Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil)Ku

Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil)Ku
Chapter 47. The Hot Night


__ADS_3

Emily mengerjapkan matanya lalu membukanya secara perlahan. Emily merasakan kepalanya sedikit pusing. Emily bingung melihat ruangan yang asing baginya. Namun, saat melihat ada foto Aiden yang terpajang di dinding, Emily menyadari jika dia sedang berada di kamar Aiden.


"Apa yang terjadi denganku?" tanya Emily sambil mengingat apa yang terjadi sebelumnya.


Emily ingat dia menghadiri birthday party Judith, dan Jasper beserta teman-temannya berusaha untuk melecehkannya. Kemudian Aiden datang dan menyelamatkannya. Aiden membawanya masuk ke dalam mobil dan tubuhnya tiba-tiba terasa panas.


Emily membulatkan matanya. Dia ingat jika dirinya membuka baju dan jas Aiden yang dikenakannya, lalu merayu Aiden. Emily langsung melihat kondisi tubuhnya yang berada dalam selimut. Emily bersyukur meskipun bajunya terkoyak, namun segi tiga bermudanya masih bertengger di tempatnya.


"Ternyata Aiden tak sebejat yang aku kira," gumam Emily sambil tersenyum.


Emily mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi. Emily yakin jika saat ini Aiden sedang mandi.


Emily kembali merasakan h****tnya bangkit kembali, karena efek obat yang masih belum hilang.


"S**t! Mengapa tubuhku terasa terbakar lagi?" umpat Emily.


Emily berdiri dan berjalan mendekati lemari es kecil yang ada di kamar itu. Emily membukanya dan mengambil sebotol air putih dingin untuk menghilangkan hawa panas tubuhnya.


Aiden berada di bawah guyuran air shower setelah berendam cukup lama untuk menenangkan anacondanya yang bangun dan hendak mengamuk.


Aiden tersentak saat ada dua tangan melingkari perutnya yang super seksi dan merasakan tubuh yang memanas di punggungnya. Aiden langsung membalikkan badannya. Aiden terkejut saat melihat Emily dengan tubuh polosnya berdiri di hadapannya dengan pandangan mata sayu. Aiden meneguk salivanya kasar. Seketika anacondanya yang sudah tertidur langsung bangun dengan ponggahnya.


Emily menelan salivanya kasar saat melihat anaconda Aiden yang berdiri tegak.


"Apa yang kau lakukan, Emily?" tanya Aiden.


Emily menatap Aiden dengan wajah memohon.


"Aku mohon bantu aku Aiden. Aku tidak tahan lagi," jawab.


"Tidak, Em. Aku tidak ingin menyakitimu dan membuatmu menyesal," tolak Aiden.


Emily memajukan tubuhnya dan dengan beraninya menc**m bibir Aiden. Aiden membelalakkan matanya saat mendapatkan serangan dadakan. Aiden menarik tubuh Emily sampai merapat pada tubuhnya dan memperdalam c****n mereka.


Aiden segera melepaskan tautan bibir mereka saat Emily kesulitan bernapas.


"Kau yang sudah memintanya, Em. Aku harap kau tidak akan menyesal," ucap Aiden dengan napas tersenggal.


Emily mengangguk.


"Tapi aku mohon lakukanlah dengan pelan," lirih Emily.


Aiden menyerngitkan dahinya.


"Mmm... A-aku masih bersegel," ucap Emily sambil menunduk malu.


Aiden tersenyum. Hatinya sangat bahagia mendengar kejujuran Emily.


"Aku benar-benar ba*****n yang beruntung," batin Aiden yang bersorak bahagia.


Aiden mematikan kran shower dan mengambil handuk untuk mengeringkan tubuhnya dan tubuh Emily. Kemudian Aiden mengangkat tubuh polos Emily dan meletakkannya secara perlahan di atas ranjang.


Aiden membuka laci mejanya.


"Oh, s**t!" umpat Aiden.

__ADS_1


Emily tersentak, lalu bangun dan duduk.


"Ada apa Aiden?" tanya Emily.


"Aku lupa jika aku tidak pernah menyimpan pengaman di sini," jawab Aiden.


"Apa kau tidak pernah membawa wanitamu ke sini?" tanya Emily lagi.


Aiden menggeleng.


"Kau adalah wanita kedua setelah adikku, Azzura, yang pernah ke sini," jawab Aiden.


Ada perasaan senang di dalam hati Emily. Emily menatap Aiden yang wajahnya terlihat frustasi.


"Apa kau tidak pernah berhubungan tanpa menggunakan pengaman sebelumnya?" tanya Emily penasaran.


"Tentu saja tidak pernah. Aku selalu mencari aman. Aku tidak ingin wanita yang pernah aku tiduri mencari kesempatan dengan merengek untuk meminta pertanggung jawaban padaku," jawab Aiden.


"Apa kau lupa jika aku ini seorang dokter? Dan aku pastikan bahwa diriku bersih dan sehat. Dan aku bisa meminum obat nanti," ucap Emily.


"Apa kau yakin Em? Aku tidak ingin kau menyesal," ucap Aiden.


"Aku yakin dan aku tidak akan menyesal," ucap Emily sambil tersenyum.


"Cantik sekali," batin Aiden.


Emily merebahkan tubuhnya, dengan beraninya menekuk dan membuka kedua kakinya. Aiden tidak bisa menahannya lagi saat Emily sudah siap seperti itu. Aiden langsung naik ke atas ranjang dan mengungkung tubuh Emily.


"Kau adalah wanita pertama yang naik ke atas ranjang ini," ucap Aiden.


"Jangan ditahan sayang. M******hlah," bisik Aiden.


Saat tangan Aiden menakup salah satu squisinya dan meremasnya perlahan, Emily tidak bisa menahan d******n dan e******nya lagi. Aiden tersenyum. Milik Emily terasa pas sekali di tangan Aiden. Aiden melahap kedua squisy itu secara bergantian, membuat d*****n Emily semakin keras.


Aiden menurunkan wajahnya ke perut dan berhenti di depan pintu gerbang sarang Emily. Aiden memanjakan mahkota Emily menggunakan bibir dan lidahnya.


"A***h... Aiden, aku tidak tahan lagi,," teriak Emily.


Aiden merasakan gerbang sarang Emily sudah sangat basah. Aiden tersenyum senang.


Aiden mengangkat tubuhnya dan mengambil ancang-ancang.


"Kau harus tahu, Em, jika aku tidak pernah puas hanya dengan satu ronde saja. Kau boleh mengurungkan niatmu sebelum terlambat," ucap Aiden dengan tatapan matanya berkabut penuh g****h.


Emily melingkarkan kedua tangannya di leher Aiden.


"Lakukan sekarang Aiden. Aku menginginkanmu," ucap Emily.


"Baiklah. Ini akan terasa sakit di awal. Kau boleh mencakar atau menggigit bahuku," ujar Aiden.


Emily mengangguk.


Aiden menc**m bibir Emily sedangkan di bagian bawah anacondanya mulai maju untuk memasuki gerbang sarangnya secara perlahan.


"Sssttt... sakit Aiden," rintih Emily.

__ADS_1


"Tahan sebentar sayang," bisik Aiden.


Aiden semakin memperdalam c*****nya dan anacondanya terus berusaha untuk membuka segel. Dengan tiga hentakan, segel Emily pun terbuka. King Anaconda berhasil membobol sarangnya.


"Aargghh... sakit!" jerit Emily sambil menangis.


Aiden mengusap air mata Emily dengan lembut.


"Kau sungguh n****t sekali, sayang," ucap Aiden.


Baru pertama kali ini Aiden merasakan sensasi yang luar biasa. Anacondanya serasa dipijat dan diremas.


"Aku janji sayang, aku akan menghilangkan rasa sakitmu dan menggantinya dengan rasa n****t yang tiada tara," bisik Aiden.


Aiden mulai memaju mundurkan anacondanya secara perlahan membuat rintihan sakit Emily berubah menjadi d*****n yang semakin menuntut. Suara d*****n Emily mengalun indah di telinganya membuat Aiden semakin mempercepat lajunya. Akhirnya Emily merengek ingin mendapatkan pelepasannya. Aiden dan Emily mendapatkan pelepasan dan puncak ke*******n mereka bersama. Anaconda Aiden memuntahkan lahar panasnya di dalam sarangnya.


"Emily/Aiden.... A****hhh," lenguhan Aiden dan Emily bersamaan.


Emily memejamkan matanya dan menikmati sesuatu yang asing tapi nikmat yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Napasnya masih terengah-engah. Aiden menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh Emily.


"Terima kasih, Em. Kau benar-benar nikmat," bisik Aiden dengan napas tersenggal.


Emily merasa tersanjung. Hatinya menghangat.


Aiden bangkit dan mengeluarkan anacondanya perlahan. Aiden mengambil tisu dan membersihkan pintu sarang Emily dengan pelan.


"Mau mengulanginya lagi sayang?" tanya Aiden.


"Mau," jawab Emily malu.


Aiden tersenyum bahagia. Keduanya melanjutkan pergulatan panas mereka ke ronde selanjutnya berulang kali. Suara d*****n dan e*****n saling bersahutan di dalam kamar. Aiden menge***g keras saat mendapatkan pelepasan kelimanya. Sedangkan Emily sudah lemas tak berdaya.


"Kau adalah wanita yang luar biasa, Em. Meskipun ini pertama kalinya bagimu, tapi kau bisa mengimbangiku bahkan sampai lima ronde," ucap Aiden sambil mengecup kening Emily yang sudah tertidur lelap.


Aiden menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka, kemudian ikut tidur dan menarik tubuh Emily ke dalam pelukannya.


...🌹🌹🌹...


Baca juga novel pertama author :


"Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU"


Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :


✔Klik favorite❤


✔Tinggalkan comment✍


✔Tinggalkan like👍


✔Tinggalkan vote🔖


✔Beri hadiah🎁🌹


Terima kasih🙏🥰

__ADS_1


__ADS_2