
Evan tiba di mansion keluarga Sahir. Evan melangkah masuk ke dalam mansion dengan raut wajah bahagia.
"Bu Darsi, apa Daddy dan Mommyku sudah datang?" tanya Evan kepada salah satu pelayannya.
"Sudah Tuan Muda. Tuan dan Nyonya Besar sudah datang sejak tadi sore," jawab Bu Darsi.
"Syukurlah. Terima kasih, Bu," ucap Evan.
"Sama-sama, Tuan," jawab Bu Darsi.
Evan langsung melangkahkan kakinya menuju ruang keluarga, di mana kedua orang tuanya sedang duduk santai.
"Assalamualaikum, Dad, Mom," ucap Evan.
"Waalaikumsalam," jawab Tuan Farhan dan Nyonya Diah.
Evan langsung salim dan memeluk kedua orang tuanya secara bergantian.
"Evan minta maaf karena tidak bisa menjemput kalian di bandara tadi," ucap Evan.
"Tidak apa-apa, Nak. Kami tahu jika hari ini kau sibuk bekerja," sahut Nyonya Diah.
Evan tersenyum dan menjatuhkan pinggulnya di atas sofa.
"Daddy, Mommy. Ada ingin Evan sampaikan. Evan minta maaf sebelumnya, jika ini terkesan mendadak," ucap Evan memulai pembicaraan yang serius.
"Katakan, Son. Ada apa?" ujar Tuan Farhan.
"Ini tentang hubungan Evan dan Jasmine. Saat ini Jasmine sudah menyelesaikan pendidikan S2 nya. Evan ingin Daddy dan Mommy melamarkan Jasmine untuk Evan, kepada Tuan Zayn dan Nyonya Aline," ucap Evan dengan nada memohon.
Tuan Farhan dan Nyonya Diah terkejut, dan tak lama kemudian keduanya tertawa. Evan tercengang melihatnya.
"Mengapa kalian tertawa?" tanya Evan.
"Sepertinya putra bungsu kita ini sudah tidak sabar ya Mom," ucap Tuan Farhan.
"Daddy benar. Anak kita sudah tidak sabar jadi pengantin," sahut Nyonya Diah.
Wajah Evan merona karena malu.
"Kedatangan Daddy dan Mommy ke Indonesia juga ingin membahas hubungan kalian berdua. Daddy dan Mommy juga ingin segera melamar Jasmine dan kalian berdua bisa segera menikah. Kalau bisa secepatnya lebih baik," ucap Tuan Farhan.
Evan bahagia mendengar penuturan ayahnya.
"Apa kau sudah siap menikah dan menjadi seorang suami?" tanya Tuan Farhan.
"Insya Allah siap, Dad. Usia Evan juga sudah 27 tahun. Jasmine juga sudah siap," jawab Evan mantab.
"Daddy dan Mommy bahagia mendengarnya. Kalau begitu, bagaimana jika besok kita bersilaturrahmi ke kediaman Alvaro untuk membahas tentang hubungan kalian dan niat baik kalian berdua," usul Tuan Farhan.
"Evan setuju, Dad. Evan ingin segera menikahi Jasmine. Terima kasih Daddy dan Mommy. Evan sangat bahagia," ucap Evan sambil memeluk kedua orang tuanya.
"Wah, wah. Cucu Grandpa sedang bahagia sekali saat ini," terdengar suara seseorang dari arah pintu masuk.
Evan dan kedua orang tuanya langsung menoleh ke arah pinti untuk melihat siapa yang datang.
"Grandpa Kareem?" seru Evan.
"Papa?" seru Tuan Farhan.
"Ya Evan sayang. Ini Grandpa Kareem. Apa kau tidak ingin menyambut kedatangan Grandpamu yang jauh-jauh datang dari belahan benua Eropa," jawab Tuan Kareem, kakek Evan.
"Grandpa," ucap Evan sambil berhambur ke dalam pelukan kakek yang telah lama tidak ditemuinya.
Evan terlihat bahagia. Berbanding terbalik dengan raut wajah Tuan Farhan dan Nyonya Diah yang terlihat sangat tegang. Nyonya Diah menggenggam tangan suaminya dengan erat, dan Tuan Farhan berusaha untuk menenangkannya.
"Mengapa Grandpa tidak memberitahu Evan jika akan datang ke Indonesia?" tanya Evan.
"Memangnya kenapa? Apa Grandpa harus meminta ijin terlebih dahulu jika ingin menemui cucu kesayangan Grandpa ini?" ucap Tuan Kareem.
"Evan tidak bermaksud seperti itu. Jika Grandpa memberitahu terlebih dahulu, Evan kan bisa menjemput Grandpa di bandara," ujar Evan lembut.
"Lagi pula, mengapa Grandpa tidak datang bersama Daddy dan Mommy?"
"Kalau masalah itu, kau tanyakan saja kepada mereka berdua," jawab Tuan Kareem.
"Farhan, Diah. Mengapa wajah kalian tegang seperti itu? Apa kalian tidak senang dengan kedatanganku?" tanya Tuan Kareem sambil tersenyum sinis.
"Ti-tidak Papa. Tentu saja kami senang," jawab Nyonya Diah.
__ADS_1
Nyonya Diah langsung salim kepada Tuan Kareem. Dan diikuti oleh Tuan Farhan, meskipun dengan ekspresi yang datar. Evan merasakan ketegangan yang terjadi antara ayah dan kakeknya. Tuan Kareem segera duduk di samping Evan.
"Grandpa tadi dengar jika kau ingin segera menikah. Apa itu benar?" tanya Tuan Kareem.
"Benar Grandpa," jawab Evan dengan senyuman penuh kebahagiaan.
"Grandpa sangat senang mendengarnya. Apa Daddy dan Mommymu sudah memberitahu siapa wanita yang akan menjadi calon istrimu?" tanya Tuan Kareem lagi.
"Tentu saja. Bahkan mereka sudah mengenalnya dengan baik," jawab Evan. "Benar kan, Dad, Mom?"
Tuan Farhan dan Nyonya Diah hanya memberikan senyuman terpaksa.
"Baguslah. Itu artinya kau setuju dengan wanita pilihan Grandpa," ucap Tuan Kareem.
"Apa?"
"Apa maksud Grandpa dengan wanita pilihan Grandpa?" tanya Evan terkejut.
Tuan Kareem tersenyum, lalu menatap anak dan menantunya dengan tajam.
"Apa kalian belum memberitahu Evan jika dia sudah dijodohkan sejak kecil?" tanya Tuan Kareem kepada Tuan Farhan dan Nyonya Diah.
"Dad? Mom? Tolong jelaskan kepada Evan, ada apa ini? Dan mengapa ada yang namanya perjodohan?" tanya Evan menuntut.
"Papa cukup. Farhan sudah tekankan berkali-kali jika kami tidak setuju dengan rencana Papa untuk menjodohkan Evan dengan wanita pilihan Papa, cucu dari sahabat Papa dan putri dari wanita yang dulu ingin Papa jodohkan denganku. Evan sudah memiliki wanita pilihannya sendiri yang dia cintai. Farhan dan Diah mohon, batalkan rencana konyol Papa itu," jawab Tuan Farhan.
Tuan Kareem tertawa.
"Apa kau ingin putramu menjadi pembangkang seperti dirimu dulu, Farhan?" tanya Tuan Kareem.
"Maaf Pa. Kami tidak pernah mengajarkan anak-anak kami untuk menjadi seorang pembangkang. Tapi kami berkomitmen jika kami tidak akan pernah mengikat mereka dalam tali perjodohan. Kami memberi kebebasan kepada mereka untuk memilih jalan hidup mereka masing-masing, termasuk wanita yang akan mereka jadikan istri," jawab Tuan Farhan.
"Daddy benar Grandpa. Evan sudah mempunyai wanita pilihan Evan sendiri," sahut Evan.
"Dulu aku membiarkan Farhan menolak menikah dengan wanita yang aku jodohkan dengannya dan lebih menikahi wanita ini, Diah. Dan kali ini aku tidak ingin mendapatkan penolakan lagi. Evan harus mengikuti perjodohan ini dan menikah dengan Meira dari keluarga Demir, salah satu keluarga kaya dan terpandang di Turki. Meira adalah wanita yang cantik, baik, penuh perhatian juga cerdas," ucap Tuan Kareem tegas.
"Tidak Pa. Farhan menolak. Farhan tidak ingin Evan menikah dengan wanita pilihan Papa, tapi dengan wanita pilihannya sendiri," tolak Tuan Farhan.
"Evan juga menolak Grandpa. Evan sangat mencintai wanita pilihan Evan sendiri. Jika Grandpa memandang seseorang dari keluarganya, wanita pilihanku juga berasal dari keluarga berada. Grandpa tidak bisa memaksa Evan," sahut Evan penuh emosi.
"Kalian ini ayah dan anak sama saja, sama-sama pembangkang. Jika Evan menolak, aku akan mencoret nama Evan dari daftar keluarga Sahir dan juga sebagai penerusku yang memimpin The Sahir Cooperation," teriak Tuan Kareem.
"Tenangkan dirimu, suamiku," tegur Nyonya Diah.
"Aarrhh! Jantungku," rintih Tuan Kareem sambil memegang dadanya sebelah kiri.
Penyakit jantung Tuan Kareem kambuh.
"Papa," seru Nyonya Diah cemas.
"Grandpa," teriak Evan.
Evan segera memanggil dokter untuk datang ke masion Sahir.
"Tuan Kareem mengalami serangan jantung ringan. Mohon untuk dijaga kesehatan Tuan Kareem. Usahakan agar Tuan Kareem tidak mendapatkan berita yang bisa mengagetkannya atau tindakan yang dapat memicu serangan jantung," ujar dokter.
"Percuma saja dokter. Mereka memang lebih senang melihatku cepat meninggalkan dunia ini," ucap Tuan Kareem.
"Diah mohon, jangan bicara seperti itu Pa. Kami semua sangat menyayangi Papa," ucap Nyonya Diah dengan lembut.
Namun Tuan Kareem tak menjawab dan mengabaikannya.
"Sebaiknya Papa istirahat sekarang. Dan tidak perlu memikirkan masalah yang kita bahas tadi," ucap Tuan Farhan.
Dokter pun segera pamit. Evan dan kedua orang tuanya juga segera keluar dari kamar Tuan Kareem.
"Dad, Mom. Evan mohon jangan pisahkan Evan dengan Jasmine. Evan sudah menunggu cukup lama, 8 tahun. Evan hanya ingin menikah dengan Jasmine, bukan wanita yang lain," ucap Evan.
"Kamu tidak perlu khawatir. Daddy dan Mommy akan berusaha untuk meyakinkan Grandpa Kareem," ujar Nyonya Diah.
Evan langsung memeluk ibunya, lalu melangkah pergi dan masuk ke dalam kamarnya.
Di sebuah unit apartemen mewah yang terletak di pusat kota Jakarta, terlihat dua orang wanita beda usia sedang bercengkerama sambil meneguk wine.
"Tuan Kareem sudah tiba di Indonesia, sayang. Kau harus bersiap-siap. Kau harus bisa meluluhkan hati Evander Sahir dan kedua orang tuanya, kemudian menikah dengannya. Mama yakin, Tuan Kareem akan terus berada di pihak kita. Perusahaan Demir harus bisa bergabung dengan Perusahaan Sahir," ucap Nyonya Dilara Demir.
"Tentu saja, Ma. Mama tidak perlu cemas. Dengan kecantikan dan keanggunan yang aku miliki, seorang Evander Sahir pasti dengan mudahnya akan bertekuk lutut di hadapan seorang Meira Demir. Dan aku akan menjadi Nyonya Evander Sahir," ucap Meira dengan angkuhnya.
"Bagus. Semua rencana kita tidak boleh ada yang gagal dan harus berhasil," sahut Nyonya Dilara.
__ADS_1
"Aku sudah melihat profile Evander, dan dia sangat tampan sesuai dengan tipeku. Aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengan calon suamiku," ujar Meira dengan senyum bahagianya.
Kedua wanita itu langsung tertawa. Keduanya segera mengambil gelas yang berisi wine, lalu meminumnya sebagai tanda dimulainya rencana jahat mereka.
Di dalam kamarnya, wajah Evan terlihat frustasi. Baru saja dia merasakan kebahagiaan karena kedua orang tuanya akan menemui keluarga Jasmine, tiba-tiba muncul masalah baru yang datang dari kakeknya. Ponsel Evan berdering, ada panggilan video dari Jasmine. Evan langsung mengangkatnya.
"Assalamualaikum," ucap Evan sambil tersenyum.
"Waalaikumsalam," jawab Jasmine.
"Bagaimana Evan? Apa kau sudah membicarakannya dengan Daddy dan Mommy?" tanya Jasmine.
Evan mengangguk.
"Sudah. Mereka sudah setuju dan berniat untuk bertemu Papa dan Mamamu. Tapi, ada masalah," jawab Evan dengan wajah tertekannya.
"Ada apa Evan?" tanya Jasmine penasaran.
"Em... Kita bicarakan saja besok. Aku akan datang ke Alvaro Group," jawab Evan.
"Kau tahu kan jika aku bukan orang suka dibuat penasaran. Katakan sekarang juga," ucap Jasmine tegas.
Evan menghela napas panjang.
"Baiklah. Sebelumnya aku minta maaf jika membuatmu terkejut," ucap Evan.
Jasmine menganggukkan kepalanya.
"Hari ini Grandpa Kareem datang. Dan dia mengatakan jika dia menjodohkanku dengan cucu dari sahabatnya. Apa kau masih ingat? Aku dulu pernah bercerita jika Daddyku dulu dijodohkan, namun menolak dan menikahi Mommyku. Dan sekarang Grandpa ingin menjodohkanku dengan anak dari wanita yang pernah Daddy tolak dulu," terang Evan.
Jasmine membelalakkan matanya.
"Lalu? Bagaimana dengan tanggapanmu?" tanya Jasmine.
"Tentu saja aku menolak. Daddy dan Mommy juga menolak. Dan tiba-tiba Grabdpa mengalami serangan jantung ringan," jawab Evan.
Jasmine menarik napasnya panjang.
"Kamu yang sabar ya dan semoga kau bisa segera menyelesaikan masalah ini dengan baik. Dan semoga Grandpa Kareem bisa segera sembuh," ucap Jasmine.
"Terima kasih sayangku. Aku memang tidak salah memilih calon istri," sahut Evan.
"Siapa nama wanita itu? Dan berasal dari keluarga apa?" tanya Jasmine.
"Grandpa tadi sempat menyebutkan namanya Meira dari keluarga Demir," jawab Evan.
"Ok. Sebaiknya kau istirahat sekarang. Wajahmu terlihat lelah sekali. Tapi sebelumnya jangan lupa laksanakan ibadah malammu terlebih dahulu, semoga Tuhan memberikan jalan yang terbaik untuk kita semua," ucap Jasmine.
"Kau juga segeralah tidur. I love you. Asslamualaikum," ucap Evan.
"Love you, too. Waalaikumsalam," jawab Jasmine.
Panggilan video mereka pun terputus. Jasmine segera mengambil tab kesayangannya. Jasmine mengetik nama Meira Demir di salah satu sosial media. Tak butuh waktu lama, Jasmine sudah menemukannya.
"Well, jadi wanita angkuh ini yang ingin bersaing denganku. Kebetulan sekali, karena aku belum memberikan pelajaran atas perbuatannya kepada Kak Irene kemarin," ucap Jasmine sambil menyeringai.
Bersambung ....
...🌹🌹🌹...
Baca juga novel author :
1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU
2. I'm The Unstoppable Queen
Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :
✔Klik favorite❤
✔Tinggalkan comment✍
✔Tinggalkan like👍
✔Tinggalkan vote🔖
✔Beri hadiah🎁🌹
Terima kasih🙏🥰
__ADS_1