu," ucap Jasmine.


"Sama-sama, Nona. Saya juga senang bisa bertemu lagi dengan Nona Jasmine. Nona Jasmine terlihat semakin cantik dan dewasa sekarang," ujar Bu Sari.


"Ah, Bu Sari bisa saja," ucap Jasmine sedikit malu.


"Permisi, Tuan, Nyonya. Ini bubur untuk Nona Arsyila," ucap seorang gadis muda sambil membawa nampan berisi semangkuk bubur yang masih panas.


Jasmine menyunggingkan bibirnya.


"Siapa dia, Kak? Apa maid baru?" tanya Jasmine.


"Oh ya Jasmine, kenalkan ini adalah Wina, maid baru sekaligus baby sitter Baby Triplets. Wina, kenalkan ini adalah Jasmine, adik dari suamiku," ujar Helena.


"Senang bisa bertemu dengan Anda, Nona Jasmine," ucap Wina sambil tersenyum ramah.


"Wah, selain cantik ternyata kau juga baik dan ramah ya, Wina," puji Jasmine.


Wina menunduk dan tersipu malu.


"Wina ini berasal dari Semarang. Dia datang ke kota ini untuk mencari pekerjaan dan memperbaiki perekonomian keluarganya. Baru saja tiba di kota ini, Wina dirampok dan mengalami luka di tangannya. Ada warga yang membawanya ke rumah sakit. Aku kasihan padanya dan menawarkan padanya untuk bekerja sebagai OG di rumah sakit. Wina bekerja dengan baik dan ramah kepada semua orang. Akhirnya aku mempekerjakan dia di mansion untuk membantu Bu Sari merawat Baby Tripets," jelas Helena.


"Sepertinya Wina adalah gadis yang sangat berbakat," puji Jasmine yang semakin membuat Wina tersenyum malu.


"Arsyila sayang. Ayo makan dulu buburnya. Ini bubur kesukaanmu, Mommy sendiri yang membuatkannya untukmu," ucap Helena lembut.


"Ya Mommy," jawab Asyila.


"Tunggu sebentar Kak Helena, buburnya kan masih panas," seru Jasmine.


"Papa, Mama. Bisa tolong bawa Baby Triplets ke kamar mereka," pinta Jasmine sambil memberikan senyuman penuh arti.


"Tentu saja, sayang. Ayo para cucu kesayangan Opa, kita bermain di kamar dulu ya," sahut Tuan Zayn yang paham maksud dari senyuman putrinya.


Tuan Zayn dan Nyonya Aline segera membawa Baby Triplets ke dalam kamar mereka. Setelah memastikan ketiga keponakannya sudah masuk ke dalam kamar, Jasmine langsung berdiri dan menghampiri Wina yang berdiri di sebelah Bu Sari.


Jasmine menghela napas panjang.


"Kakak iparku sayang, mengapa kau memelihara ular di dalam mansion ini?" tanya Jasmine sedikit kesal.


"Apa maksudmu Jasmine? Memangnya di mana ularnya?" tanya Helena tak mengerti.


Helena pikir memang ada hewan ular sungguhan. Helena takut jika ular itu akan menyakiti keluarganya. Helena langsung melihat ke arah Axel. Axel tersenyum dan menggenggam tangan istrinya.


"Kakak mau tahu di mana ularnya?" tanya Jasmine.


Helena mengangguk.


"Ini ularnya!" seru Jasmine sambil menarik rambut Wina sampai membuat Wina mendongakkan kepalanya ke atas.


"Aargghh!" pekik Wina.


Helena dan Bu Sari terkejut sampai membelalakkan mata mereka. Sedangkan Axel, Evan dan Tuan Rino tetap dengan wajah santai mereka.


"Ampun Nona. Apa salah saya, Nona?" tanya Wina dengan wajah memelas.


"Jasmine, apa yang kau lakukan? Aku mohon jangan sakiti Wina seperti itu?" teriak Helena.


Jasmine mengabaikan teriakan Helena dan malah menarik rambut Wina semakin kuat.

__ADS_1


"Axel, tolong katakan pada Jasmine agar melepaskan Wina," mohon Helena.


"Tenanglah sayang," ucap Axel berusaha menenangkan Helena.


"Kakak itu terlalu baik. Apa Kak Helena tahu? Jika yang kakak bawa pulang bukanlah gadis baik-baik, tapi serigala berbulu domba, wanita ular yang berbisa. Dia memanfaatkan wajah polosnya untuk menarik simpati kakak," ujar Jasmine.


"Itu tidak mungkin. Jika memang dia gadis yang jahat, mengapa Baby Triplets bisa merasa nyaman saat bersamanya? Dia juga sangat perhatian dan menyayangi Baby Triplets," ucap Helena.


"Tidak semuanya, Kak. Arkana tidak merasa nyaman berada di dekatnya," sahut Jasmine.


Jasmine melepaskan tarikan tangannya dan mendorong Wina sampai jatuh tersungkur di atas lantai. Helena hendak menolongnya, namun tangan Axel menahannya. Jasmine mengambil mangkuk berisi bubur itu, lalu dengan menyuapkannya secara paksa ke mulut Wina. Jasmine memastikan bubur itu masuk ke dalam perut Wina. Wina memakannya sambil terbatuk-batuk.


"Jasmine cukup. Aku mohon hentikan. Tolong jelaskan apa kesalahannya," mohon Helena yang tak tega melihat kondisi Wina.


Helena sangat terkejut melihat ekspresi Axel, Evan dan Tuan Rino yang santai, seperti tidak terjadi apa-apa.


"Kak Helena harus tahu jika gadis ini bukan hanya menyayangi ketiga keponakanku, tapi juga kakakku, Axel. Benar kan, Wina?" ucap Jasmine.


"I-itu tidak mungkin, Nona. Mana berani saya menyimpan perasaan seperti itu kepada Tuan," elak Wina sambil menggelengkan kepalanya.


"Itu benar, Jasmine. Selama ini Wina tidak pernah mengangkat wajahnya dan menatap wajah Kakakmu," ucap Helena.


"Tidak berani menatap secara langsung, bukan berarti tidak berani menatap dan mengaguminya secara diam-diam, kakak iparku sayang," sahut Jasmine.


Wina mulai gelisah dan wajahnya mulai memucat. Kedua tangannya terus meremas bajunya. Helena melihat perubahan sikap Wina.


"Angkat wajahmu Wina, dan tatap mataku!" perintah Helena.


Wina mengangkat wajahnya dengan perlahan. Sebelum menatap Helena, Wina sempat melihat sekilas ke arah Axel.


"Apa benar yang dikatakan oleh adik iparku? Apa benar kau menyukai suamiku?" tanya Helena.


"Itu tidak mungkin Nyonya. Tuduhan itu tidak benar. Saya minta maaf jika Nona Jasmine tidak menyukai keberadaan saya di sini. Orang miskin dan rendah seperti saya memang tidak layak tinggal di tempat semewah ini. Saya akan segera membereskan barang-barang saya dan pergi dari sini Nyonya," jawab Wina sambil berdiri dan hendak pergi.


"Siapa yang memperbolehkanmu pergi dari sini?" tanya Helena dengan tatapan dingin.


Wina langsung menghentikan langkahnya. Dirinya menjadi sangat gugup saat melihat tatapan dingin Helena.


Bersambung ....


...🌹🌹🌹...


Baca juga novel author :


1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU


2. I'm The Unstoppable Queen


Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :


✔Klik favorite❤


✔Tinggalkan comment✍


✔Tinggalkan like👍


✔Tinggalkan vote🔖


✔Beri hadiah🎁🌹


Terima kasih🙏🥰

__ADS_1


__ADS_2