Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil)Ku

Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil)Ku
Season 2. Jasmine dan Kisah Cintanya 48 (Kedatangan Axel dan Keluarga Kecilnya)


__ADS_3

"Maaf Tuan, tolong kecilkan suara Anda," tegur seorang perawat kepada Evan.


Evan langsung terdiam dan berusaha menahan emosinya. Shane sudah tiba di klinik dan langsung berlari menghampiri David.


"David. Apa kau baik-baik saja?" tanya Shane cemas.


"Aku baik-baik saja. Terima kasih kau segera datang ke sini," jawab David.


"Sebaiknya kau segera pulang bersama Shane. Jangan lupa untuk meminum obatmu, supaya kau bisa segera sembuh. Dan sekali lagi terima kasih karena kau sudah menyelamatkanku," ucap Jasmine dengan lembut.


"Terima kasih kembali. Evan, aku mohon kau jangan salah paham. Aku pergi dulu," ucap David.


Jasmine hanya mengangguk sambil tersenyum, sedangkan Evan diam tanpa menyahut. Hati Evan terasa terbakar melihat Jasmine bersikap lembut kepada David.


"Evan, Jasmine. Kalian jangan bertengkar lagi. Sebaiknya aku kembali ke kantorku saja," ucap Michelle sambil berusaha berdiri, namun tubuhnya tiba-tiba terjatuh lagi ke kursi.


Evan langsung menghampirinya. "Tubuhmu masih lemah. Aku akan mengantarkanmu."


"Tapi Evan?" protes Michelle.


"Aku tidak menerima penolakan."


Evan segera membantu Michelle berdiri dan memapahnya keluar dari klinik, meninggalkan Jasmine begitu saja. Hati Jasmine tidak karuan saat ini. Dia segera menghapus air matanya yang mulai menetes.


"Aku bukan wanita lemah," lirihnya.


Jasmine segera bangkit dari duduknya dan keluar dari klinik. Saat Jasmine hendak menghentikan sebuah taxi, ada seseorang menarik tangannya.


"Evan!"


Jasmine langsung menghempaskan tangan Evan. Namun Evan berusaha meraihnya kembali.


"Jangan sentuh aku!" bentak Jasmine.


Bukannya mendengarkan, Evan malah semakin berani. Evan langsung menggendong tubuh Jasmine seperti karung beras yang diletakkan di bahunya. Jasmine terus memberontak dan berteriak minta diturunkan, namun Evan menulikan telinganya. Evan menurunkan tubuh Jasmine dan mendudukkannya di kursi mobil, lalu menutup pintu mobil dengan sedikit keras.


Evan duduk di kursi kemudi dan segera melajukan mobilnya. Sepanjang perjalanan, keduanya diam membisu. Jasmine menatap ke arah luar kaca mobil di sampingnya. Jasmine tidak melihat ke arah Evan sedikitpun, sampai mobil mereka memasuki halaman mansion. Di depan mansion sudah ada Mark yang baru saja tiba bersama Yudistira dan Vira yang baru pulang dari acara bulan madu mereka.


Mereka bertiga tersenyum senang melihat medatangan Evan dan Jasmine. Namun senyum mereka seketika sirna saat melihat Evan dan Jasmine keluar dari mobil dengan wajah suram dan sangat dingin. Keduanya membanting pintu mobil dengan keras, lalu melangkah masuk ke dalam mansion melewati Mark, Yudistira dan Vira yang berdiri di depan pintu tanpa menyapa sedikit pun. Ketiga orang itu saling berpandangan.


"Perasaanku tidak enak. Pasti ada sesuatu yang buruk terjadi pada mereka. Baru kali ini aku melihat mereka bertengkar," ucap Yudistira.


Evan menarik tangan Jasmine.


"Aku bilang jauhkan tangan kotormu dariku!" bentak Jasmine.


Mark, Yudistira dan Vira yang hendak masuk ke dalam mansion, langsung menghentikan langkah mereka saat mendengar teriakan Jasmine.


"Aku tidak akan melepaskannya sebelum kau menjelaskan semuanya padaku." Evan balas berteriak.


"Mas, Vira takut. Vira khawatir jika mereka sampai bertengkar hebat," ucap Vira sambil memeluk lengan suaminya.


"Sebenarnya apa yang telah terjadi selama kami tidak ada, Mark?" tanya Yudistira.


"Setahuku tidak terjadi apa-apa. Tadi lagi mereka masih terlihat mesra. Aku tidak tahu apa yang membuat mereka sampai bertengkar hebat seperti ini," jawab Mark.


Evan menarik Jasmine menaiki tangga dan masuk ke dalam kamar mereka. Evan membanting pintu kamar dengan keras lalu menguncinya.


Sebuah mobil memasuki kawasan mansion dan sang sopir membunyikan klakson dengan keras membuat Mark, Yudistira dan Vira terkejut. Axel, Helena, Baby Triplets dan Hans turun dari dalam mobil.

__ADS_1


"Kak Axel, Kak Helena!" seru Yudistira dan Vira.


"Assalamualaikum," sapa Axel dan Helena.


"Waalaikumsalam, Kak," jawab keduanya.


Axel dan Helena langsung memeluk Yudistira dan Vira.


"Bagaimana kabar kalian? Aku dengar kalian berdua pergi berbulan madu ke Florida?" tanya Axel.


"Alhamdulillah kabar kami baik, Kak. Dan kami baru pulang dari acara bulan madu," jawab Yudistira. "Bagaimana kabar keluarga di Indonesia? Semuanya sehat kan?"


"Alhamdulillah semuanya sehat."


"Mark, bagaimana kabarmu?" tanya Axel.


"Saya baik, Tuan," jawab Mark.


"Uncle Yudi!"


"Kakak cantik!"


Baby Triplet berlari sambil berteriak. Arkana dan Arshaka melompat ke dalam pelukan Yudistira, sedangkan Arsyila berada di pelukan Vira. Yudistira dan Vira menciumi ketiga bayi kembar itu dengan gemas. Tuan Enrique dan Nyonya Matilda sudah datang untuk menyambut kedatangan Keluarga kecil Axel.


"Selamat datang Tuan dan Nyonya Alvaro."


"Terima kasih atas sambutannya Tuan Enrique dan Nyonya Matilda. Kenalkan ini istriku, Helena, dan ketiga anak kembarku, Arkana, Arshaka dan Arsyila," ucap Axel.


Helena menyalami Tuan Enrique dan Nyonya Matilda secara bergantian.


"Kami sangat merindukan Uncle dan kakak cantik," ucap Arshaka.


"Kami juga sangat merindukan kalian," sahut Yudistira.


Yudistira dan Vira saling berpandangan.


"Benar juga. Jasmine dan Evan ke mana? Mereka sudah pulang kan? Itu mobil Evan ada," tanya Hans.


"Hmm... Itu...," Yudistira bingung untuk menjawab.


"Halo anak-anak manis. Kenalkan ini Uncle Mark. Kalian pasti Arkana, Arshaka dan Arsyila ya?" seru Mark.


"Iya," jawab ketiganya kompak.


Baby Triplets segera turun dari gendongan Yudistira dan Vira, lalu menjabat tangan Mark satu per satu.


"Mengapa wajah Uncle mirip dengan wajah Uncle William?" tanya Arsyila.


"Benar cantik. Karena Uncle William itu kakakku. Saat ini Aunty Jasmine dan Uncle Evan sedang sibuk, ada pekerjaan yang harus mereka selesaikan. Apa kalian mau bermain dengan Uncle Mark? Kita akan bermain sambil membuat pesawat dan kapal dari kertas."


Mark menunjukkan beberapa kertas warna-warni yang kebetulan dia bawa pulang. Mark mempunyai bakat membuat kreasi dari kertas origami untuk membuang kebosanan.


"Mau Uncle!" teriak Baby Triplets dengan penuh semangat.


Mark bersama Nyonya Matilda segera membawa Baby Triplets menuju taman belakang.


"Sebaiknya kita masuk dulu ke dalam, Kak," ucap Yudistira.


Mereka segera masuk ke dalam mansion, menuju ruang keluarga.

__ADS_1


"Katakan, apa yang kalian sembunyikan dari kami? Di mana Evan dan Jasmine? Saat tiba di bandara, aku berulang kali mencoba menghubungi ponsel Jasmine tapi tidak bisa. Begitu juga dengan Evan, dia tidak menjawab panggilanku sama sekali," tanya Axel.


"Sejujurnya, kami tidak tahu Kak apa yang telah terjadi. Tadi Kak Evan dan Kak Jasmine tiba di mansion dengan wajah dingin. Dan kami juga sempat mendengar perdebatan mereka. Keduanya saling berteriak dan membentak. Baru kali ini kami melihat mereka bertengkar hebat seperti itu," terang Yudistira.


"Apa? Evan dan Jasmine bertengkar? Dan Evan telah berani membentak adikku?" tanya Axel dengan wajah dinginnya.


"Tenangkan dirimu sayang. Kita kan tidak tahu apa masalah mereka saat ini. Jangan terpancing emosi seperti ini," ucap Helena berusaha menenangkan suaminya.


"Kak Helena benar. Bukankah Yudi mengatakan jika keduanya saling membentak, bukan hanya Evan," sahut Hans.


"Tapi tetap saja. Aku tidak terima jika ada orang yang berani membentak dan bersikap kasar kepada adik kesayanganku. Bukankah Evan sudah berjanji padaku, jika dia tidak akan pernah menyakiti Jasmine," ucap Axel tak terima.


"Lalu di mana mereka sekarang?"


"Mereka masuk ke dalam kamar, Kak," jawab Yudistira.


Axel langsung berdiri dan hendak menaiki tangga.


"Tidak, Xel. Jangan ikut campur. Ini masalah pribadi mereka. Aku yakin, Evan tidak akan menyakiti Jasmine. Sebaiknya kita tunggu saja sampai mereka keluar dari kamar. Kendalikan dirimu, jangan sampai Baby Triplets curiga. Kau tahu sendiri kan betapa sensitifnya ketiga buah hati kita itu," ucap Helena.


Axel pun menurut. Helena menariknya untuk duduk di atas sofa.


"Sebaiknya kalian berdua beristirahat. Kalian pasti lelah setelah melakukan perjalanan dari Florida," ujar Helena kepada Yudistira dan Vira.


"Sebaiknya kakak juga beristirahat. Nyonya Matilda pasti sudah mempersiapkan kamar kalian di lantai atas," jawab Yudistira.


Helena mengangguk. Yudistira dan Vira segera pergi ke kamar mereka untuk meletakkan koper mereka dan membersihkan diri.


"Apa kau ingin istirahat, Xel?" tanya Helena.


Axel menggeleng. "Mana bisa aku beristirahat, El?"


Helena menghela napas panjang.


"Baiklah, kau tunggu di sini bersama Hans. Aku akan melihat anak-anak dulu," ucap Helena, lalu beranjak keluar menuju taman belakang.


Hans menemani Axel sambil memainkan ponselnya.


"Mari kita lihat, apa yang sebenarnya terjadi pada kalian berdua. Anggaplah aku ini orang yang sangat keppo. Seingatku, kalian berdua ada jadwal kuliah kan hari ini," batin Hans sambil meretas sistem keamanan salah satu kampus terbesar di Amerika.


Bersambung ....


...🌹🌹🌹...


Baca juga novel author lainnya:


1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU


2. I'm The Unstoppable Queen


Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :


✔Klik favorite❤


✔Tinggalkan comment✍


✔Tinggalkan like👍


✔Tinggalkan vote🔖

__ADS_1


✔Beri hadiah🎁🌹


Terima kasih🙏🥰


__ADS_2