
Setelah beberapa hari yang melelahkan, Evan dan Jasmine akhirnya resmi membuka perusahaan mereka yang diberi nama Javander Architecture (JA). Mereka memiliki karyawan sebanyak 50 orang yang dinyatakan lolos seleksi. Nama Javander Architecture memang masih baru, namun mahakarya Evan sudah dikenal oleh beberapa perusahaan besar. Yudistira dan Vira juga bekerja di JA, sebagai asisten pribadi dan sekretaris Evan dan Jasmine.
Vira masih belum bisa melanjutkan pendidikannya, karena pendaftaran kuliah jurusan keperawatan akan dibuka 6 bulan lagi. Evan dan Jasmine sangat sibuk dengan berkas kontrak kerja sama antara JA dengan beberapa perusahaan.
"Apa kau lelah, sayang?" tanya Evan sambil memeluk Jasmine yang duduk di kursi kerjanya.
Keduanya berada di ruangan yang sama, karena keduanya merupakan owner dari Javander Architecture.
"Cukup lelah, tapi juga menyenangkan sayang."
Jasmine memutar kursinya, sehingga keduanya saling berhadapan.
"Jujur saja ini di luar ekspektasiku. Baru beberapa hari yang lalu kita meresmikan pembukaan JA, kita sudah mendapatkan kontrak kerjasama sebanyak ini. Suamiku memang luar biasa," jawab Jasmine dengan senyum bahagia.
"Semua berkat kebaikan Tuhan, sayang. Kita harus banyak bersyukur," ujar Evan yang diangguki oleh Jasmine.
"Selain itu, aku juga bersyukur memiliki istri yang hebat dan terbaik. Berkat kehebatanmu, aku bisa menangani semua pekerjaan ini dengan baik," tambahnya.
"Yah, kita memang pasangan terbaik," celetuk Jasmine sedikit menyombongkan diri.
Evan tertawa pelan, lalu mencium kening Jasmine dengan lembut.
"Satu jam lagi kita harus pergi ke kampus. Kita ada jam kuliah hari ini. Jika ada yang belum selesai, serahkan saja kepada Yudi," ujar Evan.
"Baiklah. Oh ya, bagaimana jika nanti siang kita makan di kampus saja? Karena setelah makan siang, kita masih ada jam kuliah," ucap Jasmine.
"As you wish, my sunshine," jawab Evan.
Jasmine sedang duduk sendiri di salah satu meja yang ada di kantin mewah Harvard University, karena Evan pergi ke kamar mandi.
"Hai, cantik," sapa seorang pria tampan yang juga merupakan mahasiswa di sana dan tiba-tiba duduk di depan Jasmine.
Jasmine menyerngitkan dahinya.
"Maaf, meja ini sudah dipesan. Sebaiknya kau mencari meja lain," tegur Jasmine dengan dinginnya.
Pria itu bukannya takut, malah tersenyum senang dengan sikap dingin Jasmine.
"Aku tahu. Aku ke sini karena ingin berkenalan denganmu. Kau adalah mahasiswa yang menempuh program doktor jurusan Ekonomi, bukan? Aku sering melihatmu. Karena aku juga sedang menempuh program doktor, tapi di jurusan Statistik," cerocos pria itu.
Jasmine tetap diam tidak menanggapi dan sibuk bermain ponsel.
"Namaku, David, David O'Connell. Siapa namamu?" tanya pria yang bernama David itu sambil mengulurkan tangannya.
Uluran tangan itu mendapat sambutan, namun bukan dari Jasmine melainkan dari tangan Evan.
"Evander Sahir. Senang berkenalan denganmu," ucap Evan sambil tersenyum.
Seketika raut wajah David berubah kesal, dan segera menarik tangannya.
"Siapa kau? Beraninya kau menggangguku!" tanya David kesal.
"Aku ulangi lagi, namaku Evander Sahir. Dan aku ucapkan terima kasih banyak karena kau telah menjaga istriku dengan baik dari para buaya darat, David," ujar Evan sambil memberi penekanan saat mengucapkan nama David.
"I-istri?" seru David.
"Yah, istri. Wanita cantik yang ada di depanmu ini adalah istriku, Nyonya Evander Sahir."
Evan menunjukkan cincin pernikahan yang melingkar di jarinya dan jari Jasmine sambil tersenyum bangga. David mendengus kesal, lalu segera berdiri dan meninggalkan meja Evan dan Jasmine.
"Baru aku tinggal sebentar, sudah ada buaya darat yang mau unjuk bakat. Apa kau baik-baik saja, sayang?" tanya Evan.
"Yah, sangat baik, karena suami tampanku datang tepat waktu. Pria itu membuatku kesal. Padahal aku sudah menyuruhnya pindah ke meja lain, tapi dia malah nyerocos tanpa henti," jawab Jasmine sedikit kesal.
"Sudahlah, jangan kesal seperti itu. Nanti nafsu makanmu bisa hilang," ucap Evan sambil mengusap rambut Jasmine dengan lembut.
Tak lama kemudian, pramusaji mengantarkan pesanan makanan mereka. Evan dan Jasmine segera menghabiskan makan siang mereka. Kemesraan mereka tak lepas dari tatapan mata David yang duduk di meja yang tidak terlalu jauh.
"Sial! Dia sudah mempunyai suami," umpat David.
"Hei, Bro. Mengapa wajahmu terlihat kesal seperti itu?" tanya Shane, sahabat David yang baru saja tiba.
"Ada seorang wanita yang menolakku," ketus David.
__ADS_1
"Wow... Aku tidak percaya. Seorang David O'Connell, pewaris dari O'Connell Cooperation sekaligus pria yang selama ini menjadi idola kampus, yang selalu dikejar-kejar oleh para wanita, ditolak oleh seorang wanita?" teriak Shane tak percaya.
"****! Kecilkan suaramu, Shane. Apa kau ingin memberi tahu semua orang yang ada di sini?" ucap David dengan tatapan tajamnya.
"Ups, sorry. Aku refleks, bro," lirih Shane.
David mendengus kesal.
"OK, sekarang katakan padaku siapa wanita yang telah menolakmu?" tanya Shane penasaran.
"Wanita yang memakai baju biru yang duduk di meja itu," tunjuk David.
Shane langsung mengarahkan pandangannya ke sosok wanita yang ditunjuk oleh David.
"Well, she looks gorgeous, man," puji Shane.
David memukul kepala Shane.
"Argh! Sakit," rintih Shane.
"OK. Apa salahku, David? Apa yang aku katakan benar, bukan? Wanita itu cantik, menarik, seksi dan sangat mempesona."
Shane langsung mendapatkan pelototan mata David.
"Dan wanita cantik itu menolakmu karena dia sudah mempunyai kekasih," ucap Shane yang juga memperhatikan kemesraan Evan dan Jasmine yang sedang suap-suapan.
"Pria itu bukan kekasihnya, tapi suaminya," ujar David.
Shane membulatkan matanya. "Suami?"
David menganggukkan kepalanya.
"Kalau begitu, sebaiknya kau mencari wanita lain saja yang masih single untuk kau kencani," ucap Shane.
"Tapi, wanita yang aku inginkan itu dia. Dia adalah sosok wanita yang aku impikan selama ini. She's perfect," jawab David.
"Dia memang sempurna, tapi sudah bersuami," sahut Shane.
"Sudahlah. Ayo kita pergi dari sini," ajak David.
"Kita makan di restoran seperti biasa," ucap David.
"Baiklah," jawab Shane sambil berlari mengikuti David meninggalkan kantin.
Setelah jam kuliah selesai, Evan dan Jasmine segera kembali ke JA.
"Apa ada masalah selama kami tidak ada, Yudi?" tanya Evan.
"Tidak ada, Bos. Semua baik-baik saja. Kita mendapatkan email dari Tompson Corp. Perusahaan itu ingin mengajukan kerja sama dengan perusahaan kita. Mereka ingin kita membuatkan desain untuk perusahaan cabang yang akan mereka bangun di daerah Meksiko," lapor Yudistira.
"Benarkah? Setahuku Tompson Corp. merupakan salah satu perusahaan besar yang ada di Amerika," ucap Jasmine antusias.
"Kapan mereka ingin mengadakan pertemuan?" tanya Evan.
"Mereka menunggu kapan owner JA bisa menemui perwakilan mereka secara langsung," jawab Yudi.
"Baiklah atur pertemuan dengan Tompson Corp. besok siang. Kebetulan kami tidak ada jam kuliah," ucap Evan.
"Siap, Bos. Aku akan segera menghubungi mereka," jawab Yudistira, lalu keluar dari ruangan Evan dan Jasmine.
...***...
Seorang wanita cantik, tinggi dan memiliki wajah khas Meksiko turun dari mobil sportnya dan masuk ke dalam Javander Architecture. Wanita itu berhenti di depan meja resepsionis sambil melepas kacamata hitamnya.
"Selamat siang, Nona. Ada yang bisa saya bantu?" tanya resepsionis JA.
"Aku adalah Michelle Tompson, direktur dari Tompson Corp. Aku ada janji bertemu dengan owner perusahaan ini," jawab wanita itu.
"Baik Nona. Karyawan kami akan antarkan Nona menuju ruangan CEO," ucap resepsionis itu dengan ramah.
Wanita bernama Michelle itu segera masuk ke dalam lift dan diantarkan ke lantai tempat CEO berada. Saat tiba di depan ruangan CEO, karyawan itu segera melapor kepada Vira. Vira mengetuk pintu ruangan CEO.
"Masuk!" teriak Evan.
__ADS_1
"Permisi, Tuan. Perwakilan dari Tompson Corp. sudah datang," lapor Vira.
"Baiklah, suruh dia masuk. Tolong hubungi istriku dan katakan padanya jika klien kita telah datang. Jasmine berada di ruangan manager sekarang," ucap Evan.
"Baik, Tuan," jawab Vira.
Vira segera keluar dan mempersilakan Michelle masuk ke dalam ruangan Evan.
"Selamat datang di Javander Architecture," ucap Evan.
"Evan!" seru Michelle sambil tersenyum.
Evan menyerngitkan dahinya.
"Michelle."
Evan dan Michelle langsung berjabat tangan.
"Senang bertemu denganmu," ucap Michelle.
"Senang juga bertemu denganmu, Michelle. Mari silakan duduk," balas Evan.
Michelle langsung duduk dengan anggunnya.
"Aku tidak menyangka jika kau adalah seorang arsitek hebat dan owner dari Javander Architecture. Kau benar-benar luar biasa, Evan," puji Michelle.
"Terima kasih banyak. Kau juga luar biasa, menjadi direktur di Tompson Corp.," ucap Evan.
Michelle tersenyum senang.
"Hampir tiga tahun kita tidak bertemu. Lebih tepatnya setelah kelulusan kita dan menyandang gelar master," ujar Michelle.
"Kau benar. Baiklah, mari kita bahas tentang rencana kerjasama antara Javander Architecture dengan Tompson Corp.," ujar Evan.
"Baiklah. Ternyata kau sangat menghargai waktu, Evan. Kau pasti sudah tahu jika Tompson Corp. akan membuka cabang di Meksiko. Kami ingin kau yang mendesain perusahaan baru kami itu," terang Michelle.
Evan membaca berkas yang dibawa oleh Michelle dengan seksama.
"Kau terlihat semakin tampan Evan. Aku tidak menyesal menggantikan Papa untuk datang ke sini sehingga aku bisa bertemu denganmu," batin Michelle.
Jasmine membuka pintu dan masuk tanpa permisi, membuat Michelle terkejut. Jasmine berjalan mendekat ke arah Evan.
"Evan. Sepertinya kau harus mendisiplinkan anak buahmu ini. Dengan tidak sopannya dia masuk tanpa mengetuk terlebih dahulu," ucap Michelle dengan tatapan sinis.
Jasmine langsung menoleh ke arah Michelle.
"Evan, sejak kapan aku menjadi anak buahmu?" tanya Jasmine tanpa mengalihkan pandangannya dari Michelle sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
Bersambung ....
...🌹🌹🌹...
(Readers pasti geram, mengapa harus ada pelakor dan pebinor othor?😤😤😤
Readers tidak perlu cemas, karena yang akan mereka hadapi adalah Zalina Jasmine Alvaro, satu-satunya princess berdarah Alvaro. 😁✌)
Baca juga novel author lainnya:
1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU
2. I'm The Unstoppable Queen
Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :
✔Klik favorite❤
✔Tinggalkan comment✍
✔Tinggalkan like👍
✔Tinggalkan vote🔖
✔Beri hadiah🎁🌹
__ADS_1
Terima kasih🙏🥰